Vivian Dan Cinta Butanya

GROUP CHAT KOSMIK

Vivian: Parah lo, Edgar! Lo sudah membuat Mister Daniel masuk rumah sakit, sialan!

Chelsea: Lo sedang membicarakan apa sih, Vivian?

Vivian: Edgar melemparkan pot tanaman ke Mister Daniel dari atas rooftop. Mister Daniel mengalami pendarahan di kepalanya sampai harus di bawa ke rumah sakit.

Chelsea: Edgar, lo jahat sekali, parah lo!

Edgar: Lo mempunyai bukti apa sampai berani menuduh gue melakukan hal jahat seperti itu, Vivian? Jangan sembarangan menuduh yah. Gue bisa menuntut lo atas pencemaran nama baik.

Vivian: Jangan berlagak sok polos lo, Edgar! Gue melihat lo di rooftop tadi saat kejadian itu. Gue yang menolong Mister Daniel. Dan gue juga yang membawa dia ke rumah sakit.

Edgar: Hehehe....Jadi murid perempuan yang menolong si Mister Daniel tadi itu, lo? Gue pikir murid lain.

Edgar: Agam yang mempunyai ide melempari si Mister Daniel dengan pot dari atas rooftop. Jadi, gue tidak bersalah sendirian disini.

Agam: Kenapa membawa-bawa nama gue? Gue hanya memberi saran saja kok.

Vivian: Gue tidak peduli. Intinya kalian berdua biadab! Awas saja kalau sampai terjadi apa-apa pada Mister Daniel. Gue akan membunuh kalian berdua.

Edgar: Bunuh saja jika berani.

Agam: Uuuuu, gue takut sekali.

Hugo: Gue menyimak saja deh.

Chelsea: Bukannya itu bagus yah, Vivian? Dengan dirawatnya Mister Daniel di rumah sakit sekarang membuat lo bisa menemani Mister Daniel sampai sembuh. Mister Daniel juga akan menganggap lo sebagai pahlawan bagi dia setelah ini karena lo sudah menolong dia. Dia akan menyukai lo. Perasaan lo juga akan terbalas, Vivian.

Hugo: Tunggu! Vivian menyukai Mister Daniel, Chel?

Chelsea: Iya, dia mengaku sendiri kepada gue kemarin malam.

Edgar: Hahahaha. Ternyata oh ternyata. Ternyata Vivian menyukai si Mister Daniel itu? Pantas saja sejak kemarin dia terus membelanya.

Agam: Harusnya lo berterima kasih kepada Edgar, Vivian. Jika saja tadi Edgar tidak mencelakai Mister Daniel, mungkin lo tidak akan pernah mendapat kesempatan berduaan dengan Mister Daniel di rumah sakit seperti sekarang.

Vivian: Tapi tidak begitu juga caranya. Kalian berdua hampir mencelakakan nyawa orang. Gila!

Edgar: Cie....Bisa berduaan bersama gebetan cie.

Agam: Cie....Vivian kita sudah bisa menyukai cowok cie. Vivian kita susah dewasa.

Hugo: Jangan lupa memakai ******, Vivian.

Chelsea: Hahahaha sialan. Kalian semua bikin gue ngakak.

Vivian: Bacot kalian semua!

Vivian meninggalkan group.

"Jadi, kamu yang menolong saya dan membawa saya ke rumah sakit ini?"

Vivian langsung mematikan ponselnya saat Mister Daniel bertanya kepadanya barusan. Guru matematika tampan yang dia sukai itu sudah sadar setelah pingsan sepuluh jam lamanya.

"Iya, Mister. Tapi saya tidak sendirian kok saat menolong Mister Daniel tadi. Saya dibantu oleh murid-murid lain, Mister," jawab Vivian posisi kepala yang menunduk malu.

Mister Daniel bangun dari baringnya. Kepalanya diperban. Pakaiannya juga sudah berganti menjadi pakaian pasien rumah sakit. Wajahnya pucat karena kondisinya yang sangat lemah saat ini.

"Tapi tetap saja. Kamu yang menghampiri dan menolong saya pertama kali tadi," kata Mister Daniel sambil menyentuh pundak Vivian.

Vivian tidak bisa menggambarkan betapa terkejut dan gugupnya Vivian saat ini. Jantungnya seketika berdegup keras. Batinnya berteriak kencang. Dia merasa senang dan tegang secara bersamaan ketika Mister Daniel menyentuhnya.

"Siapa nama kamu?" tanya Mister Daniel.

Vivian pun menjawab, "Nama saya Vivian, Mister."

"Terima kasih, Vivian. Kamu telah menjadi pahlawan penyelamat saya hari ini," kata Mister Daniel dengan nada yang terasa manis bagi Vivian.

Jika saja Mister Daniel mengucapkan kalimat manis semacam itu lagi, mungkin Vivian akan pingsan. Efek yang ditimbulkan Mister Daniel pada dirinya begitu dahsyat. Vivian benar-benar jatuh cinta pada pria itu. Bahkan Jantung Vivian berdetak semakin kencang sekarang. Semua itu karena Mister Daniel.

"Terima kasih juga Mister Daniel atas pujiannya," balas Vivian. Masih dengan posisi kepala yang menunduk karena tidak berani menatap mata Mister Daniel.

"Kamu kenapa terus menunduk sejak tadi. Kamu takut kepada saya?" tanya Daniel.

Vivian pun menjawab, "Tidak, Mister."

"Lalu apa alasannya?"

"Saya hanya tidak berani melihat wajah Mister Daniel. Saya gugup."

Vivian pun kembali dibuat terkejut luar biasa oleh Mister Daniel yang tiba-tiba meraih dagunya dan mengangkat wajah Vivian agar menatapnya.

Mata Vivian dan Mister Daniel saat ini bertatapan satu sama lain. Tatapan Mister Daniel begitu dalam dan damai padanya. Vivian hanya bisa pasrah dan berharap tidak berteriak atau pingsan di tempat saat ini juga. Perlakukan Mister Daniel padanya sekarang benar-benar membuat Vivian hampir gila.

"Pembohong. Saya bahkan sering menangkap basah kamu selalu memperhatikan saya setiap saya mengajar di kelas kamu. Apakah setiap kali melakukan itu kamu merasa gugup juga?"

Vivian diam membeku mendengar fakta itu. Bahkan Mister Daniel sudah tahu jika Vivian sering memperhatikannya. Perlu ditaruh dimana muka Vivian saat ini. Vivian memerlukan Harry Potter. Vivian memerlukannya untuk menyihir Vivian menjadi menghilang dari hadapan Mister Daniel saat ini. Dia benar-benar malu.

"Kamu menyukai saya yah?" tebak Mister Daniel.

Bodohnya Vivian langsung mengangguk dan menjawab, "Iya, Mister Daniel. Saya menyukai Mister."

Setelah sadar akan kebodohannya barusan, Vivian langsung beranjak berdiri dari kursinya detik itu juga. Dia berniat pergi meninggalkan ruang rawat Mister Daniel. Vivian benar-benar merasa malu luar biasa. Dia ingin segera melarikan diri dan menghilang dari Mister Daniel. Vivian sudah tidak punya muka untuk berhadapan lagi dengannya.

Namun rencana melarikan diri Vivian gagal. Karena Mister Daniel tiba-tiba menarik tubuh Vivian dan mencumbu Vivian tanpa permisi. Mata Vivian membulat. Mister Daniel benar-benar menciumnya. Bibir Vivian dan Mister Daniel bersentuhan sekarang.

"Jika kamu bersikap malu-malu seperti itu terus, jangan salahkan saya jika saya meragukan rasa suka kamu kepada saya sekarang, Vivian," ucap Mister Daniel yang lidahnya sedang mencoba meraih lidah Vivian saat ini.

"Mister Daniel, lepaskan saya," mohon Vivian.

"Kamu sepertinya bohong, Vivian. Kamu tidak menyukai saya."

"Saya menyukai, Mister," tegas Vivian. Dia merasa marah karena rasa sukanya diragukan oleh Mister Daniel.

"Maka dari itu buktikan jika kamu menyukai saya. Kamu sudah berkorban banyak untuk saya. Dan saya sekarang sudah membukakan pintu itu untuk kamu. Jangan menyia-nyiakannya."

Vivian seketika merasa tertantang saat ini. Diapun mulai berani membalas ciuman Mister Daniel. Vivian mencium Mister Daniel secara menggebu-gebu sama seperti yang dilakukan Mister Daniel padanya. Tangan Vivian bahkan dia kalungkan di leher Mister Daniel.

Entah kenapa Perkataan Mister Daniel tadi benar-benar menampar Vivian. Niat Vivian untuk melarikan diri tadi tiba-tiba menghilang dari pikirannya. Mister Daniel benar. Jika Vivian menyukainya, maka Vivian harus membuktikan rasa sukanya. Vivian sudah mengaku menyukai Mister Daniel, tapi dia malah bersikap malu-malu dan kaburan seperti tadi. Itu pasti terkesan sangat labil dan sangat tidak jelas di mata Mister Daniel.

Vivian sudah sering melewatkan materi hanya demi memperhatikan Mister Daniel. Vivian juga sudah menolong mister Daniel saat terluka tadi. Vivian bahkan sampai mengantarkannya ke rumah sakit dan menemaninya. Vivian sudah bertindak sejauh itu. Jika Vivian malah bersikap malu-malu dan kaburan seperti tadi maka semuanya akan sia-sia.

Oleh karena itu Vivian pun berubah menjadi agresif sekarang. Mister Daniel sudah membukakan pintu kepada Vivian untuk memiliki pria itu. Vivian tidak boleh lari dan harus memanfaatkan kesempatan emas itu.

Vivian pun terus membalas ciuman Mister Daniel padanya saat ini. Bahkan kali ini Vivian lah yang memimpin setiap gerakan ciuman mereka. Vivian akan menikmati setiap detik dirinya bersama Mister Daniel malam ini.

Agam benar. Vivian harus berterima kasih kepada Edgar karena telah melakukan hal gila yang membuat Vivian bisa memiliki momen berdua bersama Mister Daniel seperti sekarang.

Walaupun terbesit rasa heran di pikiran Vivian sekarang kepada Mister Daniel yang lebih memilih melakukan hal romantis bersama Vivian daripada bertanya siapa pelaku yang mencelakainya di sekolah tadi. Apakah pria yang disukai Vivian ini lupa jika dia baru saja celaka tadi?

***

Setuju tidak jika Vivian dan Mister Daniel pacaran?

Mana pasangan yang paling greget. Mister Daniel dan Vivian atau Agam dan Sairish?

Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.

See you in next chapter.

Instagram : @sourthensweett

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!