"Tidak seperti biasanya Eve belum turun," kata Andrea sambil makan roti panggang nya, "apa ku bangunkan saja." Beranjak berdiri, namun Amy dengan cepat mendudukkannya kembali.
"Jangan mengganggunya!" tegur Amy.
"Eve pulang larut semalam," jelas Lewis tersenyum.
Andrea mengangguk-angguk paham. Ya, Eve kan sudah bekerja. Pasti kelelahan setelah lembur.
"Cepat habiskan, lalu pergi ke sekolah."
"Iya, iya!"
Setelah mengatar kepergian Andrea di depan pintu, Amy masuk dengan terburu-buru hingga Lewis di ruang tengah yang sedang membaca korannya menggeleng.
Amy berdiri memantau tangga.
"Apa mereka masih tidur?"
"Kenapa tidak kau lihat sendiri."
"Biarkan saja." Akhirnya memilih duduk juga disana. Amy menatap suaminya yang selalu di rumah itu. "Terima kasih."
Lewis menurunkan korannya dengan mengerjit.
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Ya, pasti begitu karena tidak mungkin istrinya tiba-tiba berucap seperti keajaiban begitu.
"Kalau begitu maafkan aku."
Lebih baik minta maaf saja meski tidak tahu kesalahanmu. Terkadang itu akan melindungi kita dari yang sosok yang disebut perempuan.
"Aku serius!" Amy kesal.
Beginilah jika laki-laki suka berburuk sangka!
"Haha ... maaf, Sayang. " Intinya minta maaf saja!
"Berterima kasih untuk apa?" ujar Lewis selembut mungkin.
"Untuk Eve."
"Kenapa dengan Eve?"
"Sudah mencintainya juga. Padahal kau tidak menyukai Rosaria."
Lewis menutup korannya dan menghela nafas pelan.
"Eve hanya seorang anak, tidak ada alasan untuk tidak menyukainya."
-
-
-
Sedangkan seorang gadis di depan meja rias sudah memasang wajah masam yang begitu kentara sehingga seseorang dibelakangnya terus saja tersenyum senang.
Niel yang entah belajar darimana bisa mengepang rambut Eve dengan begitu rapi yang Eve sendiri pun tidak bisa melakukannya.
Wanita mana yang mengajarinya!
"Kau cemburu." Niel terus saja menggodanya dengan berkata cemburu. Pria itu sudah sangat senang karena mendapat emosi langka Eve.
"Tidak, untuk apa cemburu!" ketus Eve.
Wajahmu saja sudah berkata begitu!
"Haha ... kau cemburu, muah muah muah!" Mengecup pipi Eve berkali-kali dengan gemas.
"Hey! Aku tidak!" Mendorong wajah Niel. Menyebalkan sekali.
"Baiklah, kau tidak." Niel tertawa lucu, "tapi rambutmu jadi sangat cantik. Bagaimana jika aku mengepangnya setiap hari."
Eve dengan kesal membuka kepangan rambut Niel.
"Rambutku jadi rusak!"
Niel jadi tertawa lagi. Memang benar gadis ini tidak bisa berbohong. Niel akhirnya melingkarkan tangannya di leher Eve dari belakang. Sesekali Niel mengecup leher dan pundaknya.
"Ayo menikah."
"Kau bercanda?" datar Eve.
"Tidak."
"Kalau begitu bangun atau aku akan memukulmu sekarang."
"Itu kekerasan rumah tangga."
"Kau bukan suamiku." Masih dengan wajah datar.
"Aku suamimu!"
"Bukan."
"Aku suamimu, Evee!"
"Kapan kita menikah?"
"Kemarin." Niel semakin memeluk Eve dengan senyum bahagianya.
Gila.
"Aku membawamu jalan-jalan, membeli semua yang kau mau—"
"Berapa totalnya? Aku ganti sekarang." Ingin berdiri, tapi Niel tetap memeluknya.
"Babee ..."
Lihat, pria itu mulai merengek lagi.
"Asal tahu saja aku berlatih dengan rambut ibuku setiap hari demi mengikat rambutmu. Kau benar-benar tidak berperasaan!"
"Kalau begitu tidak perlu mengikat rambutku."
"Menyebalkan!" Niel melepas pelukannya dan berdiri, "aku tidak mau memelukmu dan menciummu lagi!"
Namun apa respon Eve?
"Baguslah."
Dam*n!
Niel tidak jadi pergi tetapi kembali mendekat pada Eve yang menyisir rambutnya. Gadis itu spontan terkejut karena Niel tiba-tiba sudah mencium seluruh bagian wajahnya hingga menjadi lembab.
"Akan kucium seluruh wajahmu setiap hari!"
Hey!
Eve jadi ingin tertawa sekeras mungkin. Tingkah kekanakan Niel telah menjadi hiburan tersendiri untuknya.
Baiklah, aku akan menjagamu bayi besar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
wkwkwk
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Sandisalbiah
cinta hadir krn terbiasa bersama... dan Niel bisa memberikan Ave rasa nyaman saat bersamanya
2024-05-26
0
dewi
senengnya liat mereka berdua kalo dah begini 🥰
2023-12-12
0
dewi
🤣🤣🤣🤣🤣
2023-12-12
0