MLD - Part 4

“Halo,” ujar Abi di ujung telepon.

“Bisa kita bertemu?” tanya Athalia tanpa basa basi saat menghubungi Abi setelah mendengar keputusan Arkan.

“Tentu saja bisa, masa permintaan bertemu saja aku tidak bisa sanggupi,” sahut Abi sambil terkekeh.

Athalia menghela nafasnya mendengar jawaban Abi. Setelah menyampaikan waktu dan tempat pertemuan, gadis itu mengakhiri pembicaraannya.

“Hahhh,” hela nafas Athalia sambil merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya. Berharap pertemuannya dengan Abi esok hari bisa menjadi solusi dari kegundahan hatinya saat ini.

Ponsel yang masih berada dalam genggamnya Athalia bergetar, dia pun beranjak duduk dan menatap layar yang menunjukkan ada pesan masuk dari Gibran.

[Sudah tidur?]

[Kalau belum ya buruan tidur, sudah malam juga]

“Gibran apaan sih,” ujar Athalia sambil tersenyum setelah membaca pesan dari Gibran.

...***...

Athalia sudah meninggalkan rumah sakit menuju tempat pertemuan dengan Abi. Beruntung hari ini tidak ada tindakan darurat yang membuat gadis itu harus tetap berada di rumah sakit. Mobil yang dikemudikan berbelok menuju café tempat pertemuan dengan Abi.

Ternyata Abi sudah tiba lebih dulu, Athalia pun memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil milik Abi.

“Hai,” sapa Abi ketika melihat Athalia lalu mempersilahkan gadis itu duduk.

“Sudah lama?”

“Belum kok, lama pun nggak masalah. Mana ada yang tidak rela menunggu kamu,” rayu Abi sambil tersenyum. Athalia hanya tersenyum simpul merespon Abi.

“Mau pesan apa?” tanya Abi sambil meminta buku menu pada pelayan.

“Samakan saja.”

Athalia tidak peduli dengan apa yang dipesan oleh pria dihadapannya, hanya ingin segera menyampaikan dan membahas mengenai rencana perjodohan mereka. Sejak semalam, dia sudah memikirkan dengan benar apa yang akan disampaikan kepada Abi.

“Hm, apa kamu sudah dengar rencana orangtua kita?” tanya Athalia membuka percakapan.

Abi yang sudah tahu ke mana arah pembbicaraan mereka, berniat menggoda gadis di hadapannya.

“Rencana apa?” Abi bertanya balik.

Perbincangan mereka terhenti karena ada pelayan yang mengantarkan minuman dan Athalia menunda obrolan menunggu pesanan mereka lengkap agar tidak terjeda atau terganggu lagi.

“Setelah ini kita nonton yuk, anggap aja kencan,” ajak Abi.

“Hahh, nonton?”

Abi mengangguk sambil mulai menikmati makanan yang sudah diantar, begitupun dengan Athalia. Belum sempat menyampaikan maksud pertemuan mereka, Abi malah mengajak untuk pergi. Athalia semakin merasa dilema.

“Mas Abi, apa kamu sudah tahu rencana orangtua kita?” tanya Athalia lagi.

“Hm, rencana yang mana. Orangtua selalu memiliki banyak rencana,” sahut Abi.

“Kemarin Papa mengatakan kalau pertunangan kita akan dipercepat,” seru Athalia yang disambut Abi dengan pura-pura terkejut.

“Benarkah?”

“Hm. Apa benar kamu tidak tahu?”

“Ayahku memang mengatakan hal ini, aku pikir hanya saran Ayah saja ternyata mereka benar membicarakannya.”

“Mas Abi,” ujar Athalia sambil memperbaiki posisi duduknya semakin dekat dengan meja agar Abi mendengar apa yang dia sampaikan walaupun dia bicara pelan.

“Bantu aku untuk membatalkan rencana pertunangan dan perjodohan kita, aku rasa keinginan mereka terlalu berlebihan,”pinta Athalia yang membuat Abi mengernyitkan dahinya karena terkejut mendengar usul Athalia bahkan pria itu sampai meletakan kembali sendok makannya.

“Kenapa harus dibatalkan?” tanya Abi.

“Ini bukan masalah pertunangan saja tapi juga pernikahan. Bagaimana bisa kita melanjutkan rencana ini kalau diantara kita tidak ada saling mencintai. Aku hanya menganggapmu teman, tidak ada perasaan lebih dari itu,” tutur Athalia. “Aku yakin kamu pun sudah memiliki kekasih,” tambahnya lagi.

Abi menatap Athalia, dalam hati Abi meyakini kalau Athalia memang cantik dan semakin mempesona.

“Atha,” ujar Abi. “Apa kamu yakin tidak memiliki perasaan untukku selain sebagai teman?”

Athalia menganggukan kepala pelan.

“Tapi kita sudah dekat sejak lama saat kita masih sekolah dan perjodohan kita sudah mereka sampaikan sejak awal.”

“Iya aku tahu, tapi hidup bisa saja berubah dan saat ini begitulah perasaanku. Ayolah, bantu aku sampaikan pada mereka kalau rencana mereka salah,” ungkap Athalia.

“Banyak pasangan menikah tanpa perasaan dan cinta tapi mereka bahagia dan tidak ada masalah dalam perjalanan pernikahan mereka,” cetus Abi.

“Maksud kamu?”

“Kita jalani saja perjodohan ini. Kalau kamu memang belum ada perasaan atau tidak mencintaiku, aku yakin setelah kita menikah dan seiring berjalannya waktu semua bisa berubah seperti yang kamu bilang tadi. Cinta akan hadir, tenang saja. Apalagi kita memang sudah saling mengenal,” tutur Abi membuat Athalia yakin kalau dia sendirian, karena Abi ternyata mendukung perjodohan mereka.

“Kita harus meluangkan lebih banyak waktu untuk bersama,” usul Abi. “Nah, dari sini kita nonton. Seperti yang aku bilang tadi, kencan.”

“Maaf, sepertinya aku tidak bisa. Besok pagi aku ada jadwal operasi, jadi harus segera istirahat,” tolak Athalia. Alasannya memang benar tapi menolaknya karena dia tidak ingin jalan bersama pria itu.

Athalia menghela nafasnya, sulit membujuk Abi yang memang sudah mendukung orangtuanya. Gadis itu tidak ada usul atau rencana lain untuk membatalkan perjodohannya, hanya bisa pasrah dan berharap akan ada sesuatu yang membuat orangtua mereka mengatakan kalau rencana mereka keliru. 

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

setuju .... biar papa nya Atha deh yg liat sendiri Abi lg mesra2an sama Selly..

2024-01-20

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

cepetan deh Atha dikasih liat hubungan menjijikkan Abi dan Selly ... biar beneran batal perjodohannya.
gak rela Atha sama Abi kang celap celup

2024-01-20

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KRN ABI TEROBSESI SAMA LO YV MSH TRSEGEL...

2023-06-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!