#back to the story#
Sosok seram itu datang ke kostan Gino, ia melihat Gino ada di kamarnya.
"Duh, si Maya cantik banget sih, kalau gini kan gua jadi kesemsem sama dia." batin Gino.
Kemudian, lampu di kamar Gino berkedip-kedip.
"Hah, ini kenapa mati nyala mati nyala nih lampu kaya di diskotik aja." kata Gino.
Setelah itu, lampu nya mati dan listrik terputus.
"Yah mati, mana gua lagi ngecas. Yah tuh kan baterai gua baru 9%. Hah ada-ada aja nih pake mati segala, Bu kos lupa bayar listrik kali ya." kata Gino.
Lalu, Gino ingin keluar dari kamarnya, namun pintu kamarnya itu terkunci dan tidak bisa dibuka.
"Lah ini ngapa gak bisa dibuka coba, aduh kuncinya mana lagi ya?" kata Gino.
Gino berusaha mencari kunci kamarnya dengan menggunakan senter hp untuk penerangan.
Ia tidak menemukan kuncinya dan handphone nya pun lama-lama mati.
"Yah mati lagi, gimana nih gua?" kata Gino.
Setelah itu, barang-barang di kamar Gino berjatuhan. Lemari pakaiannya terbuka dan tertutup sendiri, jendela kamarnya pun pecah dan angin kencang masuk ke kamarnya.
"Hah, ini kenapa ya? Jangan-jangan ini perbuatan Fifin lagi." kata Gino panik.
Gino semakin tambah ketakutan mendengar suara cekikikan.
"Hihihihihi"
"Hah, suara siapa tuh?" kata Gino.
Kemudian, lampu kembali menyala dan Bu kos mengetuk pintu kamar Gino.
tok tok tok...
"Gino, ada apa sih teriak-teriak? Berisik tau udah malam ini!" kata Bu Kos.
"I-i-i iya Bu maaf. Gak ada apa-apa kok Bu." jawab Gino.
"Oh yaudah, ibu balik ya, kamu jangan berisik lagi!" kata Bu Kos.
"Iya Bu." jawab Gino.
Sosok itu masih bersembunyi di dalam lemari Gino.
"Alhamdulillah nyala juga nih lampu, tapi barang-barang gua ngapa bisa berantakan begini ya? Terus juga nih kaca kok bisa pecah sih?" kata Gino.
"Hihihihi."
"Hah suara itu muncul lagi, woi please gua mohon jangan takut-takutin gua!" teriak Gino.
Lemari Gino terbuka dan sosok itu terbang ke arah Gino sambil tertawa.
Tangannya seperti sudah siap untuk mencekik leher Gino.
"Haaaaaa." teriak Gino.
Gino berusaha lari, namun sosok itu begitu cepat dan langsung mencekik Gino hingga pingsan.
***************
Besok paginya, Aku sudah siap untuk pergi ke rumah mamah bersama papah.
Namun, Laras datang ke rumahku.
"Loh May, lu mau kemana?" tanya Laras.
"Aku mau ketemu sama mamah aku." jawab ku.
"Terus, urusan kita gimana?" tanya Laras.
"Urusan apa?" tanya ku.
"Hah, lu gimana sih May? Ya urusan balas dendam itu lah." kata Laras.
"Oiya aku baru inget, yah tapi gimana dong aku pengen banget ketemu mamah aku." kata ku.
"Hmm gimana ya?" kata Laras.
Kemudian Fifin datang menemui kami.
"May, kamu pergi aja dulu, temuin mamah kamu ya. Pasti kamu kangen kan sama mamah kamu." kata Fifin.
"Iya Fin, tapi urusan kamu gimana?" tanya ku.
"Gapapa May, kamu ketemu mamah kamu aja dulu. Soal urusan itu biar ditunda aja." jawab Fifin.
"Bener Fin?" tanya ku.
"Iya May, aku tau gimana rasanya gak ketemu sama mamah. Karena, mamah aku kan meninggal saat aku masih kecil." jawab Fifin.
"Makasih ya Fin." kata ku.
"May, kamu udah siap?" tanya papah.
"Udah pah." jawab ku.
Papah keluar.
"Eh, ada Laras." kata papah.
"Iya om, aku kesini tadinya mau main, tapi kalau Maya mau pergi, aku gajadi deh mainnya, aku pulang aja." kata Laras.
"Loh kenapa pulang? Kan bisa main sama Bi Pur & Pak Rudi." kata papah.
"Apaansi om, masa aku main sama orang tua, kan gak nyambung." kata Laras.
"Hahaha, iya om becanda." kata papah.
"Iya om aku juga tau om becanda. Yaudah ya om, May, aku pamit. Assalamualaikum." kata Laras.
"Waalaikumsallam." kata aku dan papah.
"Ayo Maya, kita langsung berangkat aja ke rumah mamah kamu. Nanti keburu siang." kata papah.
"Iya pah." kata ku.
Aku menengok ke arah Fifin dan tersenyum lalu berkedip kepadanya, ia juga membalasnya dengan tersenyum.
Lalu, Fifin menghilang. Dan aku masuk ke mobil papah ku.
***************
Gino tersadar dari pingsannya.
"Gino, kamu gak papa?" tanya Bu kos.
"Iya No, lu kenapa semalam? Kok bisa pingsan gini sih? Terus kamar lu berantakan banget." tanya Arif.
"Ini dimana ya Bu?" tanya Gino.
"Ini di rumah saya." jawab Bu Kos.
"Ini No, kamu minum dulu." kata Rosa.
"Hah? Kok kamu bisa ada disini Ros?" tanya Gino.
"Iya No, aku susulin kamu ke sini soalnya kamu gak pulang semalam." jawab Rosa.
"Sebenarnya apa yang terjadi No?" tanya Arif.
"Gua gak tau Rif, tiba-tiba aja lampu kamar gua mati, terus barang-barang gua berantakan sendiri." jawab Gino.
"Ah masa iya barang bisa gerak sendiri si No? Jangan-jangan lu lagi marah ya terus banting-banting barang di kamar lu tanpa sadar." kata Arif.
"Enggak Rif, ini beneran gua gak tau kenapa bisa begitu." kata Gino.
"Yaudah udah lupain aja, nanti biar temen kos kamu bantu beresin kamar kamu ya. Terus, soal kaca yang pecah nanti saya ganti." kata Bu Kos.
"Iya Bu, makasih." kata Gino.
**************
Aku dan papah sudah sampai di rumah mamahku.
"Nah, kita udah sampe. Ayo turun!" kata papah.
"Iya pah." kata ku.
Kemudian, Gavin (anak tiri mamah) membuka pagar karena ingin pergi.
"Kalian mau ketemu siapa?" tanya Gavin.
"Oh, kita mau ketemu sama Bu Iren. Apa dia ada di dalam?" kata papah.
"Mau apa ketemu sama mamah?" tanya Gavin.
"Kita cuma mau main aja, sekalian silaturahmi." jawab papah.
"Yaudah, kalian masuk aja, mamah ada di dalam lagi ngobrol sama papah." kata Gavin.
"Iya terimakasih." kata papah.
Gavin langsung pergi dengan motornya.
"Pah, itu anak tirinya mamah ya?" tanyaku.
"Iya sayang, kan kamu udah tau." jawab papah.
"Iya pah, aku mastiin aja." kata ku.
Aku dan papah membunyikan bel di tembok, tak lama kemudian datang asisten rumah tangga di rumah mamah aku.
"Iya, cari siapa ya?" tanya ia.
"Permisi, saya cari Bu Iren. Bisa saya ketemu dengan dia?" kata papah.
"Oh, tamunya Bu Iren. Silahkan masuk kalau gitu." kata ia.
"Iya terimakasih." kata papah.
"Ayo sayang." ajak papah.
Lalu, aku dan papah masuk ke dalam rumah mamah.
"Sebentar ya saya panggil nyonya dulu, silahkan duduk disana." kata ART mamah.
"Iya terimakasih." kata papah.
ART mamah pun pergi memanggil mamah.
"Misi Bu, di depan ada tamu." kata ART mamah.
"Siapa Bi?" tanya mamah.
"Ada 2 orang yang satu bapak-bapak dan yang satu perempuan remaja." jawab ART mamah.
"Ok Bi, nanti saya kesana. Terimakasih ya Bi." kata mamah.
Setelah itu, ART mamah kembali menemui aku dan papah.
"Misi, mau dibuatin minum apa nih?" tanya ART mamah.
"Gausah repot-repot Bi, yang ada aja disini." jawab papah.
"Siap, ditunggu ya." kata ART mamah.
Lalu, mamah datang ke depan. Aku melihat mamah sedang berjalan, aku benar-benar senang bisa melihat mamah lagi.
"Mamah!" teriak ku.
Mamah Menengok dan melihat ada aku.
"Jadi, tamu itu mantan suami dan anakku. Aku benar-benar kangen sama Maya, aku gak nyangka akhirnya bisa ketemu sama Maya." batin mamah.
Aku menghampiri mamah dan memeluknya.
"Mah, aku kangen banget sama mamah. Kenapa mamah gak pernah kabarin aku? Terus kenapa nomor mamah selalu gak aktif?" tanya ku.
Aku dan mamah menangis, mungkin kita sama-sama rindu.
"Maya, mamah juga kangen sama kamu. Mamah minta maaf karena gak ngabarin kamu, mamah udah ganti nomor nak, jadi mamah lupa nomor kamu." jawab mamah.
Papah masih duduk di sofa dan melihat aku sedang berpelukan dengan mamah.
"Kasihan sekali Maya, pasti dia rindu dengan mamahnya. Aku benar-benar tega sekali telah memisahkan ibu dan anak." batin papah.
"Ren, siapa tamunya?" tanya seorang laki-laki.
Mamah melepaskan pelukannya karena kaget dengan suara itu. Ternyata ia adalah suami baru mamah ku.
"Siapa dia?" tanya suami mamah.
"Kenalin mas, ini anak aku namanya Maya." jawab mamah.
"Iya om, saya Maya." kata ku.
"Oh, saya Ivan." kata suami mamah.
Kemudian aku bersalaman dengan suami mamah. Lalu, papah berdiri dan menghampiri kami.
"Saya minta maaf karena datang kesini tidak bilang-bilang. Saya kasihan melihat anak saya yang selalu menanyakan ibunya." kata papah.
"Eh, ternyata ada anda juga." kata suami papah.
Papah dan suami mamah pun bersalaman.
"Apa kabar?" tanya suami mamah.
"Baik, Alhamdulillah. Anda sendiri bagaimana?" tanya papah.
"Alhamdulillah saya juga baik, apalagi sebentar lagi saya akan memiliki anak kedua." jawab suami mamah.
"Ohh, Iren, jadi kamu hamil? Wah selamat ya semoga bayi di dalam kandungan kamu sehat selalu ya." kata papah.
"Iya, terimakasih mas." kata mamah.
"Oh yaudah, ayo duduk! Masa kita ngobrol sambil berdiri." kata suami mamah.
Kami semua pun duduk di sofa. Kemudian, ART mamah datang dan membawa minuman.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments