Malam sudah menyapa SMA Harapan. Hampir semua orang sudah meninggalkan sekolah. Tidak ada yang berani berkegiatan pada malam hari di sana. Mereka takut jika gosip tentang hantu Bara yang sering bergentayangan pada malam hari itu benar. Mereka tidak ingin bertemu hantu Bara dan berakhir mati konyol di sekolah.
Namun sepertinya gosip itu tidak berlaku pada Chelsea. Karena saat ini, siswi cantik itu masih belum meninggalkan sekolah.
Chelsea masih setia bersembunyi di bilik toilet perempuan dari sejak sore tadi. Chelsea sedang menyembunyikan diri dari orang-orang. Dia terus menangis di sebuah closet duduk di toilet itu.
Chelsea begitu sedih dengan kejadian di ruang kosmik tadi. Dia merasa malu luar biasa. Agam telah mempermalukannya di depan orang-orang. Dan itu sudah menjadi gosip panas yang sudah tersebar ke seantero SMA Harapan.
Murid-murid sekolah pun membicarakan Chelsea sejak tadi. Membuat Chelsea yang merasa malu pun memilih bersembunyi di toilet sampai malam. Menunggu semua murid meninggalkan sekolah. Chelsea sudah tidak punya muka untuk bertemu siapapun. Reputasinya sudah sangat buruk di mata orang-orang.
Dirasa sekolah sudah sepi, Chelsea pun keluar dari bilik toilet. Dirinya menghampiri area wastafel toilet yang memiliki cermin besar. Chelsea mulai bercermin dan begitu miris dengan penampilan wajahnya yang begitu berantakan karena terlalu lama menangis.
Chelsea pun membasuh wajahnya menggunakan air wastafel. Dia mengeringkannya setelah itu. Kemudian Chelsea kembali meriasi wajahnya dengan make up dan melakukan itu sambil menangis.
Chelsea merasa dirinya cengeng sekali. Tapi dia tidak bisa mengontrolnya. Rasa sakit hati Chelsea atas masalah-masalahnya hari ini begitu menyiksa batinnya. Chelsea sebelumnya tidak pernah mengalami hari seburuk ini.
Chelsea bahkan tidak siap bertemu orang-orang di sekolah besok. Chelsea malu. Dia sudah tidak mempunyai harga diri untuk menampakkan muka di depan mereka.
Pantulan ekspresi wajah Chelsea di cermin yang tadinya penuh kesedihan kini berubah menjadi ekspresi penuh emosi. Chelsea mengepalkan tangannya marah. Giginya bergemertak menahan amarah. Semua emosi itu Chelsea tunjukkan untuk seseorang yang saat ini ada di pikirannya.
Sairish, perempuan itulah yang Chelsea pikirkan sekarang. Dialah akar masalah dari semua masalah yang menimpa Chelsea hari ini. Sairish telah merebut perhatian orang-orang darinya, Sairish telah merebut Agam, Sairish juga lah yang telah membuat Agam mempermalukan Chelsea tadi sehingga Chelsea jadi bahan gosip orang-orang saat ini.
"Anjing! Sairish sialan! Gue akan membunuh lo, Sairish!" pekik Chelsea murka dan ditunjukkan untuk Sairish. Suaranya menggema di dalam toilet.
"Berani-beraninya dia mempermalukan gue. Lihat saja Sairish, lo akan menyesal karena telah berurusan dengan orang seperti gue."
Chelsea mengatakan itu semua dengan tatapan tajam dan penuh dendam. Dia pun kemudian tersenyum mengerikan seperti senyum psikopat yang ingin membunuh orang saat ini. Chelsea benar-benar terobsesi untuk membunuh Sairish. Dia begitu benci pada perempuan itu.
Malam pun terus berjalan, Chelsea beranjak keluar dari toilet berniat pulang dan meninggalkan sekolah. Saat Chelsea keluar dari toilet, kakinya langsung menapaki area koridor kelas dua belas Ipa yang terletak di lantai satu.
Chelsea pikir jika hanya dirinya yang masih tinggal di sekolah malam ini. Namun Chelsea salah, karena beberapa meter dari tempat berdiri Chelsea sekarang ada seorang penjaga sekolah berusia paruh baya yang sedang menyapu lantai koridor. Penjaga sekolah itu adalah penjaga sekolah baru yang Chelsea ketahui bernama Geraldi.
Chelsea kerap kali menangkap Geraldi sering memperhatikannya dengan tatapan yang tajam misterius dan menakutkan. Chelsea pun beranggapan jika Geraldi adalah penggemar Chelsea yang terobsesi kepadanya. Itu adalah jenis penggemar yang tidak Chelsea sukai. Menurut Chelsea, pengemar seperti itu benar-benar menyeramkan.
Chelsea pun mencoba tidak memperdulikan Geraldi yang saat ini menatap Chelsea dengan tatapan tajam misteriusnya seperti biasa. Chelsea memilih beranjak pergi melanjutkan rencananya untuk pulang. Di depan Chelsea sekarang ada sebuah belokan koridor kelas. Saat Chelsea berbelok, Chelsea langsung terlonjak kaget ditempatnya ketika karena tiba-tiba dia dikejutkan dengan penampakkan sosok siswa putih pucat menyeramkan yang saat ini berjarak beberapa meter di tempat dia berdiri.
Penampilan sosok siswa itu begitu menakutkan. Sosok itu basah kuyup. Jalannya begitu lambat. Giginya bergemertak kedinginan. Sosok itu juga memakai jas almamater merah tua seperti yang digunakan Chelsea sekarang. Pundaknya menggendong sebuah tas. Sosok itu adalah....Bara. Sosok siswa itu adalah hantu Bara!
Chelsea memegang dadanya yang berdegup kencang karena merasa syok luar biasa saat ini. Gosip itu benar. Hantu Bara benar-benar bergentayangan. Dan saat ini hantu Bara sedang menampakkan diri kepada Chelsea. Di Sana, hantu Bara menatap tajam kepada Chelsea. Tatapan itu adalah tatapan marah. Hantu Bara terlihat murka kepada Chelsea. Dia seperti ingin membunuh Chelsea saat ini juga.
Tubuh Chelsea bergetar ketakutan. Badannya lemas. Dia merasakan rasa merinding luar biasa. Chelsea harus segera berbalik badan dan melarikan diri mencari tempat persembunyian sebelum hantu Bara menangkapnya dan membunuhnya.
Chelsea pun mulai berlari berbalik arah. Dia mengitari seluruh area sekolah berusaha mencari tempat persembunyian.
Betapa ketakutannya Chelsea ketika hantu Bara mempercepat gerakan berjalannya untuk mengejar Chelsea. Chelsea pun mempercepat larinya. Dia terus berusaha menemukan tempat bersembunyi. Sampai kemudian Chelsea melihat sebuah ruangan kecil yang bercahaya terang dengan keadaan pintu terbuka di sebelah gedung ekskul musik.
Geraldi si penjaga sekolah tadi menatap Chelsea yang sedang berlari dari balik jendela ruangan itu. Chelsea pun segera berlari ke ruangan itu untuk menghampiri Geraldi. Walaupun Chelsea tidak suka kepada Geraldi, tapi dia tidak punya pilihan lain sekarang. Chelsea saat ini hanya butuh orang untuk menemaninya bersembunyi dari hantu Bara. Dia tidak ingin bersembunyi sendirian dari hantu Bara. Dia akan mencoba meminta Geraldi untuk membantu dia bersembunyi dari hantu Bara.
Ketika sampai di ruangan itu, Chelsea langsung masuk tanpa permisi dan menutup pintu ruangan yang ternyata merupakan kamar tidur khusus untuk penjaga sekolah berjaga malam.
"Pak, saya boleh yah numpang bersembunyi di sini sebentar," izin Chelsea kepada Geraldi dengan nada kelelahan akibat berlari tadi.
Geraldi mengangguk mengiyakan tanpa bersuara sepatah katapun. Dia menunjuk tempat tidurnya sebagai tanda memerintahkan Chelsea untuk duduk menenangkan diri di tempat tidur Geraldi. Chelsea pun menurut dan duduk di tempat tidur Geraldi.
Tiba-tiba terbesit rasa heran di pikiran Chelsea tentang alasan kenapa Geraldi berani berjaga malam di sekolah malam ini seorang diri. Apakah penjaga sekolah itu tidak takut bertemu hantu Bara. Atau mungkin Geraldi belum tahu akan gosip itu.
Chelsea pun menatap Geraldi yang saat ini berdiri menghadap jendela dan menatap keluar ruangan. Chelsea merasa risih melihat hal itu. Chelsea takut Geraldi memancing Bara yang sedang berkeliaran di luar sana. Geraldi harusnya menutup garden jendela. Bagaimana jika Geraldi terlihat oleh hantu Bara. Jika saja itu terjadi, hantu Bara akan menghampiri ruangan ini kemudian membunuh Geraldi dan Chelsea.
"Pak, tutup jendelanya. Di luar sana ada hantu. Saya dikejar oleh hantu itu tadi. Oleh karena itu saya bersembunyi disini," tegur Chelsea akhirnya.
Geraldi pun menurut. Dia menutup garden jendela. Dan membalikkan badannya menatap Chelsea. Pria itu tersenyum mengerikan saat ini. Senyum itu seperti senyum seekor singa yang telah menjebak mangsanya.
Tubuh Chelsea bergidik ketakutan melihat senyum mengerikan Geraldi kepadanya. Dan betapa terkejutnya Chelsea ketika Geraldi tiba-tiba membuka gesper seragamnya. Untuk apa Geraldi melakukan itu.
Chelsea langsung bergerak waspada. Firasat buruk menghampirinya saat ini. Chelsea pun mulai melindungi tubuhnya. Dia tidak ingin hal buruk yang dia pikirkan saat ini akan terjadi.
Namun, sepertinya firasat buruk Chelsea itu benar-benar terjadi kepadanya. Karena saat ini Geraldi mulai menelanjangi tubuhnya. Geraldi sudah berdiri tanpa busana sekarang. Dia bahkan sudah memegang sebuah palu perkakas yang dia ambil dari lemari ruangan. Geraldi pun mulai menghampiri Chelsea.
"Lo....lo mau apa sialan? Tolong! Tolong!" teriak Chelsea panik.
Namun sepertinya hari ini adalah hari petaka bagi Chelsea. Dia sudah terjebak dan tidak akan ada yang menolongnya.
Chelsea sudah mulai ditelanjangi oleh Geraldi secara paksa. Setiap Chelsea melawan, Geraldi memukul kepala Chelsea dengan palu perkakasnya. Membuat Chelsea kesakitan dan menjadi tidak berdaya.
Geraldi pun mulai memperkosa Chelsea secara brutal. Setiap perlawanan yang dilakukan Chelsea terus dihadiahi Geraldi dengan pukulan palu perkakasnya.
Chelsea pun berakhir sekarat karena pukulan palu yang diberikan secara bertubi-tubi kepadanya.
Ketika selesai memperkosa Chelsea, Geraldi menutupi wajah Chelsea dengan bantal tempat tidurnya. Geraldi menekan keras bantal itu pada wajah Chelsea. Membuat Chelsea yang sudah sekarat kesulitan bernapas dan berakhir menghembuskan napas terakhirnya. Chelsea pun mati dengan begitu tragis di tangan Geraldi sang penjaga sekolah malam ini.
***
Chelsea. 😔
Tim siapa nih? Tim Chelsea atau Tim Geraldi?
Info : Nama koki yang membuat steak anjing di chapter sebelumnya itu bernama Liliana yah. Gue sudah revisi chapter sebelumnya dan menambahkan narasi yang menjelaskan nama koki itu. Ingat, namanya Liliana!
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments