Esok harinya Aku bertemu dengan Laras, kami membicarakan tentang Fifin.
"Ras, Fifin kemana ya? Aku kemarin udah ke rumah papih nya, tapi Fifin gak ada disana." Kata ku.
"Ha? yang bener lu? Kan si Fifin udah pulang duluan waktu itu." Jawab Laras.
"Iya Ras, malahan papih nya minta aku cari Fifin." Kata ku.
"Kalo Fifin gak pulang ke rumah, terus dia kemana ya? Apa jangan-jangan dia bunuh diri karena kecewa." Kata Laras.
"Apaansi kamu Ras, kalo ngomong tuh jangan sembarangan! Gak mungkin lah Fifin punya pikiran begitu!" Kata ku.
"Iya maaf, gua cuma nebak-nebak aja." Jawab Laras.
"Yaudah, temenin aku cari Fifin yuk!" Kata ku.
"Ayo, tapi nyari kemana?" Tanya Laras.
"Kemana aja, ke tempat yang sering didatengin Fifin." Jawab ku.
"Emang lu tau tempat yang sering didatengin Fifin?" Tanya Laras.
"Tahu, tapi gak semuanya sih." Jawab ku.
"Yaudah gapapa, ayo kita langsung berangkat!" Kata Laras.
*****************
"Gino, aku seneng banget akhirnya kamu boleh pulang." Kata Rosa.
"Kamu ngapain disini si? Kan aku udah bilang, kita tuh udah enggak pacaran lagi. Udah sana pulang!" Kata Gino.
"Ihhh Gino, kamu jangan marah-marah gitu dong! Aku kan kesini cuma mau jemput kamu aja." Kata Rosa.
"Aku gak perlu dijemput segala! Aku bisa pulang sendiri, mending kamu pulang sebelum aku makin kesel!" Kata Gino.
"No, Fifin tuh udah meninggal. Jadi gak ada alasan lagi dong buat kamu jauhin aku. Harusnya kita tuh bersama-sama sekarang, seperti janji kamu dulu." Kata Rosa.
"Itu gak akan pernah terjadi! Kamu lupa, Fifin meninggal kan gara-gara kamu!" Kata Gino.
"Ih, kamu gak bisa salahin aku gitu dong! Kan dari awal yang ngerencanain semua ini tuh kamu! Terus yang nabrak Fifin juga kamu!" Kata Rosa.
Gino langsung menutup mulut Rosa, ia tidak mau orang lain mendengarnya.
"Ros, kamu apa-apaan si! Kamu mau Aku ditangkap sama polisi?" Kata Gino.
"Ih, lagian kamu pake salahin aku! Kan udah jelas-jelas salah kamu!" Kata Rosa.
"Iya iya yaudah ayo pergi!" Kata Gino menggandeng tangan Rosa.
*****************
Aku dan Laras sampai di rumah Renata, ia adalah sepupu Fifin. Dulu Fifin pernah mengajakku kesini, Aku berpikir mungkin Fifin datang kesini.
"Permisi." Kata ku.
KREK..
"Iya, siapa ya?" Tanya Renata.
"Ini aku Maya, teman Fifin yang waktu itu pernah kesini." Jawab ku.
"Oh Maya, ayo masuk May!" Ajak Renata.
"Iya makasih." Kata ku.
"Itu temennya kenapa di luar aja?" Tanya Renata.
"Oiya, Heh Ras! Sini masuk! Kamu ngapain disitu?" Kata ku.
"Gua kan gak disuruh masuk, jadi gak sopan kalo main masuk aja." Kata Laras.
"Maaf, ayo masuk juga sini!" Kata Renata.
Laras masuk ke dalam rumah Renata, kami duduk dan berbincang-bincang.
"Oiya, kalian mau minum apa?" Tanya Renata.
"Jus Le..." belum selesai Laras berbicara, aku langsung memotong.
"Gausah Ren, kita kesini cuma sebentar kok." Kata ku.
"Ohh yaudah kalo gitu." Jawab Renata.
Laras menunduk sepertinya ia kesal denganku.
"Ren, Aku sebenarnya mau nanya ke kamu, Fifin kesini gak?" Tanya ku.
"Fifin? Dia udah lama tuh gak kesini, emangnya dia kemana? Kok kalian sampe nyari dia kesini?" Kata Renata.
"Jadi gini..." Aku menceritakan semua yang terjadi kepada Renata.
Kemudian Renata memahaminya.
"Oh jadi begitu, kasian ya Fifin. Padahal dia sering cerita ke aku, kalau dia itu cinta banget sama Gino." Kata Renata.
"Iya Ren, Aku juga sedih pas liat Gino ternyata ngeduain Fifin." Kata ku.
"Kalau gitu, Aku coba bantu cari Fifin ya. Mungkin aja dia ada di tempat-tempat yang sering dia datengin pas galau." Kata Renata.
"Ok, kamu tau tempatnya?" Tanya ku.
"Tau kok, ayo kita kesana!" Kata Renata.
**************
"Ros, aku minta sama kamu, jangan bilang ke siapa-siapa soal meninggalnya Fifin." Kata Gino.
"Iya aku gak bakal bilang kok, asal kamu mau nurutin semua kemauan aku." Kata Rosa.
"Iya iya aku bakal turutin kok." Kata Gino.
"Ok, kalo gitu yang pertama, aku mau kamu jadi pacar aku lagi." Kata Rosa.
"Iya, aku mau." Kata Gino.
Rosa tersenyum lalu memeluk Gino.
**************
Aku, Laras serta Renata telah sampai di tempat itu. Tapi kami juga tidak menemukan Fifin.
"Ren, disini gak ada juga si Fifin nya." Kata ku.
"Iya, tapi aku tau satu tempat lagi, mungkin dia disana." Kata Renata.
"Yaudah kita kesana!" Kata ku.
Kemudian kami sampai di tempat kedua, namun hasilnya tetap nihil. Fifin juga tidak ada disana.
Kami frustasi karena belum juga menemukan Fifin. Akhirnya kami memutuskan untuk lapor ke kantor polisi.
"Pak, kami ingin lapor. Sepupu saya udah 3 hari hilang pak, dia gak bisa dihubungi." Kata Renata.
"Baiklah, siapa nama Sepupu anda?" Tanya polisi.
"Namanya Fifin Purnamasari." Jawab Renata.
"Lalu, dimana terakhir kali Fifin berada?" Tanya polisi.
"Dia terakhir ada di puncak bersama kami pak, setelah itu ia pulang duluan. Kami pikir dia sudah di rumah, tapi ternyata tidak ada pak." Kata ku.
"Baik, kami akan segera memproses ini dan mencarinya. Kalian sekarang bisa pulang." Kata polisi.
"Baik pak, terimakasih." Kata Renata.
****************
"Yang, Kamu sementara tinggal disini dulu aja ya, biar kamu gak dicurigai atas hilangnya Fifin." Kata Rosa.
"Loh, kenapa dicurigai? Kan mereka gak tau." Kata Gino.
"No, kan pasti mereka heran kenapa Fifin gak pulang-pulang. Akhirnya mereka lapor polisi deh, terus pasti mereka cerita soal kejadian waktu itu saat Fifin bertengkar dengan kamu." Kata Rosa.
"Nah, polisi mungkin aja datengin kamu. Terus kamu ditanya-tanya deh." Sambung Rosa.
"Iya ya, tapi ini kan rumah kamu, kita gak boleh lah tinggal serumah, kan kita bukan mahram." Kata Gino.
"Gapapa Gino, disini juga ada mang Ujang kok." Kata Rosa.
"Terus, kalo polisi tau aku disini gimana? Kan ini masih di sekitar puncak juga." Kata Gino.
"Udah kamu tenang aja, pasti kamu aman kok disini, asal kamu nurut aja sama aku." Kata Rosa.
"Iya Ros." Jawab Gino.
"Sekarang kamu istirahat aja di kamar tamu." Kata Rosa.
"Iya." Kata Gino.
*****************
Aku langsung masuk ke kamarku, karena lelah seharian mencari Fifin.
Aku membaringkan tubuh ku di kasur, aku menanyakan kepada diriku sendiri, kemana sebenarnya Fifin?
Lalu tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku.
"Maya, Aku disini."
Aku bangun dari kasur dan terkejut melihat Fifin ada di depanku.
Aku langsung menghampiri nya dan coba memeluknya, tapi aku tidak bisa menyentuhnya.
"Fin, kenapa kamu gak bisa aku sentuh? Apa yang terjadi Fin? Kamu kemana aja, aku dan yang lain khawatir banget sama kamu." Tanya ku.
"Iya May, Aku tau kalian khawatir sama aku. Aku minta maaf, sekarang aku gabisa bareng-bareng kalian lagi. May, Aku datang kesini mau minta tolong sama kamu." Kata Fifin.
"Maksud kamu gak bisa bareng kita lagi tuh apa? Kenapa gabisa coba?" Tanya ku.
"Aku dan kalian sekarang sudah berbeda May, Aku bukan lagi manusia seperti kalian. Aku sudah meninggal May." Jawab Fifin.
Aku tidak bisa menahan air mataku, aku menangis mendengar perkataan Fifin. Aku tidak menyangka kalau sahabat ku sudah meninggal, Aku berpikir ini hanya mimpi dan aku akan sadar sebentar lagi.
"Fin, ini gak mungkin! Kamu cuma becanda kan, kamu tuh masih hidup kan, ini tuh cuma mimpi! Gak mungkin kalau kamu sudah meninggal Fin." Kata ku.
"Enggak May, ini bukan mimpi! Aku emang udah meninggal, aku ditabrak mobil May." Jelas Fifin.
"Siapa yang nabrak kamu Fin?" Tanya ku.
"Dia adalah Gino May, dia yang udah nabrak aku. Makanya sekarang aku datengin kamu, aku mau kamu bantu aku buat membalas dendam ke Gino. Aku juga tidak tenang karena jasad ku belum dikuburkan May." Kata Fifin.
"Aku pasti bakal bantu kamu sebisa ku Fin. Apa yang perlu aku lakukan?" Tanya ku.
"Aku mau meminjam tubuhmu May, Aku sudah mendatangi Laras dan Renata tadi, namun mereka tidak melihatku. Aku juga melihat papih ku sedang bersedih. Aku gak tega melihat papih ku sedih, apalagi kalau ia tau aku sudah tiada." Kata Fifin.
"Baik Fin, aku siap kalau kamu mau pake tubuh aku." Kata ku.
"Terimakasih May, Aku pergi dulu." Kata Fifin.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments