Jam 7 malam, Gino sudah sampai di rumahku. Ia bertemu dengan papah di depan.
"Eh Nak Gino, ngapain disini aja? Mau ketemu Maya? Ayo masuk!" kata papah.
"Eh iya om. Aku mau ketemu Maya, tapi aku nunggu disini aja om." kata Gino.
"Maya nya udah dikabarin?" tanya papah.
"Udah kok om." jawab Gino.
"Yaudah om masuk dulu ya." kata papah.
"Iya om." kata Gino.
papah masuk kedalam rumah.
"Maya, itu Gino udah nungguin noh." kata papah.
"Iya pah aku juga mau kedepan." kata ku.
"Kamu mau kemana?" tanya papah.
"Gino ngajakin aku jalan pah." jawab ku.
"Cie, kalian pacaran ya." kata papah.
"Ih, enggak kok pah, kita cuma temenan aja." kata ku.
"Pacaran juga gapapa kok, papah setuju, Gino kan anak baik." kata papah.
"Udah ah pah, aku ke depan ya." kata ku.
"Iya, hati-hati!" kata papah.
Aku salim dan pergi menemui Gino.
"Andai aja papah tau, kalau Gino gak sebaik yang papah kira." batin ku.
"Hai No! Maaf ya nunggu lama." kata ku.
"Iya gapapa kok, kalau nunggu kamu mah selama apapun itu pasti aku sabar kok." kata Gino.
Aku tersenyum.
"Yaudah yuk berangkat!" kata ku.
Kemudian, aku dan Gino berangkat. Setelah itu, Laras datang ke rumahku.
"Assalamualaikum." kata Laras.
"Waalaikumsallam. Eh ada non Laras." kata Bi Pur.
"Iya Bi, aku mau ketemu Maya. Maya nya ada?" tanya Laras.
"Non Maya baru aja pergi sama den Gino." jawab Bi Pur.
"Hah pergi?" tanya Laras.
"Iya Non, paling baru beberapa menit yang lalu lah." jawab Bi Pur.
"Yaudah makasih ya Bi." kata Laras.
"Kok Maya gak bilang sih kalau mau jalan sama Gino?" batin Laras.
Aku dan Gino berhenti di sebuah taman.
"Kita disini aja ya." kata Gino.
"Kenapa disini?" tanya ku.
"Ini dulu tempat aku sama Fifin jadian. Aku nembak dia disini, tepatnya di bawah pohon itu." jawab Gino.
"Aku ngajak kamu kesini, karena aku pengen mengenang Fifin." sambung Gino.
"Kok Gino keliatan sedih ya?" batin ku.
"Selain itu, aku dan Fifin juga sering banget datang kesini setiap malam Minggu. Dia tuh manja kalau jalan sama aku, dia selalu minta beliin es krim disana itu." kata Gino.
"Lalu, kami makan es krim bersama dan bercanda di kursi itu." kata Gino.
"Waktu itu, aku menyewa pemain musik untuk meminta maaf kepada Fifin. Dia marah karena aku tidak menemaninya pergi ke mall, yang akhirnya dia pergi sama kamu itu." kata Gino.
"Ternyata kalian romantis banget ya, andai aja Fifin ada disini pasti dia bahagia nginget semua itu." kata ku.
"Iya May, itu yang aku harapkan. Apalagi kemarin hari ulang tahunnya kan, seharusnya dia ada disini, dan aku ucapin selamat ulang tahun ke dia disini." kata Gino.
"Iya No, tapi sayang dia udah terlanjur marah sama kamu." kata ku.
"Iya, aku emang bodoh banget udah nyakitin perasaan dia. Seandainya aku gak bertemu dengan Rosa, mungkin Fifin masih ada disini." kata Gino.
"Emang gimana ceritanya kamu bisa ketemu Rosa?" tanya ku.
"Waktu itu aku abis nonton pertandingan basket Jordi & Ghifari. Pas mau pulang, ada cewek nyamperin aku, dia bilang namanya Rosa. Terus, dia ajak pulang bareng karena gak ada ongkos." jawab Gino.
"Setelah itu, aku anterin dia ke rumahnya. Dia minta nomor hp aku, lalu dia selalu menghubungi aku, bahkan saat bersama Fifin." kata Gino.
"Suatu hari, papah ku telpon, dia bilang kalau adikku sakit parah. Dia butuh biaya yang besar untuk operasi adikku. Aku bingung harus bagaimana, aku juga tidak punya uang." kata Gino.
"Lalu, Rosa menawarkan pinjaman kepada aku, dengan gantinya aku harus menjadi pacarnya. Aku terpaksa bilang iya dan kami pun pacaran." kata Gino.
"Lalu, aku mendapat kabar bahwa adikku telah sembuh. Aku sangat bahagia, aku berterima kasih pada Rosa. Dia bilang terimakasih saja tidak cukup, dia ingin aku putusin Fifin." kata Gino.
"Aku tidak bisa putus dari Fifin, karena aku mencintainya. Akhirnya, aku terpaksa bilang ke dia kalau aku akan putusin Fifin setelah aku mendapatkan hartanya." kata Gino.
"Jadi, ceritanya begitu. Aku berarti udah salah paham sama kamu." kata ku.
"No, aku gak nyangka ternyata selama ini kamu emang mencintaiku." kata Fifin.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments