Mungkin, cekikan dan rasa sakit membuat Roxanne menjadi gila juga.
Otaknya tahu kalau sekarang ia harus minfa maaf dan bersujud agar diberi kesempatan, tapi alih-alih melakukan itu, Roxanne malah mengatakan hal tidak waras.
"Baik," ucapnya di antara suara bergetar. "Sebelum itu tolong jawab saya."
Elios menatapnya dingin. Tapi kenyataan dia terlihat menunggu pertanyaan itu sudah cukup untuk Roxanne.
"Lukisan." Roxanne tersenyum gila. "Siapa wanita di lukisan ruangan tadi, Tuan Muda?"
Sesuai dugaannya, mata Elios langsung menggila. Pria itu memcekik Roxanne sekali lagi, kini dengan kekuatan yang benar-benar kuat.
Mata Roxanne memutih akibat rasa sakit. Ia mungkin sudah tak peduli pada nyawanya sendiri karena muak.
Mulutnya berusaha meracau akibat sakit hati.
"Anda berbuat salah." Meski samar, itu pasti terdengar jelas. "Anda berbuat dosa, karena itulah Anda terbuang."
Roxanne cuma mengulang semua perkataan Arkas.
Orang ini berbuat dosa. Dosa yang sangat besar sampai dia bahkan tidak melawan ketika Arkas bertindak semena-mena padanya.
Lalu dia bilang, dia benci disalahkan. Dia bahkan rela menunggu waktu membunuh Roxanne hanya agar Roxanne berkata dia tidak salah.
Berarti, dia benar-benar tidak mau mendengar kalimat penyalahan. Dia benar-benar membencinya.
"Dasar menjijikan." Roxanne berada di ujung batas. "Anda menjijikan."
Ketika Roxanne yakin nyawanya tak akan selamat, cekikan Elios tiba-tiba mengendur.
Pria itu tiba-tiba terlihat kosong. Benar-benar kosong seolah jiwanya hilang.
Elios jatuh terduduk ke belakang, memegangi wajahnya seraya meringis.
"Aku tidak berbuat salah," gumam dia putus asa. "Aku tidak berbuat salah!"
Roxanne perlu tahu apa penyebab dia begitu, namun Roxanne juga perlu hidup.
Maka ketika Elios tak sadar, bergegas Roxanne lari. Pergi meninggalkan Elios yang terus berucap hal sama.
Dia bilang, dia tidak bersalah.
*
Setelah itu, Roxanne tak bisa tidur sama sekali. Ia dihantui ketakutan jika Elios tiba-tiba datang membawa pisau untuk membunuhnya.
Tapi, ternyata sampai pagi hari tiba, Elios tidak datang. Yang muncul justru Diane bersama kabar bahwa Graean telah pulang, dan Elios dikurung di kamarnya atas perintah Arkas.
Katanya, Elios melanggar kesepakatan tidak melukai istrinya hingga kedepan dia akan dikurung dalam waktu yang tidak ditentukan.
Lalu, orang yang menuntun Roxanne ke tempat itu ....
"Namanya Mariana." Diane menyaksikan dokter melilit perban ke leher Roxanne yang membiru parah akibat cekikan. "Bisa dibilang, dia salah satu orang yang tidak menyukai kamu."
Roxanne meringis sakit pada sentuhan dokter di lehernya. "Berarti lebih dari satu?"
"Memang ada alasan menyukai sainganmu? Bukan hanya kamu di tempat ini yang ingin perhatian Tuan Muda, demi kepentingan pribadi."
Jawaban tanpa emosi itu menohok ke jantung Roxanne.
"Tapi, yah, bisa dibilang Mariana itu kalangan ekstrim. Juga, tidak banyak yang senang karena perhatian Tuan Muda Pertama tertuju padamu."
"Itu bukan perhatian."
"Kamu melihatnya begitu karena kamu orang baru."
Diane menatapnya tanpa ekspresi seolah dia sendiri tidak tertarik pada Roxanne.
"Sudah kubilang beliau itu tidak jahat tapi juga tidak baik. Kemungkinan itu karena beliau sendiri kamu jadi menemui Tuan Muda di atas sana."
Roxanne berusaha tidak memperlihatkan jawaban bahwa itu benar. Apa itu berarti Arkas mencoba membunuhnya?
"Tuan Muda Pertama tidak akan melukai seseorang, apalagi jika orang itu punya hubungan dengan Narendra. Sekalipun kita adalah istri dari pria buangan, Tuan Muda Elios jugalah seorang Narendra kemarin. Tuan Muda Pertama hanya menggunakan kamu untuk sesuatu yang beliau pikir harus dilakukan."
Aku hampir mati untuk sesuatu yang dipikirkan si beliau itu. Roxanne mengepal tangannya kuat-kuat, tapi diam.
"Tapi, Roxanne, ada sesuatu yang membuatku penasaran."
"Apa?"
"Apa yang kamu lihat?"
Roxanne langsung menahan napas. Sebuah tindakan bodoh karena itu membuat lehernya terasa sangat sakit seperti tercekik lagi.
Ekspresi Diane tak berubah ketika Roxanne batuk-batuk, sementara dokter langsung membantunya bernapas.
"Tenanglah, Nyonya. Harap berhati-hati karena luka Anda sangat serius."
Diane hanya memerhatikan itu tenang. "Bisa kuartikan kamu melihat sesuatu."
Sial. Lagi-lagi seseorang membaca pikirannya hanya karena gerakan kecil Roxanne. Kenapa semua orang di keluarga ini sangatlah menakutkan?
Tapi karena sudah terlanjur, lebih baik ia bertanya saja.
"Tuan Muda punya kembaran?"
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Widhi Labonee
bayangin kok ngeri ya idip d kastil itu .. kl aw pasti aq bawak tetanggaku,, dia jauh lebih mengerikan dr siapapun saking julid, kepo, tkggibah dllnya... dijamin elios takut d gibahin wkwkwkkwkw
2023-05-07
3