"Yasa adalah nama Narendra, dua ratus tahun yang lalu. Pendiri Narendra sekaligus pewaris terakhir Yasa membunuh semua anggota keluarga Yasa dan mengubahnya jadi Narendra. Karena itu, nama Yasa di belakang nama Tuan Muda Elios adalah hinaan. Sisanya, cari tahu itu sendiri di perpustakaan."
Roxanne terus memikirkan ucapan Diane bahkan ketika esok harinya datang.
Setelah tinggal di kamar yang katanya mirip kamar pelayan itu, Roxanne memang tidak mendapati ada masalah apa-apa.
Setiap pagi pukul sembilan tepat, seseorang akan mengetuk pintu kamar Roxanne dan meninggalkan kereta makanan.
Lalu pukul satu siang, dan pukul lima sore, mereka juga akan membawa makanan hingga Roxanne tidak perlu pergi ke mana-mana mencari.
Di kamar ini juga sudah tersedia banyak pakaian. Perhiasan dari emas bahkan berlian. Kolamnya juga luas dan bukan sekadar bathtub untuk satu tubuh orang saja.
"Semua kemewahan ini cuma untuk seorang istri yang dianggap tidak hidup?" Roxanne bergumam menatap steak dadaayam di piringnya sebagai menu makan siang hari ini.
Di samping steak itu adalah buah-buahan anggur, apel dan stroberi. Lalu es krim dengan taburan blueberry kering. Kemudian mangkuk kismis berkualitas tinggi.
"Omong kosong." Roxanne menggertak giginya marah. "Jika semua orang harus dibeli untuk jadi istri tidak terlihat lalu mendapat semua ini, semua perempuan di dunia akan bersujud rela melakukannya."
Ini semua omong kosong. Tidak mungkin hanya seperti ini.
Pasti ada bayaran yang jauh lebih menyiksa dari sekadar penyiksaan biasa untuk semua ini.
Karena ini bukan perbudakan. Ini namanya surga.
Tidak melakukan apa pun, walau terabaikan, tapi punya anggur, punya apel, punya daging, punya gaun, punya perhiasan, punya kolam mandi.
Mana ada ini perbudakan.
"Nyatanya Diane tidak mengatakan semuanya."
Roxanne menarik pintu kamarnya terbuka, memutuskan untuk keluar.
"Alasan kenapa istri kedua sampai istri keempat mati, dia tidak bicara. Dia juga tidak bicara soal apa tugasku. Dia cuma bilang Tuan Muda diusir jadi namanya sekarang bukan Narendra tapi Yasa."
Itu bukan informasi penting untuk bertahan hidup di sini. Itu informasi tidak berguna.
Roxanne pada akhirnya harus mencari sendiri. Berjalan perlahan agar tak menimbulkan suara, kalau-kalau di sekitaran ada Elios.
Orang itu sudah membunuh empat istrinya sendiri. Berarti dia bisa saja membunuh Roxanne karena muncul secara tak sengaja di depannya.
Baru saja Roxanne akan berbelok menuruni tangga, secara tak sengaja ia melihat sesuatu dari jendela.
Roxanne mendekat untuk memastikan, dan ternyata benar itu Elios.
Dia sedang berjalan dengan seorang wanita berambut silver. Meski cuma dari samping, Roxanne menemukan wanita itu cantik.
Dia sangat cantik malah, walau keindahan wajah Elios masih tidak bisa dibandingkan.
Apa dia salah satu istrinya? Tapi kenapa dia berjalan bersama? Bukankah Elios benci istrinya?
"Nyonya."
Roxanne tersentak kaget, berpaling pada suara itu. Siapa yang dia panggil nyonya?
"Mohon maaf membuat Anda terkejut. Tapi sebaiknya Anda tidak berkeliaran sekarang. Tuan Muda sedang berjalan-jalan."
Jadi Roxanne tidak boleh keluar saat Elios keluar, kah? Baiklah, akan ia ingat.
"Aku mengerti." Roxanne berucap serak, masih terkejut. "Tapi, siapa dia?"
Maksud Roxanne, wanita di sebelah Elios.
"Itu Nyonya Pertama, istri pertama Tuan Muda. Nyonya Graean."
Jadi begitu. Dia istri pertama.
"Apa dia dekat dengan Tuan Muda?"
"Hanya Nyonya Pertama yang sering menghabiskan waktu dengan Tuan Muda, Nyonya. Selebihnya, saya tidak bisa menjawab. Mari saya antar kembali ke kamar Anda."
Roxanne menggeleng. "Aku ingin ke perpustakaan. Bawa aku ke perpustakaan. Aku berjanji tidak akan mengganggu Tuan Muda."
".... Baik. Mari saya antar."
Nyonya Graean. Kalau hanya dia yang berbicara dengan Elios, berarti hanya dia pula yang benar-benar tahu tentang nasib Roxanne di tempat ini.
Bayaran dari hidup mewahnya.
Haruskah Roxanne berusaha menemui orang itu diam-diam?
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments