Roxanne bergegas berdiri walau ketakutan masih mengerjapnya. Tapi, di sudut hati pun ia masih sedikit bertanya-tanya siapa orang asing ini.
Kenapa dia bicara pada Elios seperti memerintahkan dan kenapa Elios seolah mau tak mau patuh padanya? Sebenarnya siapa dia?
"Lalu," Elios sepenuhnya mengabaikan Roxanne, menatap si pria asing, "untuk apa kamu datang ke tanahku?"
Pria asing itu tersenyum menertawakan. "Kamu mengklaim tanah yang kupinjamkan sebagai tanahmu. Adikku yang sombong."
Roxanne tersentak. Jadi dia kakaknya?
Tapi mereka tidak mirip. Tidak, bahkan sedikitpun tidak mirip. Yang mirip hanya mereka tampan, tapi garis wajah mereka berbeda.
Bahkan, mata pria asing itu berwarna amber sementara mata Elios lebih mengarah pada cokelat sangat gelap.
"Arkas." Elios melangkah maju, melewati Roxanne yang hanya mematung di sana untuk berdiri di depan kakaknya. "Bukankah kamu sendiri yang memberi nama Yasa padaku? Mencabut nama Narendra dariku?"
"Jadi kamu berkata peraturan Narendra tidak berlaku di sini?"
"Tuan Muda Pertama Narendra tidak punya kuasa di tanah Yasa. Itu peraturanku."
Roxanne merasa ada pertikaian kekuasaan di antara mereka, tapi ia tersekat sewaktu pria asing itu, yang ternyata bernama Arkas, tiba-tiba mencengkram leher Elios.
Yang semakin membuatnya tak bernapas, Arkas berkata, "Jangan melawan."
Dan Elios benar-benar tidak melawan, hanya meringis merasakan cekikan kuat di lehernya.
"Adikku yang bodoh dan menjijikan. Aku membiarkan kamu hidup semata karena kamu pernah jadi Narendra. Hanya itu. Lalu sekarang kamu bertingkah seakan ada sesuatu yang tersisa."
Apa ini? Apa sebenarnya ini? Kenapa begini?
Kenapa Elios tidak melawan padahal dia dicekik? Kenapa dia diam saja?
Roxanne harus bagaimana?
Tunggu, bagaimana kalau Roxanne juga terkena imbasnya? Bagaimana kalau nanti Elios mati?
Kalau keluarga ini benar tidak normal, maka tidak akan aneh jika seorang kakak melenyapkan adiknya.
Kalau begitu, bagaimana kalau—
"Tuan Muda!"
Roxanne terkesiap oleh suara itu. Menyaksikan Graean tiba-tiba datang, menyeret gaunnya yang mewah namun berekspresi sangat pucat.
"Tuan Muda, tolong kasihani adik Anda." Graean bersuara gemetar.
Pertanda bahwa situasi sekarang bukan sekadar candaan saudara.
"Anda sudah berjanji memberi ampunan. Anda berjanji membiarkan Tuan Muda saya. Tolong, tolong tenangkan diri Anda. Tuan Muda saya bisa saja sedang mabuk."
"Mabuk?"
Jelas-jelas Elios tidak mabuk, tapi Arkas melepaskan leher adiknya. Mendorong anak itu hingga terduduk di tanah.
Elios memegangi lehernya dan terbatuk-batuk. Graean berlutut membantunya, tapi tangan Graean ditepis kasar.
"Berhenti ikut campur!" teriak Elios kesal. "Graean, aku sudah lelah dengan sikapmu itu. Pergi dan jangan muncul sampai aku mengizinkan. Pergi!"
Arkas mengernyit marah pada Elios. "Melampiaskan pada istrimu karena tidak berdaya. Aku benar-benar menyesal sudah berbuat baik."
"Tuan Muda." Graean menatap Arkas. "Tolong untuk menahan diri dari hinaan Anda pada beliau. Setidaknya, sebagai istrinya, saya merasa ikut terhina."
Roxanne yang berada di antara mereka sedikitpun tidak mengerti sebenarnya ada apa. Apa, sih? Kenapa Arkas yang tadinya terlihat ramah malah sekarang terlihat menakutkan?
Kenapa Elios yang menakutkan terlihat tidak berdaya? Dan kenapa Graean bersikap sangat sopan?
Arkas tiba-tiba menghela napas. Menatap Roxanne sekilas sebelum dia berkata, "Aku mengerti. Bawa Elios ke dalam. Aku akan masuk dan bicara padamu nanti."
"Terima kasih, Tuan Muda."
Roxanne menyaksikan Elios seperti sangat marah, tapi beranjak pergi seolah tak bisa melawan. Graean mengikutinya beberapa langkah di belakang. Mungkin mengatakan sesuatu karena Elios terlihat marah lagi.
Kepribadian Elios, Roxanne masih tidak bisa mengerti. Kadang dia terlihat sangat dingin dan pendiam, tapi dia juga kadang sangat emosional.
"Roxanne."
Suara Arkas membuat Roxanne tersentak. Buru-buru membungkuk. "Maaf tidak mengenali Anda, Tuan Muda."
Tadi Roxanne memanggilnya kamu. Jika Nyonya Besar tahu, Roxanne pasti akan ditampar.
"Tidak usah bersikap begitu. Aku tidak terlalu mementingkan posisi."
Arkas tersenyum ramah lagi, seolah tak tak habis mencekik adiknya sendiri.
"Kalau begitu, bagaimana jika kamu menemani aku berjalan-jalan sebentar? Sekaligus mengobati tanganmu."
Jelas, tidak mungkin Roxanne berkata tidak mau.
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments
Ao Rin
sukaaa... sma critax
2023-05-19
0