#Episode 07#
Kemudian, Gino tersadar. Ia melihat bahwa Jordi & Ghifari terluka, mereka ternyata sudah meninggal.
Lalu, Gino keluar dari mobil ia melihat mayat tergeletak di jalan. Karena ia tidak ingin ada orang yang melihat, ia membawa jasad itu ke dalam hutan.
Lalu ia meletakkan jasad itu di tengah hutan, dan ditutupi daun-daun.
Kemudian Gino kembali ke mobil, ia menelpon Laras.
"Halo Ras, Lu dimana? Gua perlu bantuan lu sekarang." Kata Gino.
"Halo No, lu kenapa? Lu perlu bantuan apa?"Tanya Laras.
"Gua kecelakaan pas mau ngejar Fifin Ras. Mobil gua nabrak pohon, terus Jordi sm Ghifari..." Kata Gino.
"Kenapa No? Kenapa sama Jordi sama Ghifari? Apa yang terjadi sama mereka?" Tanya Laras.
"Mereka udah meninggal Ras." Kata Gino sambil menangis.
"Apa? Enggak, gak mungkin lu pasti becanda kan! Mereka gak mungkin meninggal!" Kata Laras.
"Enggak Ras gua serius, sekarang gua minta sama lu buat datang kesini, gua shareloc ke lu ya." Kata Gino.
Gino mematikan teleponnya.
Laras menangis, aku melihat nya dan bertanya,
"Kamu kenapa Ras? ada apa sama Gino?" Tanya ku.
"Gino kecelakaan May, terus Jordi sama Ghifari meninggal." Jawab Laras.
Aku kaget mendengarnya.
"Kamu yang sabar ya Ras, sekarang kita kesana. Pak Ucok jalan ya." Kata ku.
Tak lama kemudian, Aku & Laras sampai ke tempat Gino.
"No, mana my bebeb Ghifari?" Tanya Laras.
Gino masih menangis sambil menunjuk ke dalam mobil.
Laras membuka pintu mobil dan melihat Ghifari, ia semakin sedih dan tidak percaya kalau pacarnya sudah meninggal.
Lalu Aku menelpon ambulance dan jasad Jordi sama Ghifari dibawa ke rumah sakit.
Kemudian Aku menelpon orangtua Jordi & Ghifari, lalu mereka datang ke rumah sakit dan membawa jasad Jordi & Ghifari ke Jakarta untuk dimakamkan.
************
Di pemakaman Laras masih terus menangis, aku berusaha menenangkannya.
"Ras udah ya, kamu ikhlasin Ghifari ya biar dia bahagia disana." Kata ku.
"Tapi May, gua sedih banget. Gua gak nyangka kalo gua bakal ditinggal sama my bebeb Ghifari." Jawab Laras.
*************
Gino masih dirawat di rumah sakit, Rosa datang menjenguk Gino.
"Hai No, gimana keadaan kamu?" Tanya Rosa.
"Rosa? Kamu tau darimana aku disini?" Kata Gino.
"Dari pak Ucok. Oiya No, aku bawain buah nih buat kamu." Kata Rosa.
"Ros, udah deh kamu gausah begini sama aku! Semua ini gak akan terjadi kalo bukan gara-gara kamu! Mungkin Fifin masih hidup sekarang kalau aku gak selingkuh sama kamu!" Kata Gino marah.
"Apa? Emangnya Fifin udah meninggal?" Tanya Rosa kaget.
"Iya, tapi jasadnya belum ditemukan." Jawab Gino.
"Inalillahi wa Inna ilaihi Raji'un. Kalo gitu sekarang kamu sama aku aja, kan dia udah gak ada." Kata Rosa.
"Rosa! Kamu apa-apaan si! Mending sekarang kamu pergi, keluar dari ruangan aku!" Kata Gino.
Rosa pergi dari tempat Gino.
********************
Setelah prosesi pemakaman Jordi & Ghifari selesai, aku dan Laras pulang kerumah masing-masing.
"Ras, kamu yang sabar ya! Aku yakin kamu pasti bisa lupain Ghifari." Kata ku.
"Iya May, gua pulang duluan ya." Kata Laras.
"Iya." Kata ku.
Aku kemudian pulang dianter supir ku, tapi aku penasaran dengan Fifin.
Jadi aku memutuskan untuk mampir kerumah Fifin dulu.
*Dirumah Fifin*
"Assalamualaikum Om." Kata ku.
"Waalaikumsallam, eh Maya ada apa?" Tanya papih Fifin.
"Enggak ada apa-apa om, aku cuma mau ketemu sama Fifin." Jawab ku.
"Loh kan Fifin pergi ke puncak, katanya sama kamu juga kan." Kata papih Fifin.
"Iya si om, tapi kemarin Fifin pulang duluan om. Makanya sekarang aku kesini mau ketemu sama dia." Jawab ku.
"Tapi Fifin belum pulang kerumah, coba aja kamu telpon dia terus tanya dia ada dimana." kata papih Fifin.
"Iya om." Jawab ku.
Aku menelepon Fifin, namun handphone nya tidak bisa dihubungi.
"Hp nya mati om." Kata ku.
"Duh Fifin kamu kemana nak?" Kata papih Fifin.
"Yaudah om, om tenang ya biar aku yang cari Fifin ada dimana." Kata ku.
"Iya, kabarin om kalo ada apa-apa." Kata papih Fifin.
"Iya om siap." Jawab ku.
Kemudian aku keluar dari rumah Fifin dan kembali ke mobil. Aku coba menelpon Gino, namun tidak diangkat.
"Pak, kita ke puncak ya." Kata ku.
"Apa non, ke puncak? Kan non baru pulang dari sana, masa mau kesana lagi?" Tanya supir ku.
"Iya pak udah gausah banyak tanya! Aku buru-buru nih." Jawab ku.
"Oh siap non." Kata supir ku.
*Di lokasi tabrakan*
Para polisi sedang menyelidiki kejadian yang menimpa Gino, mereka mencari apa penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
"Komandan, saya menemukan bercak darah di jalan menuju hutan." Kata seorang polisi.
"Tunjukkan pada saya tempatnya." Kata komandan.
Kemudian mereka menuju tempat adanya bercak darah, lalu mereka mengikuti bercak darah tersebut.
Darah itu menghilang dan tidak ditemukan lagi, para polisi itu pun mencoba mencari asal darah tersebut.
DRRRTTTT DRRRTTTT....
"Halo." Kata komandan.
"Halo pak, saya dari pihak rumah sakit ingin memberitahu bahwa pasien yang kecelakaan sudah sadar pak." Kata suster.
"Baik, saya kesana sekarang." Kata komandan.
Para polisi pun pergi dari hutan itu dan menuju rumah sakit.
*Di RS*
"Maaf mas, saya ingin bertanya soal kecelakaan yang menimpa Anda." Kata komandan.
"Iya pak saya siap menjawabnya." Kata Gino.
"Coba Anda jelaskan bagaimana kronologi terjadinya kecelakaan tersebut." Kata komandan.
"Begini pak, saya sedang mencari teman saya yang kabur, lalu saat dijalan itu, rem mobil saya blong pak. Saya tidak bisa mengendalikan mobil saya, lalu saya menabrak pohon dan setelah itu saya dan 2 teman saya itu pingsan pak. Ketika bangun, saya coba mengecek kondisi teman saya, dan ernyata mereka sudah meninggal pak. Begitu kronologi nya pak." Jelas Gino.
"Baik, tadi kami menemukan bercak darah di jalan menuju hutan, apakah Anda tau mengenai darah itu?" Tanya komandan.
"Darah? Maaf pak tapi saya sama sekali tidak tahu soal darah di hutan itu pak." Jawab Gino.
"Baiklah kalau begitu kami permisi, terimakasih sudah mau menjawab pertanyaan kami." Kata komandan.
"Sama-sama pak." Kata Gino.
*******************
"Duh, kok macet di pak? Aku kan buru-buru tau!" Kata ku.
"Maaf non, saya juga gak tau." Kata supir ku.
"Gak ada jalan lain apa pak?" Tanya ku.
"Saya gak tau jalan tikus disini non, kalo di Jakarta baru saya tau." Jawab supir ku.
Kemudian aku melihat sosok seram di pinggir jalan, dia menatap ke arahku.
Lalu tiba-tiba ada SMS masuk di hp ku. Aku membukanya dan ternyata isinya dari nomor yang sama saat waktu itu.
"Hati-hati!" Isi dari SMS itu.
Aku tidak mengerti maksud dari pesan ini, aku tidak menghiraukan nya dan mencoba melihat kembali ke pinggir jalan, ternyata sosok itu sudah hilang.
*Di RS*
Aku sudah sampai di rumah sakit tempat Gino dirawat, aku segera menuju ke ruangan nya.
"No, aku mau nanya sama kamu." Kata ku.
"Lu ngapain kesini si? Gua sibuk gak mau diganggu!" Jawab Gino.
"No, please aku cuma mau nanya soal Fifin. Dimana Fifin sekarang? Apa kamu tau sesuatu soal Fifin?" Tanya ku.
"May lu dengerin ya, semua ini gak bakal terjadi kalo lu gak nunjukin rekaman itu ke Fifin! Jordi sama Ghifari gak mungkin meninggal kalau lu gak ngelakuin itu! Lu sadar gak si, gara-gara perbuatan lu sekarang semua kacau! Si Laras pasti sedih karena pacarnya meninggal, terus sekarang Fifin gak tau ada dimana." Jawab Gino.
"Sekarang lu pergi dari sini! Gua lagi mau sendiri!" Sambung Gino.
"Ta.. tapi no.." Kata ku.
"Pergi!" Gino memotong pembicaraan ku.
Akhirnya aku pergi dari ruangan Gino, aku merasa bersalah. Kalau saja aku tidak menunjukkan rekaman itu ke Fifin, mungkin sekarang Fifin masih sama Aku dan yang lain.
Aku bingung harus mencari Fifin kemana, aku tidak punya petunjuk sama sekali.
Lalu dari kejauhan, aku melihat sosok yang tersenyum ke arah ku, sosok itu seperti Fifin.
Tapi saat aku coba mendekatinya sosok itu menghilang.
"Fin, kamu dimana? Aku minta maaf sama kamu, karena aku kamu jadi begini." Kata ku.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments