Selamat datang di misi pertama malam penentuan. Di depan kalian saat ini terdapat lima buah botol yang masing-masing berisi enam ratus mililiter susu. Tugas kalian adalah menghabiskan semua susu dengan aturan satu orang meminum satu botol. Susu tersebut harus habis tanpa tersisa satu tetes pun.
Itu adalah tulisan pemaparan tugas misi pertama yang tertempel di papan mading jurusan bahasa. Saat ini, Sairish dan teman-teman kelompoknya sedang berada di area jurusan tersebut. Lima buah botol susu sudah disediakan di sebuah meja di depan papan mading untuk diminum oleh Sairish dan teman-teman kelompoknya.
"Jadi, misi pertama kita hanya meminum susu ini saja?" tanya Noah dengan nada bingung.
"Sungguh misi yang sangat tidak menantang," komentar Liam dengan nada sombong.
"Benar. Gue berpikir misi malam penentuan ini akan sangat sulit. Ternyata mudah sekali." Olivia ikut berkomentar.
"Ayo, kita mulai minum saja susunya. Ingat, satu orang mengambil satu botol," ucap Genta sang ketua untuk mengomando Sairish dan yang lain.
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun masing-masing mulai mengambil satu botol susu. Mereka pun mulai meminumnya. Pada tegukan pertama, mereka berlima langsung merasakan mual yang luar biasa detik itu juga.
"Sialan! Susu apa ini? Susu ini membuat gue mual," tanya Liam sembari mengumpat.
"Susunya tidak enak! Susu apa sih ini?" tanya juga Noah.
"Ini susu kambing. Gue pernah meminum susu ini soalnya. Tapi seingat gue rasa susu kambing tidak separah ini kok," jawab Olivia.
"Sepertinya ini adalah susu kambing yang belum sama sekali diolah," jelas Genta.
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun kembali mual-mual mengetahui fakta itu.
"Jadi gimana cara kita menghabiskannya?" tanya Liam dengan wajah frustasi.
"Bagaimana kalau kita pakai curang saja. Kita buang susu ini. Tapi nanti kita beritahu panitia jika kita sudah menghabiskannya. Tidak akan ada yang lihat kok," jawab Olivia memberikan sebuah ide licik.
"Sepertinya itu bukan ide bagus. Di atas kita sekarang ada kamera CCTV soalnya."
Sairish yang sejak tadi diam pun kini mulai bersuara sambil menunjukkan kamera CCTV pada dinding di atas papan mading kepada teman-teman kelompoknya.
Mereka berempat pun melihat ke arah kamera CCTV yang ditujukkan Sairish dan mereka langsung mengerang frustasi.
"Kita terpaksa harus menghabiskan susu ini," putus Genta akhirnya sebagai ketua.
"Gue menyesal mengejek misi ini tadi," ucap Liam.
"Sama," ucap juga Olivia.
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun mulai meminum susu kambing mereka kembali. Mereka dengan terpaksa akan menghabiskannya. Setiap tegukan saat mereka berusaha menghabiskan susu kambing tersebut selalu diselingi aktivitas mual-mual. Butuh waktu setengah jam lamanya sampai akhirnya mereka berlima berhasil menghabiskan satu botol susu kambing mereka masing-masing. Misi pertama mereka pun sudah selesai.
"Ayo, kita cari tempat misi kedua kita berada!" ajak Genta kepada Sairish dan yang lain.
"Misi kedua ada di mana, Gen?" tanya Olivia.
Genta melihat peta kemudian menjawab, "Misi kedua kita ada di kantin."
***
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun sudah sampai di kantin sekolah sekarang. Mereka mulai berpencar mencari misi kedua di area tersebut. Sudah hampir setengah jam mereka mencari namun misi tersebut sangat sulit mereka temukan.
"Ketemu tidak?" teriak lantang Genta meminta jawaban anggota kelompoknya.
"Belum, Gen," jawab Sairish dan anggota lain secara bersamaan.
Sairish melihat raut bingung dan frustasi teman-teman kelompoknya yang sudah lelah mencari misi kedua. Sairish pun merasakan hal yang sama seperti mereka sekarang. Dalam hatinya Sairish terus bertanya-tanya mengenai dimana para panitia menyembunyikan misi kedua di area kantin.
Sampai selembar kertas rapih di dalam sebuah fasilitas kantin mengalihkan perhatian Sairish. Sairish bingung kenapa orang tega membuang kertas serapih itu kedalam fasilitas kantin itu.
Sairish pun menggapai kertas itu dan melihat isinya. Dia mulai membaca tulisan-tulisan yang ada di kertas tersebut.
Selamat datang di misi kedua malam penentuan. Pada kertas yang kalian pegang saat ini berisi lima soal teka-teki silang yang harus kalian kerjakan. Setelah kalian selesai mengerjakannya, bawa kertas ini untuk diberikan kepada panitia sebagai bukti telah mengerjakan misi kedua.
Mata Sairish membulat setelah membaca tulisan tersebut. Kertas yang dia temukan ini ternyata bukan sembarang kertas. Kertas ini ternyata kertas yang Sairish dan teman-teman kelompoknya cari sejak tadi. Kertas ini berisi misi kedua mereka. Sairish pun segera memberi tahu teman-teman kelompoknya.
"Aku sudah menemukan misi kedua kita!" ucap lantang Sairish kepada mereka berempat. Teman-teman kelompok Sairish pun langsung menghampiri Sairish.
"Dimana lo menemukannya, Sairish?" tanya Noah penasaran.
"Aku menemukannya di tong sampah," balas Sairish.
Ternyata fasilitas kantin yang dimaksud Sairish tadi adalah tong sampah kantin. Fakta yang diucapkan Sairish tersebut pun membuat teman-teman kelompoknya seketika kesal kepada para panitia.
"Sebuah kertas misi ditunda di dalam tong sampah? Kurang kerjaan sekali para panitia itu!" emosi Liam.
"Bahkan tidak pernah terpikir juga oleh gue untuk mencari misi kedua di dalam tong sampah. Sialan!" Olivia ikut emosi.
"Sudah-sudah. Jangan banyak drama. Waktu kita tidak banyak. Jangan sampai kelompok dua selesai lebih awal karena kita terlalu banyak drama seperti sekarang," ucap Genta menertibkan kelompok.
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun mulai mengerjakan misi kedua mereka yang mana adalah mengisi lima soal teka-teki silang yang tersaji dalam selembar kertas tadi.
"Gue akan bacakan soalnya, kemudian Olivia akan menulis jawabannya di kertas. Untuk jawaban teka-teki nya kita pecahkan secara bersama-sama. Paham?" komando Genta.
"Paham, ketua!" jawab Sairish dan yang lainnya secara serentak.
"Soal pertama mendatar. Terdiri dari tujuh kotak. Soalnya adalah apa satuan intensitas cahaya?" Genta membacakan soal pertama.
"Jawabannya adalah Candela!" jawab Liam cepat.
Olivia pun langsung menuliskan jawaban Liam tersebut enam kotak teka-teki silang pertama.
"Kerja bagus, Liam," puji Genta kepada Liam dan diapun mulai membacakan soal selanjutnya.
"Soal kedua menurun. Terdiri dari sepuluh kotak. Soalnya adalah A kuadrat ditambah B kuadrat sama dengan C kuadrat. Rumus apakah itu?"
"Itu adalah rumus Phytagoras."
Kali ini Sairish yang menjawab pertanyaan. Olivia pun mulai menuliskan jawab Sairish.
"Soal ketiga mendatar. Terdiri dari empat kotak. Soalnya adalah struktur kecil yang tidak bisa dibagi lagi disebut?"
"Jawabannya adalah Atom!" Noah menjawab cepat.
"Kok soal teka-teki silangnya mudah sekali yah?" tanya Liam heran.
"Memang mudah, karena yang susah itu adalah mencari kertas misinya seperti tadi," jawab Noah.
"Soal keempat menurun. Terdiri dari empat kotak. Soalnya adalah apa nama virus yang menyebabkan Covid-19?"
"Corona! Astaga, pintar sekali gue!" pekik Olivia girang karena berhasil menjawab pertanyaan keempat.
"Anak SD juga bisa menjawab pertanyaan itu," julid Liam.
"Diam lo, Liam! Dasar bocah!" marah Olivia.
"Sudah-sudah jangan bertengkar. Siap-siap yah, gue akan membacakan soal terakhir teka-teki silang ini." Genta menyuruh Liam dan Olivia untuk tertib. Diapun mulai membacakan soal terakhir.
"Soal kelima mendatar. Terdiri dari lima kotak. Soalnya adalah sesuatu yang tidak terlihat, namun ada disekitar kita dan sudah terbukti keberadaannya. Apakah itu?"
Sairish dan teman-teman kelompoknya pun bingung dengan pertanyaan terakhir barusan.
"Pertanyaan apa itu? Sepertinya bukan pertanyaan tentang science," bingung Liam.
"Gue tahu. Jawabannya hantu!" ucap Noah dengan nada yakin.
"Beneran itu jawabannya?" ragu Olivia untuk menuliskan jawaban Noah.
"Sepertinya benar. Kotak jawabannya ada lima. Dan itu pas dengan jawaban Noah barusan," balas Sairish.
Olivia pun mulai menuliskan jawaban hantu dari Hugo barusan. Namun, setelah jawaban hantu tersebut selesai ditulis oleh Olivia, semua pencahayaan di SMA Harapan tiba-tiba padam. Membuat sekolah tersebut di kepung oleh kegelapan.
***
Baca cerita berasa ujian. 😵😊🙄
Sudah berapa pertanyaan yang kalian jawab dengan salah tadi?
Mata pelajaran apa yang paling kalian suka di antara keempat mata pelajaran ini: matematika, biologi, kimia, fisika?
Kalian pernah tidak meminum susu kambing? Bagaimana rasanya?
Dari misi pertama dan kedua, misi mana yang paling seru?
Siapa yang memadamkan lampu sekolah?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments