Sepanjang perjalanan aku pun hanya menghabiskan waktu ku dengan tidur, samar samar ku dengar kedua orang tua ku mengobrol, dulu kata ibu mengobrol biar ayah ku tidak bosan dan mengantuk saat menyetir.
Aku pun terbangun saat kakak ku membangunkan ku, ku lihat Ibu Dan ayah sedang bicara dengan kakek.
"Syukur kalian sampai sebelum magrib, harusnya jalan nya pagi, biar sampai nya siang, khawatir bapak."Ucap Kakek yang ku dengar saat aku baru saja turun dari mobil." Ucap Kakek ku.
"Iya Pak, kita juga baru dengar kabar ibu tadi pagi, gak bisa buru buru."Balas Bapak ku.
"Ya udah, Ayo masuk."Ajak Kakek ku.
Ibu mengandeng tangan ku untuk mengajak ku masuk, mata ku melihat sekeliling, Aku tersenyum karena di desa ini masih sangat asri, sangat jarang aku bisa melihat pemandangan seperti ini di kota.
"Ibu, Aku disini dulu ya."Ucap ku pada ibu ku.
"Ya udah, bentar aja ya."Ucap ibu ku. aku mengangguk dengan semangat.
Aku lalu pergi ke Tanaman bunga bunga Kakek dan nenek yang sedang mekar begitu indah, Hingga sebuah batu di lemparkan ke arah ku, membuat aku lansung menoleh ke arah samping. dimana di sana ada seorang anak perempuan seusia ku yang sedang menatap ke arah ku dengan senyuman nya.
"Kamu kenapa lempar aku?." Tanya ku dengan heran sekaligus Kesal, karena kerikil itu mengenai bahu ku, dan rasa nya itu sedikit sakit. namun dia hanya diam saja.
"Dek, lagi ngomong sama siapa?." panggil Ayah ku.
"Sama Ini Pak." Tunjuk ku, Namun anak kecil itu sudah menghilang, Aku pun mencari cari, melihat sekeliling ku, tapi tetap tidak melihat nya lagi.
Ayah pun ikut melihat sekitaran mencari orang yang ku maksud, Tapi saat itu magrib sudah akan berkumandang, jadi di desa itu sudah sangat sepi, Tidak ada siapa pun di luar rumah selain aku saat itu.
"Ayo Masuk Andin."Ajak Ayah Ku. Aku pun mengangguk dan berjalan masuk mengikuti ayah ku.
Saat aku masuk ke dalam, tampak Nenek sedang berbaring dan ibu ku duduk di samping nya sembari menangis, Aku yang saat itu hanya bisa diam dan melihat Ibu ku yang sedih.
"Ma, Nenek kenapa?." Tanya Ku pada Ibu ku.
"Sakit, ayo duduk sini dek."Ajak ibu ku semabri menyeka air mata nya, Aku pun duduk samping ibu ku dan melihat Nenek yang tertidur.
"Ngomong sama siapa Adek di luar tadi?." Tanya Kakek.
"Ngomong sama anak anak kek, Tadi dia lempar aku pakai Batu." jawab ku.
"Lalu mana anak itu sekarang?." Aku mengangkat kedua bahu ku tanda tidak tahu.
Kakek lalu menatap Ibu dan Ayah ku. "Saat kalian datang, itu adalah jam dimana tidak ada lagi orang yang keluar, apa lagi anak kecil."Ucap Kakek.
"Lalu maksud Bapak yang Andin lihat tadi...." Ayah ku tanpa syok saat ia belum menyelesai kalimat nya, tapi kakek mengangguk mengiyakan seolah mengerti kata selanjutnya yang akan di ucapkan Ayah.
"Jadi Adek bisa lihat hantu Pak?." Tanya Kak Leo yang membuat aku sangat terkejut, bagaimana tidak, melihat hantu?, Itu adalah hal konyol yang aku dengar, apa lagi itu tertuju pada diri ku.
Aku melihat kedua orang tua ku, Ibu ku mengelus puncak kepala ku.
"Gak apa apa, Nanti Ibu jelaskan."Kata Ibu menenangkan ku. aku hanya diam karena aku Masih sangat terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments