BAB 13 Di tagih rentenir

Dua bulan sudah, Hans bekerja disana. Namun gaji bulan ini, langsung Hans pakai untuk pengobatan putrinya. Sampai ia lupa kalau batas pembayaran sudah lewat satu minggu. Pagi-pagi sekali Bang Jack dan kedua anak buahnya yang berbadan kekar, menyatroni rumah Hans.

"Hans! Buka pintunya." Suara Bang Jack menggedor pintu rumah Hans. Hans yang hendak berangkat kerja segera membukanya.

"Bbb-Bang Jack," Hans tergagap.

"Angsuran kedua mana? Ini sudah telat satu minggu." Ucap Bang Jack dengan suara meninggi.

"Bang, saya belum ada uang. Uang gajian, sudah saya pakai untuk biaya pengobatan anak saya."

"Aku tidak peduli. Ini tagihanmu bersama bunganya." Bang Jack lalu menunjukkan rincian hutang milik Hans. Mata Hans membulat sempurna melihat nominalnya yang begitu fantastis.

"Bang, ini kok 40 juta lebih?" ucapnya tergagap.

"Matamu buta apa? Kamu tidak bisa baca. Hutang pokokmu 50 juta dengan bunga 50%. Tiap bulan kalau tidak telat, kamu membayar 7,5 juta. Karena kamu telat, jadi bunganya menjadi dua kali lipat perhari. Kamu juga sudah menandatangani kesepakatan itu kan?"

"Ada apa Mas?" suara Citra yang baru pulang dari belanja. Dengan wajah putus asa, Hans memberikan rincian pinjamannya pada Citra.

"Ini pinjaman atau pemerasan Bang?" Citra langsung naik pitam mendapati semua rincian pinjaman itu.

"Suamimu sudah sepakat jadi aku hanya menagih. Bunga naik menjadi dua kali lipat jika telat satu hari. Sedangkan Hans sudah telat satu minggu. Aku akan membawa dua motor kalian ini sebagai jaminan."

"Jangan Bang, ini satu-satunya kendaraan kami." Cegah Hans.

"Aku tidak peduli. Motormu saja kalau aku jual tidak sampai segitu. Ingat ya, dua motor ini cuma membayar 25% dari hutang kalian. Bunganya pun masih terus berjalan kalau sampai kalian tidak bisa membayarnya tepat waktu." Bang Jack memberi kode pada anak buahnya untuk membawa kedua motor Hans.

"Jangan Bang!" Hans memegangi motornya. Namun dua anak buah Bang Jack langsung memberikan bogem mentah pada Hans. Membuat Hans tersungkur ke lantai.

"Ingat ya, jangan sampai telat!" Bang Jack dan kedua anak buahnya pergi setelah berhasil membawa dua motornya. Bukannya membantu Hans bangun, Citra malah marah.

"Semua ini karena kamu, Mas. Sekarang kita naik apa? Hah? Makin menderita hidupku." Marah Citra dengan menumpahkan air mata kekesalannya. Hans bergeming, ia kemudian berusaha bangkit. Dan tiba-tiba datang lagi seseorang, yaitu kurir.

"Maaf Pak, apa benar ini rumah Ibu Citra?" tanya si kurir.

"Oh saya, Mas."

"Ini ada paket." Ucap si kurir.

"Terima kasih." Kurir pun pergi. Citra bingung saat menerima paket beramplop coklat. Citra kemudian langsung membukanya. Iya, itu adalah tagihan dari pinjol. Citra terkejut melihat tagihannya. Melihat Citra terpaku, Hans megambil kertas yang di pegang oleh Citra. Hans semakin terkejut dibuatnya karena tagihan itu menyentuh angka 100 juta. Hans menatap Citra penuh amarah, ia lalu menarik Citra dan membawanya ke kamar.

"Apalagi ini Citra? Ini apa?" tanya Hans dengan suara bergetar menahan tangis. Citra menunduk tidak berani menatap Hans.

"Apa semua uang ini untuk memenuhi gaya hidupmu? Iya?" ucapnya lagi penuh penekanan.

Citra menghela. "Iya. Memangnya kenapa? Selain gaya hidup untuk tambahan belanja juga."

"Tapi kenapa sebanyak ini, Citra? Sedangkan kita makan juga itu-itu saja. Ya ampun, Citra. Sekarang bagaimana cara kita membayarnya. Pihak pinjol akan menempuh jalur hukum. Ini sudah menunggak berapa tahun? Kamu tahu juga kan, kalau pinjol itu tiap hari berbunga? Belum ini rincian belanja mu yang kamu kredit."

"Mas, sekarang kamu pikir. Gaji 600 ribu di tambah 1,5 juta, cukup tidak untuk satu bulan? Anggap saja uang makan kita sehari 30 ribu, kamu kali satu bulan. Ketemu berapa? Belum uang jajan Mika, membayar buku sekolah, uang listrik, air, kebutuhan ku sendiri dan kebutuhan yang tidak bisa di prediksi, kamu pikir itu semua cukup? Kamu pikir aku tetap cantik dan badanku bagus karena apa? Ya, karena uang itu lah. Gajimu tidak bisa merawat tubuhku. Kita bisa bertahan hidup selama bertahun-tahun karena pinjol juga."

"Tapi kenapa kamu tidak diskusi dengan ku?"

"Memangnya kamu akan membolehkan aku? Tidak kan?"

"Iyalah, aku tidak akan mengijinkan karena pemasukan kita hanya cukup untuk makan. Seharusnya dari awal, kamu jujur saja kalau aku cuma guru honorer dan gaji ku kecil. Untuk apa kamu bohong dan gengsi mengakuinya. Kamu lebih mementingkan gengsi dan gaya hidup dari pada ketenangan hidup."

"Terus saja salahkan aku, Mas. Semua ini salah kamu yang tidak becus mencari nafkah. Aku sudah mengingatkanmu tapi kamu tetap keras kepala. Jual saja rumah mu ini." Kata Citra dengan seenaknya.

"Apa? Enak saja kamu bicara Citra. Ini rumah peninggalan orang tuaku."

"Terus, mau apalagi? Mikayla butuh banyak biaya. Belum juga hutang sama Bang Jack. Pokoknya kamu lunasi semua. Itu semua tanggung jawabmu. Kamu melarang ku untuk kerja juga kan?"

"Citra!" bentak Hans. Untuk pertama kalinya Hans membentak Citra. Mata Citra berkaca-kaca mendengar Hans membentaknya. Ia kemudian keluar kamar dan justru melihat Mikayla berdiri di depan pintu.

"Ayah dan Bunda bertengkar karena aku?" tanya Mikayla dengan mata yang sudah basah. Citra hanya terdiam sambil menatap wajah putrinya. Mendengar suara Mikayla, Hans langsung keluar.

"Ayah, Bunda, aku berhenti berobat saja. Minum obat pereda nyeri juga sudah cukup. Aku tidak mau Ayah dan Bunda bertengkar karena aku." Ucapan Mikayla sungguh menusuk hati Hans. Hans langsung memeluk putrinya.

"Tidak sayang. Apapun akan Ayah lakukan untuk menyembuhkan kamu. Kami bertengkar bukan karena kamu. Percaya sama Ayah ya." Hans mencoba menenangkan putrinya. Sementara Citra langsung berlalu ke dapur begitu saja. Rasanya muak melihat wajah Hans.

"Tapi kenapa Ayah dan Bunda bertengkar? Aku beban ya untuk Ayah dan Bunda?" Mikayla sesenggukan dalam dekapan sang Ayah.

"Kamu bukan beban tapi kamu justru anugerah untuk kami. Sekarang kita sarapan dulu ya."

"Tadi Bang Jack juga marah sama Ayah dan mengambil motor kita. Aku dengar semuanya Ayah." Hans tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya bisa memeluk putrinya sambil menahan air mata yang sedari tadi menggenang di pelupuk matanya.

"Mika, ayo sarapan." Ketus Citra sambil membawa membawa tiga telur ceplok untuk mereka bertiga.

"Nanti kamu antar Mika ke sekolah, Mas. Aku tidak mau kepanasan menunggu angkot." Kata Citra penuh dengan penekanan.

"Iya," singkat Hans. Setelah sarapan, Hans dan Mikayla pun berangkat.

*****

"Madam, kita ada meeting di steak house. Miss Natalie yang sudah anda tunggu kedatangannya."

"Oke, siapkan semuanya Ren."

"Siap Madam."

Raina dan Reno pun berangkat ke steak house tersebut untuk membicarakan masalah kerja sama. Meeting para wanita cantik itupun berjalan lancar. Namun sesekali tampak Miss Natalie mencuri pandang pada Reno.

"Kenapa Miss? Kamu tertarik dengan sekretarisku?" Raina mencoba menggoda Miss Natalie sambil melirik kearah Reno. Reno merasa malu dan hanya menyunggingkan senyum tipisnya.

"Tidak usah malu, Miss. Apalah arti perbedaan usia," sambung Raina.

"Ah, sudahlah. Jangan menggodaku, Raina."

"Baiklah kalau begitu aku ke toilet dulu. Pembicaraan bisnis sudah selesai jadi kalian bisa mengobrol." Kata Raina yang berusaha memberikan waktu pada Natalie untuk berdua dengan Reno. Raina beranjak dari duduknya dan menuju toilet. Toilet tampak sepi namun Raina mendengar suara pria dan wanita di salah satu bilik.

"Citra, aku ingin sekarang."

"Andra, kita selesaikan makan dulu. Kenapa kamu menyusulku kemari? Ada orang di luar."

"Aku tidak peduli." Andra lalu ******* bibir Citra dan meraup kedua gunung kembar milik Citra, sampai suara rintihan manja Citra menyeruak.

"Gila!" Raina mengumpat. Raina lalu mengetuk bilik itu.

"Permisi! Bisakah kalian keluar? Suara kalian sangat mengganggu. Setidaknya teruskanlah di hotel. Daripada aku panggilkan petugas dan menangkap kalian." Mendengar ancaman Raina, Citra dan Andra membeku. Cita segera merapikan kembali pakaiannya, begitu juga Andra. Keduanya kemudian keluar.

"Maaf Nona. Kekasihku ini tidak sabaran." Ucap Citra malu-malu seraya berlalu di ikuti oleh Andra.

Raina menghela. "Tidak sanggup menyewa hotel apa? Sampai bermain di toilet." Gumamnya setelah Citra dan Andra berlalu. Raina tidak tahu jika wanita itu adalah istri Hans.

Terpopuler

Comments

Selena Endut

Selena Endut

edannnnnnn lnajott

2023-08-21

0

Molive(virgo girl)♍

Molive(virgo girl)♍

iihhh tuh cewek bikin emosi saja
😤😤😤

2023-07-10

0

Daffa Mukaffa

Daffa Mukaffa

seru banget

2023-07-05

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Vonis Dokter
2 BAB 2 Mencari Pinjaman
3 BAB 3 Bertemu Mantan
4 BAB 4 Awal Pertemuan
5 BAB 5 Pengkhianatan
6 BAB 6 Kekhilafan
7 BAB 7 Menolong Raina lagi
8 BAB 8 Kegamangan Citra
9 BAB 9 Masa Lalu
10 BAB 10 Suami Psikopat
11 BAB 11 Madam Devil
12 BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13 BAB 13 Di tagih rentenir
14 BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15 BAB 15 Mencari tahu
16 BAB 16 Jadilah suamiku
17 BAB 17 TTD Kontrak
18 BAB 18 Menawarkan diri
19 BAB 19 Godaan Nona CEO
20 BAB 20 Tidak bisa menolak
21 BAB 21 Hasrat Menggebu
22 BAB 22 Melayani Bos
23 BAB 23 Dan terjadi lagi
24 BAB 24 Selalu Marah-Marah
25 BAB 25 Menyusul ke Bali
26 BAB 26 Takut Kehilangan
27 BAB 27 Pernikahan Kontrak
28 BAB 28 Menikmati Sunset
29 BAB 29 Pengantin Baru
30 BAB 30
31 BAB 31 Kelebihan Hans
32 BAB 32 Cemburu
33 BAB 33 Saling cemburu
34 BAB 34 Terjebak Rasa
35 BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36 BAB 36 Mimpi Buruk
37 BAB 37 Rasa egois
38 BAB 38 Merebut Hans
39 BAB 39
40 BAB 40 Suasana Genting
41 BAB 41 Jerman
42 BAB 42 Kehiudpan Raina
43 BAB 43
44 BAB 44 Merindu
45 BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46 BAB 46 Virtual
47 BAB 47 Mika Ingin adik???
48 BAB 48 Terbayang Raina
49 BAB 49 Tiba di Jerman
50 BAB 50 Melepas Rindu
51 BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52 BAB 52 Saling menyusul
53 BAB 53 Cinta yang terbagi
54 BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55 BAB 55 Kamu inspirasiku
56 BAB 56 Terima kasih cinta
57 BAB 57 Mengintai
58 BAB 58 CURIGA
59 BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60 BAB 60 Manipulatif
61 BAB 61 Tersaingi
62 BAB 62 Proyek Besar
63 BAB 63 Lembur lagi
64 BAB 64 Mencuri Kesempatan
65 BAB 65 Meninjau Proyek
66 BAB 66 Hampir saja!
67 BAB 67 My Support System
68 BAB 68 Fakta Terkuak
69 BAB 69 Penggrebekan
70 BAB 70 Mengembalikan Citra
71 BAB 71 TALAK
72 BAB 72 Pergi dari Rumah
73 BAB 73 Membuka Rahasia
74 BAB 74 Dua Pria Bertemu
75 BAB 75 Mengunjungi Hans
76 BAB 76
77 Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78 BAB 78 CEMBURU
79 BAB 79 MEMBENTUK TIM
80 BAB 80 Sekelumit masa lalu
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86 Taman Hiburan
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89 Dibuat cemburu
90 BAB 90 Pengakuan!
91 BAB 91
92 BAB 92 Jodoh untuk Albert
93 BAB 93 WAS-WAS
94 BAB 94 Sidang
95 BAB 95 Semangat Hans!
96 BAB 96
97 BAB 97 POSESIF
98 BAB 98 Masih Sama
99 BAB 99 Melepas Rindu
100 BAB 100
101 BAB 101 BOOM!!!!
102 BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103 Bab 103 Resmi Bercerai
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107 BAB 107 Saling Berbagi Luka
108 BAB 108 Syukuran Kantor
109 BAB 109 MENGINAP
110 BAB 110 PERI RAINA
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114 Mobil Baru
115 BAB 115
116 BAB 116 Menyatu
117 BAB 117
118 BAB 118 GO PUBLIC!
119 BAB 119 Undangan Pernikahan
120 BAB 120 Merasa Iri
121 BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122 BAB 122
123 BAB 123 Kemenangan Hans
124 BAB 124 Kekalahan Andra
125 BAB 125 SAH!!!!
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128 TEROR
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142 Bumil Sensitif
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 BAB 223
224 BAB 224
225 BAB 225
226 BAB 226
227 BAB 227
228 BAB 228
229 BAB 229
230 BAB 230
231 BAB 231
232 BAB 232
233 BAB 233
234 BAB 234
235 BAB 235
236 BAB 236
237 BAB 237
Episodes

