MLD - Part 2

Sore itu Athalia sudah selesai dengan tugasnya. Bahkan sudah siap pulang dengan tas menyilang di tubuhnya. Berjalan gontai menuju lobby rumah sakit, karena sudah ada Abi yang datang menjemput.  Tidak mungkin dia kembali menolak setelah beberapa kali mengabaikan Abi dengan alasan sibuk.

“Hai,” sapa Abi saat melihat calon jodohnya lalu mengantongi ponsel yang sejak tadi dia mainkan. Athalia hanya memasang senyum terpaksa.

“Kita mau kemana?”

“Tante Mery baru saja buka restoran baru dan nggak mungkin aku nggak hadir. Kita ke sana ya, sebentar juga nggak masalah,” ujar Abi.

Athalia menghela nafasnya lalu menganggukkan kepala. “Sebentar aja ya, aku lelah, seharian ini di ruang operasi.”

“Oke,” jawab Abi lalu meraih jemari Athalia dan menautkan jemarinya kemudian berjalan meninggalkan rumah sakit. Tanpa keduanya sadari Gibran yang berjalan tergesa karena panggilan mendadak karena ada pasien darurat, harus berhenti melangkah memastikan dia melihat Athalia dan Abi. Bahkan setelan yang dikenakan Abi, sama persis dengan yang pagi tadi dia lihat.

Selama perjalanan, Athalia menatap ke luar jendela mobil tidak terlalu banyak merespon dan berbicara pada Abi. Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Abi berbelok ke sebuah restoran yang memang terlihat masih baru. Banyak karangan bunga dan ucapan selamat atas pembukaan resto tersebut.

“Ayo,” ajak Abi yang melepaskan seat belt

Abi dan Athalia berjalan berdampingan memasuki restoran yang memang sedang ramai dikunjungi. Sepertinya Abi sudah pernah mendatangi restoran itu karena dia tampak familiar dengan kondisi ruangan dan tempat tersebut.

“Kita temui langsung tante Merry.”

Benar saja, orang yang ditemui berada di salah satu ruangan dengan banyak tamu undangan. Sepertinya keluarga besar Abi.

“Tante Mer,” panggil Abi dari belakang tubuh seorang wanita paruh baya.

“Oh, Abi,” jawabnya kemudian menoleh ke arahku. “Dia?”

“Athalia,” jawab gadis itu mengulurkan tangan. Sepertinya Athalia tidak ingin dikenalkan oleh Abi dengan status teman dekat apalagi kekasih oleh pria itu.

“Hai Athalia, selamat datang di restoran Tante yang baru. Enjoy ya, tante harus temui mereka,” tunjuk tante Mery kepada pasangan yang baru datang.

Abi mengajak Athalia menemui beberapa kerabatnya dan gadis itu hanya tersenyum lalu menyebutkan nama saat dikenalkan.

“Aku ke sana ya,” tunjuk Athalia ke arah buffet dari pada menemani Abi yang akan menghampiri kenalannya yang lain.

“Oke, aku ke sini dulu.”

Athalia tidak melihat ke mana arah Abi beranjak, fokusnya hanya menuju  deretan hidangan yang terlihat menggugah selera. Tanpa gadis itu ketahui, Abi ditarik oleh salah seorang wanita menuju ke tempat yang lebih sepi.

“Selly, kamu ….”

“Perempuan itu Athalia ‘kan? Yang katanya akan dijodohkan sama kamu?” tanya Selly pada Abi, Selly adalah sekretaris Abi yang bukan hanya mendampingi di kantor tapi juga menemani malam-malam Abi.

“Iya, tapi kamu nggak usah khawatir karena hanya kamu yang bisa menghangatkan ranjang dan hidupku. Dia … Cuma kerikil hidup kita,” ujar Abi sambil menangkub sisi wajah Selly dengan kedua tangannya.

Tanpa diduga, Selly mendorong tubuh Abi agar menjauh.

