"Kok lama sih, Mas?" protes Citra.
"Maaf sayang tadi aku membantu orang jatuh."
"Jatuh? Dimana? Apa lukanya parah?"
"Tidak. Hanya terkilir saja."
"Cewek atau cowok?" meskipun kesal tetap saja ada rasa penasaran yang berkecamuk di hati Citra.
"Cewek kok."
"Cewek? Pantas saja lama. Nyaman atau suka?"
"Ya ampun, kamu ini jangan berprasangka buruk. Tadi banyak orang juga. Aku sudah jujur sama kamu, Citra. Dari pertama kita pacaran sampai menikah dan hingga detik ini, aku tidak pernah sekalipun berbohong apalagi mengkhianati kamu." Jelas Hans dengan begitu tenang. Citra merasa tertampar dan tersindir dengan ucapan Hans. Padahal dirinya sendiri yang telah berselingkuh bahkan sampai memberikan tubuhnya pada pria lain. Tergoda dengan kehadiran masa lalu yang lebih segalanya dari suaminya.
"Ayah, setelah ini kita ke taman hiburan ya? Aku ingin sekali naik komidi putra, biang lala dan wahana lainnya."
"Iya sayang tapi habiskan dulu makanannya ya."
"Iya Ayah."
Selesai makan, mereka pun pergi ke taman hiburan. Betapa bahagianya hati Hans melihat buah hatinya tertawa lepas. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, akhirnya mereka sudah sampai juga dirumah. Mikayla pun sampai tertidur di atas motor. Hans lalu menggendong dan membawa Mikayla ke kamarnya. Di selimutinya tubuh malaikat kecilnya dan di kecupnya kening Mikayla dengan penuh kasih sayang. Setelah itu Hans pergi ke kamar. Ia melihat Citra baru saja selesai mencuci muka. Citra kemudian duduk di meja riasnya dan mulai memakaian skincare di wajahnya. Hans tersenyum bisa membuat istrinya cantik.
"Sayang, besok kan hari pertama ku kerja. Dan besok Mika ada kemoterapi kedua, kamu tolong antar ya. Aku akan memesan taksi untuk kalian."
"Iya Mas."
"Besok tolong bawakan bekal makan siang untukku ya. Daripada aku harus beli."
"Iya Mas."
Hans lalu melepas jaketnya dan pakaiannya, kini Hans hanya mengenakan boxer dengan bertelanjang dada. Meskipun bukan seorang atlet, tubuh Hans sangatlah menggoda. Otot di tubuhnya terbentuk karena ia terbiasa bekerja keras. Mulai dari menjadi kuli bangunan, kuli panggul, pelayan restoran, kurir, bahkan ia pernah menjadi cleaning service di pusat kebugaran. Dan hal itu membuat Hans tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba berbagai alat fitnes.
"Sayang, kemarilah." Kata Hans sambil menepuk sisi kasur yang kosong.
"Sebentar Mas, aku sedang memakai cream malamku." Ucap Citra menyelesaikan serangkaian perawatannya. Hans memiringkan tubuhnya menatap istrinya yang menurutnya selalu cantik dihadapannya.
"Mas, kenapa melihatku begitu?" tanya Citra yang melihat pantulan suaminya dari cermin riasnya.
"Kamu tahu, sampai detik ini cintaku tidak pernah sedikitpun berkurang padamu, Citra. Bagiku kamu sempurna dan selalu cantik, sekalipun kamu marah, kesal padaku, membenciku bahkan memaki ku, tidak pernah menyurutkan cinta ku padamu. Entahlah, kalau kata anak jaman sekarang bucin namanya." Ucap Hans tanpa melepaskan pandangannya dari Citra. Kali ini hati Citra lemah dan merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan dengan Andra.
"Maafkan aku ya, Mas." Lirih Citra. Hans lalu beranjak dari atas tempat tidur dan memeluk Citra dari belakang.
"Tidak, kamu tidak salah. Akulah yang salah karena tidak bisa membahagiakanmu. Aku tidak mendengarkan saranmu sampai membuatmu kesal. Dan akulah yang harus meminta maaf padamu karena aku mengabaikan saranmu selama bertahun-tahun. Semoga dengan pekerjaan baruku, bisa membuat kehidupan ekonomi kita semakin membaik." Mendengar ucapan Hans, Citra mengangguk pelan.
"Sayang, aku ingin kita bercinta lagi. Aku sangat merindukanmu." Hans merajuk. Citra mengangguk pelan dengan senyumnya.
"Mas Hans suamiku. Aku harus melayaninya." Batin Citra.
"Fantasi apa yang kamu inginkan sayang? Karena tadi siang, aku merasa kamu seperti tidak bergairah. Kamu tidak seaktif dulu. Katakan saja, aku akan memuaskanmu."
DEG! Ucapan Hans, seolah menjawab rasa ketidakpuasannya diatas ranjang.
"Katakan saja, tidak usah malu." Lanjut Hans sambil meraba buah dada milik istrinya.
"Mmmm aku ingin di jilat, di hisap, di gigit dan sedikit kasar sepertinya lebih seru." Ucap Citra malu-malu.
"Baiklah, aku akan melakukannya. Apa kita perlu membuatkan adik untuk Mikayla."
"Aku masih KB, Mas. Kita fokus pada kesehatan Mika saja dulu. Kita butuh uang untuk biaya pengobatannya."
"Baiklah kalau begitu. Aku juga tidak akan menuntutmu." Hans kemudian menelusupkan kedua tangannya ke dalam daster milik Citra. Hans langsung mendapatkan dua buah kenyal itu. Karena setiap kali tidur, Citra tidak pernah memakai bra dan ****** *****. Citra menggeliat saat tangan Hans mulai meremas dan memilin pucuk bukit kembar itu. Citra mengalungkan tangannya ke atas leher Hans yang masih berdiri dibelakangnya. Sembari meremas, bibir Hans bergerilya mengecupi leher Citra. Hans lalu memutar tubuh Citra untuk menghadapnya. Ia lalu membuka daster milik Citra. Hans membiarkan Citra duduk di kursi riasnya. Hans kemudian berlutut dihadapan istrinya dan melahap dua bukit kenyal itu dengan sedikit kasar seperti keinginan Citra. Citra meremas rambut Hans dan menekan kepala Hans untuk lebih dalam melakukan hisapannya. Hans, meninggalkan jejak merah di dada istrinya. Sudah lama sekali Hans tidak meberikan tanda merah itu. Hans kemudian ******* bibir Citra dengan liar dan Citra pun mengimbanginya. Sembari ******* bibir, tangan Hans meremas gemas bongkahan bulat milik Citra. Keduanya pun saling bercumbu mesra, saling melampiaskan hasrat masing-masing, terutama Hans yang sudah lama tidak mendapat pelayanan mesra dari istrinya. Malam itu Citra juga merasakan pelayanan Hans yang tidak seperti biasa. Terlebih saat Hans mengutamakan kepuasannya. Namun tetap saja bayangan Andra sedari tadi mengganggu Citra.
VISUAL RAINA DAN HANS
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 237 Episodes
Comments
Mariana L Toruan
visual cowo nya suami halu ku 😍 tumbenan kere, padahal spesialis orkay kalo di drakor & aslinya juga kaya 🤣
2023-10-08
0
Selena Endut
hhaiuyaaa lanjutt
2023-08-20
0
atheina_ARA
lek min jadi guru honor 600rb tok
2023-08-18
0