Bab 5. Siapakah dia?

#Episode sebelumnya#

Aku membuka mataku, aku terkejut ada sosok seram disamping ku.

"Aaaaaa." Teriak ku.

Sosok itu mencoba mencekik ku lalu berkata,

"Kenapa? Kenapa kamu tidak mau menolongku Maya? Kenapa?"

"Kalau begitu, kamu harus mati!"

Aku sesak nafas & tidak bisa bergerak sama sekali.

#Episode 05#

Kami pun telah sampai di puncak, tepatnya di villa saudara Gino.

Saat kami turun dari mobil, kami langsung disambut oleh seorang wanita dan seorang laki-laki.

"Hai, selamat datang! perkenalkan namaku Rosa, aku yang memiliki villa ini. Terus ini namanya Mang Ujang, dia yang menjaga villa ini." Kata Rosa.

"Iya hai juga, salam kenal ya. Kenalin nama aku Ghifari, temennya Gino." Kata Ghifari sambil senyum dan menjulurkan tangannya.

Laras menurunkan tangan Ghifari sambil senyum kesal ke arahnya.

"Oh gitu ya, ngeliat yang bening langsung cepet." Kata Laras.

"Maaf beb, aku cuma mau kenalan aja kok sama dia." Kata Ghifari sambil garuk-garuk kepala.

Laras ngambek dan membuang muka, membuat Ghifari panik lalu coba merayunya.

Aku dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah mereka.

"Yaudah sekarang kalian langsung masuk aja ke dalam, udah diberesin semua sama mang Ujang jadi tenang aja." Kata Rosa.

Kami semua pun langsung masuk kedalam.

Saat di dalam, kami melihat bahwa kondisi villa ini benar-benar menyeramkan.

"Bujug serem amat nih villa, udah berapa bulan gak ditinggalin orang?" Kata Ghifari.

"Iya emang begini kondisinya, soalnya udah 2 tahun lebih gak ada yang tinggal disini." Jawab Rosa.

"Yaudah lah gapapa dimaklumin aja, yang penting kita ada tempat buat tidur tar malem." Kata Gino.

"Iya No gua sih maklumin, tapi my bebeb Laras kan pasti takut kalo begini, ya kan beb?" Kata Ghifari.

"Apaansi! Aku tuh masih kesel sama kamu! Gausah sok peduli deh!" Jawab Laras judes.

"Yah kok kamu gitu si beb? Aku kan udah minta maaf sama kamu." Kata Ghifari.

"Udah-udah, duduk dulu yuk! Nanti biar dibuatin minuman sama mang Ujang." Kata Rosa.

Kami semua duduk di sofa, kami berbincang-bincang dan bertanya kepada Rosa tentang villa ini.

"Eh Rosa, tapi disini aman kan? Gak ada hantu atau semacamnya gitu kan?" Kata Fifin.

"Ya gak ada lah, tenang aja selama ini gak pernah ada laporan tentang hantu kok disini." Jawab Rosa.

"Iya lagian kamu gak perlu takut, kan ada aku." Kata Gino.

"Yaelah lu No, bisa aja gombalnya! Ajarin gua dong biar bebeb gua gak marah terus nih." Kata Ghifari.

"Gua gak jago gombal, si Jordi noh pawangnya." Kata Gino.

"Yah si Jordi mah pacar aja kagak punya, gimana bisa gombal." Kata Ghifari.

"Buseh sembarangan! Gua gini-gini banyak yang demen ama gua. Contohnya aja noh si Maya, ya kan?" Jawab Jordi.

"Dih kenapa bawa-bawa aku?" Kata ku.

Kami semua tertawa lalu minuman pun datang dan Ghifari yang paling cepat mengambilnya.

Setelah lama mengobrol, aku, Laras & Fifin masuk ke kamar untuk merapikan barang. Sementara Gino, Jordi & Ghifari masih mengobrol dengan Rosa.

"Eh kayaknya gua pernah liat lu dah, tapi dimana ya?" Kata Jordi.

"Nah iya bener tuh, gua juga perasaan pernah liat wajah lu, tapi gua lupa dimana." Kata Ghifari.

"Eh, lu berdua jangan pada sotoy deh! Rosa ini dari dulu tinggal disini, mana mungkin kalian pernah ngeliat dia." Kata Gino.

"Tapi beneran No, gua pernah liat si Rosa." Kata Jordi.

"Oiya gua inget Jor! Kemarin kita ngeliat dia di lampu merah perempatan jalan Sukirman. Kalo gak salah dia sama lu juga kan No." Kata Ghifari.

Gino kaget mendengar perkataan Ghifari.

"Apa, jadi mereka ngeliat gua sama Rosa kemarin?" Kata Gino dalam hati.

"Oiya bener tuh Ri, gua juga inget. Bener kan No kemarin lu ada disono?" Tanya Jordi.

"Apaansi kalian, kan gua udah bilang si Rosa dari dulu tinggal disini, dia belum pernah ke Jakarta sama sekali. Terus juga gua kemarin tuh seharian di kostan nyuci baju, jadi mungkin kalo kita ada di lampu merah." Jawab Gino.

"Oh gitu ya, tapi beneran kok gua sama Jordi ngeliat lu disitu. Ya tapi kita gak yakin si itu elu, soalnya agak samar-samar, tapi kalo si Rosa kayaknya gua yakin, soalnya gua ngeliat wajahnya." Kata Ghifari.

"Mungkin cuma mirip aja kali, coba aja tanya Rosa apa iya dia disitu kemarin." Kata Gino.

"Enggak kok, aku gak pernah ke Jakarta sama sekali. Kemarin seharian aku sibuk bantu mang Ujang beres-beres villla ini." Kata Rosa.

"Ohh, berarti mungkin cuma mirip aja." Kata Ghifari.

"Yaudah udah, kita juga keatas yok! cek kamar." Ajak Jordi.

Mereka bertiga pun naik keatas dan masuk ke kamar mereka.

Malam harinya kami memulai acara kami, kami membuat api unggun di belakang villa lalu membakar jagung dan ayam.

Kami tertawa, bercerita dan bernyanyi bersama. Momen ini begitu menyenangkan dan sangat seru, aku akan menyimpan ini dalam memori kenangan ku.

Setelah selesai, kami masuk kembali kedalam villa. Tapi saat ingin masuk, aku melihat ada sosok yang mengawasi kami.

Sosok itu berdiri di samping pohon besar yang ada di sebrang. Dia menatap ke arah kami dengan tajam, matanya merah menyala persis seperti sosok yang ada di rumahku.

Marena takut, aku berusaha cepat masuk ke dalam villa. Sehingga membuat teman-teman ku heran dan bertanya.

"Lu kenapa si May, kok buru-buru banget?" tanya Fifin.

"Gapapa kok, aku udah ngantuk aja." Jawab ku.

Aku tidak ingin melihat mereka semua panik kalau aku memberitahu tentang itu.

Akhirnya kami semua pun masuk ke kamar masing-masing, aku tidur sendiri karena ternyata tempat tidur nya tidak cukup untuk kami bertiga.

Aku mencoba untuk melupakan semua yang kulihat tadi, tapi wajah sosok itu selalu terbayang di benakku.

Aku tidak bisa tidur, lalu aku keluar kamar dan turun kebawah untuk mengambil air putih.

Saat aku membuka kulkas, aku mendengar suara dari depan. Aku pun penasaran lalu coba melihat siapa yang sedang berbicara.

Aku mengintip dari jendela, ternyata itu adalah Gino dan Rosa. Aku penasaran mereka sedang membicarakan apa karena suaranya tidak begitu terdengar jelas.

Akhirnya aku memutuskan untuk melihat lebih dekat, aku sembunyi dibalik meja.

"Yang, sampe kapan kita harus sembunyi-sembunyi begini terus kalo mau berduaan?" Tanya Rosa.

"Ya sampe aku udah mutusin Fifin." Jawab Gino.

"Iya tapi kapan? Aku udah bete nih begini terus! Aku pengen kita tuh sering berduaan tanpa takut ketauan Fifin." Kata Rosa.

"Iya sayang aku juga pengen kok, tapi untuk sekarang masih gabisa, soalnya aku masih butuh Fifin buat jadi ATM berjalan aku." Kata Gino.

"Aku janji kok, setelah aku ambil semua harta dia, aku bakal putusin dia terus kita bisa bebas pacaran deh." Sambung Gino.

Rosa tersenyum dan mereka pun berpelukan.

Akhirnya aku yakin kalau Rosa itu bukan saudara Gino, tapi dia itu selingkuhan nya Gino.

"Neng, ngapain nongkrong disitu?" Tanya mang Ujang.

Aku kaget lalu kepalaku kepentok meja.

"Aduh, mang Ujang ngagetin aja si!" Kata ku.

"Ya maaf neng, abisnya neng ngapain disitu malam-malam begini? ngeliat apaansi?" Tanya mang Ujang.

Karena kepala ku kepentok tadi, Gino mendengar nya dan berteriak.

"Woi siapa tu?" Teriak Gino.

Mendengar itu aku langsung pergi dan kembali ke kamar, sementara mang Ujang masih merasa heran, namun dia kembali juga ke belakang.

Gino mendatangi asal suara tadi, tapi dia tidak menemukan apa-apa.

"Kok gak ada siapa-siapa ya? Perasaan tadi bener ada suara dari sini." Kata Gino.

"Mungkin itu cuma suara tikus kali atau cicak. Udah gausah di pikirin! Mending sekarang kamu istirahat." Kata Rosa.

"Iya, kamu juga istirahat ya." Jawab Gino.

"Iya sayang." Kata Rosa.

***********************

Di kamar, aku mendengarkan suara Gino dan Rosa yang tadi aku rekam.

"Sekarang aku jadi punya bukti buat aku kasih ke Fifin, biar dia percaya terus gak pacaran lagi sama Gino." Kata ku.

Setelah itu aku pun tidur, namun tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamarku.

TOK TOK TOK...

Karena penasaran aku coba keluar dan membuka pintu, namun setelah ku buka tidak orang diluar, akhirnya aku menutup kembali pintu nya.

Saat aku berjalan kembali, suara terdengar lagi dan semakin keras.

TOK TOK TOK TOK TOK....

Aku membuka pintu dan tetap tidak ada orang, karena kesal campur takut aku langsung menutup dan mengunci pintu kamar ku lalu kembali tidur.

"May, Kamu gak akan pernah bisa gagalin rencanaku!"

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!