Bab 6. Ketahuan

#Episode 06#

Keesokan paginya, aku dan teman-temanku melakukan olahraga pagi dengan jogging mengitari daerah sini.

Saat dijalan, aku memikirkan tentang rekaman semalam. Akhirnya aku coba berbicara kepada Fifin.

"Fin, ada sesuatu yang mau aku kasih tau ke kamu. Tapi kita harus misah dari mereka." Kataku.

"Emangnya mau bicara apa sih?" Tanya Fifin.

"Ini penting banget Fin, kamu harus tau!" Jawab ku.

"Iya tapi apa? Terus kenapa kita harus misah dari mereka?" Tanya Fifin lagi.

"Soalnya aku gak mau mereka denger." Jawab ku.

"Ini cuma boleh kamu aja yang tau." Sambung ku.

"Yaudah deh ayo kita kesana." Kata Fifin.

Lalu aku dan Fifin pergi ke jalan lain, setelah aku merasa teman-temanku sudah jauh, aku mengambil handphone ku.

"Udah disini aja, aku mau nunjukin sesuatu ke kamu." Kata ku.

"Sebenarnya apa sih? Gua jadi penasaran." Tanya Fifin.

"Ini Fin." Jawab ku sambil menunjukkan rekaman semalam.

Setelah Fifin mendengar semua itu dia terlihat sedih dan kecewa, lalu dia pun pergi berlari menuju villa.

Aku mencoba mengejarnya.

#Flashback#

Gino masuk ke kamarku dan mendekati ku, lalu ia mengambil handphone ku.

"May, Kamu gak akan pernah bisa gagalin rencanaku!" Kata Gino.

Aku tersadar dan bangun dari tempat tidur, aku terkejut karena melihat Gino ada di kamarku sedang memegang handphone ku.

"No, ngapain kamu disini? Terus ngapain kamu megang hp aku?" Tanya ku.

"Lu gausah banyak tanya deh! sekarang kasih tau gua apa password hp lu?" Kata Gino.

"Gak, aku gak mau kasih tau!" Jawab ku.

"Oke, kalo gitu gua banting aja hp lu!" Kata Gino sambil mau membanting hp ku.

"Jangan No! Iya-iya aku kasih tau deh. Password nya tuh 'adadiadisini'." Jawab ku.

"Ok." Kata Gino.

Setelah berhasil membuka handphone ku, Gino langsung mencari tempat aku menyimpan rekaman tadi.

Tapi dia tidak menemukannya, lalu dia kesal dan bertanya padaku.

"Dimana lu sembunyiin rekaman tadi?" Kata Gino.

"Ha? Rekaman apaansi?" Tanya ku.

"Halah udah deh gausah pura-pura! Gua tau tadi lu ada dibawah kan, terus lu dengerin pembicaraan gua sama Rosa." Jawab Gino.

"Iya aku ngaku tadi aku emang dengerin kalian ngomong, tapi aku gak ngerekam kok serius deh." Kata ku.

"Heh jangan boong lu! Gua denger sendiri tadi lu setel suara rekaman gua dari hp lu, sekarang lu kasih tau gua dimana lu nyimpen filenya?" Kata Gino.

"Aku nyimpen filenya di folder rahasia, foldernya aku kasih password, password nya 'diasemakindekat'." Kata ku.

"Ok." Jawab Gino.

Setelah itu, Gino membuka folder tersebut dan langsung menghapus rekaman itu.

Lalu dia pun mengembalikan handphone ku dan pergi keluar.

Aku sedih karena sekarang aku tidak memiliki bukti yang bisa aku tunjukkan ke Fifin.

Lalu tiba-tiba handphone ku berbunyi dan ada pesan yang masuk, nomornya tidak aku kenal.

Nomor itu memberikan pesan,

"Kamu jangan khawatir! Sekarang rekaman itu sudah ada lagi di handphone kamu."

Aku langsung mengecek dan menemukan file rekaman itu lagi, aku merasa heran tapi aku senang karena file itu kembali lagi.

Lalu aku terkejut karena tiba-tiba muncul tulisan dengan darah di cermin kamarku.

"jangan khawatir, Ada aku disini!"

Tak lama kemudian tulisan itu hilang, aku tidak tahu siapa yang menulis itu.

****************

Kemudian Fifin sampai di villa dan langsung menuju ke kamarnya. Aku mengikutinya.

Fifin langsung membereskan barang-barangnya sambil menangis.

Aku mencoba menahannya, namun ia tidak mau mendengarkan ku. Akhirnya setelah selesai ia turun kebawah.

Fifin bertemu dengan Jordi, Ghifari & Laras.

"Lah lah lu mau kemana Fin?" Tanya Ghifari.

Fifin tidak menjawab, ia langsung pergi masih sambil menangis.

Kemudian aku juga turun dan bertemu dengan mereka.

"Eh May, itu si Fifin kenapa si? Terus dia mau kemana itu?" Tanya Ghifari.

"Duh, nanti aja nanyanya ya! Mending sekarang kejar dulu si Fifin." Kata ku.

Kami pun langsung mengejar Fifin.

*******************

Gino dan Rosa sedang bermesraan di taman samping villa.

"Aku seneng banget tadi bisa jogging bareng kamu, ya walaupun kita gak deketan." Kata Rosa.

"Iya sayang aku juga seneng kok, nanti kapan-kapan kita jogging berdua yuk." Kata Gino.

Saat Fifin sedang berjalan, ia mendengar suara Gino. Ia pun berbalik dan menuju asal suara itu.

"Yuk, aku juga gak sabar banget pengen jalan-jalan berdua bareng kamu." Kata Rosa.

Kemudian mereka berpelukan lalu Gino berkata,

"Aku juga sayang, aku janji setelah ini kita bakal lebih sering berdua."

Fifin mendengar semua itu, ia semakin emosi karena melihat Gino sedang berpelukan dengan Rosa. Kemudian ia menghampiri mereka.

"Ohh, jadi selama ini kamu tuh sayangnya sama dia, bukan sama aku?" Kata Fifin.

Gino dan Rosa terkejut melihat Fifin ada di depan mereka.

"Aku kecewa ya sama kamu! Aku pikir selama ini kamu beneran cinta sama aku, tapi ternyata aku salah, kamu cuma cinta sama harta papih aku!" Kata Fifin lagi.

"Maksud kamu apa si Fin? Aku tuh cinta sama kamu!" Kata Gino sambil berdiri.

"Terus ngapain kamu pelukan sama dia? Pake bilang sayang lagi." Kata Fifin.

"Ya aku pelukan sama sodara aku kan wajar dong, lagian maksud kata sayang itu sayang sebagai sodara." Jawab Gino.

"Halah udah deh! Aku udah tau kok kalau dia bukan sodara kamu! Dia itu pacar kamu kan, sekarang aku tau kamu ngajak aku sama yang lain kesini, karena kamu pengen bisa berduaan sama dia kan." Kata Fifin.

Aku dan yang lain melihat Fifin sedang marah kepada Gino.

"Eh May, ini ada apa si? Kok si Fifin marah-marah gitu sama Gino?" Tanya Ghifari.

"Ssstttt, jangan berisik!" Jawab ku.

Kemudian Gino mencoba menjelaskan ke Fifin,

"Kamu ngomong apa si? Aku gak ngerti. Rosa itu sodara aku, yang pacar aku itu kamu." Kata Gino.

"Enggak, Aku bukan pacar kamu! Sekarang aku mau putus sama kamu, biar kamu bisa bebas pacaran sama dia!" Kata Fifin.

"Hah putus? Jangan dong sayang, aku masih cinta sama kamu." Kata Gino.

"Udah cukup No! Aku udah tau semua kebusukan kamu dari rekaman Maya! Jadi kamu gausah ngeles lagi deh! Aku kecewa sama kamu!" Kata Fifin.

Fifin pergi sementara Gino terdiam.

"Rekaman Maya? Perasaan semalam gua udah apus tuh rekaman deh, kok bisa ada lagi?" Gino bertanya dalam hatinya.

Kemudian aku dan yang lain menghampiri Gino.

"Gila lu No! Gua gak nyangka ternyata lu begitu orangnya!" Kata Ghifari.

"Iya No, lu udah sakitin perasaan demi perempuan ini! Lu sadar gak si No? Fifin tuh cinta sama lu, bahkan dia perhatian banget sama lu! Tapi lu malah begini sama dia, gila nyesel banget gua udah deketin lu sama Fifin dulu." Kata Laras.

Kemudian aku dan Laras mengejar Fifin, sementara Jordi dan Ghifari masih bersama Gino.

Saat sampai di depan, kami terlambat. Ternyata Fifin sudah pergi dengan ojek.

Kemudian kami menghampiri pak Ucok dan langsung pergi mengejar Fifin dengan mobilnya.

*******************

Saat dijalan, motor ojek yang dinaiki Fifin bannya kempes. Lalu Fifin turun dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

Sementara itu, Gino ternyata juga mengejar Fifin bersama Jordi & Ghifari. Mereka naik mobil Rosa yang ada di villa.

Aku, Laras & Pak Ucok kehilangan jejak Fifin.

"Duh non, kita harus kemana ini? Belok kanan apa kiri?" Tanya pak Ucok.

"Yah saya juga gak tau pak, sebentar deh saya coba telpon Fifin dulu." Jawab ku.

Aku menelepon Fifin, namun tidak diangkat.

"Yah gak diangkat lagi sama Fifin." Kata ku.

"Terus gimana dong? Gua khawatir banget Fifin kenapa-kenapa." Kata Laras.

Sementara itu, Gino menyetir dengan sangat cepat, ia terlihat menyesal karena perbuatannya kepada Fifin.

"No, No, Lu jangan ngebut begini juga kali! tar kalo nabrak gimana?" Kata Ghifari.

"Bodoamat Ri, gua harus cepet nemuin Fifin! Gua harus jelasin ke dia." Kata Gino.

Lalu, tiba-tiba ada sosok seram yang muncul di kaca mobil Gino, Gino & yang lain kaget.

Karena takut, Gino tidak dapat mengendalikan mobilnya, ia hilang kendali.

Sosok itu kemudian hilang, lalu Gino mencoba mengerem mobilnya tapi tidak bisa.

"Yah Ri, gimana nih kagak bisa direm mobilnya." Kata Gino panik.

"No awas no ada orang!" Kata Ghifari.

Saat Gino menoleh, ia melihat orang itu adalah Fifin. Lalu ia membunyikan klakson dan menyuruh Fifin berlari, namun karena sedang sedih Fifin tidak mendengarnya.

TIN TIN TIN....

"No awas no! Aaaa." Teriak Ghifari.

GUBRAKKK...

Mobil Gino menabrak Fifin, kemudian oleng dan menabrak pohon di samping jalan.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!