Malam hari pun tiba.
saat aku dan Ayah dan ibu di Ruang keluarga menonton tv, tiba tiba terdengar suara Bang Adi yang membuat semua keluarga terkejut da saling melihat.
"Ah............." Teriakan itu sangat nyaring hingga menggema di dalam rumah.
Aku dan Bang Heru segera berlari masuk ke kamar bang Adi di ikuti ayah ibu yang mengandeng Nenek berjalan ke arah kamar bang Adi.
Saat sampai di kamar bang adi, Bang Adi tampak berdiri di depan jendela kamar dan berdiri membelakangi kami.
"Adi ada apa?." Tanya Bang Heru yang tampak khawatir.
Bang Adi tampak tenang dan membalikan tubuh nya menatap Kami. "Ada apa dengan adik mu?." Tanya Ayah. Bang Heru menggelengkan kepala nya tanda tidak tahu.
"Gak apa apa."Jawab Bang Adi dengar datar, lalu perlahan ia tersenyum lebar. seolah tadi bukan apa apa.
"Adi Adi, Kamu ini hanya bisa becanda saja."ucap Papa.
Papa lalu menutup kembali pintu bang Adi agar keras, Ayah tampak kesal saat itu, hingga ia menutup pintu agak keras dan bermaksud untuk pergi kembali ke kamar.
Saat akan berjalan Pergi, langkah Bang Heru terhenti.
"Pa, Seperti nya ada sesuatu terjadi pada Adi."Ucap Bang Heru. Papa mengerutkan kening lalu berjalan kembali bersama aku dan bang Heru ke Depan kamar bang Adi.
Saat pintu terbuka, pemandangan yang sangat menakutkan ada di depan kami semua, Bang Adi terlihat sedang dalam posisi kayang, kedua mata nya putih dan ia tersenyum lebar. saat melihat kami, dengan posisi kayang ia berjalan ke arah kami, ayah lansung menutup kembali pintu kamar bang Adi.
"Heru, jaga Adik mu, Ambil kursi dan lihat dari atas fentilasi pastikan dia tidak melakukan hal yang berbahaya, Papa mau Panggil pak Bowo."Ucap Papa yang lalu pergi dari sana.
Bang Heru dan aku naik ke kursi untuk melihat Keadaan Bang Adi, Ia masih dalam keadaaan kayang, berjalan kesana kemari, membuat Aku sangat ketakutan melihat hal itu.
"Bang, takut aku bang, Kenapa bang Adi jadi begitu."Ucap Ku sembari menangis melihat pemandangan di depan ku.
Seumur hidup ku, baru kali ini kulihat ada keluarga ku yang mengalami kerasukan. Kekacauan di dalam rumah membuat ibu ku juga panik, namun ia masih berusaha untuk tenang dan mengajak nenek kekamar. setelah nenek ke kamar, Ibu ku kembali menghampiri kami.
"Bagaimana adik mu Heru?."
"Masih seperti tadi Ma."Balas bang Heru.
"Astaga, ini baru hari kedua kita disini, kenapa lalu ada hal seperti ini terjadi."Ibu berjongkok dan menangis ketakutan.
"Tenangkan Mama." Kata Bang Heru.
Aku mengangguk lalu turun dari kursi menenangkan ibu ku. tak berselang lama, Papa pun benar datang dengan seorang ahli agama. Tampak Bang Adi kini sudah dalam Posisi duduk namun ia seperti memainkan jari nya di lantai dan tertawa.
"Pak Ustad datang menghampiri dan mulai membaca ayat suci mengeluarkan sosok dari dalam tubuh bang Adi, tidak butuh waktu lama, bang adi pingsan tak sadarkan diri.
Bang Heru dan Papa membawa nya berbaring di tempat tidur. Ibu mengunakan minyak untuk mengurut tubuh nya. sembari menangis khawatir ku lihat ibu ku.
Aku tidak tahu apa yang di bicarakan Ayah dan Pak ustad saat itu, fokus ku hanya pada Bang Adi saja.
tapi ayah mengatakan pada Ibu ku.
"Pak Ustadz meminta untuk melakukan pengajian di rumah, sebagai tanda permisi. Akku tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi, selama aku tinggal disini, dari aku kecil, aku rasa aku tidak pernah mengalami hal seperti ini."Ucap Ayah memijat kening nya.
"Sudah lah, lakukan saja, yang penting semua bisa baik baik saja."Ucap Ibu ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments