Setelah kegiatan presentasi kelompok berakhir, Agam dan Sairish pergi ke danau melati untuk menghabiskan waktu berdua bersama di sana.
Agam lah yang merencanakan itu. Agam sempat ragu dan bertanya apakah Sairish akan merasa takut dan trauma jika Agam mengajaknya ke danau melati. Mengingat dua hari yang lalu Sairish pernah tenggelam dan hampir mati di danau ini.
Namun ajaibnya Sairish malah menyanggupi ajakan Agam. Perempuan itu berkata bahwa dia hanya merasa takut dan trauma jika mengunjungi danau melati seorang diri, tapi dia merasa aman jika ada orang lain yang menemaninya apalagi orang itu adalah Agam. Sairish sangat percaya kepadanya.
Agam dan Sairish pun sudah berada di danau melati saat ini. Keduanya berbincang-bincang di sebuah perahu danau ditemani suasana senja yang begitu memanjakan mata.
"Sepertinya, Kak Chelsea tidak suka yah kepada aku?" tanya Sairish dengan nada sendu. Sepertinya perempuan itu sedang memikirkan kejadian tidak mengenakkan di ruang kosmik tadi.
"Tidak usah dipikirkan. Chelsea memang seperti itu dari dulu. Dia selalu ingin menjadi pusat perhatian. Dia itu perempuan bertipe pick me. Dia tidak suka kamu karena dia merasa tersaingi oleh kamu, Sairish," jawab Agam sambil mendayung perahu ke tengah danau.
"Memangnya apa hal spesial di diri aku yang membuat perempuan secantik Kak Chelsea sampai merasa tersaingi oleh aku?" tanya Sairish penasaran.
Agam tertawa karena kepolosan Sairish tersebut. Dia menggelengkan kepalanya merasa tidak habis pikir akan Sairish yang tidak sadar bahwa dirinya mempunyai wajah cantik. Dan wajah cantik lah itulah yang membuat Agam tergila-gila pada perempuan itu.
"Kamu itu memang benar-benar polos atau pura-pura polos sih, Sairish? Kamu itu cantik. Itulah yang membuat Chelsea merasa tersaingi oleh kamu," jelas Agam menjawab pertanyaan Sairish.
Sairish pun membalas, "Jika alasannya hanya karena aku cantik, Kak Vivian dan teman satu kelompok aku yang bernama Olivia juga berwajah cantik kok."
"Tapi tidak semua orang cantik bisa membuat semua orang menyukainya tanpa berusaha, Sairish. Kamu itu punya sesuatu spesial di diri kamu yang membuat orang-orang menyukai kamu saat pertama kali mengenali kamu. Contohnya seperti aku yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika kita pertama kali bertemu saat tahap seleksi kemarin."
Agam tiba-tiba menyesal mengatakan hal barusan kepada Sairish. Agam baru saja mengaku kepada Sairish jika dia menyukainya. Apakah Agam terlalu cepat? Dia dan Sairish baru saling mengenal. Agam harusnya sabar sedikit saja. Sairish pasti merasa aneh karena pria yang baru saja dia kenal tiba-tiba menyatakan rasa suka padanya.
Agam pun melihat ke arah Sairish. Seperti biasa, perempuan itu langsung tersipu malu setelah Agam barusan memberi tahu fakta kepada Sairish bahwa Agam menyukainya. Kenapa Sairish selalu tersipu setiap bersama Agam? Apakah dia mempunyai perasaan yang sama?
Pemandangan senja hari ini begitu mendukung untuk melakukan sesuatu yang romantis. Agam pun mencoba menghilangkan rasa penyesalannya. Dia mencoba tidak peduli. Dia akan melanjutkan pengakuan rasa sukanya kepada Sairish. Lagi pula, dia sudah terlanjur mengaku tadi.
"Sairish, aku tahu ini terlalu cepat. Aku juga tahu jika aku belum pernah mengucapkannya kepada kamu. Tapi, kamu pasti merasa jika aku menyukai kamu, kan?" tanya Agam dengan wajah gugup.
Agam berharap Sairish mengatakan iya. Agam merasa sudah sangat agresif mendekati Sairish selama beberapa hari kebelakang. Juga sudah banyak hal yang sudah Agam lakukan untuk Sairish tanpa Sairish minta. Sairish pasti sudah menyadari jika Agam menyukainya. Tidak mungkin kan Sairish setidak peka itu?
Karena jika benar Sairish sudah peka akan rasa suka Agam, itu berarti hal yang Agam lakukan untuk Sairish selama beberapa hari kebelakang tidak sia-sia. Dan Agam tidak perlu bekerja keras untuk menjelaskan betapa dia menyukai Sairish.
"Iya, aku tahu jika Kak Agam menyukai aku. Aku bisa merasakannya."
Betapa bahagianya Agam ketika Sairish mengatakan jawaban sesuai yang Agam harapkan. Itu tandanya Agam hanya perlu bertanya apakah Sairish akan membalas perasaannya saat ini.
Agam pun bertanya, "Jadi Sairish, kapan kamu akan membalas rasa sukaku?"
"Secepatnya," balas Sairish. Lagi-lagi dengan kepala menunduk dan wajah yang tersipu malu.
Secepatnya? Itu tandanya Sairish tidak menolak. Sairish sudah pasti akan menjadi milik Agam suatu hari nanti. Agam tidak bisa untuk tidak tersenyum lebar saat ini. Agam sangat bahagia. Sairish benar-benar membuatnya gila. Agam pun meraih tangan halus Sairish dan mencium pundak tangannya.
"Aku akan setia menunggu hari itu, Sairish," kata Agam kemudian kepada Sairish.
Sairish pun menatap Agam. Kini Agam dan Sairish saling bertatapan dan tersenyum satu sama lain.
Sampai momen romantis mereka pun berakhir. Agam saat ini fokus memotret pemandangan danau dengan kamera miliknya. Sedangkan Sairish sibuk membaca sebuah buku novel. Sesekali Agam memotret Sairish yang terlihat cantik ketika sedang fokus membaca novelnya.
Saat Agam hendak memotret Sairish untuk kesekian kalinya, Agam tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah penampakan sosok siswa yang melayang di dalam danau dan mengelilingi perahu yang dinaikinya bersama Sairish.
Agam terus mengikuti gerakan sosok itu ketika memutari perahu. Agam mencoba memastikan bahwa sosok siswa yang dia lihat tersebut tidak nyata dan merupakan halusinasinya semata. Namun, sosok siswa itu ternyata benar-benar nyata. Agam tidak salah lihat. Sosok siswa itu benar-benar ada di dalam danau. Sosoknya terus mengelilingi perahu saat ini.
Sosok siswa itu terlihat familiar di mata Agam. Wajahnya putih pucat menyeramkan. Giginya bergemertak kedinginan di dalam danau. Dia memakai jas almamater kosmik merah tua dan menggendong sebuah tas di pundaknya. Sosok siswa itu adalah orang yang sangat Agam kenal di masa lalu. Sosok siswa itu adalah.... Bara.
Agam terlonjak kaget ditempatnya ketika dia menyadari jika osok siswa yang mengelilingi perahunya saat ini adalah hantu Bara. Agam seketika syok ditempatnya. Tubuhnya bergetar ketakutan. Dia merinding hebat. Gosip itu ternyata benar. Hantu Bara bergentayangan. Dan hantu Bara sedang meneror Agam sekarang. Apa yang harus Agam lakukan sekarang. Agam takut hantu Bara akan menyakiti dirinya dan Sairish.
"Ada apa Kak Agam. Kenapa wajah Kak Agam terlihat ketakutan seperti itu?"
Pertanyaan Sairish tersebut pun mengalihkan perhatian Agam. Agam melihat ke arah Sairish yang menatapnya dengan ekspresi bingung sekarang.
Agam pun menatap ke arah danau kembali. Dan betapa terkejutnya Agam ketika sosok hantu Bara sudah menghilang. Hantu Bara menghilang begitu cepat. Agam kembali merinding hebat. Walaupun hantu Bara sudah menghilang, namun Agam yakin jika dia tadi tidak sedang berhalusinasi. Hantu Bara benar-benar nyata terlihat olehnya tadi.
"Tidak apa-apa."
Agam menjawab pertanyaan Sairish. Agam tidak memberi tahu Sairish jika dia baru saja melihat hantu barusan. Agam tidak ingin membuatnya takut.
Agam pun melihat jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam. Hari sudah akan malam. Agam dan Sairish harus segera pergi dari sekolah.
Terlebih lagi gosip mengatakan jika hantu Bara sering bergentayangan setiap malam. Jika itu benar, Agam dan Sairish harus segera pergi meninggalkan sekolah. Walaupun itu hanya rumor, Agam tetap harus berjaga-jaga demi keselamatan dirinya dan Sairish. Agam tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Sudah mau malam. Ayo kita pulang, Sairish," ajak Agam kepada Sairish. Keduanya pun meninggalkan danau melati sebelum malam menyapa.
***
Setuju jika Agam dan Sairish pacaran?
Apakah Agam tulus mencintai Sairish?
Apakah Sairish tulus mencintai Agam?
Apa yang terjadi antara Agam dan hantu Bara di masa lalu?
Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya yah. Vote dan komen kalian adalah apresiasi yang sangat dibutuhkan oleh penulis.
See you in next chapter.
Instagram : @sourthensweett
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments