"Maaf maaf, aku gak sengaja!" Shabita berusaha membersihkan seragam orang tersebut dengan tisu.
"Gak usah pegang-pegang gue!" tangan Shabita ditepis kasar oleh Tiara.
"Maaf Tiara, aku gak sengaja. Beneran deh." Shabita memberi tanda peace.
"Gak sengaja mata ku buta. Jelas-jelas lu udah nabrak gue." teriak Tiara sambil bertolak pinggang. Wajahnya begitu emosi.
"Iya sekali lagi aku minta maaf. Sini seragamnya biar aku bersihin." Shabita merasa bersalah.
"Terus kalo seragam ini lu ambil, gue harus telanjang gitu?" tanya Tiara dengan wajah judesnya.
Perdebatan antara Shabita dan Tiara saat ini begitu menarik perhatian para siswa di kantin, bahkan ada yang sampai memvideo.
"Hmm, gak gitu juga." bingung Shabita.
"Tiara, maaf yeee kita gak sengaja nabrak lu, lagian lu nya sendiri sih ngalangin jalan aja." sahut Hanin.
Sedari dulu Hanin kurang suka dengan Tiara. entahlah bagi Hanin, Tiara adalah seorang gadis yang munafik.
"Diem lu, gue gak ada urusan sama lu!" bentak Tiara pada Hanin.
"Biasa aja dong, gak usah nyolot. Gue colok juga lu!" balas Hanin membentak juga.
"Udah Hanin, ini emang salah aku." lerai Shabita.
"Iya emang ini salah lu, dan lu harus tanggung jawab. Seragam gue jadi kotor begini." Tiara mengibas-ngibas seragamnya.
Tahu sendiri kan gimana jus buah naga? udah pasti merah, apalagi terkena seragam putih.
Masih untung yang kena cuma kemejanya saja tidak sampai rok.
"Tiara, ada apa?" tanya Gadis, sahabat Tiara. Selain Gadis, ada juga Rachel dan Vanya. Mereka bertiga adalah anggota Cheerleaders SMA Samudera. Dari segi wajah mereka memang cantik tapi perangai mereka yang kurang baik.
"Ini loh, si anak pindahan nabrak badan gue sampai ketumpahan buah naga begini." Tiara menunjuk seragamnya.
"Wah wah berani-beraninya ya lu!" Vanya hendak melayangkan tangannya. Gerakan Vanya tentu saja terbaca oleh Shabita yang notabene jago beladiri, lantas menangkisnya.
"Gak usah main kasar juga!" Shabita menghempaskan tangan Vanya.
Wajah Vanya begitu kesal, begitu pun dengan yang lain.
Rachel tampak berbisik pada Tiara, senyum jahat Tiara muncul. Setelahnya Tiara bersidakep dada.
"Sebagai tanda tanggungjawab lu, sekarang lu lepas seragam lu terus lu harus bersihin juga seragam gue!" pinta Tiara angkuh.
"Oke, aku setuju!" jawab Shabita.
"Tapi lu harus buka seragamnya disini!" Tiara menarik sebelah bibirnya.
Shabita sudah ceroboh disini, maen setuju aja.
"Gak gitu juga kali, aku ganti ditoilet lah. Masa iya disini?"
"Gak bisa. Lu harus buka seragamnya disini!" Tiara menunjuk Shabita.
"Ayo buka!" titah Gadis.
"Gila ya lu pada. Udah Abit, kita tinggalin aja!" Hanin ikut kesal dengan ide gila Tiara.
"Yeeey, temen lu ini udah setuju itu artinya dia harus buka seragamnya disini." sahut Tiara angkuh, dirinya serasa diatas angin.
"Ayo buruan buka!" bentak Vanya.
"Ya enggak disini juga. Aku mau buka ditoilet aja." tolak Shabita.
"Alah, lama ya lu. Banyak omong!" sahut Rachel.
Srek!
Vanya menarik paksa seragam Shabita hingga dua kancing kemejanya terbuka.
"Ih kalian apaan sih!" Shabita memegang bagian kancingnya yang terbuka.
"Heh lu stres ya!" Hanin menarik rambut Vanya.
Tindakan Hanin akan dibalas namun sebuah tangan menahan tangan Vanya lantas menepisnya.
"Kamu gak papa?" Rio kini bertanya pada Shabita yang. Tanpa menunggu jawaban Rio berinisiatif untuk melepas kemejanya. Baru dua kancing yang dibukanya, tubuh Shabita sudah diselimuti oleh kemeja lain dari arah belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments