SMA Harapan kembali berduka. Berita kematian Chelsea tadi malam langsung menggemparkan sekolah pagi ini. Polisi sudah memenuhi area sekolah. Penjaga sekolah bernama Geraldi yang menjadi penyebab kematian Chelsea sudah menjadi buronan mereka sekarang.
Kegiatan belajar mengajar di SMA Harapan pun liburkan. Semua murid yang sudah berangkat sekolah dipaksa untuk segera kembali pulang ke rumah masing-masing demi mempermudah polisi untuk mengurus jasad Chelsea.
Namun Agam dan ketiga sahabatnya tidak patuh akan aturan tersebut. Mereka memilih menerobos garis polisi demi melihat jasad Chelsea di sana.
"Tunggu. Kalian tidak boleh memasuki area ini. Kami sedang bertugas," larang seorang polisi mencegah Agam dan ketiga sahabatnya memasuki area mereka.
"Tapi Chelsea adalah sahabat kami, Pak," protes Hugo.
"Benar Pak, Chelsea adalah sahabat kami. Kami hanya ingin melihat jasadnya sebentar kok. Kami mohon izinkan kami, Pak."
"Aturan tetaplah aturan. Jika kalian tetap menerobos, saya sebagai pemimpin dalam penugasan ini akan mengadukan kalian ke pihak sekolah."
Polisi tersebut pun tetap tidak menyerah. Dia terus menahan Agam dan ketiga sahabatnya agar tidak memasuki area mereka sedang bertugas.
Vivian pun naik pitam dengan jawaban polisi itu. Dia menghampiri polisi itu dan menatapnya tajam. Vivian akan mengeluarkan senjata andalannya untuk membuat polisi itu menyerah dan membiarkan Vivian dan ketiga sahabatnya bisa melihat jasad Chelsea.
"Orang tua kami adalah donatur-donatur terbesar di sekolah ini, Pak. Papah saya juga mempunyai teman seorang jendral dari kepolisian pusat di kota ini. Jangan sampai jabatan rendah Bapak dicopot hanya karena menghalangi kami yang ingin melihat jasad sahabat kami," ucap Vivian membuat polisi tersebut pun langsung berekspresi takut.
"Baiklah, saya izinkan kalian masuk. Tapi dengan satu syarat, yaitu kalian hanya bisa melihat jasad sahabat kalian dalam waktu sepuluh menit. Jika sudah sepuluh menit, kalian harus segera pergi meninggalkan area ini," kata polisi yang akhirnya mengijinkan Vivian dan ketiga sahabatnya masuk.
Vivian dan ketiga sahabatnya pun langsung masuk ke ruangan kamar tidur penjaga sekolah Geraldi yang merupakan orang yang menjadi dalang atas kematian Chelsea.
"Astaga, Chelsea!" pekik Vivian syok ketika melihat jasad Chelsea yang begitu mengenaskan di tempat tidur ruangan itu.
Jasad Chelsea begitu hancur. Wajahnya sudah tidak berbentuk karena telah dipukul bertubi-tubi oleh palu perkakas. Tubuh area bawah Chelsea bersimbah darah karena mengalami pendarahan hebat akibat diperkosa paksa secara brutal. Darahnya bahkan mengotori sprei tempat tidur.
Vivian langsung menangis hebat ketika melihatnya. Tangisannya begitu menyakitkan. Suara tangisan Vivian begitu kencang dan menggema di ruangan tersebut. Agam pun memeluk tubuh Vivian mencoba menenangkannya.
Agam sendiri juga sama syok nya seperti Vivian. Dia begitu terpukul dengan kematian Chelsea. Agam bahkan tidak bisa untuk tidak mengeluarkan air matanya. Agam tidak menyangka bahwa kalimat jelek yang dia ucapkan kemarin kepada Chelsea adalah kalimat perpisahan mereka.
Jika dia tahu Chelsea akan pergi secepat ini, mungkin Agam akan memperlakukan perempuan itu lebih baik kemarin-kemarin. Agam menyesal. Agam merasa bersalah karena tidak bisa memberikan hadiah perpisahan terbaik kepada mantan pacar sekaligus sahabatnya itu.
Edgar dan Hugo pun sama terpukulnya atas kematian Chelsea seperti Agam dan Vivian. Edgar saat ini mengepalkan tangannya keras. Wajah sangarnya begitu marah ketika menemukan sahabatnya telah dibunuh dengan begitu sadis oleh seseorang.
"Siapa nama penjaga sekolah itu? Gue akan bunuh dia!" tanya Edgar murka.
"Nama penjaga sekolah itu adalah Geraldi. Dia sedang jadi buronan polisi sekarang," jawab Agam.
Hugo yang sejak tadi menangis dalam diam menatap tembok ruangan. Dia terkejut ketika melihat tulisan darah di ruangan itu. Awalnya Hugo pikir itu adalah darah Chelsea yang mengotori tembok tersebut. Namun setelah diperhatikan, darah tersebut membentuk huruf-huruf yang jika digabungkan akan menjadi sebuah kalimat pesan.
"Ditembok itu ada tulisan!" beritahu Hugo kepada ketiga sahabatnya.
Sama halnya seperti Hugo, Agam, Edgar dan Vivian pun baru menyadari jika ada pesan yang terbuat dari dari di tembok ruangan. Sepertinya mereka terlalu fokus kepada jasad Chelsea sampau tidak menyadarinya.
Pesan berdarah itu adalah pesan peringatan berbunyi :
Kebenaran akan terungkap!
~Bara~
***
Di rooftop sekolah, Agam dan ketiga sahabatnya kini sedang melamun keras. Mereka berempat menatap pemandangan kota dari atas sekolah dengan tatapan kosong. Mereka kalut. Mereka merasa bingung luar biasa dengan semua yang terjadi hari ini.
"Itu pasti ulah iseng si satpam bernama Geraldi itu," ucap Edgar memecah keheningan di antara mereka. Dia mengungkit tentang surat berdarah di ruangan Geraldi tadi.
"Tapi di surat itu tertulis nama Bara, Ed. Apa hubungan Bara dengan penjaga sekolah itu?"
Vivian bertanya dengan nada bingung dan wajah yang berantakan karena terlalu lama menangisi Chelsea sejak tadi.
"Mungkin Geraldi adalah sejenis psikopat gila yang terobsesi dengan orang mati seperti Bara." Hugo mencoba menjawab kebingungan Vivian.
"Hugo benar. Sepertinya dia jugalah yang menciptakan gosip tentang Bara yang bergentayangan di sekolah ini," kata Edgar merasa setuju dengan Hugo.
"Kalian salah. Gosip itu benar. Bara benar-benar bergentayangan. Gue kemarin diteror oleh sosok hantu siswa di danau melati. Dan itu Bara. Dia menampakkan diri kepada gue." Agam yang sejak tadi diam pun kini bersuara.
"Lo serius, Gam?" syok Hugo mendengar cerita Agam barusan.
"Itu benar-benar Bara. Gue tidak pernah lupa dengan wajah si Bara sialan itu," balas Agam membenarkan.
"Jadi, gosip kematian Kaisar yang dibunuh oleh hantu Bara satu minggu yang lalu itu juga benar?" tanya Edgar.
"Sepertinya iya. Polisi juga belum menemukan pembunuh Kaisar sampai saat ini, kan? Itu menguatkan fakta jika Kaisar benar-benar dibunuh oleh hantu Bara. Sairish juga mengaku jika tenggelamnya dia di danau melati tiga hari yang lalu itu dia karena ditarik oleh hantu Bara ke dalam danau," cerita Vivian.
Fakta dari Agam dan Vivian pun membuat Edgar dan Hugo syok dan bingung secara bersamaan.
"Tapi apa hubungan Geraldi dengan Bara? Kenapa pesan berdarah itu ada di kamar si bangsat itu? Tidak mungkin itu hanya sebuah kebetulan, kan?" tanya Edgar bingung.
"Mungkin Geraldi dirasuki oleh hantu Bara. Sepertinya hantu Bara mempengaruhi Geraldi untuk membunuh Chelsea," tebak Hugo.
"Omong kosong apa yang sedang lo bicarakan, Hugo? Itu benar-benar di luar nalar," tanya lagi Edgar dengan nada tidak habis pikir.
"Makhluk-makhluk seperti mereka memang sering melakukan hal yang di luar nalar bukan? Kematian Kaisar satu minggu yang lalu juga dianggap aneh oleh polisi. Logikanya, Manusia di belahan mana yang bisa meninggalkan bekas cekikan leher separah itu di leher Kaisar. Polisi berkata leher Kaisar seakan telah diperas," jelas Hugo kemudian.
"Jika benar hantu Bara benar-benar bergentayangan, apakah tahap malam penentuan nanti akan tetap dilaksanakan?" Vivian bertanya kepada Agam.
Agam sebagai ketua kosmik pun mengangguk mengiyakan dan berkata, "Malam penentuan tidak boleh batal. Karena jika itu terjadi, kosmik akan berhenti tahun ini karena tidak adanya generasi penerus."
"Malam penentuan akan diadakan malam hari. Lalu bagaimana nasib para peserta nanti? Bagaimana jika hantu Bara membunuh mereka? Nyawa kita juga akan terancam, Agam. Lo tidak belajar dari kasus Kaisar dan Chelsea?" protes Vivian.
"Kaisar dan Chelsea mati karena mereka sedang sendirian di sekolah di malam kematian mereka. Di malam penentuan nanti, kita dan para peserta akan aman. Kita hanya perlu bersama-sama dan saling melindungi satu sama lain," jelas Agam.
"Agam benar. Kuncinya hanya satu. Kita tidak boleh sendiri di malam penentuan nanti," kata Hugo yang merasa setuju dengan ucapan Agam.
***
Rumit banget! 😴😵😅🤔🤯
Siapa sih kira-kira yang menjadi impostor di cerita ini? 🤔
Apa benar Geraldi dirasuki hantu Bara?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments