"No, rumahnya yang di sebrang itu ya." Kata ku.
"Oh oke." Kata Gino.
Gino mengarahkan mobilnya ke rumah tersebut.
"Itu si Maya kerumah siapa ya?" Tanya Laras.
Lalu, Laras berhenti di sebrang rumah yang didatangi aku dan Gino.
Ia membuka kaca mobil nya dan melihat ke arahku.
"May, ini rumah saudara kamu?" Tanya Gino.
"Iya No, yaudah ayo!" Jawab ku.
Tok tok tok...
"Assalamualaikum." Kata ku.
"Waalaikumsallam." Jawab orang didalam.
KRIEEKKK...
"Eh Maya. Kamu apa kabar? Udah lama banget kamu gak kesini." Kata orang itu.
"Alhamdulillah aku baik, oh iya kenalin ini Gino teman aku. Gino, ini Shani sepupu aku." Kata ku.
Gino dan Shani bersalaman.
"Yaudah kalian masuk yuk!" Kata Shani.
"Iya." Kata ku.
Aku dan Gino masuk ke dalam rumah Shani.
"Duduk dulu ya, aku buatin minum dulu buat kalian." Kata Shani
"Iya Shan." Kata ku.
Shani kemudian pergi ke dapur untuk membuat minum.
Di luar, Laras masih merasa heran rumah siapa yang didatangi oleh ku dan Gino.
"Maya ke rumah siapa si itu? Jangan-jangan dia mau dijahatin lagi sama Gino." Gumam Laras.
"May, kamu rencananya mau kuliah dimana?" Tanya Gino.
"Emm, aku sih pengennya di universitas trilogi." Jawab ku.
"Oh disitu, kenapa gak coba masuk univ negeri?" Tanya Gino.
"Aku sadar aja sama kemampuan aku, aku gak yakin bakalan lolos sbmptn." Jawab ku.
"Kok gitu? Kamu itu pinter loh, kan sering ranking 5 besar di kelas." Kata Gino.
"Ya tapi kan saingannya banyak No. Aku gak mau aja udah susah-susah belajar, eh malah gak lolos." Kata ku.
"Iya sih, aku juga pengennya gitu, langsung masuk univ swasta aja." Kata Gino.
"Oh gitu, yaudah masuk di univ trilogi aja bareng aku." Kata ku.
"Iya boleh, biar aku bisa selalu ketemu kamu nanti." Kata Gino.
Aku tersenyum. Lalu, Shani kembali dari dapur dengan membawa minuman.
"Wah wah pada ngobrolin apa nih? Nih, aku bawa minuman, diminum dulu." Kata Shani.
"Iya makasih Shan." Kata ku.
Aku dan Gino meminum minuman itu.
Setelah cukup lama kami mengobrol, aku memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.
"Shan, aku pamit ya, udah sore nih takut dicariin papah." Kata ku.
"Yah kok pulang sih? Kenapa kamu gak nginep disini aja? Terus pulangnya besok pagi." Kata Shani.
"Aku juga pengennya begitu Shan, tapi aku izin ke papah cuma main sebentar, gak nginep." Kata ku.
"Yaudah deh kalo gitu, tapi lain waktu mampir kesini lagi, terus nginep disini." Kata Shani.
"Iya Shan, insyaallah aku mampir lagi nanti." Kata ku.
Aku dan Gino berdiri lalu pergi keluar rumah Shani.
"Shan, aku langsung pulang ya." Kata ku.
"Oke." Kata Shani.
"Iya, kita pamit ya." Kata Gino.
"Iya, hati-hati ya nyetirnya!" Kata Shani.
"Iya." Kata Gino.
"Shan, aku pamit, assalamualaikum." kata ku.
"Waalaikumsallam." Jawab Shani.
Kemudian, aku dan Gino masuk ke mobil. Laras melihatnya lalu menutup kaca mobilnya.
"May, aku anter kamu sampe rumah ya." Kata Gino.
"Gausah No, sampe rumah Rosa aja. Nanti darisana aku bisa naik angkot kok." Kata ku.
"Loh, jangan dong! Aku anterin kamu aja ya." Kata Gino.
"Tapi No.."
"Udah gapapa, sekalian aku mampir ke kostan ku." Kata Gino.
"Yaudah deh." Kata ku.
*************
Setelah sampai di rumah, Aku langsung turun dari mobil Gino.
"No, makasih ya udah anterin aku sampe rumah." Kata ku.
"Iya sama-sama, kalo gitu gua langsung balik ya." Kata Gino.
"Iya No, aku juga langsung masuk, kamu hati-hati di jalan!" Kata ku.
"Iya." Kata Gino.
Kemudian Gino pergi dari rumahku.
Tidak lama kemudian, Laras datang ke rumahku.
Ia langsung turun dari mobil dan cepat-cepat menghampiri ku.
"Eh May, gimana-gimana?" Tanya Laras.
"Ya gitu kan kamu liat sendiri." Jawab ku.
"Iya, maksud gua tuh si Gino udah nunjukin rasa suka belum ke lu?" Tanya Laras.
"Ya belum lah, kan baru sekali." Jawab ku.
Kemudian, arwah Fifin datang.
"May, Kamu sebenarnya udah berhasil bikin Gino suka sama kamu. Tapi, Gino masih belum berani bilang, karena dia masih butuh Rosa." Kata Fifin.
"Oh, kalo gitu besok aku bakal kesana lagi buat ngejauhin Gino dari Rosa." Kata ku.
"Ada Fifin May?" Tanya Laras.
"Iya, sebentar ya aku ngomong sama Fifin dulu." Jawab ku.
"Iya May, tapi kamu gak bisa datengin dia begitu aja. Karena, aura kamu akan hilang sebentar lagi." Kata Fifin.
"Apa? Terus aku harus gimana dong?" Tanya ku.
"Kamu tenang May, kamu itu udah cantik natural. Jadi, hanya perlu perubahan sedikit, kamu akan terlihat sangat cantik." Kata Fifin.
"Tapi Fin, kalo nanti Gino ngerasa beda gimana?" Tanya ku.
"Gino itu mata keranjang, dia gak peduli sama itu, bagi dia yang penting cewek itu cantik." Jawab Fifin.
"Ok deh Fin, terus aku harus ngapain?" Tanya ku.
"Kamu cuma tinggal lepas kacamata kamu, terus minta Laras buat makeup-in kamu sedikit aja." Jawab Fifin.
"Ok Fin, makasih ya." Kata ku.
"Iya May, kalo gitu aku mau ke rumah papih." Kata Fifin.
"Iya Fin."
"Eh tunggu Fin!" Kata ku.
"Kenapa May?" Tanya Fifin.
"Apa papih kamu gak sebaiknya di kasih tau tentang kamu?" Tanya ku.
"Aku belum siap May ngeliat papih aku sedih kalau tau aku sudah meninggal." Jawab Fifin.
"Baik Fin, kamu bisa bilang sama aku kalau kamu udah siap. Tapi, bukannya papih kamu juga sedih ya karena kamu gak ada kabar?" Kata ku.
"Iya May, semalam aku liat dia lagi memegang fotoku. Dia keliatan sedih banget May." Kata Fifin.
"Terus kalau nanti papih kamu nanya, kita harus jawab apa?" Tanya ku.
"Kamu bilang aja sama papih aku, kalau aku baik-baik aja. Aku cuma butuh waktu buat kembali ke rumah." Jawab Fifin.
"Ok Fin, tapi aku yakin pasti papih kamu bakalan sedih dan marah banget kalau tau yang sebenarnya." Kata ku.
"Iya May aku tau resikonya, tapi gak mau aja ngeliat papih tambah sedih." Kata Fifin.
"Iya Fin." Kata ku.
"Yaudah, aku pergi ya." Kata Fifin.
"Iya Fin." Kata ku.
Fifin pergi dari rumah ku.
"May, udah ngomongnya?" Tanya Laras.
"Udah kok, Fifin udah pergi juga." Jawab ku.
"Apa katanya?" Tanya Laras.
"Kamu harus bantu aku buat makeup, soalnya aura yang dikasih sama Fifin cuma bertahan sampe hari ini aja." Jawab ku.
"Oh gitu, yaudah tenang gua kan jago soal begituan." Kata Laras.
"Iya Ras aku tau kok." Kata ku.
"Yaudah, masuk yuk!" Kata ku.
"Eh gausah May, gua udah ditungguin bokap gua. Jadi gua harus pulang May, besok aja ya gua makeup-in lu." Kata Laras.
"Oh gitu, yaudah deh kamu pulang aja sana." Kata ku.
"Oke May, bye see you!" Kata Laras.
"Iya." Kata ku.
Aku kemudian masuk ke rumah, tapi saat ingin masuk aku dicegah oleh papah.
"Tunggu, tadi pak Rudi bilang dia liat kamu bicara sendiri, apa itu benar?" Tanya papah.
"Apaan sih pah? Aku gak bicara sendiri, tadi aku bicara sama Laras." Jawab ku.
"Lagian papah tumben jam segini udah pulang, biasanya tengah malam baru pulang." Sambung ku.
"Iya, papah sekarang sadar, papah terlalu sibuk kerja sampai kamu gak papah perhatiin. Makanya, sekarang papah atur jam kerja papah supaya bisa nemenin kamu." Kata papah.
"Yang bener pah?" Tanya ku.
"Iya, sekarang kamu gak perlu ke puncak buat nyari temen." Jawab papah.
"Makasih ya pah." Kata ku sambil memeluk papah.
"Iya sama-sama. Maafin papah ya kalau kurang perhatian sama kamu." Kata papah.
"Gapapa pah aku maklumin kok, kan papah harus kerja." Kata ku.
"Besok, kita kerumah mamah kamu. Kamu mau gak?" Tanya papah.
"Beneran pah? Papah mau ajak aku ke rumah mamah?" Tanya ku.
"Iya sayang, papah tau pasti kamu kangen banget sama mamah kamu. Maafin papah karena selama ini, papah gak bolehin kamu ketemu mamah kamu." Jawab papah.
"Makasih pah, aku seneng banget bisa ketemu mamah besok, aku sayang banget sama papah." Kata ku sambil memeluk papah lagi.
"Sama-sama sayang, itu kan hak kamu buat ketemu sama mamah kandung kamu." Kata papah.
*************
Malam harinya, ada pesan masuk di hp ku.
Aku penasaran lalu melihatnya.
Lagi-lagi SMS dari nomor yang sama dengan sebelumnya.
"Kamu akan selalu bahagia selama ada aku disini..."
Aku tidak mengerti maksud SMS ini, tapi aku tidak peduli dan menaruh kembali handphone ku di meja.
Lalu aku naik ke kasur dan tidur.
Di sisi lain, sosok seram itu ternyata memperhatikan aku dari samping lemari. Ia lalu pergi setelah aku tertidur.
**********
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments