Ayah Abi menekan agar Abi berusaha mengembalikan kepercayaan Arkan dan Athalia.
“Ayah tidak peduli bagaimana caranya kamu harus bisa membuat Athalia melanjutkan kembali hubungan kalian. Ayah sudah bilang, kamu boleh bermain-main tapi main bersih dan kamu yang harus pegang kendali,” tutur Ayah Abi.
“Jadi, selama ini Ayah juga main-main seperti Abi?”
“Ck, bukan begitu sayang. Ayah paham dengan jiwa muda Abi tapi dia bodoh tidak bisa memegang kendali.”
“Bunda tetap tidak suka dengan cara kamu Abi, mempermainkan wanita seperti itu.”
Abi memutuskan untuk menemui Arkan. Athalia hanya mendengar perintah Arkan, jadi kalau dia sudah mendapatkan kembali kepercayaan Arkan semua akan kembali pada tempatnya.
“Tuan ada Pak Abi di luar, ingin bertemu.” Asisten rumah tangga Arkan menyampaikan kedatangan Abi.
Arkan menghela nafasnya, ternyata Abi masih mempunyai nyali untuk menemuinya setelah kejadian kemarin.
“Usir saja, jangan persilahkan dia masuk. Apalagi sampai bertemu dengan Athalia.”
“Baik, Tuan.”
Arkan meninggalkan ruang keluarga menuju kamarnya karena terganggu dengan kedatangan Abi.
Sore hari, Athalia keluar rumah sekedar mencari suasana baru dengan bertemu Gibran. Keduanya tersenyum saat bertemu.
“Bagaimana rasanya gagal bertunangan?” tanya Gibran.
Athalia mencebik lalu memukul lengan Gibran yang sedang terkekeh.
“Rasanya senang dong. Senang banget malah.” Gibran merangkul bahu Athalia, keduanya bertemu di minimarket tidak jauh dari tempat tinggal wanita itu. Arkan belum mengizinkan Atha pergi, khawatir jika Abi menemuinya.
Cukup melepas rindu dan berbincang, Athalia dan Gibran pun meninggalkan minimarket. Dia tidak ingin egois karena Gibran baru pulang bertugas dan Athalia paham kalau pria itu pasti sangat lelah.
Saat tiba di rumah, Athalia dikejutkan dengan Abi yang memaksa masuk saat mobil yang dikendarai Atha melewati gerbang.
“Sebaiknya kamu pergi atau aku panggil petugas keamanan.”
“Atha, dengar dulu sayang. Semua tidak seperti yang kamu lihat,” bujuk Abi.
“Sayang? Siapa saja yang sudah kamu panggil sayang. Aku tidak tersanjung dengan panggilan itu dari mulut kamu,” pekik Athalia.
“Aku dijebak Atha, tidak begitu ceritanya.” Abi menahan Athalia dengan mencengkram lengan gadis itu.
“Lepaskan!”
“Aku akan lepas, tapi kamu dengarkan dulu penjelasanku.”
“Sebaiknya kamu temui sekretaris sekaligus simpananmu itu, dari awal aku sudah ragu ternyata begini. Untung saja aku tahu di awal, setidaknya tidak terlalu terlambat,” tutur Athalia.
“Athalia, come on. Aku tidak akan seberani itu kalau kita bisa berhubungan normal, bagaimanapun aku pria dewasa.”
“Hei, kamu pikir aku wanita apakah? Jangan salahkan aku dengan hasrat gilamu itu. Pak Ari, usir pria ini jangan sampai dia masuk lagi,” teriak Athalia memanggil penjaga keamanan rumahnya.
“Athalia,” panggil Abi yang sudah dicegah oleh dua orang petugas keamanan.
“Mari Pak, selagi kamu masih dengan cara sopan.”
.
.
“Pak Arkan, ada tamu katanya sudah janji tapi tidak ada di list saya pak,” ungkap sekretaris Arkan lewat interkom.
“Siapa?”
“Pak Abi Moreno.”
Arkan mengumpat dalam hati mendengar nama Abi, pria itu tidak tahu malu setelah ditolak di rumah bahkan berani mencegat Athalia dan sekarang datang menemui Arkan di perusahaan.
“Biarkan dia masuk.”
Arkan menuju sofa dan duduk di sofa tunggal, menunggu kedatangan pria yang hampir saja membuat masa depan putrinya suram.
“Siang Om,” sapa Abi.
“Hm, duduklah.”
Abi terlihat lega karena Arkan mengizinkannya bertemu bahkan pria itu tidak terlihat emosi.
“Ada apa?”
“Tolong pertimbangkan kembali rencana pertunangan saya dan Athalia. Saya sedang mencari tahu dalang pembuat video dan yang meretas sistem panitia acara.”
“Untuk apa?” tanya Arkan.
“Untuk membuktikan kalau saya tidak bersalah, saya dijebak.”
Arkan tertawa mendengar ucapan Abi.
“Dijebak? Bagian mana yang dijebak? Saat kamu bersetu buh dengan sekretarismu atau dengan wanita di kelab malam. Ekspresimu tidak terlihat sedang dijebak tapi menikmati dan aku bisa pastikan itu bukan pertama kali. Jelas kamu pria brengsekk, tidak mungkin aku memutuskan melanjutkan pertunangan kamu dengan Athalia. Itu sama saja aku memberikan mimpi buruk untuk putriku.”
“Pergilah! Kami tetap dengan pendirian kami. Lebih baik kamu nikahi saja sekretarismu.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
betul ... setuju dengan usulan pak Arkan ..
rapat selesai ..
silakan ditutup ...
Abi .. kamu tau pintu keluar kan ?
🤣🤣🤣🤣🤣
2024-01-20
0
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
kek gini nih ortu ngeyel gak punya malu ..
2024-01-20
0
Sri Darmayanti
baik Tuan Arkan
top bgt
2024-01-13
0