#FLASHBACK SATU BULAN YANG LALU
"Mika, Bunda beli pulsa dulu ya. Sebentar lagi Ayah kamu juga pulang." Pamit Citra seraya berlalu.
"Iya Bunda."
Saat itu Citra memang pergi ke counter namun tiba-tiba Andra meneleponnya. Sudah lama sejak memutuskan hubungan dengan Andra, keduanya sudah tidak lagi berkomunikasi.
"Ha-halo Ndra. Ada apa?" Citra pun gugup.
"Lihatlah ke arah jam 3." Ucap Andra. Citra menurut dan ia melihat mobil Andra diseberang.
"Kamu mengikuti aku?" Citra tergagap.
"Tidak. Aku kebetulan lewat dan melihatmu jadi aku berhenti. Aku merindukanmu, Citra. Ayo kita bertemu. Di dekat sini ada motel. Aku tunggu disana, jangan buat aku kecewa."
"Tap... tapi..."
"Aku mohon. Dari wajahmu, kamu pasti sedang butuh hiburan. Aku mencintaimu." Andra lalu mengakhiri panggilannya. Kalimat terakhir Andra, membuat Citra terenyuh. Akhirnya Citra, menyusul Andra ke Motel. Baru juga memarkir motor, ponsel Citra bergetar.
<Langsung ke kamar 23 ya. Aku disana>~ Andra. Begitu mendapat pesan dari Andra, Citra langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Andra menyunggingkan senyumnya dan memeluk Citra dengan sangat erat.
"Aku merindukanmu, Citra. Satu bulan aku mencoba menahan diri tapi tidak bisa." Ucap Andra. Citra tak membalas pelukan Andra.
"Lepaskan aku, Andra." Lirih Citra. Andra dengan perasaan sedih melepaskan pelukannya karena melihat wajah Citra tak bersemangat. Andra mengangkat dagu Citra. Ditatapnya kedua mata Citra yang menunjukkan kesedihan.
"Kamu kenapa? Sepertinya sedang ada masalah? Apa bertengkar dengan suamimu?" tanya Andra. Citra tak menjawab.
"Aku sudah bilang padamu, datanglah saat kamu butuh. Bahkan teman cerita pun aku siap-siap."
"Aku tidak apa-apa. Aku pulang ya. Kita sudah bertemu." Kali ini Citra berusaha menolak rayuan Andra.
"Citra, jangan pergi dulu. Aku minta waktumu sebentar saja." Andra memohon sambil memegang pergelangan tangan Citra.
"Maaf Andra, aku harus pulang." Citra berbalik hendak meninggalkan Andra. Namun Andra dengan cepat memeluk Citra dari belakang.
"Citra, satu bulan aku menahan diri. Tidak bisakah kamu meluangkan sedikit waktumu untuk aku? Sekalipun kamu mengakhirinya dengan tiba-tiba, aku sama sekali tidak tergoda mencari wanita lain. Hanya kamu, Citra." Citra berusaha untuk tidak lemah dengan rangkaian kalimat indah dari bibir Andra.
"Citra, aku tidak minta semua waktumu. Satu jam saja dalam waktu satu bulan, apakah sulit? Satu bulan sekali saja, Cit. Di luar semua itu, aku tidak akan pernah mengganggumu." Andra berusaha membujuk Citra. Sungguh, ia sangat merindukan tubuh Citra.
"Baiklah, apa maumu, Ndra? Aku tidak bisa lama-lama. Suamiku sebentar lagi pulang."
Andra tersenyum penuh kemenangan, berhasil membuat Citra memenuhi permintaannya. Andra kemudian memutar tubuh Citra untuk menghadapnya. Di belainya lembut wajah Citra. Andra lalu menangkup wajah Citra dan merapatkan bibirnya pada bibir Citra. Andra menciumnya dengan lembut sampai akhirnya Citra tergoda dan membalas ciuman Andra. Akhirnya keduanya kembali bercumbu mesra diatas ranjang dengan ******* dan erangan yang menyeruak.
"Kenapa Andra sangat hebat? Terakhir kali dengan Mas Hans, aku malah mengajarinya," batin Citra disela erangannya.
"Citra, kamu nikmat sekali, aku merindukanmu." Ucap Andra sambil mempercepat hujaman juniornya yang sudah tenggelam di dalam sarangnya. Andra memanfaatkan waktu yang sempit dengan berbagai gaya. Citra tidak menyangka kalau Andra sangatlah hebat dengan berbagai macam gaya yang membuatnya sangat senang dan puas. Andra saking bergairahnya, meninggalkan jejak merah di dada Citra.
"Andra, dadaku! Bagaimana kalau suam...mmmpphhh." Belum selsai bicara, Andra mendaratkan kembali ciuman di bibir Citra.
"Aku tidak peduli," Andra tersenyum penuh kemenangan. Andra lalu mengeluarkan amplop coklat dan memberikannya pada Citra.
"Ini untukmu?"
"Apa ini?"
"Uang."
"UANG? Kamu anggap aku kupu-kupu malam apa?"
"Hei, jangan salah paham dulu. Aku baru mendapat bonus. Memang tidak seberapa tapi bisa kamu pakai untuk merawat tubuhmu dan **** * mu yang harum dan menggairahkan itu. Ya, meskipun harus berbagi dengan suamimu."
Citra tersenyum. "Satu bulan lebih aku dan dia tidak melakukan aktivitas diatas ranjang."
"Kenapa? Apakah dia tidak bisa memuaskan kamu seperti aku?" goda Andra.
"Sudah, jangan bicara. Aku mau pulang tapi ambil saja uangnya." Ucap Citra seraya mengembalikan amplop itu pada Andra.
"Hei, jangan menolaknya. Ini untukmu. Kamu bisa membeli makanan yang bergizi untuk putrimu. Okay." Andra mengelus lembut kepala Citra. Sikap lembut dan royal Andra dari dulu memang tidak pernah berubah.
"Baiklah, aku akan menerimanya. Terima kasih ya. Kamu hati-hati pulangnya."
"Iya, kamu juga."
Citra pun segera melajukan motornya dengan kencang. Ia sangat terkejut saat melihat Hans sudah di rumah. Gugup dan takut ketahuan. Citra langsung masuk ke kamar dan mandi.
"Sepertinya aku harus memakai baju berkerah karena tanda merah di dadaku terlalu banyak." Gumam Citra sambil mengguyur tubuhnya.
Dan tepat satu bulan kemudian, kejadian yang terjadi di toilet saat ini, adalah perjanjian kedua Andra dan Citra untuk bertemu. Selesai membersihkan rumah, Citra mendapati pesan dari Andra.
<Hai, Citra. Sesuai janji, ini tepat satu bulan. I miss you>~ Andra. Citra tersenyum mendapati pesan dari Andra. Setidaknya pesan dari Andra, mampu membuatnya melupakan masalah yang sedang melilitnya hari itu.
<Iya, aku ingat. Mau bertemu dimana?>~ Citra.
<Langsung di steak house ya. Setelah itu kita ke hotel. Aku udah memesan kamar.>~ Andra.
<Baiklah, aku akan bersiap>~ Citra.
<Dandan yang cantik.>~ Andra.
<Aku pasti cantik karena kamu merawatku. Bye, sampai ketemu nanti.>~ Citra.
<Hati-hati sayang. Love you>~ Andra. Pesan terakhir Andra, membuat Citra berbunga-bunga. Ia seolah lupa kalau dirinya telah bersuami. Ia segera berganti pakaian dan bergegas menuju tempat bertemu. Sesampainya disana, keduanya saling berpelukan dan cipika-cipiki. Andra pun sudah memesan makanan.
"Bagaimana, enak?"
"Enak sekali. Terima kasih ya."
"Sama-sama. Satu bulan tidak bertemu, wajahmu tampak tirus. Pokoknya kamu nggak boleh kurus ya. Aku suka kamu yang padat dan berisi. Nanti aku tambah uang jajan kamu."
"Ihh, apaan sih. Kayak jalan sama sugar daddy aja." Citra terkekeh.
"Aku ke toilet sebentar ya." Pamit Citra.
"Iya." Jawab Andra. Dan lima menit kemudian, Andra menyusul Citra karena Citra tak kunjung keluar. Saat toilet sepi, Andra memaksa masuk.
"Citra, kamu disini?" panggil Andra dengan suara tidak terlalu kencang.
"Iya Ndra."
"Kamu kok lama?"
"Aku malu, kancing baju ku lepas. Pinjam sweater kamu."
"Iya baiklah." Andra lalu melepaskan sweaternya. Namun saat Citra membuka pintu, ia melihat dada Citra menyembul keluar. Andra langsung meringsuk masuk dan melahap dua bongkahan milik Citra.
"Andra, kita di toliet. Kamu kenapa menyusulku?" ucap Citra sambil mendorong pelan tubuh Andra.
"Kamu lama sekali, Cit. Aku khawatir."
Keduanya bercumbu tidak tahu tempat sampai seseorang datang, membuyarkan aksi mesum mereka. Yaitu, Raina.
#Flasback OFF
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Agus
😔😔😔😔😔
2023-07-08
1
Eva Rubani
yuppps...
2023-06-09
0