BAB 11 Madam Devil

"Mas, ini bekal makan siangmu."

"Terima kasih sayang. Oh ya ini uangnya." Ucap Hans seraya memberikan uang untuk biaya kemoterapi Mikayla.

"Iya Mas."

"Mikayla, nanti kamu ditemani Bunda ya. Hari ini adalah hari pertama Ayah bekerja di tempat baru."

"Iya Ayah. Aku pasti sembuh kan Yah?"

"Pasti sayang. Kamu pasti akan sembuh dan sehat lagi. Percaya sama Ayah dan Bunda." Hans lalu memeluk Mikayla dan mengecup pucuk kepala putrinya.

"Sayang, aku berangkat dulu ya."

"Iya Mas, hati-hati." Citra mendapat kecupan di keningnya dari Hans. Hari pertama bekerja, Hans begitu semangat karena mendapat semangat dan perhatian kembali dari istrinya.

Sesampainya di kantor, bagian HRD memperkenalkan Hans sebagai kepala gudang yang baru kepada rekan-rekan kerjanya yang lain.

"Perhatian semuanya! Ini adalah kepala gudang kita yang baru, Pak Hans Dinata. Saya harap kalian semua bisa bekerja sama dengan baik." Kata Nita, bagian HRD.

"Siap Bu!" jawab mereka semua dengan kompak.

"Mohon kerja samanya rekan-rekan semua." Ucap Hans dengan senyum ramahnya.

"Iya Pak Hans." Jawab mereka semua dengan kompak.

Setelah berkenalan, Hans langsung bekerja. Mereka semua begitu welcome pada Hans. Disana tidak hanya ada laki-laki tapi juga para wanita, baik yang muda atau yang sudah bisa dibilang ibu-ibu. Raina sendiri tidak mematok kemampuan seseorang dari latar belakang pendidikannya. Bagi Raina mereka harus rajin, jujur dan pekerja keras. Sembari bekerja mereka semua bisa belajar hal baru. Begitulah prinsip Raina. Namun jangan salah, satu kesalahan, Raina bisa dengan mudah memecatnya. Jam istirahat tiba. Hans ikut pergi kekantin dengan bekal yang ia bawa dari rumah.

"Hans!" seru seseorang. Hans merasa tidak asing dengan suara tersebut, menoleh ke arah sumber suara.

"Bayu!" gumam Hans. Ya, Bayu adalah teman SMA Hans.

"Jadi elo kepala gudang yang baru? Keren-keren." Kata Bayu sambil menepuk lengan Hans.

"Elo disini juga?"

"Gue udah dua tahun disini." Ucap Bayu seraya duduk disamping Hans.

"Bukannya elo terakhir kali elo di PEMDA ya?"

"Iya Hans tapi bini gue uring-uringan terus. Apalagi gue yang cuma tamatan SMA, lebih sering jadi helper. Tahu sendirilah gajinya gimana. Keren sih emang pakai seragam dan sepatu gitu tapi luarnya aja. Akhirnya gue keluar dan kerja disini, meskipun cuma staf biasa setidaknya tenaga gue disini lebih ada harganya. Ya, sekarang ekonomi gue sedikit membaik lah dan bini gue makin sayang." Cerita Bayu. Hans pun ikut merasa tersindir dengan cerita Bayu. Karena cerita Bayu mirip dengan keadaan rumah tangganya saat ini.

"Ya syukurlah kalau semuanya membaik." Singkat Hans sembari mengunyah makanannya.

"Elo sendiri bukannya jadi pengajar dan udah PNS ya? Sayang banget Hans kalau elo udah jadi PNS."

Hans tersenyum kecut. Sudah pasti istrinyalah yang mengarang semua cerita itu.

"Hhhh, cerita gue mirip sama elo, Bay. Gue masih honorer. Gue kan emang niatnya buat jadi guru dari hati. Gue bisa berbagi ilmu yang gue punya untuk anak-anak didik gue."

"Jadi elo dari awal nikah sampai sekarang masih honorer juga?"

"Iyalah, Bay. Pemikiran istri gue sama kayak istri elo. Bedanya elo cepet sadarnya dan gue baru sadar kemarin." Selorohnya dengan tertawa kecil.

"Gila, sabar amat istri elo, Hans. Sekarang ya Hans, dipikir secara logika saja, uang segitu mana cukup. Sedangkan gue pinginnya istri gue di rumah jagain anak-anak. Mana anak gue udah dua. Kasihan juga istri gue jadi akhirnya gue lepasin ajalah kerjaan gue itu. Memang sih menjadi PNS itu terjamin masa depan dan hari tua kita. Tapi tahu sendiri, untuk mencapai itu harus bener-bener sabar. Buat kita yang udah berumah tangga susah banget bertahan dengan semua itu. Tapi akhirnya pola pikir gue berubah sekarang. Sekarang, tidak hanya PNS saja yang bisa sukses dan makan, kita juga bisa kok tanpa mengharapkan semua itu. Iya nggak? Lebih ke realistis aja lah bro."

"Iya Bay, bener juga apa yang elo katakan. Gara-gara gue keras kepala, istri gue uring-uringan sampai jatah di ranjang pun ikutan berkurang."

Bayu tertawa mendengar cerita Hans.

"Iyalah Hans, soalnya bini gue juga gitu. Jaman sekarang kita sebagai suami harus realistis juga, Hans. Apa-apa serba mahal dan semua butuh uang. Jaman sekarang cinta aja nggak cukup tapi wanita maunya uang yang cukup. Tidak usah lebih tapi yang penting cukup. Bini gue juga nggak nuntut lebih asalkan semuanya cukup."

"Iya Bay dan gue telat menyadari itu. Oh ya elo dibagian mana?"

"Gue bagian distributor, Hans. Jadi setelah ini gue mau kirim barang ke reseller. Tadi gue denger kalau kepala gudangnya baru, eh setelah tahu itu elo, terkejut sih. Soalnya gue pikir, elo kan jadi guru."

"Memang kepala gudang yang dulu kenapa?"

"Di pecat karena memanipulasi data dan sekarang di penjara. Makanya elo hati-hati. Mata Madam Devil itu tajam banget."

"Madam Devil? Siapa?"

"Bos kita lah. Meskipun wanita tapi jangan pernah meremehkannya. Kekuatannya melebihi pria. Ya udah gue cabut ya. Selamat menjadi kepala gudang. Hati-hati." Ucap Bayu seraya menepuk pundak Hans sebelum berlalu.

"Hati-hati juga, Bay."

"Hmmm memang bagaimana sih madam devil? Apa benar menyeramkan seperti devil?" gumam Hans penuh tanya.

"Madam, ini laporan dari kepala gudang. Laporan harian seperti yang anda minta." Kata Reno, sekretarisnya, seraya menyerahkan berkas pada Raina.

"Letakkan saja, Ren."

"Baiklah, saya permisi Madam."

"Ya." Singkat Raina tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputernya. Raina lalu mengalihkan pandangannya pada berkas itu. Raina mengambil dan memeriksanya. Raina menaikkan alisnya, melihat kerja pertama Hans. Raina lalu memanggil Reno lewat sambungan interkom.

"Reno, panggilkan kepala gudang yang baru."

"Baik Madam."

Hans yang sibuk di ruangannya, sangat terkejut ketika mendapat panggilan dari atasannya.

"Apa aku berbuat salah ya? Masa iya baru sehari kerja, aku mau dipecat?" batin Hans. Ia sangat gugup dan takut, mengingat cerita Bayu tadi saat makan siang.

"Santai Hans, selama kamu tidak berbuat salah." Hans berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Hans dengan yakin menuju lantai 12, ruangan Raina.

Tok tok tok! Hans mengetuk pintu.

"Masuk!" jawab Raina yang masih duduk membelakangi pintu masuk dengan kursi kebesarannya.

"Saya kepala gudang yang baru, Madam." Jawab Hans menunduk. Begitulah panggilan Raina saat di kantor. Hanya Gita saja yang memanggilnya Nona. Perasaannya berkecamuk. Takut jika ia dipecat, sedangkan ia sangat membutuhkan uang untuk pengobatan putrinya. Raina lalu berbalik, menatap Hans yang masih menunduk tanpa berani menatapnya. Raina lalu melempar berkas di hadapan Hans.

"Apa laporanmu sudah benar?" suara berat Raina membuat Hans membayangkan kalau bosnya adalah sosok wanita paruh baya yang menyeramkan. Sedikit gemetar, Hans melihat hasil laporannya tanpa berani menatap Raina. Hans, mencoba memeriksanya kembali. Dan Hans menemukan kesalahan. Kesalahan menghitung yang hanya selisih satu angka.

"Apa ada yang salah?" tanya Raina kembali. Hans lalu mengangkat kepalanya dan terkejut melihat siapa wanita dihadapannya. Membuat berkas ditangannya terjatuh.

"No-Nona!" gumam Hans. Raina hanya menaikkan alisnya melihat ekspresi Hans. Hans lalu mengambil berkasnya yang terjatuh.

"Oh, ternyata kamu kepala gudang yang baru?" tanya Raina pura-pura tidak tahu.

"I-iya Nona. Maksud saya madam. Saya akan memperbaiknya. Saya tidak dipecat kan?" tanya Hans dengan gugup.

"Karena kamu masih baru, aku akan memberimu kesempatan. Aku tidak mau ada kesalahan, meskipun itu hanya satu angka."

"Ba-baik Madam. Kalau begitu saya permisi." Hans berlalu dengan langkah terburu. Sorot tajam mata Raina membuat Hans takut, takut jika ia akan di pecat. Selepas Hans pergi, Raina mengehal nafas panjang.

"Wajahnya yang ketakutan, membuatku jadi gemas." Gumam Raina dengan senyum kecilnya.

Terpopuler

Comments

puri purihat

puri purihat

seru juga ... jangan kalo bisa Hans menikah saat perselingkuhan istrinya terbongkar aja thor he he he

2023-04-08

11

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Vonis Dokter
2 BAB 2 Mencari Pinjaman
3 BAB 3 Bertemu Mantan
4 BAB 4 Awal Pertemuan
5 BAB 5 Pengkhianatan
6 BAB 6 Kekhilafan
7 BAB 7 Menolong Raina lagi
8 BAB 8 Kegamangan Citra
9 BAB 9 Masa Lalu
10 BAB 10 Suami Psikopat
11 BAB 11 Madam Devil
12 BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13 BAB 13 Di tagih rentenir
14 BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15 BAB 15 Mencari tahu
16 BAB 16 Jadilah suamiku
17 BAB 17 TTD Kontrak
18 BAB 18 Menawarkan diri
19 BAB 19 Godaan Nona CEO
20 BAB 20 Tidak bisa menolak
21 BAB 21 Hasrat Menggebu
22 BAB 22 Melayani Bos
23 BAB 23 Dan terjadi lagi
24 BAB 24 Selalu Marah-Marah
25 BAB 25 Menyusul ke Bali
26 BAB 26 Takut Kehilangan
27 BAB 27 Pernikahan Kontrak
28 BAB 28 Menikmati Sunset
29 BAB 29 Pengantin Baru
30 BAB 30
31 BAB 31 Kelebihan Hans
32 BAB 32 Cemburu
33 BAB 33 Saling cemburu
34 BAB 34 Terjebak Rasa
35 BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36 BAB 36 Mimpi Buruk
37 BAB 37 Rasa egois
38 BAB 38 Merebut Hans
39 BAB 39
40 BAB 40 Suasana Genting
41 BAB 41 Jerman
42 BAB 42 Kehiudpan Raina
43 BAB 43
44 BAB 44 Merindu
45 BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46 BAB 46 Virtual
47 BAB 47 Mika Ingin adik???
48 BAB 48 Terbayang Raina
49 BAB 49 Tiba di Jerman
50 BAB 50 Melepas Rindu
51 BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52 BAB 52 Saling menyusul
53 BAB 53 Cinta yang terbagi
54 BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55 BAB 55 Kamu inspirasiku
56 BAB 56 Terima kasih cinta
57 BAB 57 Mengintai
58 BAB 58 CURIGA
59 BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60 BAB 60 Manipulatif
