Bab 9. Ketakutan

Esok paginya, Aku pergi ke rumah Laras. Aku ingin menceritakan semuanya.

"Assalamualaikum, Laras!" Kata ku sambil mengetuk pintu.

"Waalaikumsallam, iya sebentar." Kata Laras.

Kemudian Laras membuka pintu dan menyuruhku masuk kedalam.

"Duduk! Lu mau dibuatin minum apa?" Tanya Laras.

"Ah gausah, aku kesini mau cerita." Jawab ku.

Laras langsung menghampiri ku dan duduk di sampingku.

"Cerita apa?" Tanya Laras.

"Jadi tuh semalam..."

Aku menceritakan semua yang terjadi semalam, Laras menangis dan memeluk ku.

Aku berusaha menenangkannya, lalu aku memintanya untuk membantu Fifin menjalankan rencana balas dendamnya.

"Selain itu, semalam Fifin juga bilang ke aku, dia pengen balas dendam ke Gino. Dia minta aku buat bantu dia, kamu mau ikut bantu gak?" Kata ku.

"Iya, pasti gua mau bantu." Kata Laras sambil mengelap air matanya.

"Yaudah, udahan ya nangisnya! Semalam Fifin juga bilang dia gak tega kalau melihat kita nangis." Kata ku.

"Iya, gua gak nangis lagi kok!" Kata Laras.

"Terus, gimana rencana balas dendamnya?" Tanya Laras.

"Jadi gini..."

Aku menceritakan rencana untuk membalas dendam kepada Gino.

"Jelas kan?" Tanya ku.

"Iya jelas, gua udah gak sabar pengen balas dendam ke Gino! Gua gak nyangka banget, ternyata dia udah bunuh sahabat gua." Jawab Laras.

"Iya, tapi kamu jangan terang-terangan ngomong ke Gino! Kita atur semuanya sesuai rencana!" Kata ku.

"Iya." Kata Laras.

*****************

Gino merasa tidak tenang, ia takut semua orang akan tahu kalau dia yang menabrak Fifin.

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Rosa.

Gino tidak mendengar pertanyaan Rosa, ia masih sibuk mondar-mandir karena takut.

"Gino! Kamu kenapa si?" Tanya Rosa sambil teriak.

Gino kaget dan menoleh ke arah Rosa.

"Enggak gapapa kok." Kata Gino.

Gino kembali mondar-mandir sambil memegangi jidatnya.

"Kamu sebenarnya kenapa si? Dari tadi aku perhatiin kamu mondar-mandir terus kaya angkot gak ada penumpangnya." Tanya Rosa.

"Aku bingung, aku takut, aku juga khawatir." Jawab Gino.

"Kenapa?" Tanya Rosa.

"Sekarang mungkin aku masih aman, tapi bisa aja nanti mereka akan tahu." Jawab Gino.

"Udah lah Gino! Kamu gausah mikirin itu! Sekarang kamu mikirin aja tentang hubungan kita." Kata Rosa.

"Gabisa Ros! Itu terus muncul di otak ku. Aku merasa bersalah udah nabrak Fifin, terus jasadnya aku buang ke hutan. Harusnya aku gak ngelakuin itu, harusnya aku ngaku aja ke mereka." Kata Gino.

"Aku ini emang bodoh! Bodoh banget!" Kata Gino lagi sambil membenturkan kepalanya ke tembok.

"No, kamu apa-apaan si? Jangan merasa bersalah gitu! Lagian semuanya udah terjadi, sekarang mending kita makan yuk!" Kata Rosa.

Samar-samar Gino melihat Rosa adalah Fifin, ia mengira Rosa adalah Fifin. Fifin tersenyum kepada Gino.

"Ok, kita ke cafe kejora ya!" Kata Gino.

"Hah? Cafe kejora itu dimana?" Tanya Rosa.

"Loh kamu gimana sih? Kan kita sering makan disana, itu kan tempat favorit kamu sayang." Jawab Gino.

"Hah? Kamu ngaco ya, tempat favorit aku tuh di cafe mayora." Kata Rosa.

Gino melihat wajah Fifin berubah menjadi seram dan penuh amarah.

"Fifin, kamu kenapa? Kamu marah sama aku? Ok, kali ini aku yang traktir kamu deh." Kata Gino.

"Hah Fifin, Gino kenapa sih? Aku kan Rosa." Gumam Rosa dalam hati.

Wajah Fifin semakin seram dan matanya menunjukkan seakan-akan ingin membunuh Gino.

Gino merasa takut lalu ia menjauh dari Rosa.

"Jangan mendekat! Sana pergi!" Kata Gino.

"Gino kamu kenapa si? Ini aku Rosa." Kata Rosa.

"Jangan, jangan bunuh aku! Aku gak bersalah, sana pergi!" Kata Gino sambil terduduk dan menutupi wajahnya.

Rosa menghampiri Gino dan coba menenangkan nya.

"Gino, udah Gino!" Kata Rosa.

"Enggak enggak, aku gak mau mati! Tolong!" Kata Gino.

Rosa membuka tangan Gino dan menepuk wajahnya.

"Sadar Gino, ini aku Rosa. Aku cuma mau ngajak kamu makan, kenapa kamu malah ketakutan?" Tanya Rosa.

"Hah Rosa? Ini bener kamu?" Tanya Gino.

"Ya iyalah Gino, daritadi juga aku. Kamu kenapa si?" Kata Rosa.