Updated 237 Episodes

1
BAB 1 Vonis Dokter
2
BAB 2 Mencari Pinjaman
3
BAB 3 Bertemu Mantan
4
BAB 4 Awal Pertemuan
5
BAB 5 Pengkhianatan
6
BAB 6 Kekhilafan
7
BAB 7 Menolong Raina lagi
8
BAB 8 Kegamangan Citra
9
BAB 9 Masa Lalu
10
BAB 10 Suami Psikopat
11
BAB 11 Madam Devil
12
BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13
BAB 13 Di tagih rentenir
14
BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15
BAB 15 Mencari tahu
16
BAB 16 Jadilah suamiku
17
BAB 17 TTD Kontrak
18
BAB 18 Menawarkan diri
19
BAB 19 Godaan Nona CEO
20
BAB 20 Tidak bisa menolak
21
BAB 21 Hasrat Menggebu
22
BAB 22 Melayani Bos
23
BAB 23 Dan terjadi lagi
24
BAB 24 Selalu Marah-Marah
25
BAB 25 Menyusul ke Bali
26
BAB 26 Takut Kehilangan
27
BAB 27 Pernikahan Kontrak
28
BAB 28 Menikmati Sunset
29
BAB 29 Pengantin Baru
30
BAB 30
31
BAB 31 Kelebihan Hans
32
BAB 32 Cemburu
33
BAB 33 Saling cemburu
34
BAB 34 Terjebak Rasa
35
BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36
BAB 36 Mimpi Buruk
37
BAB 37 Rasa egois
38
BAB 38 Merebut Hans
39
BAB 39
40
BAB 40 Suasana Genting
41
BAB 41 Jerman
42
BAB 42 Kehiudpan Raina
43
BAB 43
44
BAB 44 Merindu
45
BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46
BAB 46 Virtual
47
BAB 47 Mika Ingin adik???
48
BAB 48 Terbayang Raina
49
BAB 49 Tiba di Jerman
50
BAB 50 Melepas Rindu
51
BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52
BAB 52 Saling menyusul
53
BAB 53 Cinta yang terbagi
54
BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55
BAB 55 Kamu inspirasiku
56
BAB 56 Terima kasih cinta
57
BAB 57 Mengintai
58
BAB 58 CURIGA
59
BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60
BAB 60 Manipulatif
61
BAB 61 Tersaingi
62
BAB 62 Proyek Besar
63
BAB 63 Lembur lagi
64
BAB 64 Mencuri Kesempatan
65
BAB 65 Meninjau Proyek
66
BAB 66 Hampir saja!
67
BAB 67 My Support System
68
BAB 68 Fakta Terkuak
69
BAB 69 Penggrebekan
70
BAB 70 Mengembalikan Citra
71
BAB 71 TALAK
72
BAB 72 Pergi dari Rumah
73
BAB 73 Membuka Rahasia
74
BAB 74 Dua Pria Bertemu
75
BAB 75 Mengunjungi Hans
76
BAB 76
77
Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78
BAB 78 CEMBURU
79
BAB 79 MEMBENTUK TIM
80
BAB 80 Sekelumit masa lalu
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86 Taman Hiburan
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89 Dibuat cemburu
90
BAB 90 Pengakuan!
91
BAB 91
92
BAB 92 Jodoh untuk Albert
93
BAB 93 WAS-WAS
94
BAB 94 Sidang
95
BAB 95 Semangat Hans!
96
BAB 96
97
BAB 97 POSESIF
98
BAB 98 Masih Sama
99
BAB 99 Melepas Rindu
100
BAB 100
101
BAB 101 BOOM!!!!
102
BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103
Bab 103 Resmi Bercerai
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107
BAB 107 Saling Berbagi Luka
108
BAB 108 Syukuran Kantor
109
BAB 109 MENGINAP
110
BAB 110 PERI RAINA
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114 Mobil Baru
115
BAB 115
116
BAB 116 Menyatu
117
BAB 117
118
BAB 118 GO PUBLIC!
119
BAB 119 Undangan Pernikahan
120
BAB 120 Merasa Iri
121
BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122
BAB 122
123
BAB 123 Kemenangan Hans
124
BAB 124 Kekalahan Andra
125
BAB 125 SAH!!!!
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128 TEROR
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142 Bumil Sensitif
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
BAB 223
224
BAB 224
225
BAB 225
226
BAB 226
227
BAB 227
228
BAB 228
229
BAB 229
230
BAB 230
231
BAB 231
232
BAB 232
233
BAB 233
234
BAB 234
235
BAB 235
236
BAB 236
237
BAB 237

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!