61 BAB 61 Tersaingi
62 BAB 62 Proyek Besar
63 BAB 63 Lembur lagi
64 BAB 64 Mencuri Kesempatan
65 BAB 65 Meninjau Proyek
66 BAB 66 Hampir saja!
67 BAB 67 My Support System
68 BAB 68 Fakta Terkuak
69 BAB 69 Penggrebekan
70 BAB 70 Mengembalikan Citra
71 BAB 71 TALAK
72 BAB 72 Pergi dari Rumah
73 BAB 73 Membuka Rahasia
74 BAB 74 Dua Pria Bertemu
75 BAB 75 Mengunjungi Hans
76 BAB 76
77 Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78 BAB 78 CEMBURU
79 BAB 79 MEMBENTUK TIM
80 BAB 80 Sekelumit masa lalu
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86 Taman Hiburan
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89 Dibuat cemburu
90 BAB 90 Pengakuan!
91 BAB 91
92 BAB 92 Jodoh untuk Albert
93 BAB 93 WAS-WAS
94 BAB 94 Sidang
95 BAB 95 Semangat Hans!
96 BAB 96
97 BAB 97 POSESIF
98 BAB 98 Masih Sama
99 BAB 99 Melepas Rindu
100 BAB 100
101 BAB 101 BOOM!!!!
102 BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103 Bab 103 Resmi Bercerai
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107 BAB 107 Saling Berbagi Luka
108 BAB 108 Syukuran Kantor
109 BAB 109 MENGINAP
110 BAB 110 PERI RAINA
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114 Mobil Baru
115 BAB 115
116 BAB 116 Menyatu
117 BAB 117
118 BAB 118 GO PUBLIC!
119 BAB 119 Undangan Pernikahan
120 BAB 120 Merasa Iri
121 BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122 BAB 122
123 BAB 123 Kemenangan Hans
124 BAB 124 Kekalahan Andra
125 BAB 125 SAH!!!!
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128 TEROR
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142 Bumil Sensitif
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160
161 BAB 161
162 BAB 162
163 BAB 163
164 BAB 164
165 BAB 165
166 BAB 166
167 BAB 167
168 BAB 168
169 BAB 169
170 BAB 170
171 BAB 171
172 BAB 172
173 BAB 173
174 BAB 174
175 BAB 175
176 BAB 176
177 BAB 177
178 BAB 178
179 BAB 179
180 BAB 180
181 BAB 181
182 BAB 182
183 BAB 183
184 BAB 184
185 BAB 185
186 BAB 186
187 BAB 187
188 BAB 188
189 BAB 189
190 BAB 190
191 BAB 191
192 BAB 192
193 BAB 193
194 BAB 194
195 BAB 195
196 BAB 196
197 BAB 197
198 BAB 198
199 BAB 199
200 BAB 200
201 BAB 201
202 BAB 202
203 BAB 203
204 BAB 204
205 BAB 205
206 BAB 206
207 BAB 207
208 BAB 208
209 BAB 209
210 BAB 210
211 BAB 211
212 BAB 212
213 BAB 213
214 BAB 214
215 BAB 215
216 BAB 216
217 BAB 217
218 BAB 218
219 BAB 219
220 BAB 220
221 BAB 221
222 BAB 222
223 BAB 223
224 BAB 224
225 BAB 225
226 BAB 226
227 BAB 227
228 BAB 228
229 BAB 229
230 BAB 230
231 BAB 231
232 BAB 232
233 BAB 233
234 BAB 234
235 BAB 235
236 BAB 236
237 BAB 237
Episodes

Updated 237 Episodes

1
BAB 1 Vonis Dokter
2
BAB 2 Mencari Pinjaman
3
BAB 3 Bertemu Mantan
4
BAB 4 Awal Pertemuan
5
BAB 5 Pengkhianatan
6
BAB 6 Kekhilafan
7
BAB 7 Menolong Raina lagi
8
BAB 8 Kegamangan Citra
9
BAB 9 Masa Lalu
10
BAB 10 Suami Psikopat
11
BAB 11 Madam Devil
12
BAB 12 Mencari pinjaman lagi
13
BAB 13 Di tagih rentenir
14
BAB 14 Bulan Pengkhianatan
15
BAB 15 Mencari tahu
16
BAB 16 Jadilah suamiku
17
BAB 17 TTD Kontrak
18
BAB 18 Menawarkan diri
19
BAB 19 Godaan Nona CEO
20
BAB 20 Tidak bisa menolak
21
BAB 21 Hasrat Menggebu
22
BAB 22 Melayani Bos
23
BAB 23 Dan terjadi lagi
24
BAB 24 Selalu Marah-Marah
25
BAB 25 Menyusul ke Bali
26
BAB 26 Takut Kehilangan
27
BAB 27 Pernikahan Kontrak
28
BAB 28 Menikmati Sunset
29
BAB 29 Pengantin Baru
30
BAB 30
31
BAB 31 Kelebihan Hans
32
BAB 32 Cemburu
33
BAB 33 Saling cemburu
34
BAB 34 Terjebak Rasa
35
BAB 35 Pelampiasan Hasrat
36
BAB 36 Mimpi Buruk
37
BAB 37 Rasa egois
38
BAB 38 Merebut Hans
39
BAB 39
40
BAB 40 Suasana Genting
41
BAB 41 Jerman
42
BAB 42 Kehiudpan Raina
43
BAB 43
44
BAB 44 Merindu
45
BAB 45 Rayuan Mantan Istri
46
BAB 46 Virtual
47
BAB 47 Mika Ingin adik???
48
BAB 48 Terbayang Raina
49
BAB 49 Tiba di Jerman
50
BAB 50 Melepas Rindu
51
BAB 51 Menghabiskan waktu bersama
52
BAB 52 Saling menyusul
53
BAB 53 Cinta yang terbagi
54
BAB 54 Gaji pertama untuk Raina
55
BAB 55 Kamu inspirasiku
56
BAB 56 Terima kasih cinta
57
BAB 57 Mengintai
58
BAB 58 CURIGA
59
BAB 59 Kembali ke Tanah Air
60
BAB 60 Manipulatif
61
BAB 61 Tersaingi
62
BAB 62 Proyek Besar
63
BAB 63 Lembur lagi
64
BAB 64 Mencuri Kesempatan
65
BAB 65 Meninjau Proyek
66
BAB 66 Hampir saja!
67
BAB 67 My Support System
68
BAB 68 Fakta Terkuak
69
BAB 69 Penggrebekan
70
BAB 70 Mengembalikan Citra
71
BAB 71 TALAK
72
BAB 72 Pergi dari Rumah
73
BAB 73 Membuka Rahasia
74
BAB 74 Dua Pria Bertemu
75
BAB 75 Mengunjungi Hans
76
BAB 76
77
Bab 77 Perubahan Sikap Mikayla
78
BAB 78 CEMBURU
79
BAB 79 MEMBENTUK TIM
80
BAB 80 Sekelumit masa lalu
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86 Taman Hiburan
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89 Dibuat cemburu
90
BAB 90 Pengakuan!
91
BAB 91
92
BAB 92 Jodoh untuk Albert
93
BAB 93 WAS-WAS
94
BAB 94 Sidang
95
BAB 95 Semangat Hans!
96
BAB 96
97
BAB 97 POSESIF
98
BAB 98 Masih Sama
99
BAB 99 Melepas Rindu
100
BAB 100
101
BAB 101 BOOM!!!!
102
BAB 102 Melepas Dengan Ikhlas
103
Bab 103 Resmi Bercerai
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106 Luka Batin Yang Terkuak
107
BAB 107 Saling Berbagi Luka
108
BAB 108 Syukuran Kantor
109
BAB 109 MENGINAP
110
BAB 110 PERI RAINA
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114 Mobil Baru
115
BAB 115
116
BAB 116 Menyatu
117
BAB 117
118
BAB 118 GO PUBLIC!
119
BAB 119 Undangan Pernikahan
120
BAB 120 Merasa Iri
121
BAB 121 Menghadiri Pernikahan Mantan
122
BAB 122
123
BAB 123 Kemenangan Hans
124
BAB 124 Kekalahan Andra
125
BAB 125 SAH!!!!
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128 TEROR
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142 Bumil Sensitif
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160
161
BAB 161
162
BAB 162
163
BAB 163
164
BAB 164
165
BAB 165
166
BAB 166
167
BAB 167
168
BAB 168
169
BAB 169
170
BAB 170
171
BAB 171
172
BAB 172
173
BAB 173
174
BAB 174
175
BAB 175
176
BAB 176
177
BAB 177
178
BAB 178
179
BAB 179
180
BAB 180
181
BAB 181
182
BAB 182
183
BAB 183
184
BAB 184
185
BAB 185
186
BAB 186
187
BAB 187
188
BAB 188
189
BAB 189
190
BAB 190
191
BAB 191
192
BAB 192
193
BAB 193
194
BAB 194
195
BAB 195
196
BAB 196
197
BAB 197
198
BAB 198
199
BAB 199
200
BAB 200
201
BAB 201
202
BAB 202
203
BAB 203
204
BAB 204
205
BAB 205
206
BAB 206
207
BAB 207
208
BAB 208
209
BAB 209
210
BAB 210
211
BAB 211
212
BAB 212
213
BAB 213
214
BAB 214
215
BAB 215
216
BAB 216
217
BAB 217
218
BAB 218
219
BAB 219
220
BAB 220
221
BAB 221
222
BAB 222
223
BAB 223
224
BAB 224
225
BAB 225
226
BAB 226
227
BAB 227
228
BAB 228
229
BAB 229
230
BAB 230
231
BAB 231
232
BAB 232
233
BAB 233
234
BAB 234
235
BAB 235
236
BAB 236
237
BAB 237

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!