Eve membiarkan wajahnya tertepa angin dengan membuka jendela mobilnya. Ia menompang dagu dengan tangan di jendela tersebut hingga rambutnya sedikit berterbangan.
"Jangan terlalu lama, Eve. Kau bisa masuk angin." Niel menarik tudung mantel Eve agar gadis itu memasukkan kepalanya lagi.
"Heyy!"
Niel terkekeh di tempatnya. Sudah hampir malam saat gadis itu belum ingin pulang kerumah. Eve juga menolak untuk ke mansion George, jadilah malam ini hanya Niel membawanya berkeliling.
"Kau seharusnya pulang saja, tidak perlu mengikutiku!" gerutu Eve.
"Dan membiarkanmu mabuk di club."
"Aku tidak kesana!"
"Siapa yang tahu yang menyelinap diam-diam lagi. Kau sering melakukannya setelah aku pergi, kan."
Tunggu— apa katanya? Eve terkejut dari kursinya.
Niel tersenyum khas, lalu Tak! Eve spontan menyentuh keningnya.
"Kau pikir aku bodoh? Sudah berapa kali kau menipuku."
Niel tidak pernah benar-benar pergi setelah mengantar Eve pulang. Biasanya ia akan memarkirkan mobilnya cukup jauh dari gerbang atau memastikan lampu kamar Eve tetap menyala mengingat gadis itu tidak bisa tidur tanpa lampu.
"Astaga, Niel. Untuk apa kau harus menyiakan waktumu untuk menungguku!" bentak Eve, "waktu istirahatmu tidak banyak. Kau punya banyak jadwal pekerjaan!"
Lagi-lagi Niel hanya tersenyum. Memangnya kenapa jika waktunya sedikit? Meski semenit, Niel tetap akan memastikan mengenai gadisnya.
"Kalau begitu jangan melakukan sesuatu yang membuang waktuku," datar Niel santai.
"Benar-benar!" Eve memalingkan wajah kesal.
"Apa sebaiknya kita makan?" Eve tidak menjawab. Gadis itu pasti merajuk.
"Ayo pulang."
"Hm?"
"Aku bilang pulang saja!" Eve kesal.
Niel menghela nafas kasar, kemudian menepikan mobilnya.
Cup! Mendaratkan satu kecupan singkat di bibir Eve.
"Mau ke El Ratio Park?" bujuk Niel.
"Tidak!"
"Palacio de Cristal?"
"Tidak."
"Real Jardín Botánico?"
"Tidak!"
Hampir semua tempat indah di madrid sudah Niel sebutkan, tapi gadis itu tetap mengatakan tidak dengan ketus dan bibir cemberut.
"Kubilang aku mau pulang, Niel—"
"Bagaimana dengan Mercado de San Miguel?"
Kali ini Eve tidak langsung menjawab tidak, namun tampak terdiam. Niel tersenyum karena merasa mendapatkan jawaban. Ya, tidak perlu ditanyakan lagi. Niel cukup peka!
"Kau serius?" tanya Eve memalingkan wajah malu. Bukannya Niel tidak suka tempat umum, apalagi tempat itu sejenis pasar tradisional namun menyediakan banyak makanan seperti cemilan, makanan berat, aneka roti, daging, sosis, sayur, buah, kue, semua ada di sini termasuk seafood dan makanan mentah.
Niel terkekeh melihat tingkah jual mahal Eve. Pria itu maju dari tempatnya dan kembali memberikan tiga kecupan singkat di pipi Eve dan menggigitnya gemas. Eve berdehem canggung.
"Ambil apa saja yang kau mau. Isi perutmu sebanyak mungkin!"
Gadis pecinta makanan ini tidak akan menolak, kan?
"Baiklah," cicitnya.
Kenapa gadis ini sangat manis? Ah Niel jadi ingin memakannya sekarang.
"Supir ini butuh bayaran." Niel memajukan wajahnya dengan senyum khas andalannya.
Eve tanpa berpikir langsung mencium singkat bibir dan pipi Niel. Dirinya hampir terbiasa menerima semua perlakukan Niel yang seperti itu hingga tidak terkejut lagi.
"Sudah!"
"Laksanakan, Tuan putri!" Sekali lagi Niel mencium bagian kening Eve cukup lama, kemudian melajukan mobilnya menuju Mercado de San Miguel.
Eve menatap Niel dengan pandangan tak terbaca. Semua perlakuan pria ini, apakah tidak akan menyakiti dirinya sendiri di kemudian hari. Bisakah ia membalas perasaan Niel?
Eve memejamkan mata dan bersandar di kursi penumpang, mencoba mencari atau merasakan bagian terdalam dalam hatinya.
Kosong. Ia tak menemukan apapun.
Lucia dan Lewis mengatakan jika perasaan tumbuh begitu saja. Saat kita memilikinya, tidak ada alasan mengapa kita menyukainya. Namun pikirannya sekarang berbeda dengan hatinya.
Dalam pikirannya, ia mulai menyukai pria itu. Ia lembut meski otoriter. Eve belum merasakan perasaan seperti ini pada para mantan kekasihnya dulu. Namun Eve memiliki alasan mengapa ia menyukai Niel, bukankah itu artinya bukan termasuk cinta, melainkan hanya rasa kagum?
Orang bilang saat rasa kagum itu hilang, maka rasa suka itupun juga akan lenyap. Itu sebabnya hal tersebut bukanlah cinta.
Apa seperti ini perasaannya pada Niel?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 55 Episodes
Comments
Sandisalbiah
org tua yg egois melakukan kesalahan tp ank yg jd korban dan harus menimbulkan rasa trauma di sepanjang hidupnya...
2024-05-26
1
Vlink Bataragunadi 👑
masih abu2 ya eve.....
2023-05-03
1
Vlink Bataragunadi 👑
aku pernah dlm posisi ini, takut jatuh cinta krn takut sakit hati....
2023-05-03
2