#Flashback#
Suatu hari di sebuah desa, ada seorang wanita yang selalu bekerja keras untuk membantu kedua orangtuanya.
Ia berjualan di pasar saat pagi, lalu membantu di peternakan Pak Rama saat siang.
Ayahnya menderita penyakit parah, ia tidak bisa lagi bekerja untuk mencari nafkah. Sejak ayahnya itu sakit, ia dan ibunya menjadi tulang punggung keluarga.
Nama gadis itu adalah Marina, usianya sekitar 18 tahun. Ia putus sekolah karena tidak mau membebankan orangtuanya.
Marina memiliki seorang adik laki-laki bernama Sayuti. Sayuti berusia 16 tahun, dan sekarang kelas 1 SMA.
Sifat Sayuti tidak seperti kakaknya, Marina. Ia justru malu memiliki ayah penyakitan, ia selalu meminta uang untuk berfoya-foya.
Jika keinginannya tidak dikabulkan, ia sering mengancam untuk bunuh diri. Marina sudah sering mengingatkan Sayuti, tapi ia tidak mau mendengar.
Akhirnya, Ibu nya terpaksa mengabulkan permintaan Sayuti. Karena merasa ancamannya berhasil, Sayuti ketagihan dan semakin meminta yang aneh-aneh.
Suatu hari ia meminta dibelikan sebuah motor balap, alasannya ia ingin terlihat keren dihadapan teman-temannya.
Marina kesal karena permintaan adiknya itu semakin menjadi-jadi.
Marina tidak ingin membelikan adiknya motor, ia meminta adiknya untuk mengerti keadaan keluarganya.
Namun, Sayuti justru mengamuk dan meninggalkan rumah.
Marina merasa khawatir dengan Sayuti, ia berusaha mengejarnya.
Tapi, Sayuti terlanjur pergi bersama temannya naik motor.
Sayuti disarankan oleh temannya untuk pergi ke tempat Tuan Davis. Tuan Davis merupakan rentenir di desa sebelah, Sayuti setuju dan menyuruh temannya mengantarkan nya ke rumah tuan Davis.
Sesampainya disana, Sayuti meminjam uang sebanyak 300 juta kepada tuan Davis. Ia ditanyakan memiliki jaminan apa untuk membayar hutang oleh tuan Davis.
Sayuti terdiam sejenak, lalu melintas dipikirannya untuk menjadikan kakaknya sebagai jaminan.
Akhirnya Sayuti memberikan foto kakaknya, ia mengatakan bahwa itu adalah jaminan hutangnya.
"Itu adalah kakakku, namanya Marina. Ia tinggal di desa sebelah, kau bisa tanya pada orang disana alamat rumah nya." Kata Sayuti.
"Baiklah, ternyata kakak mu ini cantik juga, aku akan memberikan uangnya kepadamu. Jika kau tidak bisa membayarnya, maka kakak mu akan kubawa." Kata tuan Davis.
"Baik Tuan." Kata Sayuti.
"Rohim, cepat ambilkan uang di brankas, 350 juta." Kata tuan Davis.
"Tapi tuan, saya hanya ingin meminjam 300 juta." Kata Sayuti.
"Tidak apa-apa nak, yang 50 juta adalah bonus dariku untukmu." Kata tuan Davis.
"Wah terimakasih tuan." Kata Sayuti.
"Ini tuan uangnya." Kata Rohim.
"Nah, anak muda ini uang yang ingin kamu pinjam. Saya akan berikan kamu waktu selama 2 Minggu untuk membayarnya." Kata tuan Davis.
"Baik tuan, Anda tenang saja. Kalau saya tidak membayar dalam 2 Minggu, Anda bisa langsung mendatangi rumah orangtua saya dan membawa kakak saya itu." Kata Sayuti.
Kemudian, Sayuti dan temannya pergi dari rumah tuan Davis.
Lalu, Sayuti langsung membeli motor yang dia mau. Setelah itu, Sayuti memamerkannya pada temannya yang lain.
"Woi guys, liat nih motor baru gua." Kata Sayuti.
"Wih keren banget Yut, tapi kok lu bisa beli? Kan bokap lu lg sakit." Tanya Deri.
"Ya bisalah apa sih yang gak bisa dibeli oleh seorang Sayuti." Jawab Sayuti.
Kemudian Deri menyarankan Sayuti untuk ikut balap motor di kampung sebrang.
"Yut, gua denger di kampung sebrang ada balap motor, hadiahnya lumayan gede. Lu kan dah punya motor balap nih, lu ikut lah." Kata Deri.
"Wah oke gua bakal ikut dan gua pasti bakal menang!" Kata Sayuti.
Lalu, Sayuti dan teman-temannya itu pergi ke kampung sebrang.
"Woi, gua mau ikut balapan." Teriak Sayuti.
"Gi, ada yang nantangin lu tuh." Kata Jarwo.
"Berani banget lu nantang gua, lu udah siap kehilangan uang?" Tanya Gino.
"Gua gak bakal kehilangan uang, justru lu yang bakal miskin setelah kalah dari gua." Kata Sayuti.
"Belagu banget nih bocah, udah Gi terima aja terus kalahin dia." Kata Jarwo.
"Ok, kita langsung ke garis start." Kata Gino.
Kemudian, Sayuti dan Gino melakukan balapan. Sayuti memenangkan balapan itu, ia disambut oleh teman-temannya dengan gembira.
