Athalia menghentikan mobilnya, di parkiran sebuah butik yang sudah di share oleh Abi kemarin. Menatap bangunan di hadapannya, yang saat ini tidak terlalu ramai karena sudah pukul tujuh malam di mana waktu yang tidak biasa untuk orang mengunjungi butik.
“Selamat malam, Nona. Ada yang bisa kami bantu?”
“Malam, saya ….”
“Athalia.”
Gadis itu menoleh karena merasa namanya dipanggil. Ternyata Abi, pria itu juga baru datang bersama … seorang wanita di sampingnya dan wanita itu Selly
“Baru sampai?” tanya Abi.
Athalia tersenyum dan mengangguk pelan. Abi yang sadar dengan tatapan Athalia mengarah pada Selly.
“Ah kamu sudah kenal bukan dengan Selly sekretarisku, kami baru saja menghadiri makan malam bersama klien,” tutur Abi.
“Owh,” ujar Atha.
“Ternyata tunangan Pak Abi cantik sekali,” puji Selly.
“Ayo, kita masuk. Kamu pasti sudah lelah,” ujar Abi sambil merangkul bahu Athalia dan membiarkan Selly berjalan di belakang pasangan itu.
Selly sempat memasang wajah kesal, karena diabaikan dengan Abi. kehadirannya di sana pun bukan seperti yang dikatakan Abi kalau mereka bertemu klien, tapi karena Selly yang tahu Abi akan bertemu Athalia untuk mengurus busana mereka saat pertunangan.
Selly sadar dan sudah sepakat dengan langkah Abi, dia hanya akan menjadi simpanan atau wanita lain tapi dia tetap ingin ada diproses Abi bertunangan sampai dengan menikah nanti.
Dasar bodoh, kamu terlalu polos sampai tidak tahu Abi dan aku sudah bermain di belakangmu, batin Selly.
Athalia ditemani dengan salah satu pramuniaga butik memilih gaun dari banyaknya gaun yang terpajang dan tergantung. Sempat bingung ketika memilih, sedangkan Abi pun sama dia sedang memilih setelan jas tapi di area berbeda dengan Athalia.
“Menurutmu aku cocok pakai yang ini?” tanya Abi dengan setelan di tangannya.
“Kamu lebih cocok tidak pakai apa-apa.” Selly menggoda sambil mengerlingkan matanya dan memeluk tubuh Abi.
Abi terkekeh lalu mencubit hidung wanita itu.
“Jangan memancingku, atau nanti malam kita akan begadang.”
“Siapa takut!”
“Ah jadi berani ya,” ujar Abi. “Kita segera akhiri kegiatan ini lalu ke apartemenmu,” ungkap Abi segera membawa setelan yang sudah dia pilih menuju ruang ganti, bahkan sempat saling memagut bibir dengan Selly.
Sedangkan di area berbeda, Athalia masih belum menemukan gaun yang tepat. Bukan karena gaunnya tidak ada yang cocok menurut Athalia tapi karena dia tidak terlalu antusias dengan apa yang sedang dikerjakan.
“Kalau mau desain baru bisa, tapi perlu waktu karena kami harus proses. Paling cepat dua minggu,” tutur pramuniaga.
“Tidak perlu Mbak, biar saya cek lagi. Sepertinya tadi saya kurang fokus mencari.” Athalia pun kembali memilih dan pandangannya tertuju pada gaun putih yang terlihat lebih menarik daripada yang lain. Senyum terpatri di wajahnya, lalu menunjuk gaun yang dimaksud.
“Silahkan di coba dulu, Nona.”
Athalia keluar dari ruang ganti sudah dengan gaun yang dia pilih.
“Sepertinya sudah pas, tidak perlu ada yang diperbaiki,” ujar Athalia sambil mematut penampilanya di cermin besar.
“Sudah dapat sayang?” tanya Abi yang sudah berada di belakang tubuh Athalia. “kamu cantik sekali,” bisik Abi.
Athalia hanya tersenyum.
“Apa ini cocok dengan setelan yang kamu pilih?” tanya Athalia tanpa menoleh. dia menatap Abi lewat cermin di depannya.
“Cocoklah, kita memang cocok dalam segi apapun. “ Abi mengeluarkan rayuannya. “Besok aku jemput ya, kita makan malam,” ajak pria itu. sama seperti Athalia, dia menatap lewat cermin.
“Hm. Besok aku shift malam.”
Abi menghela nafasnya kemudian merangkul bahu Athalia dan memutar tubuh gadis itu sehingga mereka dalam posisi berhadapan.
“Aku tahu kamu sibuk, tapi tolong sempatkan waktu untuk kita. Aku juga akan atur-atur. Kita akan menikah, sudah sepantasnya kita semakin dekat. Tolong pikirkan itu,” ungkap Abi sambil menatap wajah Athalia.
Gadis itu mengerjapkan matanya lalu mengangguk.
“Baiklah, aku akan atur waktuku.”
Abi balas senyum lalu mengacak rambut Athalia. “Ayo ganti lagi. Aku sudah tidak tahan.”
“Maksudnya?” tanya Athalia dengan mengernyitkan dahi.
“Maksudnya ayo segera pulang, aku tahu kamu sudah lelah.” Abi mengurut dadanya setelah Athalia kembali ke ruang ganti. Untung saja Athalia tidak curiga, dia memang sudah tidak tahan ingin segera menghabiskan malam bersama Selly.
“Mau mampir ke mana dulu atau makan dulu?” tanya Abi ketika dia dan Athalia sudah kembali ke sofa di mana Selly masih menunggu.
“Sepertinya aku ingin langsung pulang,” jawab Athalia.
“Maaf Pak Abi, saya duluan. Taksi sudah menunggu di depan,” ujar Selly.
Abi sempat memberi kode dengan lirikan matanya untuk Selly. “Oke, hati-hati di jalan,”pesan Abi.
Selly juga pamit pada Athalia. Sebenarnya jika dipikir Selly bisa langsung pulang setelah bertemu dengan klien tanpa harus ikut Abi ke butik. Athalia tidak ingin memikirkan hal itu lebih jauh, yang dia tahu Abi memang ingin bersama dengannya. Bahkan menawarkan hubungan yang lebih baik untuk kedepan.
Abi mengantarkan Athalia sampai mobil.
“Hati-hati, sayang!”
Athalia mengangguk lalu melambaikan tangan sebelum kaca mobil diturunkan. Abi menyaksikan mobil yang perlahan menjauh. Setelah memastikan mobil Athalia benar-benar sudah keluar dari area butik, pria itu mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.
“Halo, sayang. Sudah sampai mana?”
“Hm, belum jauh sih.”
“Turun di sana, aku jemput. Kita sama-sama ke apartemenmu.”
“Oke,” jawab Selly di ujung telepon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Lia Kiftia Usman
banyak cara laki2 dan perempuan u selingkuh... bisa tau dari novelton🤦♀️
2024-02-19
0
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
kelakuan menjijikkan ...
emang cucok yaaa ... sama2 sampah 🤮
2024-01-20
0
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
ya Sell .. Atha emang bodoh krn gak tau kelakuan bejat kamu sama Abi ..
tapi kamu yg sebenernya lebih bodoh ... plus murahan. pulak ... krn mau aja cuma jadi simpanan 🤪🤮
2024-01-20
0