Teman Kecil 4

Keesokan hari nya.

Aku di bangunkan Oleh Nenek yang memanggil nama ku untuk bangun. panggilan lembur dengan suara khas nenek.

"Andin, Bangun sayang, Udah siang. Ayok bangun." Suara yang terdengar saat itu. Aku membuka mata ku dan tersenyum melihat nenek.

"Nenek, Nenek udah sembuh?." Tanya ku. Saat itu aku melihat nenek tampak segar, Dan senyuman yang sangat aku rindukan pun setiap pulang ke kampung kembali bisa ku lihat, setelah semalaman nenek tertidur Karena sakit.

"Sudah nak, Kedatangan kamu membuat Nenek sembuh."Jawab Nenek. Aku tersenyum karena aku senang, namun setelah itu kalimat berikut nenek membuat ku bingung.

"Jangan takut ya Andin, Nanti habis mandi, Minta kakek ambilkan Kayu di dalam kamar nenek dan itu harus kamu jaga dan bawa lah kemana pun kamu pergi." Aku melihat nenek dengan bingung. namun aku masih mengiyakan ucapan nenek ku.

"Iya Nek."Balas Ku, Ku lihat nenek jalan keluar setelah aku mengiyakan.

Saat aku keluar untuk mandi, Ku lihat di ruang tamu sudah ramai, Sangat ramai tapi semua tampak diam dan sedang merapihkan sesuatu, Aku bingung apa lagi ku lihat ibu ku menangis begitu pun ayah dan Kak Leo.

"Bu."

"Sini nak."Ajak Ibu ku. Saat semakin dekat aku dengan ibu, ku lihat Nenek sedang di kafani melihat hal itu, Aku sangat terkejut dan melihat ibu ku untuk bertanya.

"Nenek sudah meninggal."Ucap Ibu ku.

Saat itu aku rasa jantung akan terlepas dari tempat nya, Meski aku sedih, tapi aku juga takut karena tadi aku melihat Nenek ke kamar untuk membangunkan ku.

Kalau nenek disini, Berarti yang ku lihat tadi itu pasti hantu pikir ku. Saat itu pikiran ku sangat kacau, tapi aku hanya berani diam tak banyak bicara. aku duduk di samping ibu ku seharian sampai Akhir nya Nenek di makam kan.

Kami baru sampai kemarin sore, belum ada perbincangan di antara Ibu, ayah dengan nenek. Tapi hari ini, Aku melihat Nenek sudah terbaring tidak lagi bernafas dan itu sangat membuat ku sedih.

Nenek di makamkan pada hari itu juga, aku tidak diizinkan oleh Ibu ku untuk ikut, Aku di temani beberapa ibu ibu di rumah nenek saat itu. Aku tidak tahu apa alasan nya aku tidak boleh itu, padahal aku sangat ingin ikut untuk melihat nenek ku yang terakhir kali nya, tapi aku hanya bisa menurut saja.

•••

Saat aku sedang duduk di teras rumah menunggu Keluarga ku pulang ke rumah, Aku di hampiri anak yang kemarin ku lihat.

Kulihat dari bawah sampai atas untuk memastikan apakah dia hantu atau bukan, karena masih teringat jelas di pikiran ku perkataan kakek waktu itu.

Namun dia memang hanya anak kecil biasa, dia tidak tampak menakutkan sama sekali, Tapi saat ku lihat dia aku tidak membalas. senyum nya, karena aku ingat dia melempar ku Kerikil kemarin.

"Hi, Aku minta maaf ya, aku hanya ingin mengajak kamu kenalan."Ucap nya pada ku.

"Iya. aku Andin."

"Kita main yuk!." Ajak nya pada ku. Aku melihat sekitaran untuk memastikan apakah sudah terlihat ayah dan ibu ku, aku menggelengkan kepala ku.

"engak ah, kata ibu aku gak boleh kemana mana."Balas ku menolak.

Anak itu lalu lari sembari tersenyum, tidak ada pikiran apa pun selain aku hanya kembali melihat jalan utama melihat apa kah ibu ku akan segera sampai.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!