"Tapi Graean bilang dia tidak istimewa."
Sejenak, Diane tiba-tiba berhenti berjalan. Wanita itu menoleh, menatap Roxanne dengan sorot mata aneh yang misterius.
Rasanya ada sesuatu yang salah saat Diane berkata, "Jangan pedulikan hal itu."
Tidak bisa. Untuk bertahan di sebuah tempat, seseorang harus punya koneksi dengan orang dalam.
Dan semakin orang dalam itu berada di kedudukan penting, maka semakin besar pula keuntungannya.
Roxanne harus tahu siapa orang paling penting bagi Elios, agar Elios tidak membunuhnya.
Lalu, Roxanne juga harus memastikan harta benda untuk dirinya dan Ibu diberikan secara berkala.
Persetan dengan peraturan. Orang yang punya koneksi tidak akan berurusan dengan hal menyedihkan seperti peraturan.
"Kalau begitu," Roxanne kini berdiri tepat di hadapan Diane, menatapnya tanpa sedikitpun rasa takut, "siapa wanita yang paling membuat Tuan Muda takluk?"
Diane memberi reaksi aneh.
Dia melebarkan matanya seolah sangat terkejut. Lalu, yang tidak terduga, Diane mendadak berpaling.
Seolah ... seolah-olah dia ketakutan.
"Tidak ada takluk bagi Tuan Muda," jawab dia sambil berjalan cepat. "Lupakan saja. Ayo pergi ke taman depan."
"Aku tidak peduli pada taman."
Yang penting adalah kepastian dan informasi. Roxanne tidak mau membuang-buang waktunya untuk ketakutan pada Elios, tak tentu arah memikirkan nasibnya.
"Kalau kamu tidak mau memberitahu, maka pergi saja. Aku akan ke perpustakaan mencarinya sendiri."
Diane menatap punggung Roxanne yang perlahan-lahan menjauh sebelum itu hilang ketika berbelok.
Sulit baginya tidak menghela napas. Menutup wajahnya sambil berharap tidak terlalu banyak ekspresi yang ia berikan.
Anak naif itu. Dia tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan.
"Tolong jangan berbuat bodoh, Roxanne." Diane mendongak pada atrium di atas sana. "Kalau kamu mati, banyak orang berpotensi untuk mati juga."
Jika Elios marah dan membunuh Roxanne, semua orang takut jika itu membuka peluang bagi Elios membunuh lebih banyak istrinya lagi.
Karena itulah Roxanne harus menahan diri. Harus.
*
Roxanne lagi-lagi harus menyusuri rak-rak buku di sana untuk menemukan petunjuk. Ia sudah cukup yakin kalau Diane itu bukan pembohong, jadi sekalipun sangat sulit menemukan, pasti memang ada buku petunjuk di antara semua jutaan buku ini.
Kali ini, jangkauan Roxanne ia pusatkan di lantai tiga. Memutari lingkaran koridor yang menjadi satu-satunya lantai di tingkatan ketiga perpustakaan itu.
Roxanne berulang kaki naik turun tangga juga. Melihat di rak-rak tinggi apakah ada tulisan Narendra atau tidak. Tapi sampai Roxanne lelah sekalipun, masih sangat banyak sudut belum tercapai dan tidak ada satupun buku ia dapatkan.
"Hah!" Roxanne menjatuhkan tubuhnya ke kursi dekat jendela.
Rasanya jadi lapar karena lelah.
"Aku mau pulang," gumam gadis itu pelan.
Roxanne menyandarkan kepalanya ke kusen jendela. Nyaris saja menutup mata ketika tak sengaja ia menemukan Elios di bawah sana.
"Apa yang dia lakukan di sana?" gumam Roxanne heran.
Ia melihat Elios tengah berbaring di atas rerumputan. Matanya tertutup seolah dia sedang tidur nyenyak di sana. Tapi, yang Roxanne pertanyakan, kenapa Elios tidur di bawah sengatan sinar matahari?
Ini sudah bukan pagi. Kulitnya pasti panas.
"Anehnya dia tampan." Roxanne kembali bersandar pada kusen jendela, tapi juga tetap menatap Elios di bawah sana. "Ketampanan yang sulit dijabarkan."
Dia cantik tapi dia juga tampan. Begitulah Elios di mata Roxanne. Jika dia perempuan, maka dia pasti akan jadi bidadari tak bersayap di bumi.
Kenapa orang tampan seperti dia menjadi gila dan suka membunuh?
"Aku harus menjadi kesayangan pria gila itu." Roxanne menutup matanya. "Aku harus jadi wanita yang membuat dia tidak bisa bernapas kecuali di sekitarku. Tapi, jangankan merayu, memanggilku untuk makan saja tidak pernah."
Dia punya sekitar sembilan bidadari di rumah ini, jadi mungkin dia memang tidak semudah itu dirayu. Meski begitu, kenapa dia masih begitu sulit dijangkau?
Elios.
Apa yang bisa membuat orang dingin itu tertarik?
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments