Edgar Dan Rencana Jahatnya

"Ahhh! Guru sialan! Jika bukan sedang di sekolah, gue sudah meremukkan tubuh si guru bernama Mister Daniel itu!" teriak Edgar disertai umpatan.

Edgar murka. Amarahnya masih mendidih atas kejadian di kelasnya tadi. Tubuh perkasanya menendang apapun yang berada di ruang kosmik seperti orang kesetanan. Ruangan itu bagaikan kapal pecah saat ini.

"Dan lo berempat, Kenapa tadi kalian tidak membela gue saat dipermalukan di kelas oleh Mister Daniel? Kalian bahkan tidak memberi tahu jawaban soal itu kepada gue. Kenapa kalian tidak membantu gue? Jawab! Kalian sahabat gue atau bukan, hah?" bentak Edgar kepada Agam dan ketiga sahabatnya yang lain. Dia menunjuk sambil memberikan tatapan tajam kepada mereka satu persatu.

Vivian yang sudah muak dengan tingkah Edgar sejak tadi pun berdecak kesal dan berkata, "Orang yang lo sebut siala itu adalah guru tampan yang hampir saja membongkar rahasia besar kita. Kecerobohan lo memainkan game di kelas sudah membuat citra komunitas yang mati-matian kita jaga selama ini jadi tercoreng, Edgar."

"Apa yang dikatakan Vivian itu benar, Ed. Lo itu harusnya introspeksi diri. Hal yang lo lakuin itu salah tadi. Aneh ketika siswa pemenang olimpiade seperti lo memainkan sebuah game saat jam pelajaran kemudian ketika lo diperintah mengerjakan soal statistika lo tidak bisa menjawabnya. Itu adalah hal tergila dan paling memalukan yang pernah gue lihat. Gue saja malu mengakui lo sebagai sahabat gue di depan murid-murid lain nanti," komentar Chelsea ikut menyalahkan Edgar.

"Gosip tentang lo tertangkap basah memainkan game dan dipermalukan oleh Mister Daniel tadi kini sudah tersebar ke seantero sekolah, Ed. Personaliti dan kepintaran lo akan diragukan oleh murid-murid lain. Lo harus bekerja keras melakukan pencitraan di depan mereka nanti. Supaya mereka kembali respek terhadap lo." Kali ini Hugo yang berbicara. Namun nada bicaranya tidak semarah Vivian dan Chelsea.

"Kenapa kalian jadi membela si Mister Daniel itu daripada gue, hah? Kalian sahabat gue bukan, sih?" sentak Edgar marah.

Karena merasa tidak dibela, Edgar pun menghampiri Agam yang sejak tadi diam merebahkan dirinya di kursi santai sambil menyaksikan perdebatan Edgar dan sahabatnya yang lain.

"Agam, lo mendengarkan kan semua hal goblok yang mereka bertiga katakan barusan? Mereka lebih membela si Mister Daniel itu daripada gue, Gam. Lo sendiri lebih mendukung gue kan, Gam? Gue mohon, bicara jika lo ada di pihak gue, Gam."

Edgar memohon kepada Agam. Dia merasakan rasa frustasi yang luar biasa saat ini. Dia membutuhkan orang yang bisa membela dan menghiburnya. Edgar hanya ingin dibela saat ini, bukan disalahkan.

"Maaf, Ed. Gue ada di pihak anak-anak. Gue lebih setuju dengan perkataan mereka. Mereka benar, lo kelewatan tadi," jawab Agam yang membuat Edgar seketika kembali murka dan langsung membanting laptop miliknya yang berada di atas meja ke lantai ruangan.

Edgar menunjuk Agam dan ketiga sahabatnya yang lain. Dia kembali memberikan tatapan tajam kepada mereka berempat dan kemudian berkata, "Kalian semua bukan sahabat gue sekarang. Seorang sahabat itu akan tetap membela kita walaupun kita berbuat salah. Dan kalian tidak melakukan itu kepada gue."

"Masalahnya adalah lo tidak sadar kalau diri lo itu salah sekarang, Edgar," bentak Chelsea terlampau emosi kepada Edgar.

Edgar pun membalas, "Oke, gue ngaku gue salah. Tapi dengan diamnya kalian saat gue dipermalukan di kelas seperti tadi apakah membuat kalian pantas disebut sebagai sahabat, hah? Sekedar memberi jawaban saja kalian tidak lakukan."

"Edgar, lo sadar tidak jika lo itu terlalu dramatis sekarang?" komentar Vivian dengan nada tidak habis pikir.

"Tapi tunggu. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Edgar. Kita juga salah karena tidak membantu dia tadi. Jika saja kita memberi Edgar jawabannya dari awal, masalahnya tidak akan sepanjang ini sampai membuat nama komunitas kita tercoreng."

Agam kali ini membela Edgar. Dia tidak tega melihat wajah frustasi sahabatnya itu. Dia juga baru mulai berpikir jika Mister Daniel terlalu berlebihan mempermalukan Edgar tadi.

"Kenapa lo mendadak pin plan seperti itu, Agam. Bukannya lo tidak mendukung Edgar barusan?" Vivian bertanya tidak suka.

"Kalian tidak merasa apa yang dilakukan Mister Daniel tadi keterlaluan? Dialah yang menyebabkan kekacauan ini terjadi. Dia terus memojokkan Edgar di depan kelas. Dia terlihat terobsesi mempermalukan Edgar tadi."

Agam menjelaskan alasan dia membela Edgar saat ini. Dan sepertinya Hugo dan Chelsea terlihat setuju dengan perkataannya. Kecuali Vivian yang merasa tidak suka jika Mister Daniel disalahkan seperti yang dilakukan sahabat-sahabatnya saat ini. Rasa suka Vivian kepada Mister Daniel membuat dia ingin terus berada di pihak guru matematika tampan itu.

Agam menepuk pundak Edgar dan berkata, "Sebagai sahabat yang baik, gue akan memberi lo sebuah rencana yang bisa lo gunakan untuk balas dendam kepada Mister Daniel."

Agam pun membisikkan rencana itu ke telinga Edgar. Ajaibnya emosi Edgar langsung reda setelah mendengar rencana yang Agam bisikkan padanya. Wajahnya tersenyum lebar seperti senyum seorang psikopat yang menemukan pisaunya.

"Gue suka dengan rencana lo barusan, Agam. Lo memang sahabat yang paling mengerti gue," puji Edgar pada Agam. Mereka mempertemukan kepalan tangan mereka sebagai lambang persahabatan.

Sementara Vivian seketika merasa khawatir dengan keselamatan Mister Daniel sekarang. Agam dan Edgar pasti merencanakan sesuatu yang jahat padanya. Vivian tidak ingin merasa penasaran dengan rencana itu karena dia sudah tahu watak Agam dan Edgar ketika mereka merencanakan sesuatu yang licik kepada seseorang. Rencana itu pasti bukan rencana main-main dan akan mencelakakan orang itu. Vivian sudah belajar dari malam petaka tahun lalu. Semua itu juga berawal dari rencana Agam dan Kaisar saat itu.

Instagram : @sourthensweett

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!