Raina hanya bisa menghela nafas panjang melihat suaminya pulang dalam keadaan mabuk. Mike menatap Raina dengan penuh amarah.
"Mabuk lagi? Kapan kamu mau bekerja? Kenapa harus aku yang bekerja?" suara Raina meninggi.
"Banyak bicara." Sebuah tamparan keras mendarat di wajah cantik Raina yang sudah membiru.
"Tampar lagi Mike! Bunuh saja aku. Aku menyesal menikah denganmu." Raina memberanikan diri untuk meneriaki Mike. Satu tahun pernikahan, Mike masih menunjukkan sikap manisnya namun lama-lama Mike menunjukkan kebusukannya. Dua tahun Raina bertahan atas nama cinta dan berharap Mike berubah namun nyatanya, Mike semakin parah seperti seorang psikopat. Luka lebam tidak pernah absen dari tubuh Raina. Mike menjambak rambut Raina sampai membuat kepala Raina mendongak.
"Oh menyesal, berani kamu bilang begitu."
"Iya. Aku minta cerai!" pekik Raina dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya. Mike yang seperti orang kesetanan, menyeret Raina menuju kamar dengan menarik rambutnya.
"Lepas Mike!" teriak Raina sambil menahan sakit. Namun Mike bergeming. Begitu sampai di kamar, Mike melempar tubuh Raina di atas tempat tidur. Mike kemudian merangkak keatas ranjang, diangkatnya dagu Raina dan dibelainya wajah Raina.
"Aku tidak mau berpisah denganmu sayang. Aku hanya minum saja."
"Aku melihatmu bersama wanita lain, aku sudah berusaha menutup mata, Mike. Dan berharap kamu berubah." Suara Raina bergetar menahan tangisnya.
"Aku dari dulu tidak bisa hidup dengan satu wanita tapi kamu lah yang paling aku cintai, Raina."
"Tapi cintaimu melukai aku, Mike. Aku sudah tidak tahan. Aku ingin kita cerai."
"Aku tidak mau!" teriak Mike. Mike lalu menindih tubuh Raina, di kuncinya kedua tangan Raina.
"Lepaskan aku Mike!" Raina terus berusaha memberontak.
"Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapan pun. Aku menggilaimu sejak dulu. Mereka hanya mainan saja."
"Kalau kamu mencintaiku, kamu tidak akan memukuli aku." Teriak Raina.
"Itu karena kamu selalu membuatku cemburu."
"Aku kerja Mike. Aku berusaha merintis karirku. Kamu juga kan yang menghabiskan uang ku. Aku bahkan masih menerimamu meskipun kamu bohong, bahwa kamu seorang pengusaha. Dua tahun sudah aku bertahan dan lebih baik kita berpisah."
"Tidak mau! Pasti kamu masih mencintaiku kan?"
"Tidak!" teriak Raina.
"Kurang ajar! Baiklah, buktikan kalau kamu bisa menolakku." Mike dengan sorot mata tajamnya berusaha mencium bibir Raina. Namun Raina berusaha menolak dan itu membuat Mike kesal. PLAK! Mike menampar Raina.
"Aku sudah bilang kalau aku sudah tidak sudi melayanimu. Aku hanya budak nafsumu saja."
"Tapi kamu masih istriku, Raina." Teriak Mike dengan wajah memerah.
"Menyingkirlah!" Raina mendorong tubuh Mike sampai Mike terjatuh ke lantai. Raina lalu beranjak dari tempat tidur dan hendak keluar namun Mike tiba-tiba memeluknya dari belakang. Tanpa banyak bicara, Mike langsung meraup kedua gunung kembar indah milik Raina. Rintihan kecil lolos dari bibir Raina.
Mike menyeringai. "Suara rintihanmu membuktikan kamu tidak mau berpisah denganku. Ayo kita perbaiki. Aku tidak mau kehilanganmu." Suara Mike kini tampak lebih lembut. Raina berusaha menyingkirkan tangan Mike dari dadanya, menepisnya dengan kasar. PLAK! Kali ini Raina yang menampar Mike. Kemarahan Mike memuncak, ia mengunci pintu kamar dan melempar kembali tubuh Raina ke atas tempat tidur. Mike tanpa banyak basa-basi melepas kain segitiga milik Raina dengan kasar.
"Mike, aku tidak mau!" Raina memberontak menendang perut Mike.
"Raina! Semakin kamu memberontak, semakin aku akan kasar dan kamu akan semakin aku siksa." Ancam Mike.
"Bunuh aku saja Mike. Aku sudah siap mati." Tangis Raina yang sudah tidak sanggup hidup dengan psikopat.
"Aku tidak akan membunuhmu sebelum aku merasa bosan. Kamu tidak akan bisa kabur karena kemanapun kamu pergi, aku akan menemukanmu. Dan saat aku menemukanmu, jangan harap kamu bisa lepas dari aku. Aku akan memasungmu." Tatapan iblis Mike sungguh menakutkan bagi Raina. Mike lalu tertawa besar, membuat bibir Raina bergetar menahan takut.
"Dan saat aku sudah bosan, tanpa kamu meminta, aku akan melenyapkanmu." Sambung Mike menyeringai.
"Sebaiknya diam dan turuti aku. Aku tidak akan pernah mengikatmu untuk bercinta. Karena semakin kamu memberontak, semakin aku menyukainya dan membuatku bergairah." Lanjut Mike sembari mendorong tubuh Raina keatas tempat tidur.
"Aku ingin mendengar suara manjamu itu, sayang. Buktikan kalau kamu bisa menolakku di atas ranjang. Bukankah kamu dulu selalu memujiku? Hah?" Mike lalu memaksa membuka kaki Raina. Namun Raina berusaha keras tetap merapatkan kakinya. Mike geram, ia melepas ikat pinggangnya. Mata Raina terbelalak melihat Mike melepaskan ikat pinggangnya.
"Mike, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Membuatmu membuka kaki mu." Mike tanpa ragu mencambuk kaki Raina. Cambukan pertama, Raina masih bisa menahannya. Mike tidak mau menyerah, sampai cambukan ketiga Raina menyerah. Kakinya sudah memerah terkena bekas cambukan ikat pinggang milik Mike. Air mata Raina kembali mengalir dari sudut matanya. Ia melipat bibirnya, berusaha menahan rintihan sakit dan perih. Mike lalu menekuk kedua kaki Raina dan diangkatnya daster milik Raina. Mike lalu merobek daster Raina dan melepas paksa bra Raina. Kini tubuh Raina tampak polos namun menyisakan beberapa luka lebam dan membiru. Mike tersenyum penuh kemenangan.
"Raina, sekarang lepas pakaianku." Pinta Mike.
"Lepas sendiri," singkat Raina memalingkan wajahnya.
"Baiklah, aku lepas sendiri tapi aku akan membuatmu lemas tak berdaya malam ini. Bahkan, aku akan membuatmu berteriak 'lagi Mike, kamu hebat'." Mike menirukan suara rintihan manja Raina. Mike yang tidak sabar melepaskan pakaiannya sendiri. Seharusnya seorang suami bisa menyentuh istrinya dengan lembut namun tidak dengan Mike. Ia memperlakukan Raina dengan sangat kasar. Padahal jika Mike memintanya dengan lembut, Raina juga akan melayaninya dengan lembut juga.
"Mike! Sakit! Aaaaaaa.... hiks... hiks... hik..." teriakan Raina begitu keras bebarengan dengan air matanya.
"Mike, tidak bisakah kamu pelan. Aku akan melayanimu." Raina berusaha menegosiasi. Tubuhnya mulai terasa lemah.
"Tidak bisa Raina. Kamu tidak menurut sejak tadi." Ucapnya. Ekspresi wajah Raina yang tersiksa justru membangkitkan gairah Mike.
"Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa aku selalu tidak kuasa menolak sentuhan Mike? Padahal aku disiksa dan di pukul tapi aku selalu tidak berhasil menolaknya. Tapi dia suamiku." Batin Raina bergejolak sembari berusaha melayani Mike meskipun Mike memperlakukannya dengan kasar.
"Puaskan dirimu malam ini, Mike. Tapi besok, aku pastikan kamu akan meringkuk di penjara. Meskipun ini menjadi malam terakhirku merasakan sentuhan mu." Batin Raina. Selama satu minggu terakhir, Raina mengumpulkan bukti Mike yang melakukan kekerasan padanya dengan memasang kamera kecil di sebuah tempat. Serta bukti perselingkuhan Mike, juga sudah Raina simpan rapat-rapat.
Setelah mencapai pelepasannya yang pertama, Mike kembali memukul Raina. Mike mengambil ikat pinggangnya dan mencambuk tubuh Raina.
"Mike, sakit," rintih Raina. Dua cambukan melayang di tubuh Raina. Melihat Raina mulai tak berdaya setelah permanan ronde pertama yang cukup liar, membuat hasrat Mike tersulut kembali. Raina hanya bisa pasrah dengan perlakuan Mike. Ia sudah tidak mempunyai tenaga. Sedari tadi bulir air matanya terus saja mengalir dari sudut matanya. Bercinta memang adalah ritual wajib dan menyenangkan bagi pasangan namun tidak bagi Raina. Ingin menikmati namun ia juga harus bisa menahan sakit karena sikap kasar Mike. Begitulah perubahan sikap Mike setahun terakhir dari seorang malaikat menjadi seorang iblis.
#Bersambung... Yukkk jangan lupa, like, komen dan votenya ya guys, makasih 😍🙏 maap ya agak serem ini ceritanya 😁😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Alamsyah Ujang
hhhhhh
2024-05-29
0
Devi Handayani
kasian istri yg ke kdrt🥺🥺🥺🥺🥺
2023-08-22
0
Devi Handayani
waahhh😱😱😱
2023-08-22
0