"Aku, aku tadi ngeliat Fifin. Dia keliatan marah sama aku, terus dia mau ngebunuh aku." Kata Gino sambil terengah-engah.

"Apasi Gino, disini gak ada Fifin! Yang ada cuma aku." Kata Rosa.

"Tapi bener, tadi aku ngeliat Fifin." Kata Gino.

Gino semakin panik, ia tidak ingin keluar rumah karena takut.

"Sembunyiin aku Rosa, aku gak mau mati Ros! Aku masih pengen hidup Ros! Sembunyiin aku, tolong aku!" Kata Gino.

"Iya iya Gino, kamu tenang ya! Aku gak bakal biarin kamu mati." Kata Rosa.

Kemudian Rosa merangkul Gino dan membawanya ke dalam kamar.

Rosa meletakkan Gino di kasur, dan ingin pergi keluar.

"Tunggu Ros, jangan pergi! Aku takut sendirian, nanti kalau Fifin datang gimana?" Kata Gino sambil memegangi tangan Rosa.

"Tapi No, aku gabisa disini terus, kita kan bukan mahram. Nanti kalau ada yang liat gimana?" Kata Rosa.

"Please Ros, kamu disini aja ya temenin aku." Kata Gino.

"Eemmm, iya yaudah aku disini." Kata Rosa.

"Makasih ya Rosa." Kata Gino.

"hih, dia malah mesra-mesraan sama cewek itu! Awas aja kamu Gino, aku bakal bikin kamu menderita!"

*****************

Dert dert... ndert ndert...

"Hah, suara hp siapa tuh?" Kata mang Ujang.

"Ohh, hp nya den Gino. Waduh ada yang nelpon, saya angkat apa jangan ya?" Kata mang Ujang.

"Ah angkat aja deh, lagian den Gino kan lagi di kamar." Kata mang Ujang.

"Halo, ini dengan siapa ya?" Tanya mang Ujang.

"Mmm halo, ini bener kan nomor Gino?" Kata ku.

"Iya bener ini emang hp nya den Gino." Jawab mang Ujang.

"Terus, Gino nya mana ya?" Tanya ku.

"Den Gino nya lagi di kamar, tadi dia kaya depresi gitu. Emangnya ini siapa ya? Terus ada perlu apa sama den Gino? Biar nanti saya sampaikan." Kata mang Ujang.

"Iya pak, tolong bilangin ke Gino ya. Aku Maya, aku mau ketemu sama dia." Kata ku.

"Iya siap neng, nanti saya bilangin ke den Gino." Kata mang Ujang.

"Eh tunggu pak, Aku mau tanya. Sekarang Gino tinggal dimana ya?" Tanya ku.

"Oh den Gino mah sekarang tinggal sama non Rosa di puncak." Jawab mang Ujang.

"Oh, yaudah terimakasih ya pak." Kata ku.

Aku mematikan teleponnya.

"Gimana May? Udah ngomong sama Gino?" Tanya Laras.

"Belum, tadi yang angkat bukan Gino. Tapi aku tau sekarang dia dimana." Jawab ku.

"Dimana dia?" Tanya Laras.

"Dia di puncak, dia tinggal di rumahnya Rosa." Jawab ku.

"Wah bener-bener si Gino, abis ngebunuh Fifin, malah asik-asik berduaan sama Rosa!" Kata Laras.

Kemudian arwah Fifin mendatangi kami.

"Hai May." Kata Fifin.

"Hai Fin, kapan kamu mau mulai rencananya?" Tanya ku.

"Hah, emangnya ada Fifin disini May?" Tanya Laras.

"Iya ada, tuh dia disitu." Kata ku.

"Hah mana? Gak ada tuh?" Kata Laras sambil celingak-celinguk.

"Itu karena kamu gabisa ngeliat Fifin." Kata ku.

"Yah, padahal gua pengen banget ketemu Fifin lagi." Kata Laras.

Kemudian Fifin menginstruksikan untuk masuk ke tubuhku, agar Laras dapat melihatnya.

Aku mengangguk dan mengizinkannya. Fifin langsung masuk ke tubuh ku.

"Hai Ras ini aku." Kata Fifin

"Hah, ini kan suara Fifin." Kata Laras sambil menoleh ke arah Maya.

Laras terkejut karena melihat ada Fifin di depannya.

"Ini beneran lu Fin?" Tanya Laras sambil memegang pipi Maya.

"Iya bener, aku minjam tubuh Maya supaya kamu bisa liat aku, kan tadi kamu bilang mau ketemu aku." Jawab Fifin.

"Fin, gua kangen banget sama lu." Kata Laras.

Laras kemudian memeluk Maya yang didalamnya ada roh Fifin.

"Aku juga kangen sama kamu Ras, aku kangen ngerumpi sama kamu, aku kangen curhat sama kamu." Kata Fifin.

"Fin, gua masih gak nyangka kalau lu udah meninggal. Perasaan baru kemarin kita ke puncak, kita ngerayain hari kelulusan kita." Kata Laras.

"Iya, ini semua karena Gino! Seandainya aku percaya dari awal sama perkataan Maya, mungkin aku masih bisa bareng-bareng kalian." Kata Fifin.

"Iya Fin, tapi lu jangan khawatir! Gua siap kok bantu lu buat balas dendam ke Gino." Kata Laras.

"Makasih ya Ras, kalian emang temanku yang paling baik." Kata Fifin.

"Ada aku disini..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!