"Galang?" Shabita mendongakkan kepala menatap Galang yang berdiri dibelakangnya.
"Apa-apaan kalian ini?" ujar Galang dingin.
"Galang, liat nih seragam aku kotor gara-gara si anak pindahan!" rengek Tiara manja, mencebikkan bibirnya.
"Sebagai ketua OSIS, gue gak mau ada keributan apalagi sampe ada aksi kekerasan." tegas Galang.
"Tapi dia duluan yang nabrak aku!" Tiara menunjuk Shabita.
"Aku gak sengaja!" sahut Shabita.
"Gue gak mau tau, pokoknya jangan ada lagi keributan disini. Sekarang kalian semua bubar!" titah Galang, matanya mengedar pada setiap orang yang ada disana.
"Oh iya, kalo ada yang merasa merekam kejadian ini, segera hapus. Jika ada yang berani nyebarin videonya, gue laporin ke guru." tegas Galang lagi.
"Huuuuuuuuuhhhh!" sorak beberapa murid.
Shabita menyelimuti tubuhnya dengan seragam Galang. Sesekali mata Shabita melirik ke arah Galang yang sekarang berdiri disampingnya.
"Kalian juga bubar!" tambah Galang lagi pada gengnya Tiara.
"Iiiihh Galang, seragam aku gimana?" rengek Tiara seraya menghentak-hentakan kakinya.
"Ya tinggal ganti, apa susahnya?" jawab Galang cuek.
"Tiara, sekali lagi aku minta maaf ya. Aku beneran gak sengaja!" ujar Shabita.
"Enak aja lu minta maaf, tanggungjawab lah!" Tiara tidak terima.
"Ya udah deh, nih aku bayar aja biar kamu bisa beli seragam baru!" Shabita mengeluarkan uang seratus ribu dari saku roknya.
Tiara melotot tajam menatap Shabita.
"Lu pikir gue gak mampu beli seragam, Hah?" Tiara menepis tangan Shabita yang menyodorkan uang.
"Udah Tiara, lebih baik kalian bubar!" lama-lama Galang jengah juga dengan perdebatan Tiara dan Shabita padahal cuma masalah sepele.
"Abit, yuks kita pergi aja!" ajak Hanin. Shabita mengangguk.
"Ini ya uangnya!" Shabita menyimpan paksa uang tersebut pada telapak tangannya Tiara lantas pergi bersama Hanin.
"Tunggu! Aku ikut." teriak Rio.
Rio mengekori langkah Hanin dan Shabita.
Tiara meremas uang dari Shabita dengan penuh emosi. Harga dirinya serasa direndahkan oleh Shabita pada tadi niatnya dia yang akan mempermalukan Shabita.
Galang beserta kedua sahabatnya juga meninggalkan Kantin.
"Kurang ajar tuh si anak baru. Pokoknya kita harus ngasih dia pelajaran!" ucap Vanya.
"Berani-beraninya dia deketin Galang dan Rio sekaligus." imbuh Gadis.
"Lu gak boleh kalah sama si anak pindahan itu, Ra." tambah Rachel.
Kompor beledug semua emang mereka itu.Tiara semakin benci dengan Shabita karena terus menerus diprovokasi oleh temannya.
"Dasar cewek genit, awas aja lu!" ancam Tiara.
...****************...
Di toilet, Shabita mengganti seragamnya yang rusak dengan yang baru. Untung Hanin punya stok kemeja seragam di lokernya.
"Kenapa tadi lu gak lawan sih si Tiara dan geng cabenya?" tanya Hanin greget.
Mereka berdua sedang bercermin, memperbaiki penampilan.
"Tadi kan emang salah aku yang nabrak Tiara makanya gak dilawan tapi setelah temannya itu narik seragam ku, jangan harap bisa damai!" Shabita menerbitkan seringai jahilnya.
"Nah ini baru bestie gue. Pokoknya jangan sampe si tuh geng cabe ngebully lu," Hanin menepuk bahu Shabita.
Shabita tergelak.
"Eh, betewe tadi Galang Sweet banget sih pake lepasin seragamnya demi lu!" goda Hanin.
"Dih apaan sih? Itu emang tugas dia sebagai ketua OSIS yang baik buat melindungi murid disini biar gak kena bully." tegas Shabita.
Shabita menganggap kebaikan Galang hanya sebatas itu. Tidak ada dalam pikirannya bahwa Galang bersikap perhatian padanya.
"Ah tapi yang gue liat agak lain ya!" Hanin menaik turunkan alisnya.
"Dah lah, kita ke kelas aja. Gak baik lama-lama di toilet, nanti ada jurig." Shabita tidak menanggapi godaan Hanin.
Lantas kedua gadis cantik itu keluar toilet dan menuju kelas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments