"Aku janda Hans. Mantan suamiku sangat kejam. Dia melakukan KDRT dan juga mengkhianati aku. Tapi itu hanya masa lalu." Ucap Raina yang masih bisa bercerita dengan penuh senyuman. Ada rasa simpatik di dalam sudut hati Hans saat mendengar kisah hidup Raina.
"Apa setelah itu anda tidak menikah lagi?" Hans juga merasa penasaran.
Raina menggeleng pelan. "Tidak pernah. Aku hidup sendiri selama 6 tahun. Dan kebetulan belum ada anak juga ditengah-tengah kami."
"Kenapa anda memilih saya? Padahal banyak pria hebat di luar sana, Madam."
Raina tersenyum. Ia meraih tangan Hans dan menggenggamnya. Telapak tangan yang kasar, yang menunjukkan bahwa Hans adalah sosok pekerja keras. Hans terkejut dan juga gugup karena tiba-tiba Raina menggenggam tangannya. Untuk pertama kalinya, Hans bersentuhan dengan seorang wanita selain istrinya. Raina menyilangkan kakinya, membuat paha indahnya terekspose lebih jelas di depan Hans. Raina lalu menuntun tangan Hans untuk menyentuh pahanya. Lagi, Hans di buat terkejut dan gugup dengan sikap Raina ini. Sorot mata Raina begitu mengintimidasinya.
"Hanya sentuhanmu Hans, yang bisa membangkitkan gairahku kembali. Aku tidak tahu kenapa tapi kamu lah yang pertama." Ucap Raina sambil menuntun tangan Hans untuk naik-turun di atas pahanya. Sungguh paha yang begitu mulus dan lembut seperti kulit bayi, pikir Hans saat itu.
"Madam, maaf." Hans menarik tangannya.
"Telapak tangan ku kasar." Ucapnya lagi.
"Tidak apa Hans, aku suka. Level kasarnya aku suka, justru membuat sentuhan itu terasa bergairah. Kamu pasti selama ini sudah bekerja terlalu keras." Raina kembali meraih tangan Hans. Kali ini Raina menuntun tangan Hans menuju dadanya. Namun Hans menolak dan menarik tangannya lagi tapi kekuatan Raina kali ini tidak terkalahkan. Ia masih bisa menahan tangan Hans.
"Hans, kamu adalah pria yang paling beruntung. Disaat banyak pria ingin menyentuhku tapi kamu menjadi pertama yang aku ijinkan untuk menyuntuhku. Aku tahu Hans, istrimu pasti tidak memberikan layanan ranjang untukmu kan? Tidak kah kamu merindukan semua itu." Raina terus menggoda Hans. Hans hanya terdiam karena apa yang di ucapkan Raina benar sekali. Bahkan setiap malam Citra memilih tidur bersama Mikayla. Hans menelan ludahnya, saat tangannya sudah sampai di bagian dada Raina yang begitu berisi, kenyal dan padat. Sudah jelas lebih besar milik Raina daripada milik Citra. Bahkan tampak jelas pucuknya itu terlihat dari balik gaun tidur tanpa lengan berwarna merah. Raina mencondongkan tubuhnya ke arah Hans, meninggalkan tangan Hans yang masih berada di dadanya. Mereka saling bertukar pandangan.
"Ayo Hans, gerakkan tanganmu. Kamu lah pria pertama yang mampu membangkitkan gairahku selama enam tahun terakhir ini. Kamu milikku dan aku milikmu setelah kontrak itu kita tanda tangani. Lampiaskan hasratmu yang terpendam Hans. Jangan ragu! Karena aku tidak akan menolaknya. Aku akan membuatmu bahagia dan jatuh cinta pada malam ini." Ucap Raina tanpa melepaskan tatapan matanya dari Hans. Tak di pungkiri bagi Hans, wanita di hadapannya sangatlah sempurna. Yang jelas Hans merasa terheran-heran, istrinya mencampakkannya dan hanya mau bersamanya saat ada uang aja. Sedangkan wanita di hadapannya, justru menawarkan tubuhnya sekaligus uangnya untuk membantu dirinya.
"Madam, saya tidak bisa. Nanti anda akan menjebak saya atas tuduhan pelecehan seksual." Mendengar ucapan polos Hans, Raina pun tertawa. Hahahaha!
"Tidak Hans. Untuk apa aku melakukan itu. Aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu. Sejak saat itu aku ingin sekali memilikimu. Ya, sampai akhirnya ada kesempatan seperti sekarang ini. Jadi aku memanfaatkan kelemahanmu." Raina terus terang, diiringi kekehan kecil. Hans tidak percaya bahwa ada wanita hebat seperti Raina yang menyukainya.
"Saat kita berdua seperti ini, panggil namaku saja Hans. Coba, panggil namaku."
"Tapi, Mad...,"
"Hans?"
"Mmmm... Ra-Raina." Ucap Hans dengan tergagap.
"Sekali lagi Hans? Dan jangan bersikap formal."
"Raina."
"Begitu lebih akrab. Jadi tanganmu masih akan berdiam diri di atas sana atau mau kamu turunkan? Tidak ingin kamu meremasnya?" pancing Raina dengan tatapan menggoda. GLUK! Hans menelan salivanya. Setelah cukup lama diam dan suasana begitu hening, tangan Hans perlahan mulai bergerak. Sebagai pria normal, Hans tentu saja sangat merindukan sentuhan wanita. Dengan lembut tangan Hans menelusup masuk ke dalam gaun tidur itu. Oh, bukit yang sangat kenyal dan kencang.
"Jangan ragu, Hans." Ucap Raina yang berusaha membangkitkan gairah Hans. Namun tiba-tiba Hans menarik tangannya lagi keluar di balik gaun tidur itu.
"Madam, saya...," suara Hans tampak bergetar. Raina bukannya marah tapi ia justru senang dengan sikap Hans ini. Karena ia semakin yakin bahwa Hans adalah pria yang baik dan pantas untuknya.
"Seandainya kamu tahu Hans, kalau istrimu berkhianat," batin Raina. Raina lalu menangkup wajah Hans dan mengecup bibir Hans dengan lembut. Mata Hans membulat sempurna mendapat serangan kilat dari Raina.
"Apa kamu tidak cukup yakin Hans sekarang? Aku sudah memberikan lampu hijau untukmu."
Aroma tubuh Raina, membangkitkan gairah Hans. Aroma yang sama seperti sapu tangan milik yang di berikan oleh Raina waktu itu. Tangan Hans perlahan naik menangkup wajah Raina dan memberanikan diri mengecup bibir Raina. Raina senang bukan main karena Hans membalas kecupannya.
"Sepertinya aku harus memulainya dulu. Dia pria yang pasif," gumamnya dalam hati. Raina meraih tengkuk Hans dan kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Hans. Raina memberikan ******* lembut, berusaha memancing Hans supaya Hans membuka mulutnya dan membalas lumatannya. Akhirnya gayung bersambut, Hans membalas ******* Raina. Hans lalu mengangkat tubuh Raina ke atas pangkuannya dengan duduk miring di pangkuan Hans. Ciuman keduanya semakin panas. Lidah mereka saling bertemu dan saling menghisap serta membelit satu sama lain. Raina meraih tangan Hans dan mengarahkan tangannya pada gunung kembarnya. Hans yang sudah terhasut oleh nafsu langsung meremas gunung kembar Raina dengan sedikit kasar tanpa melepaskan pagutan Raina.
Nafas Hans pun semakin memburu. Tangan Hans masih tetap meremas gunung kembar milik Raina dan itu sedikit membuat Raina kesal karena Hans tidak bisa melakukan improvisasi. Raina lantas melepaskan pagutannya.
"Hans, apa seperti ini gaya bercintamu? Ini membosankan Hans. Sedikitlah berimprovisasi. Wanita juga ingin di manjakan dan di puaskan di atas ranjang. Kalau seperti ini istrimu juga pasti kesal." Ucapan Raina begitu menohok.
"Pantas saja istri mu selingkuh, Hans. Pasti selingkuhannya lebih hebat jika dibandingkan dengan dirimu." Gumam Raina dalam hati.
"Ma-maaf Raina." Hans merasa terpojok dengan ucapan Raina.
"Hans, tunjukkan siapa dirimu. Jangan aku yang membimbing mu." Ucap Raina lagi. Memang selama bercinta, Citra selalu saja tidak pernah puas. Hans pun merasakan itu. Dan baru beberapa bulan lalu Citra mengutarakan keinginannya masalah ranjang. Itupun setelah Citra mendapatkan serangan hebat dari Andra. Mood Raina seketika hilang. Raina beranjak dari pangkuan Hans. Hans cukup kecewa karena Raina menyudahinya begitu saja seperti Citra. Raina menuju meja kerjanya, mengambil laptopnya. Pandangan Hans mengikuti langkah Raina. Raina lalu kembali duduk disamping Hans. Ia membuka laptop dan membuka file xxx.
"Sudah pernah menonton film seperti ini?" tanya Raina. Pertanyaan Raina membuat Hans terkejut lagi.
"Pernah tapi sudah sangat jarang. Hidupku hanya untuk belajar dan bekerja, Raina. Aku harus menghidupi diriku sendiri karena aku yatim piatu." Ucap Hans. Raina tersentuh dengan kisah hidup Hans.
"Untuk itu Hans, kamu jangan lemah. Kamu harus kuat seperti otot-otot tubuhmu ini. Terutama untuk urusan ranjang karena istri juga ingin di puaskan. Jangan sampai istri mencari kepuasan dengan pria lain." Ucap Raina sarkas.
"Maksud kamu? Apa kamu juga seperti itu?" tanya Hans tergagap.
"Tidak. Aku bukan wanita seperti itu. Justru aku akan mengatakan pada pasanganku tentang apa yang aku inginkan. Bukankah mencari solusi bersama lebih baik? Dibandingkan mencari solusi dengan pria lain?" ucap Raina dengan senyum termanisnya. Membuat jantung Hans mendadak berdebar.
"I-iya, kamu benar."
"Baiklah, sekarang kita tonton bersama. Setelah itu kamu praktekan ya."
"Apa kamu suka menonton ini? Sampai ada banyak koleksi?"
"Ini laptop pribadiku jadi aku berani menyimpannya. Aku menontonnya saat aku stres dan butuh hiburan saja. Ya, tahu sendiri kan mengurus perusahaan itu tidak mudah." Ucap Raina lagi. Untuk pertama kalinya Hans kagum dengan Raina. Raina lalu memutar blue film dan menontonnya bersama Hans.
Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya???? Tinggalkan komentar kalian disini ya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Selena Endut
Eehhhh lsnjutkn
2023-08-22
0
HERMAN SUSANTO NAMUNG
Betapa bahagianya hans punya wanita seagresif Raina. Jika aku pasti semangat untuk bertanding.
2023-07-17
0
Nia Triyantini
buat hans kecanduan dengan raina biar citra diceraikan
2023-07-12
0