Tarikan Maut Di Danau Melati

Danau melati adalah danau yang terletak di area belakang SMA Harapan. Posisi danau tersebut saling berhadapan dengan perpustakaan sekolah.

Sore ini, Sairish dan para peserta tahap eliminasi sudah berpencar di danau melati sesuai dengan kelompok mereka masing-masing untuk menjalankan observasi lapangan di danau melati. Sairish dan kelompoknya yaitu kelompok empat sudah berkumpul di area tepi danau yang terdapat pohon beringin besar. Mereka berlima sudah membagi tugas dan mulai melakukan observasinya.

Teman kelompok Sairish yang berwajah kalem bernama Genta mendapat tugas menganalisis peristiwa fisika di danau melati seorang diri. Menurut Sairish, Genta adalah siswa yang mempunyai sifat paling dewasa di kelompok empat. Oleh sebab itulah, Sairish dan para anggota kelompok empat setuju untuk menunjuk Genta sebagi ketua kelompok.

Adapun dua teman kelompok Sairish yang lain yaitu Olivia si siswi tomboy dan Liam si siswa childish yang mendapat tugas menganalisis peristiwa kimia yang terdapat danau melati. Salah satunya mereka harus mencari tahu kandungan kimia apa saja yang terdapat di air danau.

Olivia terlihat kewalahan dengan sifat kekanak-kanakan Liam. Liam sejak tadi tidak bisa diam. Ada saja hal childish yang dia lakukan. Salah satunya Liam sejak tadi terus bermain air danau dan mencipratkan air itu ke Olivia dengan sengaja.

"Liam, lo bisa diam tidak sih. Jangan terus mencipratkan air danau ke gue. Gue tidak ingin seragam gue berakhir basah."

"Kalau seragam lo basah ya lo tinggal telanjang saja."

"Sialan lo, Liam. Dasar bocil!"

"Oke, si paling dewasa."

Begitulah drama yang terjadi antara Olivia dan Liam sejak tadi.

Sisanya ada Sairish dan Noah yang mendapat tugas untuk menganalisis ekosistem biologi yang berada di danau melati. Menurut Sairish, Noah adalah anggota kelompok empat yang paling tampan. Walaupun tidak setampan D.O EXO yang merupakan bias Sairish dalam dunia perkpopan.

"Kak Agam sepertinya menyukai lo, Sairish," celetuk Noah saat dirinya dan Sairish sedang mendata jenis-jenis insekta yang terdapat di danau melati.

"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu, Noah?" tanya Sairish pura-pura polos tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Noah.

Noah menjawab, "Saat kegiatan kumpulan di ruang kosmik tadi, gue kerap kali menangkap Kak Agam memperhatikan lo."

"Mungkin Kak Agam masih marah karena aku datang terlambat tadi."

Sairish bersikap denial. Walaupun dia juga merasa jika Agam menyukainya. Karena Sairish juga kerap beberapa kali menangkap Agam terus memperhatikan Sairish saat mereka beda di dalam satu tempat.

"Sepertinya bukan itu deh alasannya, Sairish. Tatapan Kak Agam terhadap lo tadi itu beda. Dia seperti sedang jatuh cinta sama lo." Noah terus bekerja keras untuk menyadarkan Sairish bahwa Agam menyukainya.

"Kamu ada-ada saja, Noah. Kak Agam tidak mungkin menyukai aku. Aku tidak mempunyai hal spesial di diri aku yang bisa disukai siapapun."

"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, Sairish. Lo hanya tidak sadar jika lo mempunyai wajah yang sangat cantik. Itulah yang membuat Kak Agam jatuh cinta sama lo. Gue saja langsung menyukai lo saat kita pertama kali berkenalan. Hanya saja gue hanya sekedar suka, tidak berani lebih sampai tahap jatuh cinta. Karena gue tahu lo akan banyak disukai para murid laki-laki di sekolah ini. Gue malas bersaing dengan mereka."

Sairish tertawa lepas. Merasa lucu dan konyol secara bersamaan dengan obrolan dirinya dan Noah saat ini. Noah pun melakukan hal yang sama. Keduanya pun kembali fokus dengan tugas mereka. Kali ini mereka akan mendata nama-nama ikan yang terdapat di danau melati.

Noah iseng melihat ke arah tengah danau melati. Dia seketika terkejut hebat ketika netranya menangkap sebuah penampakan sosok kepala seorang siswa berwajah putih pucat menyeramkan yang muncul dari dalam danau. Mata sosok siswa itu begitu merah semerah api. Giginya bergemertak seperti kedinginan. Sosok siswa itu terlihat seperti marah akan sesuatu.

Noah pun sadar jika sosok siswa yang dia lihat sekarang bukanlah manusia. Tubuh Noah seketika bergetar ketakutan. Dia pun membalikkan badan membelakangi danau beberapa saat karena tidak berani menatap lama-lama sosok hantu siswa di tengah danau itu.

Butuh waktu lima menit lamanya sampai akhirnya Noah mulai memberanikan diri kembali membalikkan badan menghadap ke arah danau untuk memastikan masih ada atau tidaknya sosok hantu siswa tadi. Dan Noah kembali terkejut karena ternyata sosok hantu siswa itu sudah menghilang.

"Kamu kenapa, Noah? Wajah kamu kenapa pucat sekali?" tanya Sairish khawatir.

"Ada apa Sairish? Noah kenapa?" tanya Genta yang menghampiri Sairish dan Noah diikuti Olivia dan Liam. Mereka bertiga sepertinya sudah selesai dengan tugas mereka.

Sairish menjawab, "Aku tidak tahu. Noah terlihat ketakutan sejak tadi."

"Lo kenapa, Noah?" Kali ini Liam yang bertanya.

Noah yang sudah menormalkan rasa takutnya pun mulai berbicara. Dibanding menjawab pertanyaan teman-temannya, Noah malah balik bertanya.

"Gue lihat ada kepala hantu siswa di tengah danau tadi. Wajahnya begitu putih pucat menyeramkan. Apakah kalian melihat sosok itu juga?"

"Apa? Hantu? Selain pakar cinta ternyata kamu juga merupakan siswa penakut ya, Noah?" ejek Sairish. Dia tertawa lepas merasa konyol dengan pertanyaan Noah barusan.

"Gue sedang tidak bercanda, Sairish. Gue tadi benar-benar melihat ada kepala di tengah danau." Noah kesal pada Sairish.

"Mungkin lo sedang kelelahan, Noah. Itu sebabnya lo berhalusinasi," kata Genta berusaha menenangkan Noah.

"Sepertinya apa yang Noah lihat itu bukan halusinasinya dia." Olivia menyanggah.

"Kalian pasti pernah mendengarkan cerita tentang hantu danau melati. Hantu itu adalah hantu seorang siswa bernama Bara yang sering bergentayangan malam hari di sekolah kita. Itu sebabnya jarang ada siswa yang beraktivitas pada malam hari di sekolah ini karena takut bertemu hantu itu. Gue yakin sosok yang dilihat Noah tadi adalah Hantu Bara," jelas Olivia panjang lebar.

Liam yang setuju pun ikut menambahkan. Siswa childish itu mulai bercerita, "Gue juga pernah dengar cerita itu. Kabarnya, ketua kosmik sebelumnya juga mati karena dibunuh oleh hantu siswa bernama Bara itu. Ketua kosmik sebelumnya itu berada di sekolah pada malam hari saat mendapat kematiannya."

Suasana area danau pun mendadak terasa horor bagi Sairish dan keempat teman kelompoknya. Terutama Noah yang kembali ketakutan sekarang.

"Kenapa hantu Bara harus menampakkan diri kepada gue? Kenapa tidak ke kalian saja, sih?" protes Noah dengan nada frustasi.

"Karena dia suka mengerjai siswa penakut seperti kamu, Noah. Dasar, ganteng-ganteng penakut," jawab Sairish kembali mengejek Noah.

"Sialan lo, Sairish. Berhenti mengejek gue!"

"Sudah jam lima. Waktu observasi kita sudah habis." Genta melihat jamnya. "Mungkin tujuan munculnya hantu Bara tadi untuk memberi peringatan bahwa kita harus segera mengakhiri kegiatan observasi ini."

"Yasudah, ayo kita pulang," ajak Olivia kepada teman-teman kelompoknya.

Mereka pun mulai beranjak meninggalkan area danau. Kecuali Sairish yang tertimpa sial karena pulpen miliknya jatuh ke danau melati. Sairish pun ditinggalkan oleh teman-temannya. Saat ini dia berusaha menjangkau pulpen miliknya.

Sepertinya Sairish sedang mendapatkan karma akibat mengejek Noah tadi. Karena Sairish mendapatkan kesialan keduanya saat ini. Sebuah tangan putih pucat seseorang tiba-tiba muncul dari dalam danau dan menarik tangan Sairish yang sedang menjangkau pulpennya. Membuat Sairish tertarik dan tercebur ke dalam danau melati. Tarikan tangan putih pucat itu begitu cepat dan kuat menghasilkan suara ceburan keras.

"Bunuh mereka!"

"Sairish!"

***

Kira-kira sosok apa yang menarik Sairish ke dalam danau?

Dari kelima anggota kelompok empat, anggota manakah yang paling kalian suka karakternya? Apa alasannya?

Bias Sairish di dunia Kpop itu adalah D.O EXO. Kalau bias kalian siapa?

Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah untuk mengapresiasi penulis.

See you in next chapter.

Instagram : @sourthensweett

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!