"Serius itu motor yang tadi nyerempet lu?" tanya Hanin.
"Iya itu. Aku inget banget, tuh liat ada stikernya!" mereka berdua memicingkan mata untuk melihat sticker yang terpenting di motor.
"Kamu tau itu motor siapa?" tanya Shabita.
"Itu motor Galang." jawab Hanin.
"Galang?" Shabita mengerutkan dahinya. Nama yang disebut tampak tidak asing.
"Iya itu punya Galang. Dia itu ketua OSIS disini, sekelas juga sama kita." jelas Hanin.
"Demi apa? Serius dia sekelas sama kita?"
"Ya kali gue bohong." sahut Hanin.
Shabita mengepalkan tangannya. Oke, sekarang dia tahu siapa cowok resek yang sudah nyerempet tapi tidak mau minta maaf, malah kabur.
"Noh, dia orangnya!" Hanin menunjuk pada salah satu meja kantin.
"Yang mana?" Shabita masih bingung yang mana orangnya.
"Itu noh, di meja nomor 8 yang duduknya ditengah!" Hanin menunjuk lagi meja Galang serta temannya.
"Oh jadi dia?!" tanpa menunggu lagi Shabita langsung menghampiri meja Galang.
Brakkk!
Shabita menggebrak meja Galang.
"What the hell! Apa-apaan ini?" sungut Galang karena bajunya terkena tumpahan minuman saking kencangnya Shabita menggebrak meja.
BtW, Shabita juga jago bela diri. Pemegang sabuk hitam karate. Wajar saja tenaganya kuat.
"Kamu kan yang tadi pagi nyerempet aku?" tunjuk Shabita tepat di depan wajah tampan Galang.
Galang dibuat geram juga karena sikap Shabita.
"Kalo iya kenapa?" tantang Galang.
"Dasar resek, bukannya minta maaf malah kabur gitu aja." ucap Shabita.
Perdebatan keduanya menarik atensi murid lain yang ada di kantin. Hanin buru-buru menenangkan Shabita.
"Sabar, Abit!" Hanin mengelus punggung Shabita.
"Terus mau lu apa?" tantang Galang lagi.
"Ya kamu harus minta maaf lah, udah salah nyolot lagi?!"
"Lang, udah lu minta maaf aja biar perkara selesai. Malu banyak yang liat!" nasehat Amir.
Galang menarik napas perlahan.
"Oke, gue minta maaf!" ucap Galang.
"Apa-apaan ini minta maaf kayak gak ikhlas gitu?!" Shabita bersidakep dada.
"Heeehhhh," dengkus Galang kesal.
"Yang ikhlas minta maafnya. Noh liat lutut ku jadi lecet!" Shabita memperlihatkan lututnya yang lecet.
Galang, juga kedua temannya melirik ke arah lutut. Namun tatapan mereka para lelaki malah terfokus pada paha Shabita karena roknya tersingkap sedikit. Shabita menyadari itu.
"Heh liat apa kalian? Macem-macem ya!" Shabita segera membenarkan roknya lalu mengacungkan tinju pada mereka.
"Lagian mau lu apa sih? Tadi gue udah minta maaf, lagian itu bukan sepenuhnya salah gue. Lu nya aja jalan sampe ketengah jalan!" ucap Galang.
"Udah, Abit. Si Galang juga kan udah minta maaf." kata Hanin.
"Ish tapi dia minta maafnya gak ikhlas." sindir Shabita.
"Mau ikhlas atau pun enggak, yang penting udah minta maaf kan?"
"Hmmm oke deh! Aku Maafin kamu." ucap Shabita.
Galang tersenyum tipis.
"Oke sekarang giliran gue." Galang malah tersenyum jahil, tangannya membuka kancing satu per satu baju seragamnya. Mereka semua melotot dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Galang.
"Cuci seragam gue!" Galang melemparkan baju seragamnya tepat ke wajah Shabita.
"Heh apa-apaan ini?" Shabita hendak mengembalikan seragam Galang tapi segera ditepis oleh Galang.
"Seragam gue kotor kena minuman gara-gara lu gebrak ini meja. Sekarang lu cuci sampe bersih, sampe gak ada bedanya sedikit pun. Gue tunggu sampe pulang sekolah!" Galang berlalu setelah memerintah Shabita.
Kedua teman Galang juga Hanin bengong dibuatnya. Baru kali ini mereka menyaksikan Galang seperti itu. Galang tuh tipikel orang yang anti banget barangnya disentuh orang lain kendati kotor atau rusak sekalipun, berbeda sekali dengan keadaan saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Udah ada bibit2 tuh tanpa Gilang sadari,kali ya...😂😜
2024-09-14
0
Qaisaa Nazarudin
😂😂😂 Gemes aku thor dgn Bita..😜😜
2024-09-14
0
Qaisaa Nazarudin
Lagi nambah Point kesukaan aku,Mmg tipe aku banget ni..💪💪💪👏👏👏👏🥰🥰
2024-09-14
0