"Kamu menginginkan Elios untuk kepentingan pribadimu, kan?"
Roxanne termenung mengingat ucapan Arkas kemarin sebelum dia pergi. Tentu saja kemarin Roxanne tercengang, tapi Arkas malah tertawa.
"Mungkin konyol mendengar ini, Roxanne, tapi kami Narendra seluruhnya orang hebat. Membaca pikiranmu lewat mata dan ekspresimu itu semudah kami bernapas."
Roxanne menyadari bahwa Narendra lebih berbahaya dari apa yang ia pikirkan selama ini. "Apa bantuan yang Anda mau?"
"Menghentikan penambahan jumlah istri Elios," jawab Arkas sederhana. "Lebih singkatnya, buat dia menyukai kamu."
Itu mencengangkan karena secara kebetulan Roxanne sedang memikirkan hal sama. Saking kebetulannya, Roxanne jadi curiga.
"Kenapa saya? Kenapa bukan Nyonya Pertama?"
"Bukankah keberadaan kamu sendiri sudah membuktikan kalau Graean tidak bisa?"
Roxanne membulatkan mata. Kaget dan sadar bahwa itu memang benar.
"Kami Narendra memang menikahi lebih dari satu wanita. Sekadar informasi, aku punya enam istri. Itu karena ada terlalu banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dan membutuhkan banyak kepala tambahan," jelas Arkas.
"Tapi, kasus Elios berbeda. Dia bukan Narendra, jadi dia tidak butuh menikahi banyak wanita."
Roxanne hati-hati meresponsnya. "Kenapa Anda tidak melarang saja? Bukankah Anda bisa memerintahkan karena Anda Tuan Muda Pertama?"
Kalau dia bisa mengusir Elios, berarti dia bisa melarang Elios menikahi banyak wanita.
"Aku bisa." Ekspresi Arkas muram saat itu. "Tapi ada alasan kenapa tidak."
Kalau dia tidak mengatakan alasannya berarti dia tidak mau mengatakannya pada Roxanne.
"Lagipula, aku bukan tiran, Roxanne. Aku tidak memerintahkan segala hal tanpa memedulikan orang lain. Adik bodohku itu memerlukan orang baru di hidupnya. Jadi ini kesempatan untukmu juga."
"Tuan Muda mau membunuh saya, jika Anda tidak tahu."
"Apa aku terlihat bodoh, Nak?" Arkas tersenyum misterius saat itu. "Tidak akan ada lagi pembunuhan. Aku bisa menjamin itu. Jika Elios melanggarnya, dia akan kehilangan sesuatu yang jauh lebih penting dari hidupnya sendiri."
Roxanne hanya bisa terdiam ketika memahami semuanya.
Bahwa Arkas membuat kesepakatan dengan Elios hanya demi mendorong Roxanne.
"Kamu serakah pada sesuatu yang dimiliki Elios. Kutebak itu uang. Dan itu tidak masalah sama sekali."
Arkas merogoh kantongnya, mengeluarkan selembar cek yang membuat Roxanne terbelalak.
"Menginginkan sesuatu adalah hal baik. Berusaha mencapai itupun baik. Aku akan memberimu uang, tentu juga dengan ibumu itu, jadi lakukan tugasmu sebaik mungkin."
Kini, Roxanne hanya duduk diam memandangi selembar cek di tangannya dan buku tentang Narendra di atas meja.
Kata Arkas, cek ini bisa ia kirim ke Ibu nanti, di hari Graean mengirim hadiah untuk pernikahan salah seorang anak Narendra.
"Tapi aku masih ragu." Roxanne menyembunyikan wajah di antara lengannya. "Kenapa orang itu bertindak sangat yakin? Dia seperti sangat percaya kalau aku akan berusaha keras."
Orang-orang di rumah ini sangat aneh dan sulit dipahami. Roxanne kadang lelah sendiri berurusan dengan mereka.
*
Roxanne menghabiskan waktunya untuk membaca buku pemberian Arkas. Di sana akhirnya tertulis nama Narendra, tapi ternyata bukan informasi yang sangat berharga.
Semuanya hanya tentang bagaimana Narendra harus bersikap dan bagaimana Narendra harus hidup. Peraturan-peraturan seperti: Narendra tidak menikah secara politik dengan keluarga lain; Narendra tidak memiliki keluarga cabang; anak perempuan Narendra sangat berharga; hal-hal sejenis itu, intinya.
Tidak ada informasi tentang keluarga Narendra sekarang.
Walau Roxanne cukup puas karena setidaknya sudah tahu sedikit.
Lalu, tiba hari di mana Graean mengirim hadiah-hadiah untuk pernikahan anak Narendra. Roxanne turun sebab ia harus minta pada Graean mengirim cek itu pada ibunya.
"Aku mengerti. Jika ini pemberian Tuan Muda Pertama, tentu ini boleh dikirim." Graean tersenyum singkat. "Aku akan minta ibumu menulis surat sebagai bukti ini terkirim padanya. Tunggulah beberapa hari."
"Terima kasih."
Roxanne bergegas menyingkir karena urusannya selesai. Tapi di depan pintu utama, ia malah bertemu Diane.
"Kamu sepertinya menarik perhatian Tuan Muda Pertama."
"Menarik perhatian terlalu berlebihan," sangkal Roxanne. "Aku dan beliau hanya membuat kesepakatan."
"Tuan Muda Pertama tidak membuat kesepakatan begitu saja."
Diane memerhatikan barang-barang yang akan dikirim terus dimasukkan ke dalam mini truk.
"Sulit mengatakan orang seperti apa beliau. Baik tapi menakutkan. Rendah hati tapi licik. Mungkin abu-abu."
Roxanne memiringkan wajah. "Dia berbahaya?"
"Tidak juga. Setidaknya, beliau itu orang yang mementingkan Narendra di atas segalanya. Memang sosok pemimpin utama."
"Lalu?"
Diane menatapnya dengan emosi yang rumit. "Hanya, mungkin jika ada kesempatan datang, Tuan Muda Pertama mau membunuh Tuan Muda Elios."
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments