BAB 3 Bertemu Mantan

"Akhirnya bisa belanja di supermarket juga. Biasanya belanja di abang-abang sayur keliling. Segar sekali mata ini." Gumam Citra sembari memilih berbagai macam sayuran.

"Citra!" suara seorang pria cukup mengejutkannya. Seorang pria berperawakan tinggi, berotot, memiliki hidung yang lancip dan kulit sawo matang.

"Andra!" seru Citra yang begitu pangling dengan penampilan Andra.

"Iya aku, Andra." Andra lalu mengulurkan tangannya pada Citra. Citra menerima uluran tangan Andra dengan hangat.

"Ya ampun, aku tidak menyangka kalau itu kamu. Dulu kamu cungkirng." Ucap Citra seraya tertawa kecil.

"Hahaha, iya. Aku sudah memperbaiki giziku sekarang. Tapi kamu masih tetap cantik seperti dulu, tidak ada yang berubah." Ucapan Andra membuat Citra tersipu.

"Kamu bisa saja. Sudah kepala 3 ini, Ndra. Bagaimana kabarmu?"

"Seperti yang kamu lihat. Aku sehat. Kamu bagaimana?"

"Seperti yang kamu lihat juga." Jawab Citra seraya tertawa. Citra celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.

"Cari apa Cit?"

"Istri dan anak kamu mana? Kok sendirian saja."

Andra tertunduk lesu. "Kami sudah berpisah sejak dua tahun lalu dan hak asuh anak jatuh ke tangan Adel. Pasca bercerai, aku balik lagi ke Bandung dan meninggalkan Jakarta. Untung saja perusahaan tempat aku kerja, menyetujui kepindahanku. Setidaknya aku bisa berobat menenangkan hati ku yang terluka."

"Sabar ya, Ndra. Terkadang kehidupan tak seindah yang kita bayangkan."

"Iya, Cit. Sebenarnya dulu, selesai kuliah, aku sempat mencarimu lagi tapi ternyata kamu sudah menikah." Mereka pun terlibat obrolan sembari memilih-memilih belanjaan.

"Kamu serius?" Citra tidak percaya jika Andra sempat mencarinya.

"Iyalah, untuk apa aku bohong. Kamu cinta pertama ku dan berharap jadi cinta terakhirku tapi aku terlambat."

"Ya habisnya dulu kamu putusin buat nerima beasiswa kuliah di Jakarta. Dan aku tidak bisa LDR."

"Ya, memang bukan jodohnya kita kali ya, Cit."

"Oh ya kamu bahkan tidak mengundangku ke acara pernikahanmu."

"Untuk apa undang kamu? Kamu juga sudah lupa. Dan nomor kamu juga tidak bisa di hubungi. Kamu juga tidak memberiku kabar saat menikah. Itupun aku mendengar teman-teman dari grup SMA."

"Hehehe iya juga sih. Ya, setelah mendengar kabar kamu menikah, aku sibuk cari kerja dan akhirnya aku bertemu Adel."

"Mmmm kenapa kalian berpisah?"

"Memang sudah bukan jodohnya, Cit. Adel juga mau menikah lagi dengan pria yang lebih dari segalanya. Wanita zaman sekarang sangat realistis ya. Jarang sekali ada yang mau di ajak berjuang bersama. Apalagi mereka yang hidup di kota besar dan modern."

"Ya namanya zaman, Ndra. Segalanya butuh uang. Memangnya sekarang kamu kerja dimana?"

"Aku kerja di perusahaan IT sebagai manager."

"Wah, hebat banget ya kamu. Gede tuh gajinya." Seloroh Citra dengan tawa kecilnya.

"Ya alhamdulillah, Cit. Aku sudah bisa membeli rumah impian ku dan mobil impian ku."

"Kalau sudah mapan dan sukses, kenapa tidak menikah lagi?"

"Belum ada yang cocok. Oh ya, kita ngobrol sebentar di cafe depan ya."

"Iya baiklah. Belanjaan ku sudah penuh juga. Dari tadi muter-muter sambil ngobrol penuh juga." Kekeh Citra.

"Ya sudah, sekalian aku juga mau bayar. Cuma beli parfum dan buah saja. Sekalian aku bayarin belanjaan kamu."

"Eh jangan, Ndra. Aku sudah bawa uang kok."

"Sudah tidak apa-apa, Cit. Hampir 10 tahun lho kita tidak bertemu. Sekarang aku sudah sukses jadi aku kamu juga ikut merasakannya." Ucapan Andra mendadak membuat jantung Citra berdegup kencang. Citra akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah. Setelah membayar, mereka berdua berjalan menuju tempat parkir. Sebuah mobil pajero sport keluaran terbaru tampak gagah disana. Membuat Citra merasa ikut bangga melihat keberhasilan Andra.

"Andra, tapi aku bawa motor."

"Citra, belanjaan banyak begini masa kamu bawa motor. Kenapa tidak bawa mobil?"

"Tidak punya mobil, Ndra. Punya nya cuma motor." Jawab Citra malu-malu. Andra merasa kasihan pada Citra. Sepertinya kehidupan Citra biasa saja.

"Ya sudah, biar nanti belanjaan kamu dibawa taksi saja ya. Jadi kamu bisa naik motor tanpa kerepotan."

"Tidak usah, Ndra. Aku tidak mau merepotkanmu."

"Aku tidak repot kok. Aku masukkan kedalam mobil dulu ya. Kita ngobrol santai di cafe. Nanti aku antar balik lagi kesini sekalian sama belanjaan kamu."

"Iya baiklah." Jawab Citra. Wanita mana yang tidak terpesona melihat penampilan Andra yang begitu gagah. Apalagi perlakuan Andra yang begitu lembut. Bodoh sekali wanita yang meninggalkan Andra. Andra dan Citra dulu sempat menjalin kasih selama 7 tahun. Hubungan itu terjalin saat keduanya masih SMP kelas 3 dan berlanjut sampai keduanya semester dua saat kuliah. Namun saat masuk dua semester itu, keduanya menjalani LDR. Dan akhirnya Citra menyerah karena Andra semakin sibuk dan sulit dihubungi. Padahal kedua jarak itu tidaklah terlalu jauh. Sudah pasti kesibukan keduanya membuat cinta diantara mereka memudar. Kini keduanya tengah duduk santai berdua disebuah cafe yang tak jauh dari supermarket.

"Citra, aku minta maaf sama kamu."

"Minta maaf untuk apa?"

"Ya karena aku sulit dihubungi dan karena kesibukan ku saat kuliah dulu."

"Kita saat itu memang kurang sabar dan kurang dewasa. Aku juga minta maaf karena aku sempat menyerah. Tapi ya sudahlah, namanya juga masa lalu."

"Oh ya ceritakan suamimu dan keluargamu."

"Tidak ada yang spesial dan yang perlu dibanggakan, Ndra." Jawab Citra dengan setengah malas. Andra bisa membaca sepertinya Citra memang mentimpan sesuatu.

"Ayolah, cerita saja. Aku juga sudah cerita," paksa Andra yang sangat ingin tahu kehidupan tentang Citra.

Citra menghela. "Suamiku, dia pria yang pekerja keras dan bertanggung jawab. Meskipun karirnya tidak sesukses dirimu. Kehidupan kami jauh dari ekspetasi kamu tapi aku tetap bersyukur, meskipun kadang lelah juga. Dia begitu setia menjadi guru honorer dengan gaji yang tak seberapa. Membuatku harus memutar otak untuk mencukupkan gaji yang bisa dibilang tidak cukup. Aku butuh pekerjaan, Ndra. Saat ini anakku sakit dan aku butuh uang tambahan." Mendengar cerita Citra, membuat Andra merasa kasihan dengan wanita yang pernah mengisi hatinya selama 7 tahun.

"Sabar ya Cit, kamu harus kuat untuk anakmu. Berapa usia anakmu? Dan dia sakit apa?"

