MLD - Bab 17

Acara pertunangan Abi dan Athalia digelar, pembawa acara sudah memanggil Athalia yang kemudian hadir memeluk lengan Arkan. Para tamu undangan bertepuk tangan, pasangan itu sudah berada di tengah acara.

Gibran menyaksikan sambil tersenyum sinis dengan tangan memegang gelas berisi wine. Meja tempatnya berada cukup strategis menyaksikan pasangan itu. sempat menatap sekeliling dan menyadari kalau yang hadir adalah orang-orang penting, para pengusaha dan pandangannya terpusat pada seseorang.

“Untuk apa dia ada di sini juga,” gumam Gibran sambil mengernyitkan dahinya.

Dia melihat ada Selly di sana, wanita lain di hati Abi. dengan tidak tahu malu ikut hadir di tengah acara, dengan penampilan cetar seperti tidak ada perasaan bersalah atau sedih padahal prianya akan bertunangan dengan wanita lain.

“Tapi baguslah, dia bisa ikut melihat hadiah persembahanku.”

Pembawa acara sempat menanyakan bagaimana perasaan pasangan itu saat ini. Athalia hanya tersenyum, sedangkan Abi bicara agak banyak walaupun basa basi. Yang mengesalkan adalah pandangannya mengarah pada Selly dan Gibran menyadari itu.

Selly mengacungkan gelasnya sambil tersenyum. Gibran berdecak pelan melihat interaksi kedua orang bodoh itu.

Gibran menghubungi seseorang.

“Pastikan berjalan sesuai rencana, hadiah ini spesial  untuk pasangan di depan dan jangan meninggalkan jejak,” titah Gibran melalui sambungan telepon.

Panggilan berakhir, Gibran dan para undangan kembali fokus pada acara. Di mana akan diputar video perjalanan hubungan Abi dan Athalia. Pria itu sempat tersenyum ketika awal video diputar ada foto Athalia saat masih SMA, terlihat lucu dan menggemaskan dengan rambut dikuncir ekor kuda dan mengenakan bandana.

“Aku harus abadikan ini, dia pasti malu saat aku bahas nanti,” gumam Gibran.

Berlanjut pada penggalan video di mana dua keluarga tersebut sedang berlibur bersama, termasuk juga saat Athalia wisuda dan Abi ikut hadir serta ada dalam foto bersama.

“Wah, ternyata memang kalian dekat sudah cukup lama ya,” seru pembawa acara.

Video berlanjut pada foto Athalia pengambilan sumpah profesi dan berjas dokter, kegiatan Abi dan berikutnya lagu dalam video berakhir dan menunjukkan adegan tidak pantas yang terjadi di sebuah ruangan, walaupun sudah di blur untuk area tertentu tapi bisa dipastikan kalau pelaku adegan itu adalah Abi dan sekretarisnya.

“Pufff.” Gibran terkekeh mendengar para undangan berbisik.

“Hei, apa ini,” teriak Abi.

Athalia mengepalkan kedua tangannya terus menyaksikan kelanjutan adegan tersebut, yang mana berlanjut pada foto Abi di kelab malam memangku seorang wanita dengan tangan memegang gelas. Lagi-lagi dilanjutkan dengan adegan dewasa dalam sebuah ruangan.

“Hentikan,” teriak Abi sambil berlari ke arah panitia.

Video tetap berlangsung, Athalia masih syok dengan apa yang dia lihat lalu berteriak agar panitia menghentikan video tersebut. Arkan yang juga menyaksikan itu mengeraskan rahangnya menahan emosi. Orang Tua Abi menarik nafasnya, membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya.

Abi merebut mic dari pembawa acara. “Apa yang kalian lihat tadi tidak benar. Itu pasti vidio palsu yang ingin menjebakku dan membuat hubungan aku dan Athalia hancur.”

Selly yang juga terkejut menundukkan wajah, khawatir ada yang mengenali wajahnya. Jelas kalau wanita tadi adalah sekretaris Abi dan banyak juga undangan perwakilan dari perusahaan tentu saja mengenal Selly. Walaupun dia sempat kesal karena Abi juga bermain dengan wanita lain, untuk saat ini Selly memutuskan meninggalkan lokasi acara.

Gibran melipat kedua tangannya di dada, setelah melihat Selly meninggalkan ruangan.

“Sepertinya akan semakin seru,” ujar pria itu.

“Menjebakmu bagaimana?” tanya Athalia.

“Video tadi tidak benar, itu bukan aku.” Abi membela diri.

“Wanita itu sekretarismu, aku sudah curiga dengan hubungan kalian dan adegan tadi terjadi di ruang kerjamu ‘kan?” pekik Athalia.

Abi mendekati Athalia, “Percaya aku, Athalia.”

“Aku percaya,” sahut Athalia. “Aku percaya bahkan sangat percaya kalau tokoh itu adalah kamu.”

Para undangan mulai meninggalkan acara, bahkan ada yang mengejek dan berteriak. Bukan hanya Abi, Athalia pun malu termasuk orangtua mereka.

“Jangan begitu Athalia, kita cari tahu dulu siapa yang sudah melakukan ini semua,” ujar Abi sambil menahan lengan Athalia.

“Mencari siapa? Kamu yang melakukan dengan wanita-wanita itu kenapa harus mencari orang lain. Jangan mencari alibi dan kambing hitam.”

“Athalia, tidak begitu. Kamu harus percaya aku.” Abi menahan kedua tangan Athalia.

“Cukup!”

Baik Athalia dan Abi menoleh, Arkan berjalan mendekat. Orangtua Abi pun ikut menghampiri.

“Arkan, kita bicarakan dulu. Pasti ada kesalahan di sini,” ujar Ayah Abi.

“Betul, aku setuju. Ada kesalahan di sini dan kesalahannya adalah aku mempercayakan putriku pada pria yang salah.” Arkan menghempaskan tangan Abi dan meraih tangan putrinya. “Pertunangan mereka batal, tidak ada perjodohan. Tidak usah khawatir, aku masih profesional dengan tidak mengusik urusan bisnis tapi masa depan putriku tidak mungkin aku serahkan padanya,” tunjuk Arkan pada Abi.

“Om, ini salah paham. Aku bisa cari siapa dalang semua ini,” tutur Abi yang berjalan mengikuti Arkan dan Athalia. 

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

lope lope papa Arkan ... tegas .... mantap .... 💙❤️💙❤️💙❤️💙

2024-01-20

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

oh ... ternyata ada toh dgn si Selly dj4l4ng ???
pas kapan nih shooting nya ? 🤣🤣🤣🤣

2024-01-20

0

Risa Risa

Risa Risa

wahhhhh

2023-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!