Kegiatan rekrutmen anggota baru kosmik berlanjut hari ini. Dua puluh peserta yang berhasil lolos tahap eliminasi sudah diumumkan.
Saat ini mereka dikumpulkan di ruang kosmik yang begitu mewah dan megah. Para peserta itu langsung kagum dengan arsitektur dan fasilitas yang ada di dalamnya. Dua hal itu begitu sesuai dengan nama komunitasnya. Semuanya serba bergaya Matematika dan Ipa.
Selain itu, terdapat juga fasilitas bersantai, lemari pendingin, televisi, perpustakaan mini, AC, monitor dan masih banyak lagi. Benar-benar sebuah ruangan komunitas terbaik yang pernah mereka kunjungi sejauh ini di SMA Harapan.
Dirasa semua peserta sudah hadir, Agam sebagai ketua kosmik memerintahkan Vivian maju ke depan ruangan untuk mengecek kehadiran peserta. Saat Vivian akan mulai melakukan tugasnya, pintu ruangan tiba-tiba di buka oleh seseorang dan terlihat pelakunya adalah seorang siswi perempuan yang saat ini sudah memasuki ruangan.
"Maaf kak, saya terlambat," ucap siswi itu. Ternyata dia adalah salah satu peserta yang datang terlambat.
Agam yang saat ini membelakangi peserta terlambat itupun berdecak kesal. Dia paling tidak bisa mentolerir keterlambatan. Bagi Agam, orang yang suka terlambat dalam hal apapun itu adalah orang yang tidak bisa menjaga komitmen dan kepercayaan orang lain.
"Baru jadi peserta saja sudah berani terlambat. Apalagi ketika sudah menjadi anggota nanti," marah Agam.
Agam mulai menunjukkan sikap tegasnya sebagai ketua. Dia mulai memarahi peserta terlambat yang di belakangnya sekarang. Namun, ketika Agam membalikkan badan untuk melihat wajah peserta itu, Agam seketika langsung merubah mimik wajah yang tadinya marah menjadi normal kembali.
"Sialan! Ternyata peserta yang terlambat itu adalah Sairish. Crush gue." Agam membatin.
Agam begitu terkejut ketika tahu jika peserta yang terlambat itu adalah Sairish, peserta yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama saat kegiatan tahap seleksi dua hari yang lalu.
Jika saja Agam tahu jika peserta itu Sairish, Agam tidak akan mengucapkan ucapan seperti tadi. Bagaimana mungkin Agam tega memarahi siswi secantik dan semenggemaskan Sairish. Agam tidak sudi melakukan itu. Sairish lebih pantas diperlakukan seperti ratu.
Agam pun berdehem gugup kemudian bertanya dengan nada lembut kepada Sairish.
"Kenapa kamu terlambat, Sairish?"
Sairish menjawab, "Guru yang mengajar di kelas saya tadi mengajar sampai melebihi batas waktu jadwal pelajarannya Kak demi menamatkan satu bab materi. Jadi jadwal pulang di kelas saya sedikit terlambat Kak."
Agam mengangguk mengerti. Alasan Sairish cukup masuk akal dan bisa ditolerir olehnya bahkan oleh siapapun yang ada di ruang kosmik sekarang. Sairish memaparkan alasan terlambatnya barusan sambil menunduk malu membuat Agam gemas dan ingin sekali memeluk tubuhnya sambil berkata, "Tidak apa-apa. Jangan malu. Aku memaafkan kamu kok, Sairish."
Namun sepertinya itu hanya sebuah khayalan Agam saja yang belum terwujud kepada Sairish. Karena kalimat yang hanya bisa Agam katakan kepada Sairish sekarang adalah, "Oke, alasannya cukup masuk akal. Bisa saya tolerir untuk saat ini. Kamu bisa bergabung bersama peserta yang lain sekarang."
"Terima kasih, Kak." Sairish pun beranjak bergabung bersama peserta lain sesuai perintah Agam.
Didepan ruangan, Vivian pun mulai melanjutkan tugasnya yang tertunda karena keterlambatan Sairish, yaitu mengecek kehadiran semua peserta. Ketika Vivian selesai dengan tugasnya, Agam dan tiga anggotanya yang lain maju ke depan ruangan menghampiri Vivian untuk memberikan sambutan, perkenalan dan memberitahukan tugas yang harus dilakukan peserta pada kegiatan tahap eliminasi.
"Halo semuanya!"
"Halo, Kak Agam"
"Kami para panitia mengucapkan selamat kepada kalian selaku dua puluh peserta yang berhasil lolos ke tahap eliminasi. Selamat, kalian adalah dua puluh orang yang terpilih. Dan kalian mempunyai peluang untuk menjadi anggota baru kosmik. Mari kita semua bertepuk tangan untuk mengapresiasi kerja keras kalian," ucap Agam memberi sambutan. Ruang kosmik seketika riuh dengan suara tepuk tangan.
"Pada kegiatan berkumpulnya kita di ruang kosmik sekarang akan dibuka oleh sesi sambutan dari saya sebagai ketua kosmik, kemudian dilanjut dengan sesi perkenalan nama dan jabatan anggota-anggota kosmik, dan diakhiri dengan dengan sesi pemaparan tugas tahap seleksi."
Agam memaparkan tiga sesi kegiatan berkumpul sebelum tahap eliminasi dimulai. Sambutan pun telah Agam berikan.
"Perkenalkan nama saya Agam, ketua baru kosmik yang menggantikan mendiang ketua sebelumnya yang bernama Kaisar. Saya akan memperkenalkan anggota konsonan yang lain."
Memasuki sesi selanjutnya, kini Agam akan memperkenalkan nama dan jabatan Agam beserta nama dan jabatan anggota-anggotanya kepada para peserta. Dimulai dari Hugo dan Edgar.
"Disebelah kiri saya ada Hugo yang menjabat sebagai wakil ketua saya di kosmik. Kemudian ada Edgar yang menjabat sebagai keamanan. Jika tidak ada peserta yang tidak tertib, maka peserta tersebut akan berurusan dengan Edgar."
Hugo memberi sapaan sebuah ucapan halo dan lambaian tangan disertai sebuah senyuman kepada para peserta. Berbeda dengan Edgar yang hanya memasang wajah datar.
Agam pun lanjut memperkenalkan Chelsea dan Vivian kepada para peserta.
"Kemudian di sebelah kanan saya ada Chelsea yang menjabat sebagai sekretaris kosmik dan ada Vivian yang menjabat sebagai Bendahara kosmik."
Chelsea dan Vivian pun memberikan sapaan yang sama seperti Hugo kepada para peserta.
"Oke, sekarang kita masuk ke sesi terakhir, yaitu sesi pemaparan tugas tahap seleksi yang akan dipaparkan oleh Hugo selaku wakil ketua kosmik."
Hugo maju ketika Agam menyebutkan namanya untuk memaparkan tugas tahap seleksi kepada para peserta. Hugo pun mulai menjalankan tugasnya.
"Halo, nama saya Hugo. Disini saya akan memaparkan tugas kalian di tahap eliminasi selama tiga hari ke depan. Jadi, tugas kalian pada tahap eliminasi ini adalah melakukan observasi lapangan secara berkelompok di danau melati. Kalian akan kami bagi ke dalam empat kelompok. Satu kelompok terdiri dari lima anggota. Kegiatan observasinya yaitu kalian harus menganalisis peristiwa fisika, kimia, dan biologi pada danau tersebut. Kemudian ketik hasil analisis kalian dan presentasikan dengan kelompok kalian nanti lusa di ruangan ini. Karena ini sistemnya berkelompok, berarti yang kami nilai tidak hanya hasilnya saja, tapi juga kekompakan dan kerjasamanya. Jadi kalian jangan saling egois dan ingin menang sendiri jika dalam tugas ini. Kalian bekerja sama dan kompak satu sama lain. Apakah kalian paham?"
"Paham, Kak!" jawab peserta serentak dan kompak kepada Hugo.
"Oke, cukup sekian dari saya. Selanjutnya ada Edgar yang akan mengumumkan pembagian kelompok observasi."
Edgar pun maju dengan wajah datarnya seperti biasa dan diapun mulai mengumumkan pembagian kelompok kepada para peserta.
"Kelompok satu terdiri dari Sagara, Jodie, Sultan, Valerie, dan Liliana."
"Kelompok dua terdiri dari River, Bella, Hades, Alexa, dan Petra."
"Kelompok tiga terdiri dari Pangeran, Rain, Alaska, Regan, dan Ben."
"Kelompok empat terdiri dari Genta, Sairish, Liam, Olivia, dan Noah."
Sairish, Genta dan Olivia memekik kegirangan ketika Edgar mengumumkan bahwa mereka berada di kelompok yang sama, yaitu kelompok empat. Alasannya karena mereka bertiga sudah saling mengenal dan akrab satu sama lain dari sejak tahap seleksi. Liam dan Noah yang satu kelompok dengan mereka pun menghampiri ketiganya mencoba berbaur.
Semua tingkah Sairish yang kegirangan bersama teman-teman barunya barusan itu tidak lepas dari pandangan Agam yang memperhatikan Sairish sejak tadi dengan tatapan dalamnya. Bagi Arkan, tingkah Sairish tersebut terlihat begitu lucu dan menggemaskan dimatanya. Membuat Agam semakin suka dan terobsesi dengan adik kelasnya itu.
Edgar pun telah selesai melakukan tugasnya mengumumkan pembagian kelompok. Arkan pun kembali maju untuk mempersilahkan para peserta memulai observasi.
"Oke, dengan ini saya putuskan kegiatan tahap eliminasi resmi dimulai. Kalian boleh pergi ke danau melati sekarang bersama kelompok masing-masing. Ingat, kegiatan observasi harus selesai tepat waktu, yaitu jam lima sore. Kami ucapkan selamat bertugas untuk kalian."
"Terima kasih, Kak!" semua peserta serentak mengucapkan terima kasih kepada Agam dan anggota kosmik lainnya.
***
Kira-kira dari keempat kelompok tadi, dua kelompok mana yang akan bertahan sampai malam penentuan?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments