Tahap eliminasi rekrutmen anggota baru kosmik dilanjutkan hari ini. Dua puluh peserta tahap eliminasi yang dibagi kedalam empat kelompok akan mempresentasikan hasil observasi mereka masing-masing.
Kegiatan presentasi hasil observasi tersebut kembali diadakan di ruang kosmik. Sudah tersedia fasilitas monitor besar di ruangan itu. Juga terdapat infokus, lima meja besar yang mempunyai lima kursi setiap mejanya, mic pengeras suara, laptop masing-masing, dan fasilitas lainnya yang mendukung kegiatan presentasi hasil observasi sore ini.
Presentasi kelompok pun telah di mulai. Presentasinya dilakukan secara acak. Tidak sesuai nomor kelompok. Sudah dua kelompok yang telah selesai mempresentasikan hasil observasinya, yaitu kelompok tiga dan dua. Saat ini, kelompok Sairish lah yang sedang mempresentasikan hasil observasi mereka. Sairish bertugas menjadi moderator pada presentasi ini, sedangkan teman-teman kelompok Sairish bertugas membacakan materi pada monitor.
Sairish terlihat seperti sudah begitu ahli menjadi moderator. Semua orang begitu menyukai gaya Sairish dalam membawakan sambutan-sambutannya sebagai moderator. Gerakan tangan Sairish saat mengucapkan sambutan begitu lihat dan enak di pandangan. Ditambah Sairish benar-benar cantik hari ini. Membuat semua mata di ruang kosmik pun tidak bisa berpaling dari Sairish.
Seperti halnya Agam yang sejak tadi terus menatap ke arah Sairish. Agam menatap Sairish hampir tidak berkedip.
Dan itu semua tidak luput dari pandangan Chelsea. Wajah Chelsea begitu masam di mejanya saat ini. Semua perhatian orang-orang di ruangan ini tertuju pada Sairish. Bahkan Chelsea sejak tadi menangkap Agam terus-menerus memperhatikan Sairish seakan tidak ada hari esok.
Chelsea merasa tersaingi oleh Sairish. Dia merasa bahwa dialah yang harusnya menjadi sorotan, bukan Sairish. Sejak dulu kecantikan Chelsea selalu menjadi pusat perhatian para murid di sekolah ini terutama murid laki-laki. Dan sekarang siswi baru bernama Sairish itu dengan lancangnya telah merebut posisi Chelsea.
Sairish telah merebut banyak hal dari Chelsea. Kecantikan, perhatian semua orang, bahkan Agam sudah direbut oleh Sairish dari Chelsea.
Chelsea tidak rela Agam menyukai Sairish. Entah kenapa Chelsea tidak suka jika Agam menyukai siswi baru itu. Chelsea mempunyai firasat jika Sairish akan membawa pengaruh buruk kepada Agam.
Dari semua siswi di sekolah ini, kenapa Agam harus memilih Sairish? Kenapa Agam tidak memilih siswi lain saja? Atau kenapa Agam tidak kembali kepada Chelsea saja? Chelsea siap menerima kembali Agam untuk menjadi pacarnya seperti dulu.
"Itulah tadi kesimpulan materi hasil observasi menganalisis peristiwa fisika, kimia, dan ekosistem biologi di danau melati dari kelompok empat. Mohon maaf jika masih terdapat kekurangan dari presentasi kelompok kami. Ada yang ingin ditanyakan?"
Itu adalah ucapan Sairish yang sedang menutup presentasi kelompoknya. Semua orang di ruang bertepuk tangan dan menatap kagum kepada Sairish kecuali Chelsea. Dan Chelsea tidak suka itu. Chelsea tidak suka orang-orang menyukai Sairish. Hanya Chelsea yang boleh mereka sukai, jangan Sairish. Karena Chelsea sangat membenci Sairish.
Chelsea pun mempunyai ide jahat untuk mempermalukan Sairish. Dia mengangkat tangannya dan berkata, "Saya ingin bertanya."
"Baik, silahkan Kak Chelsea. Pertanyaannya boleh Kak Chelsea ucap____"
Sairish tidak bisa menamatkan perkataannya karena Chelsea yang sudah di depan ruangan sekarang tiba-tiba merebut makalah kelompok empat yang dipegang oleh Sairish secara kasar.
"Pertanyaan saya, siapa yang mengetik makalah ini?" tanya Chelsea dengan nada dingin.
"Saya dan Liam, Kak," jawab teman kelompok Sairish bernama Olivia Chelsea tersenyum licik mendengarnya.
"Lalu siapa yang membuat materi power point di monitor itu?" tanya lagi Chelsea sambil menunjuk monitor ruangan.
"Saya dan Noah, Kak."
Kali ini teman kelompok Sairish bernama Genta lah yang menjawab pertanyaan Chelsea. Chelsea lagi-lagi menampilkan senyum liciknya.
"Dan kalian berempat juga yang mempresentasikan materinya, kan? Kenapa tidak Sairish saja yang ditugaskan untuk melakukan tugas itu? Kenapa dia hanya diberi tugas ringan menjadi moderator presentasi? Apakah kalian merasa itu rata dan adil?" tanya Chelsea dengan marah kepada anggota-anggota kelompok empat.
Chelsea mulai menjalankan rencana jahatnya. Dia mulai mempermalukan Sairish di depan orang-orang. Sairish yang disudutkan oleh Chelsea saat ini hanya bisa berekspresi datar dan santai. Berbeda dengan Agam yang langsung menampilkan ekspresi marah ketika Chelsea mempermalukan Sairishnya. Agam bahkan merasa tidak enak kepada Sairish sekarang.
"Sairish baru sembuh dari sakitnya kak. Dua hari yang lalu dia baru saja tenggelam dari danau. Oleh karena itu kami hanya memberi Sairish tugas menjadi moderator," bela teman kelompok Sairish bernama Noah.
"Benarkah? Apa buktinya jika Sairish masih sakit? Saya bahkan tadi melihat Sairish mengobrol normal dengan seorang siswa di kantin. Mereka saling menggoda dan tertawa satu sama lain layaknya remaja puber. Saat mengobrol tadi, tidak terlihat tanda-tanda Sairish sedang sakit parah saat sampai tidak bisa melakukan presentasi materi saat ini. Dan siswa yang mengobrol dengan Sairish itu adalah Agam, ketua kosmik kita." Chelsea terus mencari kesalahan Sairish.
"Chelsea! Lo apa-apaan sih?"
Agam yang sudah naik pitam pun kini bersuara. Agam menghampiri Chelsea dan langsung memarahi mantan pacarnya itu.
"Lo lupa yah gue berkata apa di dapur kantin tadi? Jangan berbuat keonaran! Jangan melakukan hal bodoh seperti barusan!" murka Agam. Dia tidak suka jika Sairishnya disakiti oleh seseorang. Dia bahkan tidak peduli dengan tatapan takut para peserta kepadanya sekarang.
"Apa salah gue? Gue sedang tidak membuat keonaran, Kok. Gue sedang mengetes kekompakan para peserta sekarang." Chelsea membela diri.
"Tapi cara lo barusan terlalu kasar dan berlebihan, Chelsea!"
"Apa yang lo maksud dengan berlebihan? Gue berhak menggunakan posisi gue sebagai anggota kosmik untuk mengetes kekompakan calon anggota baru."
"Tapi itu tidak ada di rundown kegiatan ini!"
"Memangnya kita harus selalu mengikuti rundown kegiatan apa?"
"Harus!" Vivian kini bersuara menghentikan perdebatan Agam dan Chelsea. Dia beranjak dari mejanya untuk menghampiri Chelsea di depan ruangan.
"Suatu kegiatan harus sesuai dengan rundown kegiatan itu sendiri. Lo jangan memperlihatkan kebodohan lo di depan para peserta, Chelsea. Jangan mempermalukan diri lo sendiri. Jangan hanya karena lo belum bisa move dari Agam, lo nekad bertingkah konyol seperti sekarang!" ucap Vivian kemudian memberi peringatan kepada Chelsea dengan nada berbisik.
Dan perkataan Vivian itu tertangkap oleh telinga Agam. Mendengar fakta Chelsea belum move on darinya pun membuat Agam menatap Chelsea jijik. Ternyata mantannya itu mempermalukan Sairish hanya karena gagal move on dari Agam. Agam pun semakin marah dan mencoba membalas mempermalukan Chelsea di depan orang-orang.
"Oh, jadi karena itu alasan lo bersikap konyol seperti sekarang, Chel? Lo belum move on dari gue dan lo tidak suka gue dekat dengan Sairish. Itu alasannya?"
"Agam!" pekik Chelsea murka.
Chelsea tidak menyangka Agam akan mengatakan hal itu di depan semua orang di ruang kosmik sekarang. Ketua kosmik itu ingin mempermalukan Chelsea. Agam bahkan sengaja sedikit meninggikan suaranya saat mengatakan fakta bahwa Chelsea memperlakukan Sairish hanya karena cemburu dan belum move on dari Agam.
Chelsea benar-benar malu saat ini. Semua peserta di ruang kosmik bahkan menatap tidak suka padanya. Agam benar-benar telah merendahkan harga diri Chelsea di mata mereka.
"Lo sudah mempermalukan gue tahu tidak? Dasar ketua sialan!" marah Chelsea pada Agam.
Chelsea pun langsung beranjak pergi berlari sambil menangis ke luar ruang kosmik setelah mengatakan itu. Chelsea hanya ingin menghilang karena dia merasakan rasa malu yang luar bisa saat ini.
"Justru lo yang mempermalukan diri lo sendiri, Chelsea!" teriak Agam kepada Chelsea sebagai kalimat perpisahan.
Sairish yang menyaksikan itu semua sejak tadi pun menatap Agam yang sudah membelanya dengan penuh rasa kagum.
***
Kalian ada di tim mana? Tim Chelsea atau Tim Sairish?
Kira-kira apa yang akan dilakukan Chelsea setelah ini? Membunuh Sairish? Atau apa?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments