BAB 18 Menawarkan diri

"Aku janda Hans. Mantan suamiku sangat kejam. Dia melakukan KDRT dan juga mengkhianati aku. Tapi itu hanya masa lalu." Ucap Raina yang masih bisa bercerita dengan penuh senyuman. Ada rasa simpatik di dalam sudut hati Hans saat mendengar kisah hidup Raina.

"Apa setelah itu anda tidak menikah lagi?" Hans juga merasa penasaran.

Raina menggeleng pelan. "Tidak pernah. Aku hidup sendiri selama 6 tahun. Dan kebetulan belum ada anak juga ditengah-tengah kami."

"Kenapa anda memilih saya? Padahal banyak pria hebat di luar sana, Madam."

Raina tersenyum. Ia meraih tangan Hans dan menggenggamnya. Telapak tangan yang kasar, yang menunjukkan bahwa Hans adalah sosok pekerja keras. Hans terkejut dan juga gugup karena tiba-tiba Raina menggenggam tangannya. Untuk pertama kalinya, Hans bersentuhan dengan seorang wanita selain istrinya. Raina menyilangkan kakinya, membuat paha indahnya terekspose lebih jelas di depan Hans. Raina lalu menuntun tangan Hans untuk menyentuh pahanya. Lagi, Hans di buat terkejut dan gugup dengan sikap Raina ini. Sorot mata Raina begitu mengintimidasinya.

"Hanya sentuhanmu Hans, yang bisa membangkitkan gairahku kembali. Aku tidak tahu kenapa tapi kamu lah yang pertama." Ucap Raina sambil menuntun tangan Hans untuk naik-turun di atas pahanya. Sungguh paha yang begitu mulus dan lembut seperti kulit bayi, pikir Hans saat itu.

"Madam, maaf." Hans menarik tangannya.

"Telapak tangan ku kasar." Ucapnya lagi.

"Tidak apa Hans, aku suka. Level kasarnya aku suka, justru membuat sentuhan itu terasa bergairah. Kamu pasti selama ini sudah bekerja terlalu keras." Raina kembali meraih tangan Hans. Kali ini Raina menuntun tangan Hans menuju dadanya. Namun Hans menolak dan menarik tangannya lagi tapi kekuatan Raina kali ini tidak terkalahkan. Ia masih bisa menahan tangan Hans.

"Hans, kamu adalah pria yang paling beruntung. Disaat banyak pria ingin menyentuhku tapi kamu menjadi pertama yang aku ijinkan untuk menyuntuhku. Aku tahu Hans, istrimu pasti tidak memberikan layanan ranjang untukmu kan? Tidak kah kamu merindukan semua itu." Raina terus menggoda Hans. Hans hanya terdiam karena apa yang di ucapkan Raina benar sekali. Bahkan setiap malam Citra memilih tidur bersama Mikayla. Hans menelan ludahnya, saat tangannya sudah sampai di bagian dada Raina yang begitu berisi, kenyal dan padat. Sudah jelas lebih besar milik Raina daripada milik Citra. Bahkan tampak jelas pucuknya itu terlihat dari balik gaun tidur tanpa lengan berwarna merah. Raina mencondongkan tubuhnya ke arah Hans, meninggalkan tangan Hans yang masih berada di dadanya. Mereka saling bertukar pandangan.

"Ayo Hans, gerakkan tanganmu. Kamu lah pria pertama yang mampu membangkitkan gairahku selama enam tahun terakhir ini. Kamu milikku dan aku milikmu setelah kontrak itu kita tanda tangani. Lampiaskan hasratmu yang terpendam Hans. Jangan ragu! Karena aku tidak akan menolaknya. Aku akan membuatmu bahagia dan jatuh cinta pada malam ini." Ucap Raina tanpa melepaskan tatapan matanya dari Hans. Tak di pungkiri bagi Hans, wanita di hadapannya sangatlah sempurna. Yang jelas Hans merasa terheran-heran, istrinya mencampakkannya dan hanya mau bersamanya saat ada uang aja. Sedangkan wanita di hadapannya, justru menawarkan tubuhnya sekaligus uangnya untuk membantu dirinya.

"Madam, saya tidak bisa. Nanti anda akan menjebak saya atas tuduhan pelecehan seksual." Mendengar ucapan polos Hans, Raina pun tertawa. Hahahaha!

"Tidak Hans. Untuk apa aku melakukan itu. Aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu. Sejak saat itu aku ingin sekali memilikimu. Ya, sampai akhirnya ada kesempatan seperti sekarang ini. Jadi aku memanfaatkan kelemahanmu." Raina terus terang, diiringi kekehan kecil. Hans tidak percaya bahwa ada wanita hebat seperti Raina yang menyukainya.

"Saat kita berdua seperti ini, panggil namaku saja Hans. Coba, panggil namaku."

"Tapi, Mad...,"

"Hans?"

"Mmmm... Ra-Raina." Ucap Hans dengan tergagap.

"Sekali lagi Hans? Dan jangan bersikap formal."

"Raina."

"Begitu lebih akrab. Jadi tanganmu masih akan berdiam diri di atas sana atau mau kamu turunkan? Tidak ingin kamu meremasnya?" pancing Raina dengan tatapan menggoda. GLUK! Hans menelan salivanya. Setelah cukup lama diam dan suasana begitu hening, tangan Hans perlahan mulai bergerak. Sebagai pria normal, Hans tentu saja sangat merindukan sentuhan wanita. Dengan lembut tangan Hans menelusup masuk ke dalam gaun tidur itu. Oh, bukit yang sangat kenyal dan kencang.

"Jangan ragu, Hans." Ucap Raina yang berusaha membangkitkan gairah Hans. Namun tiba-tiba Hans menarik tangannya lagi keluar di balik gaun tidur itu.

"Madam, saya...," suara Hans tampak bergetar. Raina bukannya marah tapi ia justru senang dengan sikap Hans ini. Karena ia semakin yakin bahwa Hans adalah pria yang baik dan pantas untuknya.

"Seandainya kamu tahu Hans, kalau istrimu berkhianat," batin Raina. Raina lalu menangkup wajah Hans dan mengecup bibir Hans dengan lembut. Mata Hans membulat sempurna mendapat serangan kilat dari Raina.

"Apa kamu tidak cukup yakin Hans sekarang? Aku sudah memberikan lampu hijau untukmu."

Aroma tubuh Raina, membangkitkan gairah Hans. Aroma yang sama seperti sapu tangan milik yang di berikan oleh Raina waktu itu. Tangan Hans perlahan naik menangkup wajah Raina dan memberanikan diri mengecup bibir Raina. Raina senang bukan main karena Hans membalas kecupannya.

"Sepertinya aku harus memulainya dulu. Dia pria yang pasif," gumamnya dalam hati. Raina meraih tengkuk Hans dan kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Hans. Raina memberikan ******* lembut, berusaha memancing Hans supaya Hans membuka mulutnya dan membalas lumatannya. Akhirnya gayung bersambut, Hans membalas ******* Raina. Hans lalu mengangkat tubuh Raina ke atas pangkuannya dengan duduk miring di pangkuan Hans. Ciuman keduanya semakin panas. Lidah mereka saling bertemu dan saling menghisap serta membelit satu sama lain. Raina meraih tangan Hans dan mengarahkan tangannya pada gunung kembarnya. Hans yang sudah terhasut oleh nafsu langsung meremas gunung kembar Raina dengan sedikit kasar tanpa melepaskan pagutan Raina.

Nafas Hans pun semakin memburu. Tangan Hans masih tetap meremas gunung kembar milik Raina dan itu sedikit membuat Raina kesal karena Hans tidak bisa melakukan improvisasi. Raina lantas melepaskan pagutannya.

"Hans, apa seperti ini gaya bercintamu? Ini membosankan Hans. Sedikitlah berimprovisasi. Wanita juga ingin di manjakan dan di puaskan di atas ranjang. Kalau seperti ini istrimu juga pasti kesal." Ucapan Raina begitu menohok.

"Pantas saja istri mu selingkuh, Hans. Pasti selingkuhannya lebih hebat jika dibandingkan dengan dirimu." Gumam Raina dalam hati.

"Ma-maaf Raina." Hans merasa terpojok dengan ucapan Raina.

"Hans, tunjukkan siapa dirimu. Jangan aku yang membimbing mu." Ucap Raina lagi. Memang selama bercinta, Citra selalu saja tidak pernah puas. Hans pun merasakan itu. Dan baru beberapa bulan lalu Citra mengutarakan keinginannya masalah ranjang. Itupun setelah Citra mendapatkan serangan hebat dari Andra. Mood Raina seketika hilang. Raina beranjak dari pangkuan Hans. Hans cukup kecewa karena Raina menyudahinya begitu saja seperti Citra. Raina menuju meja kerjanya, mengambil laptopnya. Pandangan Hans mengikuti langkah Raina. Raina lalu kembali duduk disamping Hans. Ia membuka laptop dan membuka file xxx.

"Sudah pernah menonton film seperti ini?" tanya Raina. Pertanyaan Raina membuat Hans terkejut lagi.

"Pernah tapi sudah sangat jarang. Hidupku hanya untuk belajar dan bekerja, Raina. Aku harus menghidupi diriku sendiri karena aku yatim piatu." Ucap Hans. Raina tersentuh dengan kisah hidup Hans.

"Untuk itu Hans, kamu jangan lemah. Kamu harus kuat seperti otot-otot tubuhmu ini. Terutama untuk urusan ranjang karena istri juga ingin di puaskan. Jangan sampai istri mencari kepuasan dengan pria lain." Ucap Raina sarkas.

"Maksud kamu? Apa kamu juga seperti itu?" tanya Hans tergagap.

"Tidak. Aku bukan wanita seperti itu. Justru aku akan mengatakan pada pasanganku tentang apa yang aku inginkan. Bukankah mencari solusi bersama lebih baik? Dibandingkan mencari solusi dengan pria lain?" ucap Raina dengan senyum termanisnya. Membuat jantung Hans mendadak berdebar.

"I-iya, kamu benar."

"Baiklah, sekarang kita tonton bersama. Setelah itu kamu praktekan ya."

"Apa kamu suka menonton ini? Sampai ada banyak koleksi?"

"Ini laptop pribadiku jadi aku berani menyimpannya. Aku menontonnya saat aku stres dan butuh hiburan saja. Ya, tahu sendiri kan mengurus perusahaan itu tidak mudah." Ucap Raina lagi. Untuk pertama kalinya Hans kagum dengan Raina. Raina lalu memutar blue film dan menontonnya bersama Hans.

Lalu apakah yang akan terjadi selanjutnya???? Tinggalkan komentar kalian disini ya....

Terpopuler

Comments

Selena Endut

Selena Endut

Eehhhh lsnjutkn

2023-08-22

0

HERMAN SUSANTO NAMUNG

HERMAN SUSANTO NAMUNG

Betapa bahagianya hans punya wanita seagresif Raina. Jika aku pasti semangat untuk bertanding.

2023-07-17

0

Nia Triyantini

Nia Triyantini

buat hans kecanduan dengan raina biar citra diceraikan

2023-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Vonis Dokter
2 BAB 2 Mencari Pinjaman
3 BAB 3 Bertemu Mantan
4 BAB 4 Awal Pertemuan
5 BAB 5 Pengkhianatan
6 BAB 6 Kekhilafan
7 BAB 7 Menolong Raina lagi
8 BAB 8 Kegamangan Citra
9 BAB 9 Masa Lalu
10 BAB 10 Suami Psikopat
11 BAB 11 Madam Devil
12 BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13 BAB 13 Di tagih rentenir
14 BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15 BAB 15 Mencari tahu
16 BAB 16 Jadilah suamiku
17 BAB 17 TTD Kontrak
18 BAB 18 Menawarkan diri
19 BAB 19 Godaan Nona CEO
20 BAB 20 Tidak bisa menolak
21 BAB 21 Hasrat Menggebu
22 BAB 22 Melayani Bos
23 BAB 23 Dan terjadi lagi
24 BAB 24 Selalu Marah-Marah
25 BAB 25 Menyusul ke Bali
26 BAB 26 Takut Kehilangan
27 BAB 27 Pernikahan Kontrak
28 BAB 28 Menikmati Sunset
29 BAB 29 Pengantin Baru
30 BAB 30
31 BAB 31 Kelebihan Hans
32 BAB 32 Cemburu
33 BAB 33 Saling cemburu
34 BAB 34 Terjebak Rasa
35 BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36 BAB 36 Mimpi Buruk
37 BAB 37 Rasa egois
38 BAB 38 Merebut Hans
39 BAB 39
40 BAB 40 Suasana Genting
41 BAB 41 Jerman
42 BAB 42 Kehiudpan Raina
43 BAB 43
44 BAB 44 Merindu
45 BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46 BAB 46 Virtual
47 BAB 47 Mika Ingin adik???
48 BAB 48 Terbayang Raina
49 BAB 49 Tiba di Jerman
50 BAB 50 Melepas Rindu
51 BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52 BAB 52 Saling menyusul
53 BAB 53 Cinta yang terbagi
54 BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55 BAB 55 Kamu inspirasiku
56 BAB 56 Terima kasih cinta
57 BAB 57 Mengintai
58 BAB 58 CURIGA
59 BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60 BAB 60 Manipulatif
61 BAB 61 Tersaingi
62 BAB 62 Proyek Besar
63 BAB 63 Lembur lagi
64 BAB 64 Mencuri Kesempatan
65 BAB 65 Meninjau Proyek
66 BAB 66 Hampir saja!
67 BAB 67 My Support System
68 BAB 68 Fakta Terkuak
69 BAB 69 Penggrebekan
70 BAB 70 Mengembalikan Citra
71 BAB 71 TALAK
72 BAB 72 Pergi dari Rumah
73 BAB 73 Membuka Rahasia
74 BAB 74 Dua Pria Bertemu
75 BAB 75 Mengunjungi Hans
76 BAB 76
77 Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78 BAB 78 CEMBURU
79 BAB 79 MEMBENTUK TIM
80 BAB 80 Sekelumit masa lalu
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86 Taman Hiburan
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89 Dibuat cemburu
90 BAB 90 Pengakuan!
91 BAB 91
92 BAB 92 Jodoh untuk Albert
93 BAB 93 WAS-WAS
94 BAB 94 Sidang
95 BAB 95 Semangat Hans!
96 BAB 96
97 BAB 97 POSESIF
98 BAB 98 Masih Sama
99 BAB 99 Melepas Rindu
100 BAB 100
101 BAB 101 BOOM!!!!
102 BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103 Bab 103 Resmi Bercerai
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107 BAB 107 Saling Berbagi Luka
108 BAB 108 Syukuran Kantor
109 BAB 109 MENGINAP
110 BAB 110 PERI RAINA
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114 Mobil Baru
115 BAB 115
116 BAB 116 Menyatu
117 BAB 117
118 BAB 118 GO PUBLIC!
119 BAB 119 Undangan Pernikahan
120 BAB 120 Merasa Iri
121 BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122 BAB 122
123 BAB 123 Kemenangan Hans
124 BAB 124 Kekalahan Andra
125 BAB 125 SAH!!!!
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128 TEROR
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142 Bumil Sensitif
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 BAB 223
224 BAB 224
225 BAB 225
226 BAB 226
227 BAB 227
228 BAB 228
229 BAB 229
230 BAB 230
231 BAB 231
232 BAB 232
233 BAB 233
234 BAB 234
235 BAB 235
236 BAB 236
237 BAB 237
Episodes

Updated 237 Episodes

1
BAB 1 Vonis Dokter
2
BAB 2 Mencari Pinjaman
3
BAB 3 Bertemu Mantan
4
BAB 4 Awal Pertemuan
5
BAB 5 Pengkhianatan
6
BAB 6 Kekhilafan
7
BAB 7 Menolong Raina lagi
8
BAB 8 Kegamangan Citra
9
BAB 9 Masa Lalu
10
BAB 10 Suami Psikopat
11
BAB 11 Madam Devil
12
BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13
BAB 13 Di tagih rentenir
14
BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15
BAB 15 Mencari tahu
16
BAB 16 Jadilah suamiku
17
BAB 17 TTD Kontrak
18
BAB 18 Menawarkan diri
19
BAB 19 Godaan Nona CEO
20
BAB 20 Tidak bisa menolak
21
BAB 21 Hasrat Menggebu
22
BAB 22 Melayani Bos
23
BAB 23 Dan terjadi lagi
24
BAB 24 Selalu Marah-Marah
25
BAB 25 Menyusul ke Bali
26
BAB 26 Takut Kehilangan
27
BAB 27 Pernikahan Kontrak
28
BAB 28 Menikmati Sunset
29
BAB 29 Pengantin Baru
30
BAB 30
31
BAB 31 Kelebihan Hans
32
BAB 32 Cemburu
33
BAB 33 Saling cemburu
34
BAB 34 Terjebak Rasa
35
BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36
BAB 36 Mimpi Buruk
37
BAB 37 Rasa egois
38
BAB 38 Merebut Hans
39
BAB 39
40
BAB 40 Suasana Genting
41
BAB 41 Jerman
42
BAB 42 Kehiudpan Raina
43
BAB 43
44
BAB 44 Merindu
45
BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46
BAB 46 Virtual
47
BAB 47 Mika Ingin adik???
48
BAB 48 Terbayang Raina
49
BAB 49 Tiba di Jerman
50
BAB 50 Melepas Rindu
51
BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52
BAB 52 Saling menyusul
53
BAB 53 Cinta yang terbagi
54
BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55
BAB 55 Kamu inspirasiku
56
BAB 56 Terima kasih cinta
57
BAB 57 Mengintai
58
BAB 58 CURIGA
59
BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60
BAB 60 Manipulatif
61
BAB 61 Tersaingi
62
BAB 62 Proyek Besar
63
BAB 63 Lembur lagi
64
BAB 64 Mencuri Kesempatan
65
BAB 65 Meninjau Proyek
66
BAB 66 Hampir saja!
67
BAB 67 My Support System
68
BAB 68 Fakta Terkuak
69
BAB 69 Penggrebekan
70
BAB 70 Mengembalikan Citra
71
BAB 71 TALAK
72
BAB 72 Pergi dari Rumah
73
BAB 73 Membuka Rahasia
74
BAB 74 Dua Pria Bertemu
75
BAB 75 Mengunjungi Hans
76
BAB 76
77
Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78
BAB 78 CEMBURU
79
BAB 79 MEMBENTUK TIM
80
BAB 80 Sekelumit masa lalu
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86 Taman Hiburan
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89 Dibuat cemburu
90
BAB 90 Pengakuan!
91
BAB 91
92
BAB 92 Jodoh untuk Albert
93
BAB 93 WAS-WAS
94
BAB 94 Sidang
95
BAB 95 Semangat Hans!
96
BAB 96
97
BAB 97 POSESIF
98
BAB 98 Masih Sama
99
BAB 99 Melepas Rindu
100
BAB 100
101
BAB 101 BOOM!!!!
102
BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103
Bab 103 Resmi Bercerai
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107
BAB 107 Saling Berbagi Luka
108
BAB 108 Syukuran Kantor
109
BAB 109 MENGINAP
110
BAB 110 PERI RAINA
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114 Mobil Baru
115
BAB 115
116
BAB 116 Menyatu
117
BAB 117
118
BAB 118 GO PUBLIC!
119
BAB 119 Undangan Pernikahan
120
BAB 120 Merasa Iri
121
BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122
BAB 122
123
BAB 123 Kemenangan Hans
124
BAB 124 Kekalahan Andra
125
BAB 125 SAH!!!!
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128 TEROR
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142 Bumil Sensitif
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
BAB 223
224
BAB 224
225
BAB 225
226
BAB 226
227
BAB 227
228
BAB 228
229
BAB 229
230
BAB 230
231
BAB 231
232
BAB 232
233
BAB 233
234
BAB 234
235
BAB 235
236
BAB 236
237
BAB 237

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!