"Namanya Mikayla, usianya 8 tahun. Dokter memvonisnya kanker otak stadium 3." Bulir air mata jatuh membasahi wajah Citra begitu saja. Melihat kondisi Citra seperti ini, membuat Andra ikut merasakan sakit. Masih ada sisa-sisa cinta di sudut hati Andra untuk Citra.

"Aku 9 tahun bertahan dengan kondisi suamiku menjadi guru honorer, Ndra. Kondisi yang membuatku begitu sulit dan rasanya ingin menyerah. Padahal aku sudah memintanya untuk mencari pekerjaan lain. Dia juga kuliah dan lulusan sarjana tapi dia tetap saja tidak ada perubahan. Awal menikah sampai detik ini uang segitu mana cukup. Kadang aku juga capek. Aku juga pingin bisa santai, senang-senang, setidaknya menyenangkan diri sendiri. Sedangkan dia melarangku bekerja. Dulu karirku lumayan tapi dia memintaku untuk berhenti dan aku menurut saja karena dia suamiku jadi aku berusaha patuh. Aku akui, dia bertanggung jawab tapi dengan pendapatan seperti itu, apa bisa aku bertahan? Belum lagi kebutuhan lain-lain di luar kebutuhan sehari-sehari. Terkadang aku ingin memilih sendiri tapi kasihan Mikayla, apalagi saat ini dia sedang sakit. Aku bingung, Ndra." Citra pun mulai terisak. Andra lalu meraih dan menggenggam tangan Citra.

"Citra, percayalah. Semua akan bisa terlewati dengan mudah. Aku akan membantumu mencari pekerjaan. Siapa tahu ada posisi kosong di perusahaan."

"Terima kasih ya, Ndra. Maaf kalau aku harus menceritakannya padamu. Aku tidak mungkin mengadu pada kedua orang tuaku. Yang ada mereka malah semakin sedih."

"Iya tidak apa-apa. Kamu bisa anggap aku temanmu, Cit. Sudah ya, jangan menangis lagi." Andra dengan lembut menyeka air mata Citra. Sentuhan yang membuat Citra semakin berdebar. Setelah mengobrol cukup lama, Citra akhirnya pulang. Dan sebelum pulang, keduanya pun saling bertukar nomor telepon.

Terpopuler

Comments

idaokta p

idaokta p

gawat

2023-09-07

0

Serinatasha

Serinatasha

CLBK dong

2023-08-16

1

Susanty

Susanty

Makanya aku kalo ketemu mantan suka main gak kenal🤭🤣🤣 bukannya masih cinta tapi males ajah, ini apalagi citra sampe blak²an cerita masalah rumah tangga 🤦🏻‍♀️ haduh

2023-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Vonis Dokter
2 BAB 2 Mencari Pinjaman
3 BAB 3 Bertemu Mantan
4 BAB 4 Awal Pertemuan
5 BAB 5 Pengkhianatan
6 BAB 6 Kekhilafan
7 BAB 7 Menolong Raina lagi
8 BAB 8 Kegamangan Citra
9 BAB 9 Masa Lalu
10 BAB 10 Suami Psikopat
11 BAB 11 Madam Devil
12 BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13 BAB 13 Di tagih rentenir
14 BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15 BAB 15 Mencari tahu
16 BAB 16 Jadilah suamiku
17 BAB 17 TTD Kontrak
18 BAB 18 Menawarkan diri
19 BAB 19 Godaan Nona CEO
20 BAB 20 Tidak bisa menolak
21 BAB 21 Hasrat Menggebu
22 BAB 22 Melayani Bos
23 BAB 23 Dan terjadi lagi
24 BAB 24 Selalu Marah-Marah
25 BAB 25 Menyusul ke Bali
26 BAB 26 Takut Kehilangan
27 BAB 27 Pernikahan Kontrak
28 BAB 28 Menikmati Sunset
29 BAB 29 Pengantin Baru
30 BAB 30
31 BAB 31 Kelebihan Hans
32 BAB 32 Cemburu
33 BAB 33 Saling cemburu
34 BAB 34 Terjebak Rasa
35 BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36 BAB 36 Mimpi Buruk
37 BAB 37 Rasa egois
38 BAB 38 Merebut Hans
39 BAB 39
40 BAB 40 Suasana Genting
41 BAB 41 Jerman
42 BAB 42 Kehiudpan Raina
43 BAB 43
44 BAB 44 Merindu
45 BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46 BAB 46 Virtual
47 BAB 47 Mika Ingin adik???
48 BAB 48 Terbayang Raina
49 BAB 49 Tiba di Jerman
50 BAB 50 Melepas Rindu
51 BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52 BAB 52 Saling menyusul
53 BAB 53 Cinta yang terbagi
54 BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55 BAB 55 Kamu inspirasiku
56 BAB 56 Terima kasih cinta
57 BAB 57 Mengintai
58 BAB 58 CURIGA
59 BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60 BAB 60 Manipulatif
61 BAB 61 Tersaingi
62 BAB 62 Proyek Besar
63 BAB 63 Lembur lagi
64 BAB 64 Mencuri Kesempatan
65 BAB 65 Meninjau Proyek
66 BAB 66 Hampir saja!
67 BAB 67 My Support System
68 BAB 68 Fakta Terkuak
69 BAB 69 Penggrebekan
70 BAB 70 Mengembalikan Citra
71 BAB 71 TALAK
72 BAB 72 Pergi dari Rumah
73 BAB 73 Membuka Rahasia
74 BAB 74 Dua Pria Bertemu
75 BAB 75 Mengunjungi Hans
76 BAB 76
77 Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78 BAB 78 CEMBURU
79 BAB 79 MEMBENTUK TIM
80 BAB 80 Sekelumit masa lalu
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86 Taman Hiburan
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89 Dibuat cemburu
90 BAB 90 Pengakuan!
91 BAB 91
92 BAB 92 Jodoh untuk Albert
93 BAB 93 WAS-WAS
94 BAB 94 Sidang
95 BAB 95 Semangat Hans!
96 BAB 96
97 BAB 97 POSESIF
98 BAB 98 Masih Sama
99 BAB 99 Melepas Rindu
100 BAB 100
101 BAB 101 BOOM!!!!
102 BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103 Bab 103 Resmi Bercerai
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107 BAB 107 Saling Berbagi Luka
108 BAB 108 Syukuran Kantor
109 BAB 109 MENGINAP
110 BAB 110 PERI RAINA
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114 Mobil Baru
115 BAB 115
116 BAB 116 Menyatu
117 BAB 117
118 BAB 118 GO PUBLIC!
119 BAB 119 Undangan Pernikahan
120 BAB 120 Merasa Iri
121 BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122 BAB 122
123 BAB 123 Kemenangan Hans
124 BAB 124 Kekalahan Andra
125 BAB 125 SAH!!!!
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128 TEROR
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142 Bumil Sensitif
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 BAB 223
224 BAB 224
225 BAB 225
226 BAB 226
227 BAB 227
228 BAB 228
229 BAB 229
230 BAB 230
231 BAB 231
232 BAB 232
233 BAB 233
234 BAB 234
235 BAB 235
236 BAB 236
237 BAB 237
Episodes

Updated 237 Episodes

1
BAB 1 Vonis Dokter
2
BAB 2 Mencari Pinjaman
3
BAB 3 Bertemu Mantan
4
BAB 4 Awal Pertemuan
5
BAB 5 Pengkhianatan
6
BAB 6 Kekhilafan
7
BAB 7 Menolong Raina lagi
8
BAB 8 Kegamangan Citra
9
BAB 9 Masa Lalu
10
BAB 10 Suami Psikopat
11
BAB 11 Madam Devil
12
BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13
BAB 13 Di tagih rentenir
14
BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15
BAB 15 Mencari tahu
16
BAB 16 Jadilah suamiku
17
BAB 17 TTD Kontrak
18
BAB 18 Menawarkan diri
19
BAB 19 Godaan Nona CEO
20
BAB 20 Tidak bisa menolak
21
BAB 21 Hasrat Menggebu
22
BAB 22 Melayani Bos
23
BAB 23 Dan terjadi lagi
24
BAB 24 Selalu Marah-Marah
25
BAB 25 Menyusul ke Bali
26
BAB 26 Takut Kehilangan
27
BAB 27 Pernikahan Kontrak
28
BAB 28 Menikmati Sunset
29
BAB 29 Pengantin Baru
30
BAB 30
31
BAB 31 Kelebihan Hans
32
BAB 32 Cemburu
33
BAB 33 Saling cemburu
34
BAB 34 Terjebak Rasa
35
BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36
BAB 36 Mimpi Buruk
37
BAB 37 Rasa egois
38
BAB 38 Merebut Hans
39
BAB 39
40
BAB 40 Suasana Genting
41
BAB 41 Jerman
42
BAB 42 Kehiudpan Raina
43
BAB 43
44
BAB 44 Merindu
45
BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46
BAB 46 Virtual
47
BAB 47 Mika Ingin adik???
48
BAB 48 Terbayang Raina
49
BAB 49 Tiba di Jerman
50
BAB 50 Melepas Rindu
51
BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52
BAB 52 Saling menyusul
53
BAB 53 Cinta yang terbagi
54
BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55
BAB 55 Kamu inspirasiku
56
BAB 56 Terima kasih cinta
57
BAB 57 Mengintai
58
BAB 58 CURIGA
59
BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60
BAB 60 Manipulatif
61
BAB 61 Tersaingi
62
BAB 62 Proyek Besar
63
BAB 63 Lembur lagi
64
BAB 64 Mencuri Kesempatan
65
BAB 65 Meninjau Proyek
66
BAB 66 Hampir saja!
67
BAB 67 My Support System
68
BAB 68 Fakta Terkuak
69
BAB 69 Penggrebekan
70
BAB 70 Mengembalikan Citra
71
BAB 71 TALAK
72
BAB 72 Pergi dari Rumah
73
BAB 73 Membuka Rahasia
74
BAB 74 Dua Pria Bertemu
75
BAB 75 Mengunjungi Hans
76
BAB 76
77
Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78
BAB 78 CEMBURU
79
BAB 79 MEMBENTUK TIM
80
BAB 80 Sekelumit masa lalu
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86 Taman Hiburan
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89 Dibuat cemburu
90
BAB 90 Pengakuan!
91
BAB 91
92
BAB 92 Jodoh untuk Albert
93
BAB 93 WAS-WAS
94
BAB 94 Sidang
95
BAB 95 Semangat Hans!
96
BAB 96
97
BAB 97 POSESIF
98
BAB 98 Masih Sama
99
BAB 99 Melepas Rindu
100
BAB 100
101
BAB 101 BOOM!!!!
102
BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103
Bab 103 Resmi Bercerai
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107
BAB 107 Saling Berbagi Luka
108
BAB 108 Syukuran Kantor
109
BAB 109 MENGINAP
110
BAB 110 PERI RAINA
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114 Mobil Baru
115
BAB 115
116
BAB 116 Menyatu
117
BAB 117
118
BAB 118 GO PUBLIC!
119
BAB 119 Undangan Pernikahan
120
BAB 120 Merasa Iri
121
BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122
BAB 122
123
BAB 123 Kemenangan Hans
124
BAB 124 Kekalahan Andra
125
BAB 125 SAH!!!!
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128 TEROR
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142 Bumil Sensitif
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
BAB 223
224
BAB 224
225
BAB 225
226
BAB 226
227
BAB 227
228
BAB 228
229
BAB 229
230
BAB 230
231
BAB 231
232
BAB 232
233
BAB 233
234
BAB 234
235
BAB 235
236
BAB 236
237
BAB 237

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!