BAB 7 Menolong Raina lagi

Setelah dari rumah Andra, Citra segera pulang dan tak lupa ia menyempatkan membeli makanan untuk suaminya.

"Pasti Mas Hans sudah dirumah. Apa yang baru saja aku lakukan dengan Andra tadi." Gumanya sambil tetap fokus mengendarai motornya. Karena tidak terburu masak, Citra memutuskan untuk membeli soto saja. Begitu sampai rumah, ia melihat Hans keluar dari kamar. Ada rasa bersalah menyeruak saat melihat wajah suaminya. Setelah makan siang, Hans mengajak Citra untuk bercinta karena Hans sudah diterima kerja. Karena sudah janji, Citra pun mengiyakan. Selama berhubungan, justru bayangan bercintanya dengan Andra melintas di kepalanya.

"Mas Hans, memang tidak sehebat Andra. Sudah nafkah kecil, servis tidak memuaskan. Citra sadar, dia suamimu!" batin Citra berontak. Meskipun lelah karena untuk pertama kalinya dalam waktu dua jam, ia bercinta dengan pria lain namun Citra tetap melayani suaminya, meskipun gairahnya tidak sama seperti saat bersama Andra.

"Sayang, nanti sore kita jemput Mikayla. Sekalian, aku mau mengajak kalian jalan-jalan. Ya anggap saja, ini sebagai perayaan kecil aku diterima kerja."

"Kamu serius Mas?" rona wajah bahagia terpancar dari wajah Citra.

"Iya sayang. Kita ke mall."

"Aku senang sekali Mas, mendengarnya. Ya sudah Mas, aku siap-siap dulu ya." Ucap Citra penuh dengan semangat.

"Iya." Jawab Hans. Hans, senang sekali melihat senyum dan keceriaan Citra seperti dulu. Ia berharap bisa memberikan nafkah yang layak untuk istrinya.

"Tidak apalah, aku pakai sedikit uang pinjaman dari Bang Jack untuk menyenangkan istri dan anakku. Toh nanti saat gajian, gajiku masih bisa membayar hutangku pada Bang Jack." Batin Hans.

Setelah menjemput Mikayla, mereka bertiga dengan naik motor segera menuju mall. Selama perjalanan, Citra membayangkan betapa bahagianya jika punya mobil. Kemana-mana tidak kehujanan, kepanasan bahkan aman dari sapuan debu.

"Mas, nanti beli mobil ya. Mika kan makin besar jadi kita butuh mobil supaya bisa pergi kemana-mana bertiga."

"Iya Citra, doakan saja. Sekarang kita fokus pada kesehatan Mika. Doakan Ayah juga ya Mika."

"Pasti Ayah. Aku sudah bersyukur bisa naik motor daripada jalan kaki."

"Anak Ayah memang sangat bijak."

"Hmmm Ayah sama anak saja. Nggak pingin apa jadi orang kaya," gerutu Citra dalam hati.

Sesampainya di mall, Hans lalu menuju toko baju dan sepatu. Ia ingin membelikan semua itu untuk Mikayla. Mikayla senang sekali karena sudah lama Ayahnya tidak membelikannya baju dan sepatu. Setelah urusan Mikayla selesai, kini Citra yang merengek untuk dibelikan baju, tas dan sepatu.

"Sayang, silahkan kalau mau beli. Tapi maaf ya belum bisa memberikan yang branded."

"Tidak apa-apa Mas. Yang penting aku bisa belanja. Sembilan tahun lho Mas, aku menahan untuk tidak belanja seperti ini. Padahal saat masih single dulu, hampir tiap bulan aku beli baju." Ucapan Citra begitu pedas dan menohok. Tapi Hans juga tidak mau membantah karena memang begitulah kenyataannya. Setelah puas berbelanja, Hans mengajak istri dan anaknya untuk makan di restoran yang ada di mall tersebut. Citra begitu semangat dan antusias. Ia seperti burung yang terlepas dari sangkarnya.

"Sayang, kamu pesan saja ya. Aku sama kayak kamu saja. Aku mau ke toilet."

"Iya Mas."

"Mika, sama Bunda dulu ya."

"Iya Ayah."

Hans kemudian beranjak dan pergi menuju toilet untuk buang air kecil. Beberapa menit kemudian ia keluar dari toilet. Toilet pria dan wanita yang bersebelahan dan hanya berjarak 5 meter saja, membuat pandangan Hans tertuju pada seseorang. Seorang wanita yang baru saja keluar dari toilet. Raina! Ya wanita itu aadalah Raina. Raina tampak kesulitan berjalan dilihat dari tangannya yang merayap pada dinding untuk berpegangan. Sementara tangan kirinya berusaha meraih kakinya namun kesulitan karena mini dress yang ia pakai sangat ketat. Dan terlihat sepatu yang tergeletak di lantai dengan heels yang sudah patah.

"Itu kan wanita kemarin yang sempat aku tolong. Sepertinya dia kesakitan." Gumam Hans. Hans kemudian berjalan mendekati Raina.

"Permisi Nona!" Hans sedikit memiringkan kepalanya, memastikan bahwa itu adalah Raina. Rambut panjang Raina yang tergerai kedepan, membuat Hans agak ragu juga. Ditambah kepala Raina yang menunduk kebawah melihat kearah kakinya. Mendengar suara Hans, Raina mendongak. Ia terkejut karena Hans ada dihadapannya.

"Lho, kam-kamu!"

"Ah, iya Nona. Kebetulan sekali kita bertemu kembali. Ada yang bisa saya bantu? Sepertinya anda kesulitan." Kata Hans.

"Iya. Heels sepatuku patah dan membuat kaki ku terkilir." Kata Raina sambil meringis menahan sakit. Pandangan Hans mengedar, mencoba mencari tempat duduk.

"Kita duduk disana saja Nona. Maaf ya." Hans lalu mengalungkan tangan Raina ke bahunya sementara tangan kirinya meraih pinggang Raina. Raina terkejut untuk pertama kalinya merasakan sentuhan seorang pria yang begitu lembut setelah sekian lama. Raina yang biasanya tidak mudah disentuh pria, tiba-tiba takluk dihadapan Hans. Setelah mendudukkan Raina, Hans melepaskan jaketnya dan meletakkannya di pangkuan Raina. Supaya paha mulus dan seksi Raina tidak terekspose. Ya, Raina dibuat kagum dengan sikap Hans yang sopan dan sangat lembut.

"Nona, maaf. Ijinkan saya untuk melihat kaki Nona."

"I-iya silahkan." Kata Raina. Hans duduk dibawah, di hadapan Raina dengan menekuk satu kakinya. Lalu diangkatnya kaki Raina di pahanya.

"Kakinya sangat mulus dan sangat lembut. Seperti kulit bayi." Batin Hans saat pertama kali menyentuh kaki Raina.

"Tangannya terasa kasar tapi aku suka. Sepertinya dia sosok pria yang pekerja keras. Lihat saja otot tangannya begitu menggoda," batin Raina sambil menatap Hans dalam diam.

"Aahhh, sakit," rintih Raina.

"Tahan ya Nona. Sepertinya hanya terkilir biasa." Ucap Hans sembari memijit kaki Raina.

"Sekarang anda coba putar pergelangan kaki, anda."

"Iya." Raina mencoba memutarnya dan ternyata sudah tidak sakit lagi.

"Wah, kamu hebat ya. Sudah tidak sakit lagi. Terima kasih sekali." Kata Raina dengan senyum lebarnya.

"Sama-sama Nona."

"Nona Raina!" seru Gita seraya berlari kearah Raina.

"Lega rasanya bisa bertemu Nona," Gita terengah. Matanya lalu tertuju pada sosok tampan Hans.

"Heels ku patah dan kaki ku terkilir. Dia menolongku." Jelas Raina pada asprinya.

"Terima kasih Tuan sudah menolong atasan saya." Kata Gita.

"Klien kita sudah datang Nona. Saya panik saat anda tidak kembali dari toilet."

"Maaf, kalau begitu saya permisi. Anak dan istri saya menunggu."

"Iya, terima kasih." Kata Raina.

"Oh ya Nona. Ini sapu tangan milik anda. Sudah saya cuci."

"Tidak usah kamu kembalikan. Ambil saja. Karena aku sudah tidak membutuhkannya." Mendengar ucapan Raina yang terdengar dingin, membuat Hans meremas sapu tangan itu dan memasukkan kembali ke dalam sakunya.

"Baiklah Nona, terima kasih." Hans kemudian berlalu dan segera kembali pada anak dan istrinya. Raina terus menatap Hans, sampai Hans tidak terlihat lagi di pandangannya. Gita menatap heran kearah bosnya.

"Nona, jangan bilang anda menyukainya." Ucap Gita dengan sorot mata penuh rasa penasaran.

"Iya, aku menyukainya. Dia pria yang pertama kali membuatku merasa hangat setelah sekian lama."

"Lalu sapu tangan Nona, kenapa ada padanya?"

"Dia yang menolongku juga tadi saat mobilku mogok."

"WOW, sepertinya takdir ya. Tapi dia sudah punya istri dan anak, Nona."

"Memangnya kenapa? Aku bisa memilikinya tanpa dia harus meninggalkan keluarganya." Ucap Raina dengan senyum menyeringai.

"Ya, terserah Nona. Tapi kita harus kembali karena klien sudah menunggu."

"Tidak lihat sepatuku patah? Belikan sana dulu," ketus Raina.

"I-iya Nona."

Terpopuler

Comments

Nurasiah

Nurasiah

belikan dulu sana

2023-09-02

0

Devi Handayani

Devi Handayani

wow sepertinya sudah ada program pelakor diotak anda ya raina😏😏😏😏

2023-08-22

1

Selena Endut

Selena Endut

ayo raina ,,rebut hans

2023-08-20

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Vonis Dokter
2 BAB 2 Mencari Pinjaman
3 BAB 3 Bertemu Mantan
4 BAB 4 Awal Pertemuan
5 BAB 5 Pengkhianatan
6 BAB 6 Kekhilafan
7 BAB 7 Menolong Raina lagi
8 BAB 8 Kegamangan Citra
9 BAB 9 Masa Lalu
10 BAB 10 Suami Psikopat
11 BAB 11 Madam Devil
12 BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13 BAB 13 Di tagih rentenir
14 BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15 BAB 15 Mencari tahu
16 BAB 16 Jadilah suamiku
17 BAB 17 TTD Kontrak
18 BAB 18 Menawarkan diri
19 BAB 19 Godaan Nona CEO
20 BAB 20 Tidak bisa menolak
21 BAB 21 Hasrat Menggebu
22 BAB 22 Melayani Bos
23 BAB 23 Dan terjadi lagi
24 BAB 24 Selalu Marah-Marah
25 BAB 25 Menyusul ke Bali
26 BAB 26 Takut Kehilangan
27 BAB 27 Pernikahan Kontrak
28 BAB 28 Menikmati Sunset
29 BAB 29 Pengantin Baru
30 BAB 30
31 BAB 31 Kelebihan Hans
32 BAB 32 Cemburu
33 BAB 33 Saling cemburu
34 BAB 34 Terjebak Rasa
35 BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36 BAB 36 Mimpi Buruk
37 BAB 37 Rasa egois
38 BAB 38 Merebut Hans
39 BAB 39
40 BAB 40 Suasana Genting
41 BAB 41 Jerman
42 BAB 42 Kehiudpan Raina
43 BAB 43
44 BAB 44 Merindu
45 BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46 BAB 46 Virtual
47 BAB 47 Mika Ingin adik???
48 BAB 48 Terbayang Raina
49 BAB 49 Tiba di Jerman
50 BAB 50 Melepas Rindu
51 BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52 BAB 52 Saling menyusul
53 BAB 53 Cinta yang terbagi
54 BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55 BAB 55 Kamu inspirasiku
56 BAB 56 Terima kasih cinta
57 BAB 57 Mengintai
58 BAB 58 CURIGA
59 BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60 BAB 60 Manipulatif
61 BAB 61 Tersaingi
62 BAB 62 Proyek Besar
63 BAB 63 Lembur lagi
64 BAB 64 Mencuri Kesempatan
65 BAB 65 Meninjau Proyek
66 BAB 66 Hampir saja!
67 BAB 67 My Support System
68 BAB 68 Fakta Terkuak
69 BAB 69 Penggrebekan
70 BAB 70 Mengembalikan Citra
71 BAB 71 TALAK
72 BAB 72 Pergi dari Rumah
73 BAB 73 Membuka Rahasia
74 BAB 74 Dua Pria Bertemu
75 BAB 75 Mengunjungi Hans
76 BAB 76
77 Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78 BAB 78 CEMBURU
79 BAB 79 MEMBENTUK TIM
80 BAB 80 Sekelumit masa lalu
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86 Taman Hiburan
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89 Dibuat cemburu
90 BAB 90 Pengakuan!
91 BAB 91
92 BAB 92 Jodoh untuk Albert
93 BAB 93 WAS-WAS
94 BAB 94 Sidang
95 BAB 95 Semangat Hans!
96 BAB 96
97 BAB 97 POSESIF
98 BAB 98 Masih Sama
99 BAB 99 Melepas Rindu
100 BAB 100
101 BAB 101 BOOM!!!!
102 BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103 Bab 103 Resmi Bercerai
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107 BAB 107 Saling Berbagi Luka
108 BAB 108 Syukuran Kantor
109 BAB 109 MENGINAP
110 BAB 110 PERI RAINA
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114 Mobil Baru
115 BAB 115
116 BAB 116 Menyatu
117 BAB 117
118 BAB 118 GO PUBLIC!
119 BAB 119 Undangan Pernikahan
120 BAB 120 Merasa Iri
121 BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122 BAB 122
123 BAB 123 Kemenangan Hans
124 BAB 124 Kekalahan Andra
125 BAB 125 SAH!!!!
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128 TEROR
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142 Bumil Sensitif
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 BAB 223
224 BAB 224
225 BAB 225
226 BAB 226
227 BAB 227
228 BAB 228
229 BAB 229
230 BAB 230
231 BAB 231
232 BAB 232
233 BAB 233
234 BAB 234
235 BAB 235
236 BAB 236
237 BAB 237
Episodes

Updated 237 Episodes

1
BAB 1 Vonis Dokter
2
BAB 2 Mencari Pinjaman
3
BAB 3 Bertemu Mantan
4
BAB 4 Awal Pertemuan
5
BAB 5 Pengkhianatan
6
BAB 6 Kekhilafan
7
BAB 7 Menolong Raina lagi
8
BAB 8 Kegamangan Citra
9
BAB 9 Masa Lalu
10
BAB 10 Suami Psikopat
11
BAB 11 Madam Devil
12
BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13
BAB 13 Di tagih rentenir
14
BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15
BAB 15 Mencari tahu
16
BAB 16 Jadilah suamiku
17
BAB 17 TTD Kontrak
18
BAB 18 Menawarkan diri
19
BAB 19 Godaan Nona CEO
20
BAB 20 Tidak bisa menolak
21
BAB 21 Hasrat Menggebu
22
BAB 22 Melayani Bos
23
BAB 23 Dan terjadi lagi
24
BAB 24 Selalu Marah-Marah
25
BAB 25 Menyusul ke Bali
26
BAB 26 Takut Kehilangan
27
BAB 27 Pernikahan Kontrak
28
BAB 28 Menikmati Sunset
29
BAB 29 Pengantin Baru
30
BAB 30
31
BAB 31 Kelebihan Hans
32
BAB 32 Cemburu
33
BAB 33 Saling cemburu
34
BAB 34 Terjebak Rasa
35
BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36
BAB 36 Mimpi Buruk
37
BAB 37 Rasa egois
38
BAB 38 Merebut Hans
39
BAB 39
40
BAB 40 Suasana Genting
41
BAB 41 Jerman
42
BAB 42 Kehiudpan Raina
43
BAB 43
44
BAB 44 Merindu
45
BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46
BAB 46 Virtual
47
BAB 47 Mika Ingin adik???
48
BAB 48 Terbayang Raina
49
BAB 49 Tiba di Jerman
50
BAB 50 Melepas Rindu
51
BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52
BAB 52 Saling menyusul
53
BAB 53 Cinta yang terbagi
54
BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55
BAB 55 Kamu inspirasiku
56
BAB 56 Terima kasih cinta
57
BAB 57 Mengintai
58
BAB 58 CURIGA
59
BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60
BAB 60 Manipulatif
61
BAB 61 Tersaingi
62
BAB 62 Proyek Besar
63
BAB 63 Lembur lagi
64
BAB 64 Mencuri Kesempatan
65
BAB 65 Meninjau Proyek
66
BAB 66 Hampir saja!
67
BAB 67 My Support System
68
BAB 68 Fakta Terkuak
69
BAB 69 Penggrebekan
70
BAB 70 Mengembalikan Citra
71
BAB 71 TALAK
72
BAB 72 Pergi dari Rumah
73
BAB 73 Membuka Rahasia
74
BAB 74 Dua Pria Bertemu
75
BAB 75 Mengunjungi Hans
76
BAB 76
77
Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78
BAB 78 CEMBURU
79
BAB 79 MEMBENTUK TIM
80
BAB 80 Sekelumit masa lalu
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86 Taman Hiburan
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89 Dibuat cemburu
90
BAB 90 Pengakuan!
91
BAB 91
92
BAB 92 Jodoh untuk Albert
93
BAB 93 WAS-WAS
94
BAB 94 Sidang
95
BAB 95 Semangat Hans!
96
BAB 96
97
BAB 97 POSESIF
98
BAB 98 Masih Sama
99
BAB 99 Melepas Rindu
100
BAB 100
101
BAB 101 BOOM!!!!
102
BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103
Bab 103 Resmi Bercerai
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107
BAB 107 Saling Berbagi Luka
108
BAB 108 Syukuran Kantor
109
BAB 109 MENGINAP
110
BAB 110 PERI RAINA
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114 Mobil Baru
115
BAB 115
116
BAB 116 Menyatu
117
BAB 117
118
BAB 118 GO PUBLIC!
119
BAB 119 Undangan Pernikahan
120
BAB 120 Merasa Iri
121
BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122
BAB 122
123
BAB 123 Kemenangan Hans
124
BAB 124 Kekalahan Andra
125
BAB 125 SAH!!!!
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128 TEROR
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142 Bumil Sensitif
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
BAB 223
224
BAB 224
225
BAB 225
226
BAB 226
227
BAB 227
228
BAB 228
229
BAB 229
230
BAB 230
231
BAB 231
232
BAB 232
233
BAB 233
234
BAB 234
235
BAB 235
236
BAB 236
237
BAB 237

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!