KOSMIK adalah sebuah singkatan dari Komunitas Sains dan Matematika yang didirikan oleh murid kelas sebelas bernama Kaisar dan Bara tahun lalu. Kosmik terdiri dari tujuh anggota, terdiri dari Bara, Kaisar, Agam, Edgar, Hugo, Chelsea dan Vivian. Baru satu tahun berdiri, komunitas murid-murid olimpiade tersebut sudah menjadi komunitas paling populer di SMA Harapan.
Namun naas, kedua murid pendiri komunitas tersebut sudah meninggalkan dunia ini. Keduanya meninggalkan kosmik yang saat ini belum mempunyai generasi penerus. Menyisakan lima anggota sisa, yaitu Agam selaku ketua kosmik dan keempat anggotanya. Mereka berlima pun segera mengadakan kegiatan rekrutmen anggota baru kosmik untuk mencari generasi penerus mereka.
Kelima sekawan itu sudah menduduki kelas dua belas semester awal sekarang. Oleh karena itu mereka harus segera mencari generasi penerus kosmik sebelum mereka diberhentikan dari kegiatan sekolah apapun untuk memfokuskan diri menghadapi ujian nasional nanti.
Kegiatan rekrutmen anggota baru kosmik sendiri bertujuan untuk mencari generasi baru penerus kosmik dari para adik kelas sebelas dan sepuluh. Kegiatan tersebut dibagi kedalam empat tahap, pertama tahap pendaftaran, kemudian tahap selanjutnya adalah tahap seleksi, dilanjut dengan tahap eliminasi, dan di akhiri dengan malam penentuan.
Tahap pendaftaran sudah selesai dilaksanakan. Terhitung sudah seratus murid yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota baru kosmik.
Hari ini adalah pelaksanaan kegiatan tahap kedua rekrutmen anggota baru kosmik yaitu tahap seleksi. Pada tahap ini seratus peserta yang sudah mendaftarkan diri tersebut akan di seleksi menjadi dua puluh murid terbaik yang akan berlanjut ke tahap eliminasi nanti.
Tahap seleksi ini terdiri dari empat tes, yaitu tes soal, tes buta warna, tes wawasan, dan tes tujuan. Tahap seleksi ini diadakan secara tertutup di aula utama SMA Harapan. Seratus peserta yang sudah mendaftarkan diri mengantre di luar aula menunggu nama mereka dipanggil untuk melakukan keempat tes tersebut.
Agam dan keempat anggota kosmik lainnya memakai seragam putih abu dibaluti jas almamater kosmik berwarna merah tua pada acara tahap seleksi ini. Mereka akan menjadi panitia keempat tes.
Masing-masing panitia tes diberikan meja dan kursi duduk untuk peserta dan panitia itu sendiri. Setiap peserta diwajibkan memakai seragam putih abu tanpa pakaian tambahan sebagai pembeda antara panitia dan peserta. Dan syarat pakaian tersebut adalah salah satu syarat yang harus terus dilakukan pada tahap seleksi sampai tahap eliminasi nanti.
Tahap seleksi pun dimulai. Kegiatan tersebut sudah berlangsung satu jam. Panitia tes soal pada tahap seleksi ini adalah Chelsea. Siswi cantik berambut pirang sebahu sedikit pirang itu memulai tes soalnya pada peserta dengan urutan nomor dua puluh satu saat ini.
"Perkenalkan nama dan sebutkan kamu dari kelas berapa!" perintah Chelsea pada peserta itu.
"Nama saya Liam, Kak. Saya dari kelas sepuluh Ipa satu," jawab si peserta.
"Oke, Liam. Di meja di kita saat ini ada sebuah kertas berisikan lima buah soal olimpiade level dasar. Kerjakan soal-soal tersebut dalam waktu sepuluh menit. Dimulai dari sekarang." Chelsea menjelaskan tugas yang harus dilakukan Liam pada tes soal.
Liam pun mulai mengerjakan soal-soal tersebut dengan tekun. Ekspresi bingungnya saat mengerjakan soal beberapa kali tertangkap oleh Chelsea membuat Chelsea tersenyum meremehkan dan berkata, "jika ada soal yang sulit kamu boleh memilih opsi menyerah."
Kegiatan tahap seleksi terus berjalan. Sementara itu di bagian tes buta warna, ada Hugo yang menjadi panitia tes tersebut.
"Nama saya Olivia dari kelas sebelas Ipa tujuh, Kak."
Peserta yang sedang di tes oleh Hugo mulai memperkenalkan diri. Dia adalah peserta dengan nomor urutan empat puluh tujuh.
"Coba kamu lihat kertas berisi gambar lingkaran berisi titik-titik berwarna di meja kita saat ini."
Hugo memulai tesnya. Siswa berkulit hitam manis dan berbadan gemuk itu menunjukkan sebuah buku ishihara tes yang merupakan buku untuk mengetes buta warna tidaknya seseorang.
"Di dalam lingkaran tersebut terdapat sebuah angka dengan warna berbeda tapi warnanya sedikit pudar. Tugas kamu adalah harus menyebutkan angka berapa itu, kemudian sebutkan juga warna angka itu, dan terakhir letakkan jari telunjuk kamu pada angka itu dan peragakan bentuk angkanya angkanya. Paham?"
Peserta yang bernama Olivia itupun mengangguk paham. Dia mulai menjalankan tesnya dan selesai dalam waktu singkat.
Kegiatan tahap seleksi sudah memakan waktu tiga jam lebih. Antrean peserta pun semakin berkurang karena sudah ada sekitar tujuh puluh orang peserta yang sudah selesai melaksanakan tahap seleksi.
Di bagian tes wawasan, ada Edgar dan Vivian yang sedang mengetes peserta dengan nomor urutan tujuh puluh lima.
"Perkenalkan nama lo!" perintah Edgar dengan suara sangarnya.
"Perkenalkan nama saya Genta dari kelas sebelas Ipa lima, Kak." Peserta itu pun memperkenalkan diri kepada Edgar dan Vivian.
"Oke, Genta. Mari kita mulai tesnya. Dimeja kita saat ini ada sepuluh peralatan laboratorium Ipa. Tugas kamu adalah menebak nama dan kegunaan alat tersebut, kemudian kamu harus menebak mana dari kesepuluh alat tersebut yang merupakan peralatan biologi, kimia, dan fisika dengan tepat dan benar."
Genta pun mulai mengerjakan tes tersebut. Edgar yang bertugas sebagai pencatatan pada tes wawasan ini pun mulai mencatat jawaban-jawaban Genta, baik jawaban benar maupun salah.
Antrean peserta semakin menipis. Agam yang menjadi panitia tes tujuan sedang mengetes peserta dengan nomor urutan sembilan puluh sembilan saat ini.
"Apa tujuan kamu memasuki kosmik?"
Agam memulai tesnya kepada peserta bernama Noah dari kelas sepuluh Ipa dua.
"Saya ingin menantang diri saya, Kak. Saya adalah orang dengan tipe yang suka tantangan. Harapan saya dengan memasuki kosmik nanti saya bisa menemukan tantangan-tantangan hidup baru yang bisa menaikkan kualitas diri saya, Kak. Saya akan melakukan cara apapun untuk menaklukkan setiap tantangan itu."
"Apapun?"
"Iya, Kak. Cara apapun akan saya lakukan supaya saya bisa mencapai tujuan saya."
"Walaupun mengorbankan teman kamu sendiri?" Agam semakin tertarik dengan peserta ini.
"Tentu, Kak. Tidak ada salahnya kita menjadi egois. Asalkan tidak melewati batas. Hidup terlalu membosankan jika terus menjadi orang baik."
Asalkan tidak melewati batas. Kalimat tersebut seketika membuat Agam menerawang ke masa lalu. Saat dimana dia melakukan sebuah dosa besar bersama sahabat-sahabatnya.
"Oke, selesai. Peserta selanjutnya!" seru Agam memanggil peserta setelah Noah yang merupakan peserta dengan nomor urut seratus. Peserta itu adalah peserta terakhir tahap seleksi ini.
Peserta terakhir itu sudah berdiri di meja Agam saat ini. Agam mengangkat wajah. Matanya langsung terpana ketika melihat wajah cantik peserta itu.
Peserta itu menggeraikan rambut hitam panjangnya yang begitu lurus ke belakang bahunya saat akan duduk di kursi peserta di meja Agam. Rambutnya memakai sebuah bando yang membuat rambutnya terlihat lucu. Kulitnya sama putihnya seperti kulit Agam. Wajah polosnya memiliki sorot mata tajam yang tajam yang menghipnotis Agam sehingga tatapan Agam tidak bisa lepas dari matanya itu. Agam benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama saat ini.
"Nama saya Sairish dari sepuluh kelas Ipa tiga, Kak."
Peserta terakhir itu memperkenalkan diri. Namanya Sairish. Suara lembutnya saat memperkenalkan diri menyadarkan Agam yang sejak tadi terpana pada kecantikan Sairish.
"Jadi, apa tujuan kamu memasuki kosmik?"
Agam memulai tesnya pada Sairish. Sambil menampakkan senyum tampannya berharap Sairish terpikat padanya.
"Kosmik itu spesial, Kak. Hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk komunitas tersebut. Saya ingin menjadi salah satu dari orang terpilih itu," jawab Sairish.
Setelah menjawab itu Sairish menunduk malu karena tatapan tajam dan dalam yang diberikan Agam padanya sejak tadi. Tingkah malu-malu Sairish itu pun membuat Agam gemas di tempatnya. Agam mengulurkan tangannya pada Sairish yang kemudian dibalas juga oleh perempuan itu. Keduanya saling berjabat tangan sekarang. Kulit tangan mereka bersentuhan.
"Namaku Agam. Senang bisa bertemu dan mengenal kamu, Sairish."
Agam dan Sairish tersenyum satu sama lain. Ibu jari Agam bergerak nakal mengelus-elus punggung tangan Sairish.
Jatuh cinta pada pandangan pertama? Semua orang mengatakan itu hal klasik dan klise. Sekaligus tak masuk akal dan kekanak-kanakan. Tetapi, apa yang masuk akal mengenai cinta?
***
Siapa first love mu? Sandi hahahahahahah Sandi.
Siapa cinta pertama kalian?
Apa kalian tertarik untuk mengikuti seleksi menjadi anggota kosmik ini?
Dari kelima peserta yang diseleksi tadi, siapa favorit kalian?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments