"Akhirnya bisa belanja di supermarket juga. Biasanya belanja di abang-abang sayur keliling. Segar sekali mata ini." Gumam Citra sembari memilih berbagai macam sayuran.
"Citra!" suara seorang pria cukup mengejutkannya. Seorang pria berperawakan tinggi, berotot, memiliki hidung yang lancip dan kulit sawo matang.
"Andra!" seru Citra yang begitu pangling dengan penampilan Andra.
"Iya aku, Andra." Andra lalu mengulurkan tangannya pada Citra. Citra menerima uluran tangan Andra dengan hangat.
"Ya ampun, aku tidak menyangka kalau itu kamu. Dulu kamu cungkirng." Ucap Citra seraya tertawa kecil.
"Hahaha, iya. Aku sudah memperbaiki giziku sekarang. Tapi kamu masih tetap cantik seperti dulu, tidak ada yang berubah." Ucapan Andra membuat Citra tersipu.
"Kamu bisa saja. Sudah kepala 3 ini, Ndra. Bagaimana kabarmu?"
"Seperti yang kamu lihat. Aku sehat. Kamu bagaimana?"
"Seperti yang kamu lihat juga." Jawab Citra seraya tertawa. Citra celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.
"Cari apa Cit?"
"Istri dan anak kamu mana? Kok sendirian saja."
Andra tertunduk lesu. "Kami sudah berpisah sejak dua tahun lalu dan hak asuh anak jatuh ke tangan Adel. Pasca bercerai, aku balik lagi ke Bandung dan meninggalkan Jakarta. Untung saja perusahaan tempat aku kerja, menyetujui kepindahanku. Setidaknya aku bisa berobat menenangkan hati ku yang terluka."
"Sabar ya, Ndra. Terkadang kehidupan tak seindah yang kita bayangkan."
"Iya, Cit. Sebenarnya dulu, selesai kuliah, aku sempat mencarimu lagi tapi ternyata kamu sudah menikah." Mereka pun terlibat obrolan sembari memilih-memilih belanjaan.
"Kamu serius?" Citra tidak percaya jika Andra sempat mencarinya.
"Iyalah, untuk apa aku bohong. Kamu cinta pertama ku dan berharap jadi cinta terakhirku tapi aku terlambat."
"Ya habisnya dulu kamu putusin buat nerima beasiswa kuliah di Jakarta. Dan aku tidak bisa LDR."
"Ya, memang bukan jodohnya kita kali ya, Cit."
"Oh ya kamu bahkan tidak mengundangku ke acara pernikahanmu."
"Untuk apa undang kamu? Kamu juga sudah lupa. Dan nomor kamu juga tidak bisa di hubungi. Kamu juga tidak memberiku kabar saat menikah. Itupun aku mendengar teman-teman dari grup SMA."
"Hehehe iya juga sih. Ya, setelah mendengar kabar kamu menikah, aku sibuk cari kerja dan akhirnya aku bertemu Adel."
"Mmmm kenapa kalian berpisah?"
"Memang sudah bukan jodohnya, Cit. Adel juga mau menikah lagi dengan pria yang lebih dari segalanya. Wanita zaman sekarang sangat realistis ya. Jarang sekali ada yang mau di ajak berjuang bersama. Apalagi mereka yang hidup di kota besar dan modern."
"Ya namanya zaman, Ndra. Segalanya butuh uang. Memangnya sekarang kamu kerja dimana?"
"Aku kerja di perusahaan IT sebagai manager."
"Wah, hebat banget ya kamu. Gede tuh gajinya." Seloroh Citra dengan tawa kecilnya.
"Ya alhamdulillah, Cit. Aku sudah bisa membeli rumah impian ku dan mobil impian ku."
"Kalau sudah mapan dan sukses, kenapa tidak menikah lagi?"
"Belum ada yang cocok. Oh ya, kita ngobrol sebentar di cafe depan ya."
"Iya baiklah. Belanjaan ku sudah penuh juga. Dari tadi muter-muter sambil ngobrol penuh juga." Kekeh Citra.
"Ya sudah, sekalian aku juga mau bayar. Cuma beli parfum dan buah saja. Sekalian aku bayarin belanjaan kamu."
"Eh jangan, Ndra. Aku sudah bawa uang kok."
"Sudah tidak apa-apa, Cit. Hampir 10 tahun lho kita tidak bertemu. Sekarang aku sudah sukses jadi aku kamu juga ikut merasakannya." Ucapan Andra mendadak membuat jantung Citra berdegup kencang. Citra akhirnya hanya bisa mengangguk pasrah. Setelah membayar, mereka berdua berjalan menuju tempat parkir. Sebuah mobil pajero sport keluaran terbaru tampak gagah disana. Membuat Citra merasa ikut bangga melihat keberhasilan Andra.
"Andra, tapi aku bawa motor."
"Citra, belanjaan banyak begini masa kamu bawa motor. Kenapa tidak bawa mobil?"
"Tidak punya mobil, Ndra. Punya nya cuma motor." Jawab Citra malu-malu. Andra merasa kasihan pada Citra. Sepertinya kehidupan Citra biasa saja.
"Ya sudah, biar nanti belanjaan kamu dibawa taksi saja ya. Jadi kamu bisa naik motor tanpa kerepotan."
"Tidak usah, Ndra. Aku tidak mau merepotkanmu."
"Aku tidak repot kok. Aku masukkan kedalam mobil dulu ya. Kita ngobrol santai di cafe. Nanti aku antar balik lagi kesini sekalian sama belanjaan kamu."
"Iya baiklah." Jawab Citra. Wanita mana yang tidak terpesona melihat penampilan Andra yang begitu gagah. Apalagi perlakuan Andra yang begitu lembut. Bodoh sekali wanita yang meninggalkan Andra. Andra dan Citra dulu sempat menjalin kasih selama 7 tahun. Hubungan itu terjalin saat keduanya masih SMP kelas 3 dan berlanjut sampai keduanya semester dua saat kuliah. Namun saat masuk dua semester itu, keduanya menjalani LDR. Dan akhirnya Citra menyerah karena Andra semakin sibuk dan sulit dihubungi. Padahal kedua jarak itu tidaklah terlalu jauh. Sudah pasti kesibukan keduanya membuat cinta diantara mereka memudar. Kini keduanya tengah duduk santai berdua disebuah cafe yang tak jauh dari supermarket.
"Citra, aku minta maaf sama kamu."
"Minta maaf untuk apa?"
"Ya karena aku sulit dihubungi dan karena kesibukan ku saat kuliah dulu."
"Kita saat itu memang kurang sabar dan kurang dewasa. Aku juga minta maaf karena aku sempat menyerah. Tapi ya sudahlah, namanya juga masa lalu."
"Oh ya ceritakan suamimu dan keluargamu."
"Tidak ada yang spesial dan yang perlu dibanggakan, Ndra." Jawab Citra dengan setengah malas. Andra bisa membaca sepertinya Citra memang mentimpan sesuatu.
"Ayolah, cerita saja. Aku juga sudah cerita," paksa Andra yang sangat ingin tahu kehidupan tentang Citra.
Citra menghela. "Suamiku, dia pria yang pekerja keras dan bertanggung jawab. Meskipun karirnya tidak sesukses dirimu. Kehidupan kami jauh dari ekspetasi kamu tapi aku tetap bersyukur, meskipun kadang lelah juga. Dia begitu setia menjadi guru honorer dengan gaji yang tak seberapa. Membuatku harus memutar otak untuk mencukupkan gaji yang bisa dibilang tidak cukup. Aku butuh pekerjaan, Ndra. Saat ini anakku sakit dan aku butuh uang tambahan." Mendengar cerita Citra, membuat Andra merasa kasihan dengan wanita yang pernah mengisi hatinya selama 7 tahun.
"Sabar ya Cit, kamu harus kuat untuk anakmu. Berapa usia anakmu? Dan dia sakit apa?"
"Namanya Mikayla, usianya 8 tahun. Dokter memvonisnya kanker otak stadium 3." Bulir air mata jatuh membasahi wajah Citra begitu saja. Melihat kondisi Citra seperti ini, membuat Andra ikut merasakan sakit. Masih ada sisa-sisa cinta di sudut hati Andra untuk Citra.
"Aku 9 tahun bertahan dengan kondisi suamiku menjadi guru honorer, Ndra. Kondisi yang membuatku begitu sulit dan rasanya ingin menyerah. Padahal aku sudah memintanya untuk mencari pekerjaan lain. Dia juga kuliah dan lulusan sarjana tapi dia tetap saja tidak ada perubahan. Awal menikah sampai detik ini uang segitu mana cukup. Kadang aku juga capek. Aku juga pingin bisa santai, senang-senang, setidaknya menyenangkan diri sendiri. Sedangkan dia melarangku bekerja. Dulu karirku lumayan tapi dia memintaku untuk berhenti dan aku menurut saja karena dia suamiku jadi aku berusaha patuh. Aku akui, dia bertanggung jawab tapi dengan pendapatan seperti itu, apa bisa aku bertahan? Belum lagi kebutuhan lain-lain di luar kebutuhan sehari-sehari. Terkadang aku ingin memilih sendiri tapi kasihan Mikayla, apalagi saat ini dia sedang sakit. Aku bingung, Ndra." Citra pun mulai terisak. Andra lalu meraih dan menggenggam tangan Citra.
"Citra, percayalah. Semua akan bisa terlewati dengan mudah. Aku akan membantumu mencari pekerjaan. Siapa tahu ada posisi kosong di perusahaan."
"Terima kasih ya, Ndra. Maaf kalau aku harus menceritakannya padamu. Aku tidak mungkin mengadu pada kedua orang tuaku. Yang ada mereka malah semakin sedih."
"Iya tidak apa-apa. Kamu bisa anggap aku temanmu, Cit. Sudah ya, jangan menangis lagi." Andra dengan lembut menyeka air mata Citra. Sentuhan yang membuat Citra semakin berdebar. Setelah mengobrol cukup lama, Citra akhirnya pulang. Dan sebelum pulang, keduanya pun saling bertukar nomor telepon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
idaokta p
gawat
2023-09-07
0
Serinatasha
CLBK dong
2023-08-16
1
Susanty
Makanya aku kalo ketemu mantan suka main gak kenal🤭🤣🤣 bukannya masih cinta tapi males ajah, ini apalagi citra sampe blak²an cerita masalah rumah tangga 🤦🏻♀️ haduh
2023-07-18
1