“Jangan pegang-pegang, tangan kamu habis pegang dia.”

“Ck, cemburu? Nanti malam juga kita bersama lagi, nggak usah khawatirlah.”

“Halah, giliran butuh ke aku tapi yang dipamerkan perempuan itu,” keluh Selly pada laki-laki yang menjadi kekasih dan sekaligus atasannya bekerja.

Abi terkekeh mendengar keluhan Selly. Kedekatan keduanya belum lama, sebelumnya Abi biasa menghabiskan malam di club bersama teman-temannya. saat Selly jatuh dalam rayuan dan gombalan Abi, tentu saja dimanfaatkan untuk pelampiasan hasrat kelelakiannya. Karena kalau ditanya cinta, Abi tidak yakin ada rasa itu dengan Selly.

Cukup lama keduanya bicara, sampai ada seseorang yang memanggil.

“Mas Abi.”

Abi dan Selly menoleh, ternyata Athalia sudah berada tidak jauh dari posisi Abi dan Selly. Abi bersyukur saat ini dia tidak dalam posisi mesra bersama Selly, bisa dibayangkan kalau Athalia menyaksikan hal itu.

“Eh, kemari sayang,” ujar Abi, membuat senyum di wajah Athalia hilang. Bukan karena melihat Abi berdua dengan Selly tapi karena panggilan sayang. Rasanya perempuan itu ingin mengeluarkan ekspresi ingin muntah mendengar panggilan sayang dari Abi.

“Kenalkan ini Selly, sekretarisku,” ujar Abi.

Athalia kembali memasang senyum dan menjabat tangan Selly yang terulur ke arahnya, merasa aneh juga sekretaris dibawa ke acara keluarga. Bagaimanapun acara ini adalah acara keluarga, sedekat apa Abi dengan sekretarisnya sampai terlibat di acara keluarga.

“Mas, kita pulang ya. Aku sudah lelah,” ajak gadis itu.

“Oke. Selly ingat pesan saya tadi,” tutur Abi yang di jawab anggukan kepala oleh wanita yang dimaksud.

Abi dan Athalia sempat pamit kembali pada Tante Mery, setelah itu beranjak meninggalkan resto yang terlihat semakin ramai pengunjung. Selama perjalanan, Athalia dua kali menguap tanda dia sudah sangat mengantuk.

“Kamu benar-benar lelah?”

“Memang ada aku pura-pura lelah.”

“Bukan begitu. Kalau jadi dokter sangat melelahkan begitu kenapa kamu urus bisnis keluargamu saja,” usul Abi sambil fokus pada kemudi.

“Nggak, aku tidak tertarik urusan bisnis,” sahut Athalia

Abi sempat menanyakan jadwal Athalia besok, dia ingin mengajak makan malam. Namun, Athalia belum memberikan jawaban waktu yang pasti.

“Lihat besok, ya. Aku belum cek jadwal operasiku,” ujar Athalia.  

“Hm, salam untuk Om Arkan.” Abi berpesan saat Athalia sudah turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat mobil Abi kembali melaju.

“Halo, sayang,” ujar Abi yang menghubungi Selly dengan mengaktifkan loudspeaker.

“Hm.”

“Jangan ngambek dong, tunggu di depan ya aku akan jemput lalu kita ke apartemenmu,” tutur Abi.

“Cepat nggak pake lama, atau aku berubah pikiran,” sahut Selly di ujung telepon.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

ternyata ... Abi sejenis b4dj1ng4n 😏

2024-01-20

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

oooh .... si dj4l4ng itu sekretarisnya toh ....

2024-01-20

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

sudah dijodohkan semenjak lama ... tp koq sama tante nya Abi belom kenal ?
trus sikap Abi juga spt itu ...
kalo pun baru kenal, harusnya dgn riang gembira donk dia bilang kalo Atha itu pacarnya ...
Tha ... kamu harus udah mulai curiga dgn "tanda2" itu ...

2024-01-20

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!