"Woi gua menang! Lu liat kan semua, gua menang! Hahaha." Teriak Sayuti.
"Iya Yut, keren banget lu!" Kata Deri.
"Heh, kebukti kan omongan gua, gua pemenang dan lu pecundang!" Kata Sayuti.
"Apa kata lu?" Kata Gino.
"Gi Gi tahan Gi!" Kata Jarwo.
"Haha, sekarang serahin uangnya ke gua!" Kata Sayuti.
"Tuh! lu dengerin ya, gua belum kalah dari lu! Gua mau besok kita tanding lagi di trek sebelah." Kata Gino.
"Oke siapa takut? Pasti hasilnya juga gak akan beda, tetep gua pemenang nya." Kata Sayuti.
"Ok, besok jam 10 malam kita tanding lagi!" Kata Gino.
Setelah itu, Gino dan temannya pergi meninggalkan Sayuti dan temannya.
"Hai, kamu keren banget deh!" Kata Ceri.
"Makasih." Kata Sayuti.
"Aku boleh dong dibonceng sama kamu pake motor ini." Kata Ceri.
"Ya boleh lah, ayo!" Kata Sayuti.
"Ri, semuanya gua duluan ya." Kata Sayuti.
"Iya, hati-hati lu!" Kata Deri.
Kemudian, Gino berbicara kepada teman-teman nya.
"Gua gak terima dikalahin cecunguk itu!" Kata Gino.
"Iya Gi, gua juga kesel banget sama gayanya!" Kata Jarwo.
"Kita harus kasih pelajaran buat dia Gi!" Kata Febro.
"Iya lu bener, kita bikin supaya dia gabisa datang besok." Kata Gino.
Kemudian, di jalan pulang Sayuti yang sedang membonceng Ceri, dikejar oleh 2 orang preman.
2 preman tersebut meminta Sayuti untuk berhenti.
"Woi berhenti lu!"
"Yut, gawat ada preman yang ngejar kita." Kata Ceri.
"Udah kamu tenang aja ya, yang penting kamu pegangan aja yang kuat." Kata Sayuti.
"Iya Yut." Kata Ceri.
"Woi berhenti!" Teriak preman itu lagi.
Sayuti tidak menghiraukan nya dan melaju secepat mungkin.
Lalu, Sayuti dicegat oleh Gino dan teman-temannya.
"Yut, gawat itu kan Gino sama temannya, mereka banyak banget Yut." Kata Ceri.
Sayuti berhenti dan bertanya.
"Eh, lu mau apa cegat gua?" Tanya Sayuti.
"Turun lu sekarang!" Kata Gino.
Sayuti turun dari motornya bersama Ceri.
"Kalian, amanin tuh cewek!" Kata Gino.
"Siap Gi!" Kata Jarwo.
"Lepasin gua! Yut, tolong aku Yut!" Kata Ceri.
"Heh, lu apa-apaan si? Maksud lu apa kaya gini?" Tanya Sayuti.
"Udah lu gausah banyak tanya! Abisin dia bang!" Kata Gino.
"Siap bos!" Kata preman.
Preman itu kemudian menghajar Sayuti, Sayuti tidak dapat melawan lalu ia terkapar.
"Hahaha, lu rasain tuh akibatnya karena udah ngelawan gua! Sekarang lu balikin duit gua." Kata Gino.
Kemudian Gino mengambil uang di saku celana Sayuti, dan menyuruh preman tersebut terus memukulinya.
Deri bersama teman Sayuti yang lain datang ke tempat itu, mereka melihat Sayuti sedang dipukuli 2 preman. Mereka juga melihat Gino dan teman-temannya pergi naik motor.
"Woi berhenti!" Teriak Deri.
2 preman itu pun takut dan pergi dari tempat itu. Deri dan yang lain menghampiri Sayuti.
"Yut, lu gapapa Yut? Kita ke dokter sekarang ya." Kata Deri.
"Enggak Der, gua udah gak kuat lagi, gua cuma mau bilang sama lu, sampaikan minta maaf gua sama kakak dan orangtua gua." k
Kata Sayuti.
Sayuti meninggal di pangkuan Deri.
"Sayuti!!!" Teriak Deri.
Kemudian, Arman (teman Sayuti yang mengantar Sayuti ke tuan Davis) datang ke rumah Marina.
"Ada apa Arman?" Tanya Marina.
"Sayuti kak, dia.."
Dia apa? Sayuti kenapa?" Tanya Marina.
"Dia meninggal Kak." Jawab Arman.
"Apa?"
Marina kaget dan terduduk sambil menangis.
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, telah berpulang ke Rahmatullah Sayuti bin Abdul Komar, pada usia 16 tahun. Meninggal pada hari Rabu, 18 Juli 2018 pukul 22.47 waktu setempat."
2 Minggu kemudian
"Halo, kenapa teman kamu itu tidak bisa dihubungi?" Tanya tuan Davis.
"Maaf tuan, tapi Sayuti sudah meninggal 2 Minggu yang lalu." Jawab Arman.
"Apa? Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, terus bagaimana dengan utangnya?" Tanya tuan Davis.
"Maaf tuan, kalau soal itu saya tidak tahu." Jawab Arman.
Tuan Davis menutup telponnya.
"Aku harus mendatangi rumah orangtua Sayuti." Kata tuan Davis.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments