Cristina

"Jadi kau berkencan lagi?"

"Anggap saja begitu."

"Ibumu memang tidak mudah menyerah." Lucia berdecak kagum.

"Biarkan saja, ini yang terakhir," ucap Eve acuh.

Lucia mengangguk dengan bertopang dagu sambil memperhatikan Eve yang tidak mengalihkan pandangan dari laptop.

"Kau tahu Lucio sangat penasaran mengenai kau dan Niel. Dia kesal bagaimana mungkin kau secepat itu memiliki pengganti, jadi ku beritahu saja sekalian jika dia hanya salah satu pilihan Any." Lucia tertawa, "kakakku yang malang. Dia gagal menaklukkan si dingin Eve."

Dasar aneh, pikir Eve.

Lucia terlalu aneh untuk seorang adik. Eve tidak akan percaya jika wajah mereka tidak mirip. Setidaknya wajah itu masih menunjukkan identitas mereka sebagai saudara kembar.

"Saham apa lagi kali ini?" tanya Lucia mendekati duduknya pada Eve.

"Perusahan otomotif."

"Tidak heran kau tidak memilih duduk di kursi manapun. Asetmu sudah sangat banyak!" Lucia terdiam sebentar, "kudengar kau dapat saham lagi dari Andrew," sedikit berbisik di bagian akhir.

Eve menoleh. "Pekerjaanmu menguping orang?"

"Hehe... Aku tidak sengaja dengar." Lucia menampakkan giginya, "aku kan sekretaris Andrew," cicitnya pelan.

Eve menatapnya datar. "Jika kau suka segera katakan. Ibunya baik," kata Eve seandanya.

"Kenapa jadi membahasnya!"

"Kau ingin membahasnya, kan?" Makanya meminta bertemu. Eve sudah tahu itu.

Lucia sudah tergila-gila pada Andrew hingga Eve harus membantunya agar semakin dekat dengan pria pujaannya. Menjadi sekretaris Andrew pun tak jauh dari campur tangan Eve. Namun Lucia tidak pernah berani mengungkapkannya.

"Kau tahu saja!" Lucia tersenyum malu.

"Cih!" Eve jengah.

"Aku hanya mengenal keluarga Lavella itupun keluargamu. Aku tidak tahu bagaimana keluarga Lavelle yang lain." Lucia menunduk.

"Sudah kubilang ibunya baik."

"Itukan padamu! Kau keponakannya. Suaminya dan ayahmu bersaudara dan kau juga Lavelle!"

Kening Eve mengkerut. Haruskah dijelaskan sedetail itu?

"Kalau begitu berhenti mengeluh! Aku tidak suka orang seperti itu. Kau bahkan belum mencobanya," gerutu Eve kesal.

"Kau tidak memberi solusi!"

What?! Yang benar saja!

"Pikirkan sendiri!" Eve kembali fokus pada laptopnya.

"Oh my Andrew ..." Lucia berubah lesu.

Gila! Eve memutar bola mata malas.

"Bagaimana jika Mr. Lavelle menjodohkannya dengan wanita lain." Semakin lesu saja Lucia.

"Berhenti menduga-duga," ujar Eve pelan.

"Sir. Felipe itu terlihat menyeramkan. Aku jarang melihatnya bicara saat di kantor." Lucia mengangkat kepalanya, "bagaimana dengannya, Eve?"

Eve menutup laptopnya dan memasukkannya kedalam tas.

"Jika kalian saling mencintai, tidak peduli bagaimana pendapat Felipe," jawab Eve.

Lucia berdecak, "setidaknya aku harus tahu seperti apa ayahnya itu."

"Kalau begitu nilai lah sendiri karena aku pun tidak menyukainya."

"Benar juga." Lucia mengangguk, "meski aneh kau tidak menyukainya," gumamnya pelan agar tidak terdengar.

Tak lama Lucia berubah waspada saat melihat Eve yang mengamati sekeliling dengan tangan terlipat di dada.

"Kenapa kau memperhatikan restoranku?"

"Sudah berapa lama kau mendirikannya?" Eve cukup lama berada di Barcelona, jadi tidak banyak tahu mengenai perkembangan Madrid kecuali tempat yang biasa dikunjungi jika berlibur.

"Kenapa? Aku tidak akan menjualnya padamu!" tolak Lucia dengan tegas.

"Aku hanya bertanya."

"Pertanyaanmu itu berbahaya!"

"Aku suka tempat ini."

"No!"

Lucia sudah tahu kebiasaan Eve. Mengumpulkan uang dan aset sudah menjadi kebiasaan Eve selama ia mengenalnya. Tempat atau apapun yang menguntungkan tidak akan di sia-siakan olehnya.

"Tidak seru."

Tidak seru katanya?! Ya lebih baik begitu. Lucia nyaris gila.

"Lucia."

"Apa?" Lucia menjawab malas.

"Apa Andrew pernah mengatakan sesuatu tentangku?"

"Hm?" Lucia memasang raut bingung. Selain uang, Eve tidak tertarik dengan hal termasuk tentang dirinya sendiri dari orang lain. Tapi pertanyaannya sekarang—

"Tidak perlu dijawab!" ketus Eve.

Cepat sekali moodnya berubah.

"Tidak pernah!" jawab Lucia, "hanya bertanya kau dimana, sedang apa dan bersama siapa, apa kau berganti kekasih lagi dan banyak lagi." Mengedikkan bahu.

"Ck! Pertanyaan apa itu."

"Itu bagus, bit*ch! Aku saja tidak pernah diperhatikan begitu." Lucia memasang wajah cemberut, "jika tidak ingat kalian sepupu, aku pasti sudah cemburu denganmu."

"Tidak masuk akal."

"Akhh terserah! Liat saja nanti. Aku akan menunggu kau jatuh cinta pada Nathaniel. Lalu kau akan tahu rasanya cemburu!"

"Berdoa saja," datar Eve acuh.

"Tapi aku merasa kali ini akan berhasil," ujar Lucia yakin.

Lucia mendekat lagi pada Eve dan memegang tangannya.

"Eve, kau beruntung bisa disukai oleh Niel! Bohong jika kau tidak mengenal pria itu, kan? Dia bintangnya Madrid, Eve! Asal kau tahu aku nyaris jantungan saat tahu pria itu ada di rumahmu!"

Hm, Eve sudah dengar itu, tapi perasaan tidak bisa dipaksa. Alasan Niel menolak semua wanita itu karena OCD yang di deritanya, jika tidak sudah pasti pria itu akan menjadi salah satu baji*ngan tampan.

"Evelyn?" Keduanya serentak menoleh.

"Cristina."

"Oh God! Senang bertemu denganmu, Eve. Boleh aku duduk disini?"

"Sure."

Sedangkan Lucia terpaku di tempatnya. Apa ini? Ia satu meja dengan calon mertuanya? Anggap saja begitu! By the way dia ibunya Andrew.

"Kau Lucia, kan? Aku dengar dari Andrew kau selalu bersama Eve." Cristina tersenyum hangat.

Lucia mengangguk cepat. "Benar, Mrs Lavelle. Sebenarnya aku juga sekretarisnya." Tersenyum malu.

"Really? Aku tidak tahu karena Andrew tidak pernah cerita." Wajahnya agak menyesal.

"No, it's okay, Mrs! Santai saja, haha." Lucia tertawa paksa.

Cristina beralih pada Eve yang mengamati mereka diam. Ia meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya.

"Datanglah kerumah. Aku akan memasak makanan kesukaanmu." Tatap Cristina penuh harap. Ia tahu banyak tentang Eve dari Amy.

"Mungkin lain kali." Melepas pegangan Cristina perlahan. Kebetulan sekali bertemu wanita paruh baya ini disini. Berdasarkan apa yang pernah didengar, Cristina tidak suka keluar rumah kecuali ada hal penting.

Keduanya tidak begitu dekat, namun Cristina yang notabene nya seorang ibu secara alami bertingkah lembut setiap kali bertemu.

"Kenapa? Kau takut pada Felipe?" Cristina menatap sendu.

Eve terkekeh pelan, "untuk apa aku takut padanya?"

"Syukurlah." Cristina lega.

"Kalau begitu mampirlah jika ada waktu. Kau boleh membawa Lucia. Kau mau kan, Lucia?"

Lucia yang ditanya langsung tersentak. "Of course! Jangan khawatir, Mrs."

"Panggil saja Cristina," senyumnya.

"Well, Cristina! Jangan khawatir."

"Thank you." Menyentuh tangan Lucia, "aku titip Eve padamu." Lucia hanya tersenyum.

"Kalau begitu aku pergi dulu." Beranjak bangun, "aku menyayangimu, Eve. Aku menunggumu." Sekali lagi menyentuh tangan Eve.

"Sampai jumpa." Eve mengangguk.

Keduanya menatap Cristina yang sudah menjauh. Lucia segera mendekati Eve kembali.

"Astaga, aku melihatnya langsung!"

"Lalu?"

"Dia sangat bertolak belakang dengan anak dan suaminya."

"Iya."

"Apa kau menyadari tatapannya?"

"Kenapa?"

"Kau yakin dia bibimu, bukannya ibumu?" celetuknya asal. Pasalnya sikap Cristina sangat aneh, tapi saat menyadari tatapan tajam Eve, Lucia menjadi gugup.

"Aku hanya bercanda!"

"Dia bukan ibuku," dingin Eve.

"Haha ... Aku bilang kan bercanda, Eve. Aku akan ambil makanan baru untuk kita lagi." Segera beranjak pergi.

Sekarang sikap Eve yang aneh! Sekarang ia penasaran hubungan mengenai hubungan Eve dan keluarga utama Lavelle. Sejak dulu sahabatnya itu selalu menghindari keluarga tersebut, namun Lucia tak menganggap pusing hal itu karena sikap Eve yang memang dingin bahkan pada anggota keluarganya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ada teka teki tentang masa lalu Ave yg belum terkuak.. mungkin ini juga yg bersangkutan dgn rasa traumanya terhadap sebuah hubungan dgn lawan jenis..

2024-05-26

0

dewi

dewi

jgn2 iya... 🤔🤔🤔

2023-12-11

0

dewi

dewi

Lucia kesenengan ini....

2023-12-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!