Bajingan Tampan

Di sebuah club malam terbesar di Madrid yang menjadi ibu kota Spanyol.

Bruk!

Damn!

"Dia mabuk, Dude. Tahan dirimu." Brian menahan Niel yang hendak mengamuk lagi karena seorang gadis limbung disamping pria itu duduk, bahkan memeluk lengannya sebagai pegangan.

Tidak tahu mengapa gadis itu bisa masuk di ruang khusus mereka ini. Gadis itu seperti wanita kebanyakan. Pakaian yang cukup terbuka dan belahan dada yang rendah.

"Jangan melemparnya! Biar aku pegangi dia." Brian Levon si penakluk wanita tidak akan melewatkan kesempatan emas.

"Jangan sentuh aku, Baji*ngan!" Wanita itu menyentak tangan Brian.

"Mulutnya cukup kasar." Brian mengelus dada, "tapi tidak salah," lanjutnya menurungkan niatnya meraih wanita itu.

Brian tidak sadar jika ucapan wanita itu sedikit menarik perhatian Niel.

"Aku belum pernah melihat gadis ini sebelumnya. Orang baru?"

Gadis itu meracau tidak jelas setelah melepas pegangan tangannya dari Niel, lalu membaringkan tubuhnya asal di sofa club.

"Breng*sek?!" umpat gadis itu tiba-tiba mengejutkan keduanya. Brian mendekat lagi dan menepuk pipi wanita itu.

"Hei, Miss. Dimana rumahmu, biar kami antar."

Gadis itu bangun perlahan dengan memegang kepalanya yang berat. Pandangannya kemudian beralih pada Niel dan mengabaikan Brian.

Brian mulai panik saat gadis itu mendekat lagi pada Niel bahkan mengalungkan tangan di leher Niel.

Biasanya Niel akan langsung menolak jika menyangkut wanita, tapi kali ini pria itu hanya diam memperhatikan. Brian jadi penasaran.

"Kau sangat tampan! Berapa banyak wanita yang kau punya?" Niel masih diam memandang mata sayu. Bibirnya nyaris menyentuh bibir Niel.

"Aku bisa memiliki berapa pun." Seringaian tipis terbit di bibirnya.

Terkejut. Jawaban Niel membuat Brian melotot kaget. Tidak salah, kan? Niel baru saja meladeninya?!

"Baji*ngan tampan! Aku benci pria tampan sepertimu."

"Oh iya? Kalau begitu ingat baik-baik wajahku," bisik Niel.

Adegan selanjutnya sukses membuat Brian menyemburkan vodka nya. Pria itu melongo tak percaya melihat adu bibir yang cukup panas antara keduanya. Bahkan baru kali ini ia melihat Niel yang nampak bernafsu pada seseorang.

"****!" umpatnya. Jika tidak keluar sekarang, dipastikan ia akan melihat hal yang lebih panas lagi.

"Nikmati malam mu, Dude." Brian beranjak pergi.

Niel melu*mat bibir cantik gadis itu dengan rakus. Keduanya berpangutan intens saling membalas dan memainkan lidah, saling menyesap liar.

Gadis itu tanpa perasaan mendorongnya tiba-tiba setelah melepas pangutan mereka. Damn it! Gadis ini berhasil membuat libidonya bangkit.

"Eve!" Terdengar teriakan cukup keras diluar sana.

Gadis itu dengan sisa kesadarannya berdiri. "Lucia, i'm here." Berjalan tertatih-tatih keluar ruangan, meninggalkan Niel begitu saja.

Pria itu menatap kepergiannya dengan tajam. Setelah menghilang, barulah Niel mengacak rambutnya gusar.

"****!"

Ia bangun dan mengawasi langkah gadis yang mulai menjauh itu.

Eve. Namanya Eve! Temannya yang dipanggil Lucia itu mendekat sambil merangkulnya keluar.

-

-

-

-

"Sudah kubilang jangan jauh-jauh dariku. Aku tidak bisa menjamin aman jika kau mabuk!" gerutu Lucia sambil menyetir mobilnya.

"Aku tidak mau mengantarmu pulang malam ini, jadi tidur saja di apartemenku." Lucia tidak tertarik mendengar omelan Amy juga.

"Aku membencimu, Lucio!" bentak Eve dengan mata terpejam.

"Ya! Aku tahu kau benci dia. Aku juga membencinya sekarang," ujar Lucia meladeni.

"Aku benci pria tampan!"

"Hm, mereka baj*ngan," sahut Lucia lagi.

"Bajingan tampan? Bibirnya manis. Aku ingin memakannya lagi." Eve tersenyum tidak jelas.

Lucia terperangah di kursi kemudinya.

"Kau bilang apa?"

Ia tak salah dengar, kan?!

"Lucia, aku bertemu bajingan tampan. Dia bilang punya banyak wanita. Brengs*ek!" umpatnya sambil menyandarkan kepala di bahu Lucia yang menyetir. Sudah berapa banyak Eve mengumpat hari ini? Lucia menghela nafas pasrah dan menghentikan mobilnya sebentar.

"Jangan pernah pergi ke club sendirian, Eve. Dengarkan aku ya?" Merengkuh kedua pipi Eve lalu mengecupnya sekilas. Lucia kembali menjalankan mobilnya.

Evelyn Lavelle. Tidak tahu bagaimana Lucia menjelaskan karakternya. Yang jelas berbanding terbalik saat gadis itu mabuk!

Hari ini adalah putus cinta pertamanya. Anggap saja begitu, meski kenyataannya tidak. Itu sebabnya Eve ada di Madrid hari ini setelah menetap cukup lama di Barcelona. Ya masih satu negara meski berbeda kota.

Sebut saja Eve wanita perfeksionis dan independent yang menjadikan Kantor seperti rumahnya. Meski memiliki kekasih, gadis itu masih terlihat seperti wanita single. Mungkin itu sebabnya Eve menemukan kekasihnya berselingkuh hari ini dan sialnya adalah kakak Lucia sendiri.

Padahal Lucia sudah berharap hubungan kali ini berhasil. Menyesal dirinya sudah memperkenalkan Lucio pada keluarga Lavelle. Akan menyenangkan kan jika dirinya dan Eve menjadi keluarga sungguhan.

Menyebalkan bukan? Sulit harus berpihak pada siapa. Namun jika harus memilih, tentu saja ia memilih Eve, haha.

-

-

-

Lucia memberi Eve obat pengar karena gadis itu terburu-buru untuk pulang. Rupanya mereka kembali dari club pukul enam pagi. Karena cuaca yang sedikit buruk dan mendung, Lucia salah memperkirakan waktu.

Setelah membantu minum obat dan menempelkan koyo untuk meredakan pusing, Lucia juga membantunya membawa koper menuju mobil Eve.

"Kau bisa membawa mobil, kan?"

"Aku mabuk, bukan lumpuh!"

"Berhati-hatilah, Eve. Jangan mengebut!"

"Hm."

"Jangan berhenti ke tempat lain!"

"Hm."

"Lupakan, biar aku antar!"

"Diam di tempatmu, Lucia." Dengan nada peringatan.

"Berhati-hatilah, Eve." Lucia menggigit jari telunjuknya cemas.

"Jangan bertingkah seolah ini pertama kali." Eve memutar bola mata jengah, kemudian mulai menyalakan mesin mobilnya.

"Eve, jangan berhenti meski ada yang meminta bantuan! Bagaimana jika itu penjahat," teriaknya.

"Hm."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ho.. Lucia sabar Ave.. tp Lucio si mantan breng**k

2024-05-25

0

dewi

dewi

ternyata Niel dah pernah bertemu sebelumnya.... pantas saja langsung memilih dia....

2023-12-10

0

dewi

dewi

Lucio
Lucia
org berbeda kan ..

2023-12-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!