Kemudian Fifin keluar dari tubuhku, ia tidak ingin aku kehilangan energi ku.
"Fin, gimana? Kapan kita mulai?" Tanya ku.
"Kamu bisa mulai melakukannya besok May, itu juga kalau kamu tidak sibuk." Jawab Fifin.
"Baik Fin, Aku gak sibuk kok." Kata ku.
"Ok, kalau begitu nanti malam aku akan mendatangi mereka lagi." Kata Fifin.
"Iya Fin." Kata ku.
Fifin pergi dari tempat kami.
"May, lu ngomong apa si sama Fifin?" Tanya Laras.
"Itu, kita besok bisa mulai beraksi." Jawab ku.
"Oh oke!" Kata Laras.
********************
Fifin datang ke rumahnya, ia melihat papih nya sedang memandang bingkai foto dirinya.
Fifin sangat sedih melihat papih nya menangis.
"Pih, maafin Fifin ya. Selama ini Fifin kira papih gak sayang sama Fifin. Fifin pikir papih hanya peduli dengan kerjaan papih. Maafin Fifin ya pih, karena Fifin sering ngelawan papih." Kata Fifin sambil menangis.
"Fin, kamu dimana nak? Papih rindu sekali denganmu. Cepat pulang lah nak! Papih minta maaf, selama ini papih jarang ada waktu buat kamu. Tapi, papih sayang banget sama kamu nak." Kata papih Fifin.
Fifin semakin sedih mendengar perkataan papih nya. Ia masuk ke dalam kamar papih nya, lalu mendekati nya.
"Pih, aku juga sayang sama papih. Tapi aku minta maaf pih, aku tidak bisa ada disamping mu lagi. Aku tidak bisa menemani papih lagi." Kata Fifin.
"Fin, papih udah siapin kejutan ulang tahun buat kamu nanti. Papih udah atur semuanya, papih sadar selama ini papih belum bisa bikin kamu bahagia. Makanya di ulang tahun kamu besok, papih mau kamu bahagia. Cepat pulang ya nak!" Kata papih Fifin.
"Jadi papih udah siapin kejutan buat aku, aku senang sekali. Dari dulu aku selalu ingin ulang tahunku dirayakan." Kata Fifin.
Teng.. Teng.. Teng...
"Jam 12 malam? Ini berarti hari sudah berganti, papih ucapin selamat ulang tahun buat kamu nak. Semoga besok kamu bisa pulang ke rumah." Kata papih Fifin.
"Terimakasih pih, aku harap aku masih bisa bersama papih. Tapi, takdir berkata lain pih. Aku minta maaf ya pih, Aku harus pergi." Kata Fifin.
Kemudian arwah Fifin pergi dan menuju ke tempat tinggal Gino.
Sementara, papih Fifin tidur dengan memegangi foto Fifin lalu menaruhnya di dada.
*****************
Gino sedang tertidur pulas, disampingnya ada Rosa yang tertidur sambil duduk.
"Baguslah, mereka sedang tertidur. Aku bisa mengganggu mimpi mereka."
Kemudian Fifin masuk kedalam mimpi Gino.
"Gino!" Kata cewek-cewek.
"Hai girls, hari ini kalian mau gua traktir apaan?" Tanya Gino.
"Mmm apa ya yang enak? Kita nonton aja yuk!" Kata seorang cewek.
"Ok, yang lain setuju juga kan?" Tanya Gino.
"Setuju dong!" Kata cewek yang lain.
"Ih, ternyata di dalam mimpi, dia juga playboy! Awas kamu Gino, aku akan bikin ini jadi mimpi buruk buat kamu!"
Gino dan 6 ceweknya naik ke mobil, mereka menuju ke bioskop. Lalu Fifin mengikuti mereka.
"No, kita nanti mau nonton apa?" Tanya seorang cewek.
"Kalian maunya apa?" Kata Gino.
"Mmm, aku bingung. Yang lain ada ide gak?" Tanya cewek itu lagi.
Fifin masuk kedalam mobil Gino.
"Nonton horor aja, judulnya kematian tragis seorang playboy." Kata Fifin.
Gino terkejut, lalu ia menoleh ke belakang. Ia kaget karena seluruh wanitanya telah tiada, dan yang ada hanya sosok seram berwajah Fifin.
"Ahahahahahaha." Tawa Fifin.
Gino merasa takut.
"Fifin, mau apa kamu kesini?" Tanya Gino.
"Emangnya kenapa? Kamu takut? Aku kesini cuma mau balas dendam atas kematian ku!"
"Enggak, aku gak salah! Bukan aku yang bunuh kamu." Kata Gino.
"Kamu akan mati Gino!" Kata Fifin.
Kemudian Fifin maju dan mencekik Gino dari belakang, Gino tidak bisa bernafas.
"Le.. Lep.. lepas... lepasin..!" Kata Gino.
"Hahahahaha, Aku tidak akan melepaskan mu Gino! Aku akan membunuhmu! Hahahaha." Kata Fifin.
"Aaaaaaaaa." Teriak Gino.
Kemudian Gino terbangun dari tidurnya.
"Loh Gino, kamu kenapa?" Tanya Rosa.
"Aku mimpi buruk Ros." Jawab Gino.
"Yaudah kamu tenang dulu ya, aku ambilin air putih buat kamu." Kata Rosa.
Gino masih melamun sambil mengatur nafasnya, ia seakan tak percaya Fifin hadir di mimpinya.
"Ini cuma mimpi, tapi kenapa rasanya seperti nyata?" Gumam Gino.
Lalu Rosa kembali dengan membawa air putih.
"Ini No, kamu minum dulu ya." Kata Rosa.
Kemudian Rosa meminumkannya ke Gino.
"Makasih." Kata Gino.
"Kamu sebenarnya mimpi apa sih? Kok sampe ketakutan gitu?" Tanya Rosa.
"Aku, Aku mimpi ketemu Fifin. Dia mau balas dendam kepada aku." Jawab Gino.
"Hah? Balas dendam?" Tanya Rosa.
"Iya Ros, tadi dia bilang gitu di mimpiku. Lalu dia mencekik leherku, bahkan bekas cekikan nya terasa sampai sekarang." Jawab Gino.
"Udah No gausah terlalu dipikirin! Mungkin kamu mimpi begitu karena kamu terlalu ketakutan." Kata Rosa.
"Terus gimana Ros? Gimana kalau hantu Fifin datang lagi dan mau balas dendam ke aku?" Tanya Gino.
"Gak bakal No! Orang yang udah mati gak akan bisa ke sini lagi, lagian itu cuma mimpi kan. Jadi gausah terlalu dipikirin!" Jawab Rosa.
Kemudian Gino menyenderkan kepalanya di pundak Rosa.
"Kamu salah Rosa, Aku bisa datang untuk membalas dendam. Tapi, bukan hanya ke Gino, melainkan kamu juga!" Kata Fifin.
****************
"Gimana Ras, udah selesai belum?" Tanya ku.
"Iya sedikit lagi ini, sabar ya." Jawab Laras.
"Lama banget tau, ini udah hampir 2 jam loh." Kata ku.
"Iya sabar, kan lu harus kelihatan lebih cantik, biar si Gino klepek-klepek sama lu." Kata Rosa.
Lalu Fifin datang.
"Hai Fin, berhasil semalam?" Tanya ku.
Fifin mengangguk dan tersenyum.
"Berhasil, dia benar-benar ketakutan sekarang." Kata Fifin.
"Wah kamu hebat." Kata ku.
"Lu ngomong sama siapa si May?" Tanya Laras.
"Itu ada Fifin datang." Jawab ku.
"Ohh, apa katanya?" Tanya Laras.
"Dia berhasil nakut-nakutin Gino semalam." Jawab ku.
"Hahaha, rasain tuh si Gino!" Kata Laras.
"May, Aku bisa bantu supaya Gino tertarik dengan kamu." Kata Fifin.
"Oh ya? Boleh kalo gitu." Kata ku.
"Apalagi katanya?" Tanya Laras.
"Fifin mau bantu supaya aku bisa menarik perhatian Gino." Jawab ku.
"Aku akan bikin kamu terlihat seperti aku, lalu akan kubuat kamu secantik mungkin." Kata Fifin.
"Terimakasih Fin." Kata ku.
5 menit kemudian.
"Wah May, lu cantik banget!" Kata Laras.
"Kalo ini si bukan cuma Gino yang tertarik, tapi seluruh laki-laki di puncak." Kata Laras lagi.
"Apaansi kamu! Ini kan berkat Fifin." Kata ku.
"Bener kata Laras May, bukan cuma Gino nanti yang tertarik. Tapi, satu Jawa Barat." Kata Fifin.
"Ih kamu lagi!" Kata ku.
**************
Gino berjalan keluar dengan tatapan kosong.
"No, kamu mau kemana?" Tanya Rosa.
Gino tidak menjawab, ia terus berjalan keluar rumah.
"Ih, Gino! Tunggu!" Kata Rosa sambil mengejar Gino.
"Non tunggu non!" Kata mang Ujang.
"Ada apa si mang? Aku harus kejar Gino." Kata Rosa.
"Udah Non disini aja, den Gino tadi bilang sama saya cuma mau cari udara segar." Kata mang Ujang.
"Terus kenapa tadi aku panggil dia, tapi dia gak jawab." Kata Rosa.
"Mungkin den Gino buru-buru non." Jawab mang Ujang.
"Yaudah aku disini aja, beliin sarapan ya mang." Kata Rosa.
"Udah Non beres, udah dibeliin sama mamang tadi. Sekarang non tinggal makan aja, ada di meja." Kata mang Ujang.
Rosa berbalik dan pergi ke meja makan.
"Terimakasih ya mang!" Kata sosok seram.
"Iya iya, saya siap bantu kok kalau diperlukan.
"Hihihihi."
Kemudian sosok itu terbang ke atap rumah dan keluar.
"Hii, serem banget!" Kata mang Ujang.
******************
"Fin, kamu tau kan jalan ke rumah Rosa?" Tanya ku.
"Iya tau May." Jawab Fifin.
"Apa katanya?" Tanya Laras.
"Katanya, dia tau kok jalannya." Jawab ku.
"Oh oke." Kata Laras.
Laras menjalankan mobilnya lebih cepat.
Sementara itu, Gino masih berjalan tanpa sadar.
"Misi mas, mas kenapa jalannya kok bungkuk? Kaya gendong orang aja." Tanya seorang warga.
"Ada aku disini..."
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments