Roxanne sangat penasaran dengan hubungan Arkas dan Elios. Ia sangat mau tahu kenapa mereka bertikai dan apa maksudnya ini tanah Arkas, bukan Elios?
Tapi, Roxanne takut bertanya. Jadi ia cuma bisa diam mengikuti Arkas berjalan, entah ingin ke mana.
"Kamu," Arkas tiba-tiba membuka suara, "istri baru Elios? Yang baru saja dibawa Bibi?"
"Bibi?" Roxanne membeo.
"Ibunya Elios. Itu bibiku."
Kalau begitu mereka bukan saudara kandung?
"Kamu sepertinya tidak mengenal Narendra sama sekali." Arkas mengajak Roxanne duduk di bangku taman, persis di dekat kolam ikan koi.
Sambil duduk di sana, Arkas mengambil pakan ikan untuk dilemparkan.
"Aku anak pertama Narendra. Ahli waris mutlak. Dalam keluarga kami, seluruh anak yang lahir di generasi sama itu terikat seperti halnya saudara kandung, jadi Elios bisa dibilang saudara kandungku juga. Tentu saja, tidak secara harfiah."
Roxanne masih tidak mengerti.
"Sebagai anak pertama di generasi ini, aku secara mutlak akan memimpin Narendra. Karena itu, bisa dibilang aku juga atasan Elios."
Arkas menoleh. "Karena itulah aku punya wewenang mengusir dia dari keluarga kami."
Sepertinya dia memberitahu Roxanne agar Roxanne bertanya. Kalau begitu, boleh kan kalau Roxanne sedikit mempertanyakan hal yang selama ini ia pikirkan?
"Ke-kenapa?" Roxanne menatap ikan koi yang berebut makanan agar setidaknya bisa tenang. "Kenapa Tuan Muda Elios dibuang?"
"Karena dia berbuat salah."
Maksud Roxanne, kesalahan apa yang dibuat sampai-sampai dia bahkan diberi nama untuk sebuah hinaan.
"Kurasa itu sesuatu yang tidak ingin kukatakan jadi tidak bisa kuberitahukan padamu."
Arkas ikut memandangi ikan koi setelah melempari mereka makanan lagi.
"Yang jelas, dalam dua ratus tahun sejarah kami, Elios adalah orang pertama yang melakukan kesalahan itu. Kesalahan yang terlalu besar."
Itu malah membuat Roxanne semakin ingin tahu.
"Pada dasarnya kami Narendra tidak berbuat salah. Semua dari kami diajari sejak masih sangat kecil bahwa meminta maaf adalah sebuah keharaman dan berbuat salah bisa dilakukan, karena Narendra boleh melakukan apa pun."
Arkas tersenyum kecut.
"Tapi, anak itu bukan lagi berbuat kesalahan. Dia berbuat dosa yang terlalu besar untuk Narendra. Karena itulah aku membuangnya ke sini. Dan sepertinya alih-alih menyadari kesalahan atau menyesal, dia malah semakin arogan."
Roxanne menelan ludah. Masih sangat penasaran hingga masih mau bertanya.
"Apa suatu saat Tuan Muda akan dimaafkan, Tuan Muda?"
Arkas langsung menoleh seolah pertanyaan Roxanne itu aneh.
Tapi, dia menjawabnya sangat tegas. "Tidak. Tidak akan bisa. Nama Yasa miliknya sudah melekat. Dia tidak boleh lagi menjadi Narendra."
Dosa yang dibuat seseorang sampai dia terbuang, sebenarnya apa? Pasti bukan sekadar mencuri harta berharga keluarga atau merugikan bisnis mereka.
"Aku tidak bisa meminta maaf padamu karena itu tidak boleh bagiku, tapi Roxanne, aku tidak senang dengan keberadaanmu di sini."
Apa?
"Maksudku," Arkas menghela napas, "aku hanya seperti sedang melihat seseorang dipermainkan. Aku melarang anak itu memiliki istri dari peternakan, karena itulah Bibi Medea membawa orang luar sepertimu."
"Untuk apa?" Roxanne tak sadar langsung menanyakannya. "Sebenarnya untuk apa? Tuan Muda tidak memanggil saya ke kamarnya. Bahkan berkata tidak mau melihat saya. Lalu kenapa?"
Pria itu mengamati wajah Roxanne beberapa saat. Tiba-tiba dia beranjak, berdiri di tepi kolam dan mulai melempar kembali makanan ikannya ke tengah-tengah kolam.
"Karena itulah aku bilang permainan. Semua untuk Elios."
"Maksud Anda, tidak ada artinya?"
"Bisa dibilang."
Apa? Semudah itu dia membenarkan? Jadi benar-benar tidak ada artinya sekalipun Roxanne memakai berlian mereka dan menerima sejumlah uang?
Bahkan bukan untuk alat pemuas?
"Tidak masuk akal!" Roxanne tak sadar bahwa ia sudah berdiri dan berteriak.
"Dunia tidak sebaik ini pada saya! Anda mau bilang kalau Anda memberi saya segalanya meskipun saya tidak memiliki arti apa-apa? Omong kosong! Berhenti berbohong pada saya!"
Sesaat setelah itu, Roxanne menjadi pucat. Astaga, kenapa ia berteriak?!
Tapi Roxanne dibuat tersentak ketika Arkas tertawa kecil. "Itu memang sedikit tidak masuk akal."
Apa?
"Kalau begitu, Roxanne, ini tidak sia-sia." Arkas meletakkan pakan ikan ke tempatnya semula. "Bibi mengumpulkan banyak wanita untuk Elios agar Elios tertarik pada mereka, setidaknya satu dari kalian."
"Jika kamu pun tidak bisa menarik perhatian, berarti Bibi akan mencari yang baru. Sesederhana itu."
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 187 Episodes
Comments