#Episode sebelumnya#
"No, aku mau nanya dong." Kata Fifin.
"Tanya soal apa?" Tanya Gino.
"Semalem kamu telponan sama siapa di toilet?" Tanya Fifin.
"Uhuk uhuk uhuk." Gino keselek bubur.
#Episode 03
"Kamu gapapa?" Tanya Fifin cemas.
"Aku gapapa kok, cuma keselek aja tadi." Jawab Gino sesudah minum.
"Oiya, kamu kenapa nanya gitu?" Sambung Gino.
"Aku cuma mau mastiin aja, soalnya semalam Maya bilang kalo dia denger kamu telponan di toilet sama cewek. Apa itu bener?" Kata Fifin.
"Bener-bener tuh si Maya, mau main-main kayaknya sama gua, awas aja lu May!" Kata Gino dalam hati.
"No, Gino! Kamu kenapa bengong?" Tanya Fifin sambil menepuk pundak Gino.
"Eh enggak, cuma masih sakit aja nih tenggorokan gara-gara tadi." Jawab Gino.
Gino melanjutkan memakan bubur tanpa menjawab pertanyaan Fifin.
"Ih Gino! Aku nanya bukannya dijawab malah makan aja." Kata Fifin kesal.
"Oiya kamu nanya apa tadi?" Kata Gino berlaga bodoh.
"Perasaan tadi aku makan bubur yang sama baik-baik aja, tapi kenapa kamu malah jadi lemot ya otaknya?" Kata Fifin.
"Mungkin beda bumbu." jawab Gino.
Gino kembali menyuap sesendok bubur, sedangkan Fifin tambah kesal dengan kelakuan Gino.
"Dah ah aku mau pulang aja!" Kata Fifin dengan nada kesal.
kemudian Fifin berdiri dan mengambil tasnya, ia pergi namun ditahan oleh Gino.
"Jangan pergi dong sayang, aku minta maaf ya, aku lagi banyak pikiran soalnya." Kata Gino sambil memegangi tangan Fifin.
"Yaudah iya, tapi dijawab dong yang tadi!" Kata Fifin masih dengan wajah cemberut.
"Iya bener aku emang telponan sama cewek semalem. Tapi dia itu sodara aku yang tinggal di puncak, aku telpon dia karena kita kan mau ke puncak, nah dia tuh punya villa disana jadi aku mau sewa biar kita bisa nginep disana nanti." Jelas Gino.
"Oh begitu, maafin aku ya udah mikir yang enggak-enggak tentang kamu." Kata Fifin.
"Iya gapapa, tapi jangan pulang ya duduk lagi dong." Bujuk Gino.
Fifin pun tersenyum dan duduk kembali di kursi bersama Gino.
********************
Aku & Laras telah sampai di toko buku, kami pun langsung membeli buku yang ingin dibeli oleh ku.
Setelah itu, Aku & Laras pulang ke rumah ku. kami membaca novel horor itu bersama di kamar ku.
KREEEEK.....
"Permisi non, ini minumnya." Kata Bi Pur.
"Iya Bi, taro aja disitu makasih ya." Kata ku.
Bi Pur keluar dari kamarku, lalu kami melanjutkan membaca novel tersebut.
Lama-kelamaan suasana jadi mengerikan, kami telah membaca sampai ke bagian yang seram. Tiba-tiba saja jendela di kamar ku terbuka dan hordeng berterbangan.
Novel itu membuka lembarannya sendiri, lalu berhenti di bagian wajah hantu seram yang sedang membuka mulutnya.
Wajahnya sangat seram, aku dan Laras tidak berani melihatnya, aku pun menutup novel tersebut sambil memegangi mata.
"May, udah deh gua gak sanggup baca lagi, serem banget ceritanya! mana tadi tiba-tiba ada angin lagi." Kata Laras ketakutan.
"Mending gua cabut aja ya, mau nonton pertandingan basket my bebeb Ghifari." Sambung Laras.
"Yah katanya mau baca sampe abis, nanggung ini udah pertengahan loh, kok malah mau balik si." Kata ku.
"Enggak jadi deh, lu aja ya yang baca Ampe abis tapi hati-hati ntar ada yang dateng." Kata Laras menakutiku.
Laras kemudian keluar dari kamar ku sambil berlari kecil, aku menyusulnya keluar juga.
Aku mengantar Laras sampai teras rumahku. Setelah itu aku meminta supirku untuk mengantar nya kerumah.
Begitu aku ingin kembali ke dalam rumah, aku melihat sosok berwajah gelap di samping jendelaku. Matanya merah menatap tajam ke arahku. Aku sangat ketakutan sehingga tak berani masuk ke kamar.
***********************
Gino telah selesai sarapan, ia masuk ke dalam kostan untuk mencuci piring.
CRING..
Handphone Gino berbunyi, Fifin yang berada di sampingnya pun penasaran, ia melihat sekilas siapa yang mengirimi pesan ke Gino.
"Siapa tuh yang SMS ya? Gua liat deh." Kata Fifin.
Fifin baru ingin melihat, namun layar hp Gino sudah duluan mati.
"Yah mati lagi tadi siapa ya baru kebaca Ros doang, tapi kayaknya kalo Ros tuh cewek deh." Kata Fifin lagi.
Gino keluar dari dalam & mengajak Fifin pulang kerumahnya karena ia ingin mencuci baju.
"Sayang, maaf ya bukannya ngusir, tapi aku banyak cucian, kamu aku anter pulang ya." Kata Gino.
"Iya gapapa kok aku maklum." Jawab Fifin.
********************
Gino & Fifin telah sampai, Gino pun pamit sama Fifin lalu langsung pergi. Sementara Fifin langsung masuk kedalam.
"Nah ini nih anak pinter, pagi-pagi udah pergi aja gak bilang-bilang lagi sama papih." Kata papih Fifin.
"Iya pih maaf, soalnya tuh tadi papih lagi mandi jadi aku gabisa izin ke papih. Lagian gak pagi-pagi banget kok pih udah mau siang." Jawab Fifin.
"Memangnya pergi kemana kamu?" Tanya papih Fifin.
"Dari rumah temen pih." Jawab Fifin.
"Temen cewek apa cowok?" Tanya papih Fifin lagi.
"Cowok pih." Jawab Fifin sambil nunduk.
"Itu mah bukan temen, pacar kamu kan pasti. Bagus ya pagi-pagi udah ngapel ke rumah cowok." Kata papih Fifin.
"Udah ah pih aku mau ke kamar." Kata Fifin sambil lari ke kamar.
********************
Saat dijalan pulang, Gino mendapat telepon dari seseorang.
"Duh siapa si ini pake nelpon segala?" Kata Gino kesal.
"Hah, ternyata Rosa, dia udah misscall gua banyak banget lagi, pasti dia marah nih." Sambung Gino.
Gino pun mengangkat telponnya & berbicara didalam telepon.
"Halo sayang, kamu dimana sih? Kok belum dateng-dateng juga? Aku udah pegel nih nungguin kamu." Tanya Rosa kesal.
"I i iya aku lagi dijalan nih, macet sabar ya sayang bentar lagi nyampe kok." Jawab Gino.
Rosa menutup telponnya, Gino pun kembali melanjutkan perjalanan.
***********************
Ghifari & Jordi sedang berbicara sambil bersiap-siap untuk pertandingan basket mereka.
"Eh jor, sebenarnya perasaan lu ke Maya tuh gimana sih?" Tanya Ghifari.
"Gak tau ri, gua aja gak ngerti apa yang gua rasain sekarang ke Maya. Tapi kayaknya mah gua suka sama dia, soalnya setiap gua pas-pasan sama dia pasti gua gabisa kedip." Jawab Jordi.
"Buseh gila lu, kalo gak kedip perih dong mata lu." Kata Ghifari.
"Iya makanya gua gabisa lama-lama tatap-tatapan sama dia." Kata Jordi.
"Hah ngadi-ngadi aja lu! bilang aja lu gak berani nyatain perasaan lu ke dia, karena lu takut ditolak kan sama dia." Kata Ghifari.
"Iya si itu sebenarnya." kata Jordi.
"Wuuu! Masa lu udah pacaran 2 kali tapi masih takut aja nembak cewek, cemen lu!" Kata Ghifari.
"Tapi gua udah punya rencana Ri, gua mau nembak Maya pas di puncak nanti, gimana cocok gak tuh?" Kata Jordi.
"Naaaahhh, itu cocok banget! Gitu dong men, jadi laki-laki tuh harus berani! Kalo kata gua mah itu tepat banget, soalnya kan di puncak tempatnya indah suasananya asri, jadi langsung dah tuh lu tembak, jeder!" Kata Ghifari.
"Wis mati dong dia nanti, terus gua pacaran sama siapa?" Kata Jordi.
"Yee, itu cuma guyonan aja beruk! Maksud gua tembak itu nyatain perasaan, bukan ditembak make pistol." Kata Ghifari.
"Iye iye gua tau kok, gua cuman guyon juga kan." Kata Jordi.
"Eh udah-udah ngapa jadi ngobrol terus si kita, kan harusnya kita ke lapangan sekarang." Kata Ghifari.
"Ngapain ke lapangan? Mau macul lu? Atau main layangan bareng bocah noh?" Tanya Jordi sambil ketawa.
"Yeee nih bocah minta disembelih, maksud gua lapangan basket, bukan lapangan rumput." Jawab Ghifari agak kesal.
"Iye iye santai dong Ri, hidup itu jangan dibawa serius Mulu tar sakit." Kata Jordi.
"Eh btw, mau ngapain kita ke lapangan basket Ri?" Tanya Jordi.
"Dah lah gua berangkat duluan aja, stres gua lama-lama ngeladenin lu!" Kata Ghifari sambil pergi.
"Yeee dia ngambek, woi tunggu Ri!" Teriak Jordi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments